HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Jokowi Jabat Presiden, 11 Perusahaan Gulung Tikar di Batam

Omset Pedagang Turun 50 Persen

 

 

 

[caption id="attachment_3290" align="alignleft" width="290"]Spanduk seruan mogok buruh PT Sanmina. foto: kepriupdate/defrizal Spanduk seruan mogok buruh PT Sanmina. foto: kepriupdate/david[/caption]

BATAM - Sejak tiga tahun belakangan, tahun 2015 atau tepatnya saat Jokowi menjabat sebagai Presiden RI merupakan paling banyak perusahaan yang tutup di Batam. Beragam macam alasannya, namun yang jelas menurut para pekerja dan pengusaha akibat tidak adanya kepastian hukum dalam berinvestasi.

 
Data tahun 2013 menyebutkan ada empat perusahaan yang kabur tanpa kejelasan. Perusahaan itu adalah PT Sun Crhation Indonesia yang meninggalkan 223 buruh tanpa memberikan pesangon. Selain itu ada tiga perusahaan lainnya yang tutup akibat tidak ada orderan.

 

Tahun 2014 jumlahnya terus mengkhawatirkan, ada 11 perusahaan yang tutup hal ini mungkin dapat dimaklumi sebab di saat bersamaan Indonesia sedang menggelar pesta demokrasi Pemilihan Legislatif dan dilanjutkan Pilpres yang sempat membuat NKRI nyaris terbelah dua.

 

Tetapi memasuki era kepemimpinan Jokowi pada tahun 2015 terhitung dari Januari hingga Mei saja, sudah ada 11 perusahaan yang gulung tikar dengan alasan pailit dan tidak ada orderan.

 

Perusahaan itu adalah, PT Nagano Batam, Hidro Jet Marine, ‎PT Yee Woo Indonesia, PT Seamens Hearing Instrumen, PT Fujitek, PT Security Manajemen, PT Bintan Anugerah, PT Nidex Sank yo, PT Diva Sarana Metal, PT Jasa Prima Mandiri dan PT. Heat Exchanger Indonesia.

 

Menurut pedagang diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah menyusul pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tak punya solusi jitu mengatasi permasalahan investasi di Kota Batam khususnya.

 

"Sekarang omset dagangan kita turun 50 persen, sepi pembeli karena banyak PT yang tutup," kata Niko, pedagang elektronik di bilangan Nagoya, Senin (27/7/2015).

 

Kabid Hubungan Industrial Disnaker Batam, Sriyanto mengatakan pengurangan karyawan juga paling banyak terjadi di tahun ini. PT Nippon Steel misalnya 115 karyawan, PT Nan Indah Mutiara Shipyar 300 karyawan, PT Usda Seroja 900 karyawan, PT Aker Solution 95 karyawan, dan PT Philips Industries 106 karyawan.

 

"Total buruh yang sudah di-PHK pertengahan tahun ini 1.401," ungkapnya kepada kepriupdate.com. (red/david)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *