HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Dinkes Batam Lelet Tangani DBD

[caption id="attachment_4853" align="alignright" width="290"]Nyamuk Aedes Aegepty. foto: net Nyamuk Aedes Aegepty. foto: net[/caption]

BATAM - Sepanjang tahun 2015  ada sebanyak 621 kasus DBD dan empat di antaranya meninggal dunia. Sementara tahun 2016, dalam periode bulan Januari saja dari catatan Dinas Kesehatan Batam ada 120 kasus penderita. Angka tersebut sudah masuk sangat menghawatirkan.

 

Menanggapi masalah wabah DBD, Anggota Komisi IV DPRD Batam Fauzan memberi perhatian cukup serius  terhadap perkembangan kasus ini. Menurutnya semestinya Dinkes telah mempunyai persiapan maupun langkah-langkah  prefentif dalam mencegah berkembangnya wabah penyakit menular ini.

 

"Dinkes harusnya sudah siap, mulai sosialisasi secara total kepada masyarakat mengenai perkembangan dan cara pencegahan nyamuk aedes aegepty penyebar virusnya. Terutama di daerah daerah yang menjadi langganan dbd di Batam," ujar Fauzan kepada kepriupdate.com, Kamis (4/2/2016).

 

Namun Fauzan menyesalkan selama ini Dinkes Batam hanya sibuk memberikan sossialisasi pencegahan kepada masyarakat sesudah wabahnya berkembang dan banyak memakan korban.
 

 

Meski demikian Fauzan mengajak seluruh masyarakat mencegah berkembangnya nyamuk aedes aegepty dengan  aktif menjalankan program 3M-Plus yakni menguras, menutup mengubur tempat penampungan air sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk. (alfie)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *