HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Akibat "Proyek Pencitraan" Cawako, Jalan Batam Centre-Batuaji Kini Ditempuh 3,5 Jam

[caption id="attachment_5290" align="alignleft" width="290"]Beginilah kondisi sesungguhnya jalan di Batam. Ironis dan memprihatinkan. foto: kepriupdate Jalan dekat Simpang Barelang ini kerap jadi langganan banjir sejak tahun 2012 lalu. namun baru  kali ini dibangun gorong-gorong oleh Dinas PU Batam saat akan Pilwako 2015. foto: kepriupdate[/caption]

BATAM - Pengemudi kendaraan tujuan Batam Center -Batuaji dan sebaliknya kini terpaksa harus ekstra sabar. Pasalnya, arus lalu-lintas terganggu akibat ada proyek gorong-gorong di cekungan dekat Simpang Barelang.

 

Jarak Batuaji - Batam Centre dan sebaliknya yang biasa hanya ditempuh sekitar 10 menit menggunakan mobil atau 7 menit dengan sepeda motor, namun kini harus ditempuh selama 3,5 jam.

 

Penyebab dari lumpuh totalnya arus lalin tersebut akibat selain proyek gorong-gorong juga karena aksi demo sopir angkot pada pagi hari tadi, Selasa (8/9/2015).
Ratusan sopir angkot memblokade Simpang Kabil menuntut agar Dishub Batam beritindak tegas memberantas taksi serta angkutan liar yang mengatasnamakan angkutan karyawan. Kondisi itu membuat pengguna jalan terpaksa memutar jalan ke arah Nagoya selanjutnya balik lagi menuju jalan Simpang Gelael dan lurus ke Pemko Batam.

 

Polisi terpaksa ekstra keras membereskan lalu-lintas yang sakit itu. Korban dari jalanan macet adalah masyarakat karena terjebak macet mirip seperti jalan di Jakarta.

 

Sebagian besar warga menyebut penyebab macet jalan Batam Center menuju Batuaji akibat proyek pencitraan Cawako Rudi yang membangun gorong-gorong di saat kemarau dan jelang Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

 

"Jalan di dekat Simpang Barelang itu sudah dari tahun 2012 jadi langganan banjir, kenapa kok sekarang mau pemilu baru dibangun. Ini cuma akal-akalan Cawako Rudi saja, biar dipikir sukses membangun Batam. Kenapa gak dari dulu dibangun hehe...," kata Jodi, seorang pengguna jalan kepada kepriupdate.com.

 

Sementara Iwan, warga lainnya menyebut proyek gorong-gorong yang dikerjakan Dinas PU Batam terkesan dipaksakan. Diduga bangunan itu hanya kepentingan saat Pilwako Batam.

 

"Masyarakat sudah paham, kalau proyek jalan yang marak di Batam saat ini hanyalah pencitraan. Seharusnya sejak tahun 2012 dibangunnya. Pak Rudi, anda boleh membangun infrastruktur pakai uang rakyat, tapi bukan berarti anda sukses membangun Batam," kesal Iwan, warga Batuaji.(red/david)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *