HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Belanja Besar Batam Cuma Dinikmati Segelintir Oknum

 

 

Banyak Jalan Tanah dan Belum Merasakan Air Bersih

 

[caption id="attachment_7975" align="alignleft" width="290"]Warga Kampung Tua Tanjungundap belum merasakan pembangunan selama 5 tahun belakangan ini. foto: alfie/kepriupdate Warga Kampung Tua Tanjungundap belum merasakan pembangunan selama 5 tahun belakangan ini. foto: alfie/kepriupdate[/caption]

BATAM - Dalam laporan keterangan pertangggungjawaban (LKPJ) Walikota Batam di hadapan DPRD kemarin, disebutkan bahwa jumlah belanja daerah selama tahun 2011- 2015 sebesar Rp 8,371 triliun atau 91,66 %.

 

Anggaran tersebut diperuntukkan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 3,263 triliun dan belanja langsung sebesar Rp 5,107 triliun. Belanja tidak langsung meliputi belanja pegawai sebesar Rp 2,981 triliun, belanja hibah Rp 195,982 miliar, belanja bantuan sosial Rp 71,887 miliar, belanja bantuan keuangan Rp 10,266 miliar dan belanja tidak terduga sebesar Rp 4,264 miliar.

 

Sedangkan belanja langsung terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 1,216 triliun, belanja barang dan jasa Rp 2,138 triliun serta belanja modal sebesar Rp 1,752 triliun. Walikota Ahmad Dahlan juga mengklaim pembangunan selama periode kepemimpinannya sudah berjalan dengan baik.

 

Namun sayang tingginya belanja daerah tersebut ternyata tidak menyentuh masyarakat dan hanya dinikmati oleh segelintir oknum. Lihat saja saat ini pembangunan Batam masih banyak menunjukkan keterlambatan utamanya dalam bidang infrastruktur yang amburadul.

 

Kita masih sangat mudah untuk menemukan jalanan yang berlobang dan juga jalanan rusak. Apabila musim hujan tiba, maka jalanan akan berubah menjadi kubangan banjir sehingga membahayakan penggunan jalan raya.

 

Selain itu masih banyak daerah ataupun perkampungan yang dilewati dengan akses jalan yang buruk seperti jalan tanah dan berlobang. Tidak itu saja, masih banyak masyarakat di Kota Batam hingga saat ini belum bisa menikmati fasilitas air bersih, seperti yang terjadi di Kampung Tua Tanjungundap. (alfie)

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *