HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Buruh Batam: Paket Ekonomi Jokowi-JK Jilid IV Sangat Pro Kapitalis!

 

 

 

[caption id="attachment_7042" align="alignleft" width="290"]Para buruh Batam membawa poster Ketua APINDO Sofyan Wanandi yang dituding sebagai dalang paket ekonomi Jilid IV Jokowi-JK. foto: alfie syahrie/kepriupdate Para buruh Batam membawa poster Ketua APINDO Sofyan Wanandi yang dituding sebagai dalang paket ekonomi Jilid IV Jokowi-JK. foto: alfie syahrie/kepriupdate[/caption]

BATAM - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPMI) Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor wali kota Batam, Jumat siang (16/10/2015). Mereka protes paket ekonomi jilid IV pemerintahan Jokowi-JK terkait formula baru perhitungan upah buruh.
Menyusul formula baru perhitungan upah ini sangat merugikan kaum buruh. Mereka menuding Jokowi-JK telah disetir oleh kelompok pengusaha yang diotaki Sofyan Wanandi, Ketua APINDO Indonesia.

 

“Percuma upah naik tiap tahun, kalau kebutuhan hidup layak (KHL) tidak boleh naik selama lima tahun. Itu namanya pembohongan," teriak Suprapto, koordinator Garda Metal FSPMI Kota Batam.

 

Buruh Batam tetap meminta agar KHL tetap dibahas setiap tahun. Hal ini mengacu pada UU Ketenagakerjaan yang mengatur bahwa dasar penetapan upah buruh salah satunya berdasarkan KHL. Bahkan diatur dengan jelas kalau KHL menjadi acuan utama penetapan upah buruh.

 

Jika pemerintah Jokowi-JK tidak segera mencabut kebijakan tersebut mereka akan melakukan aksi lebih besar-besaran lagi. Karena paket ekonomi jilid IV adalah simbol kapitalis dan tidak pro pada nasib kaum marjinal sepertihalnya para buruh.

 

Gintoyono, Asisten II Ekonomi Pemko Batam yang menemui para buruh berjanji akan menampung dan meneruskan aspirasi para buruh ke DPR RI.

 

“Kami akan sampaikan aspirasi rekan-rekan pekerja semua ke DPR RI,” ujarnya.
Aksi buruh ini diawali dengan longmarch dari Simpang Mukakuning menuju kantor wali kota Batam. Meski membuat macet, namun aksi buruh kali ini berlangsung damai dengan pengawalan ketat ratusan polisi dari Polda Kepri. (alfie syahrie)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *