HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Inilah Sebab Kejatuhan Islam dan Solusi Membangkitkannya (2)

 

Contohlah Keberanian Syaifuddin Kuddus

 

KEPRIUPDATE.COM - Poin sejarah yang bisa kita petik bagaimana setelah semua kejatuhan itu, muncul orang-orang yang bisa membangkitkan itu kembali. Yang pertama kita harus mencontoh sikap Musa Bin Abi Ghossan, ia adalah mujahid kebangkitan kedua Andalusia hingga bertahan 400 tahun lagi setelah sebelumnya sempat jatuh.

 

Saat itu Musa menulis surat imbauan kepada pemimpin yang telah berkhianat. Isi surat tersebut berbunyi "jangan serahkan Granada ke tangan musuh (nasaro). Biarkan kami berperang jihad fisabillah, jangan menipu diri kalian sendiri, jangan menyangka nasaro akan memenuhi janjinya, jangan bersandar pada besarnya kerajaan mereka, kematian hanya sedikit dari ketakutan kita. Karena kalau Granada jatuh ke tangan musuh, bisa lebih parah lagi dimana akan banyak penjarahan kota-kota, pengotoran masjid-masjid dan pemerkosaan anak perempuan dan istri-istri kita".

 

Namun surat Musa diabaikan dan Granada jatuh ke tangan musuh hingga akhirnya Musa dan pasukan kaum muslimin mati sahid fisabillah. Seluruh Andalusia (Spanyol) jatuh ke tangan kaum kafir hingga hari ini.

 

Kedua kita harus mencontoh keteguhan Syekh Syaifuddin Kuddus pemimpin besar Mesir dalam menghadapi pasukan Tatar Mongol yang memporak-porandakan Baghdad. Beliau dapat surat dari Mongol yang mengancam agar menyerahkan Syam (Palestina, Suriah, Lebanon) dan Mesir. Ketika itu para panglima memintanya agar menyerah saja.

 

Sama persis, mental jatuh seperti kita hari ini, kita susah bangkit. Hari ini setiap disampaikan tentang sejarah islam orang bilang itu dulu pak. Di zaman kita beda pak, keadaan berbeda. Apanya yang beda, matahari masih sama, bumi masih sama, sunnatullah berjalan, Quran dan Sunnah masih ada. Kita sering kali berkata itu beda zamannya, beda keadaannya, tidak mungkin, kita bangsa kalah.

 

Nah apa kalimat Syaifuddin Kuddus begitu panglima-panglima menyarankan untuk menyerah. "Saya langsung yang akan hadapi Tatar wahai para pemimpin muslimin. Sekian lama kalian makan dari baitul mal (karena mereka digaji oleh negara) sementara sekarang kalian benci perang. Saya pasti berangkat, siapa yang memilih jihad akan bersama saya, siapa yang tidak memilih itu pulanglah ke rumah kalian! (sangat kuat kalimat ini)"

 

Setelah itu berangkatlah Syaifuddin Kuddus dan para panglimanya akhirnya ikut berangkat. Mereka masuk menghadang pasukan Tatar, ketika mereka masuk ke Palestina terjadilan perang besar yang kita kenal perang Ainjalud, dan di situlah semua dunia islam tau bahwa Tatar bukan pasukan yang tidak bisa dikalahkan. Hanya perlu seorang Syaifuddin Kuddus.

 

Harus ada orang yang nekad dan berani seperti itu. Ternyata panglima Tatar mati di Bisan di dekat Ainjalud dan Mongol kalah. Setelah itu baru dunia islam tau oh ternyata mereka pasukan yang bisa dikalahkan.

 

Hari ini kita serba nyerah. Sekarang peradaban serba canggih, serba ini, serba itu, modern, kemudian kita bilang tidak punya apa-apa, kita tidak bisa. Buktikan hadirkan seorang Syaifuddin Kuddus. Seperti disampaikan guru kita Dr Muin bahwa kalau ada disebutkan mujaddid di setiap awal 100 tahun mengapa tidak kita yang mengatakan itu saya, itu kita di bidang kita, bukan kita bertanya siapa ya orangnya, tapi kita orangnya. (wan)

 

dinukil dari ceramah Ustad Budi Ashari Lc

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *