HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Dendam Bangsa Syiah 'Majusi' Kian Mengganas di Suriah

Ribuan Anak Muslim Sunni Dibiarkan Mati Kelaparan

 

[caption id="attachment_7796" align="alignright" width="290"]Ribuan anak muslim Sunni di Suriah tewas kelaparan akibat ulah rezim Syiah Basar Assad dan sekutunya Syiah Iran Ribuan anak muslim Sunni di Suriah tewas kelaparan akibat ulah rezim Syiah Basar Assad dan sekutunya Syiah Iran[/caption]

DAMASKUS - Pemerintah Syiah Suriah yang dipimpin Basyar Assad benar-benar mengaplikasikan dendam turunannya terhadap umat Islam Ahlulsunnah Waljamaah (Sunni). Kala itu Khalifah Umar Bin Khattab menghancurkan bangsa Majusi Persia (Iran).

 

Dan rentetan peristiwa penghancuran umat Islam di seluruh dunia seperti di Palestina, Irak, Suriah, dan Yaman tak lain adalah buntut kebencian Syiah Iran terhadap umat Islam. Setali tiga uang Iran mendukung penuh rezim Zionis Israel, Amerika dan Eropa yang memporak-porandakan negara Islam Sunni di berbagai belahan dunia.

 

Hingga kini bantuan kemanusiaan dunia masih terhambat oleh kebijakan rezim Syiah. Alhasil warga Suriah termasuk anak-anak mati kelaparan akibat kurang gizi dan makanan.

 

Abu Abdul Rahman, warga Madaya Suriah mengatakan kepada stasiun televisi Aljazeera, dia sudah tidak makan selama empat hari. Dia dan keluarganya sudah tidak banyak bergerak di dalam rumah untuk menghemat tenaga.

 

"Sudah tak ada lagi anjing dan kucing di kota ini. Bahkan daun-daunan yang selama ini kami makan dari pepohonan sudah makin sedikit," ujar Rahman, seperti dilansir Aljazeera, Jumat (8/1).

 

Palang Merah Internasional mengatakan warga di kota itu membakar plastik untuk membuat mereka tetap hangat.

 

Kelompok Peninjau Hak Asasi Suriah tiga hari lalu mengatakan sedikitnya 23 orang, termasuk anak-anak meninggal di Madaya karena kelaparan.

 

Sedikitnya 300 anak-anak di kota itu juga mengalami kekurangan gizi. Pegiat lokal menuturkan sekitar 40 ribu warga di Madaya sulit mendapat akses makanan dan obat-obatan.

 

Petugas medis di Madaya mengatakan warga makan rumput buat bertahan hidup.

 

"Kami tidak bisa menyediakan susu bagi para bayi," ujar Dr Khalid Muhammad kepada media Jerman DPA. "Hari ini bocah sepuluh tahun meninggal karena kurang gizi. (wawan/aljazeera)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *