HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Mengintip Kehidupan PSK Batam (1)

 

Repotnya Menolak Permintaan Klien Tanpa 'Pengaman'

 

BATAM - Letak geografis Batam yang strategis dekat dengan Singapura dan Johor Bahru Malaysia, membuatnya kerap dikunjungi oleh turis dari kedua negeri jiran tersebut.

 

Tidak saja bertujuan berbelanja, para tamu utamanya kaum adam setiap akhir pekannya punya jadwal mengunjungi kota ini. Salah satunya adalah wisata seks, yang memang bukan rahasia umum banyak ditemui di kota ini.

 

Walaupun dilakukan secara terselubung, nyaris hampir di seluruh hotel, diskotik, ktv karaoke hingga panti pijat yang tersebar di seluruh pelosok Batam menyuguhkan 'hidangan istimewa' tersebut. Dan tidak dipungkiri, inilah daya tarik Batam mengapa turis kedua negara ini senang berkunjung.

 

Setiap tamu yang tiba, punya cara sendiri di mata para pekerja seks komersial (PSK) di Batam. Salah satunya mengenai penggunaan alat kontrasepsi.

 

Umumnya pria hidung belang asal luar negeri yang haus kasih sayang tersebut, rata-rata enggan memakai kondom ketika berhubungan intim. Tak ayal membuat pusing wanita si kupu-kupu malam.

 

Catty (nama samaran, red) salah seorang penjaja kenikmatan duniawi di bilangan Nagoya Batam ini, mengakui awalnya ia sempat putus asa dengan ajakan kliennya berhubungan tanpa menggunakan kondom. Berbagai cara penolakan ia lakukan. Mulai dari bahayanya terkena penyakit raja singa, hiv hingga aids, tetapi tetap tidak membuahkan hasil.

 

Namun setelah menyadari betapa pentingnya seorang klien yang merupakan sumber utama penghasilan dirinya, wanita asal Pulau Jawa inipun terpaksa mengikuti keinginan si pria asal Singapura malam itu.

 

"Mau nolak rasanya sulit sekali, takutnya dia pindah ke temen soalnya sekarang makin banyak pendatang baru yang lebih semok dan cantik-cantik," kata Catty, Kamis malam (20/8/2015).

 

Meski saat bekerja Catty selalu dihantui rasa khawatir, jangan-jangan nantinya terkena penyakit kelamin akibat tertular dari sang klien, namun desakan kebutuhan ekonomi menghilangkan itu semua.

 

"Takut sih, cuma mau gimana lagi. Hampir semua temen-temen seperti itu kok," ujarnya.

 

Kekhawatiran Catty akan penyakit tersebut sepertinya sedikit mereda, menyusul dari omongan mulut ke mulut antar sahabat bahwa ada obat yang bisa mencegah penularan penyakit kelamin tersebut.

 

"Kalau tamunya gak mau pakai kondom, saya terpaksa minum pil," pungkasnya. (david/bersambung...)

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *