HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Ada Apa di Kelurahan Baloi Permai Batam Kota

[caption id="attachment_5320" align="alignleft" width="290"]Kantor Lurah Baloi Permai Batam Kota. foto: wikimap Kantor Lurah Baloi Permai Batam Kota. foto: wikimap[/caption]

BATAM - Lurah tak hadir, pegawai datang telat, sampai di kantor sekitar pukul 9.00 WIB. Lalu ngobrol soal bumbu padang, makanan lontong. Beginilah situasi di Jumat pagi (17/4/2015) Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota.

 

 

Ironis dan miris. Padahal warga sudah lama menunggu kehadiran petugas untuk mengurus keperluan administrasi mereka. Bukannya secepatnya dilayani malah 'ngerumpi' tentang lontong bumbu padang dan kentang goreng.

 

 

Tingkah para petugas yang mayoritas perempuan tersebut semakin menjadi, saat lebih memikirkan perut ketimbang mengurus masyarakat yang telah lama ngantre.

 

 

Satu persatu staf itu nampak sibuk mengambil piring, gelas dan sendok untuk menyantap lontong kuah padang plus kentang goreng.

 

 

Mereka nampak asyik makan tanpa mempedulikan warga yang sebetulnya juga sudah keroncongan. Sebab harus bangun pagi-pagi untuk cepat mengurus keperluan administrasinya.

 

 

Celakanya, para staf tersebut menyantap makanannya di loket pengunjung. Kontan saja hal itu membuat emosi masyarakat.

 

 

"Ini kantor apa warung makan. Bukannya cepat dilayani warga kok malah makan dan ngerumpi," gerutu Iyan, warga Legenda Malaka kepada kepriupdate.com.

 

 

Iyan menyebut, tindakan lurah yang tak masuk kantor dan para stafnya datang terlambat plus lebih mikirin makan ngerumpi patut dijatuhi sanksi tegas oleh Walikota Batam.

 

 

"Mereka dibayar negara malah kerja main-main. Nanti kalau administrasi warga tak lengkap, masyarakat yang disalahkan. Padahal ini ulah pegawai kelurahan itu sendiri yang gak becus bekerja. Sebab kita pun dah muak berurusan dengan birokrasi," ujarnya.

 

 

"Saran saya kepada pak Wali agar lurah Baloi Permai dan para staf-nya itu dicopot. Buang aja mereka ke pulau yang tak ada pengunjungnya biar bebas mereka makan dan ngerumpi," pintanya. (David)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *