HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Ini Harapan Guru Batam Pada Peringatan HUT PGRI ke-71

 

BATAM - Meski usianya telah memasuki ke-71, berbagai kekurangan masalah pendidikan di Batam seakan tidak pernah kunjung tuntas.

 

Salah satu persoalan utama hingga saat ini adalah keterbatasan ruang kelas belajar, sehingga sebagian besar sekolah negeri di Batam masih mengalami over kapasitas. Tidak jarang para pelajar terpaksa belajar di lantai, sungguh memilukan.

 

Lindriani, salah seorang guru SMP Negeri 21 Sagulung Batam menyebutkan, kendala ruang kelas over kapasitas telah menyebabkan suasana belajar kurang nyaman.

 

"Satu kelas sampai 50 siswa jelas membuat tenaga pendidik tidak nyaman. Jumlah siswa yang begitu banyak menyebabkan para guru tidak bisa memantau dan mengawasi seluruh kegiatan para murid," ujar Lindriani, Jumat (25/11/2016).

 

Tidak jarang saat jam belajar berlangsung, sebagian siswa banyak yang berkeliaran hingga keluar lingkungan sekolah. Kondisi tersebut membuktikan dampak buruk dari kondisi over kapasitas yang terjadi.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepsek SMPN 21 Batam, Ponimans. Namun meskipun over kapasitas dirinya berharap agar para guru bisa mengatasi berbagai persoalan dengan cara bebrkoordinasi antara sesama guru maupun orang tua.

 

Pemerintah Kota Batam dalam hal ini Disdik Kota Batam dituntut lebih peka dan serius mengatasi problem over kapasitas ruang belajar peserta didik tersebut.

 

Selain sarana fisik pendidikan, Pemko Batam juga didesak agar lebih selektif dalam memilih dan menempatkan pejabat di lingkungan Disdik Kota Batam.

 

Seperti diketahui, dunia pendidikan Batam tercoreng oleh ulah Kabid Dikdas Disdik Kota Batam, Rustam Efendi. Rustam yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Batam ini diduga tertangkap tangan oleh BNNP Kepri, tengah asik minum-minuman beralkohol bersama para wanita malam di ruang karaoke Sphinx Nagoya.

 

Masyarakat mendesak agar Walikota Batam Muhammad Rudi untuk serius menindak oknum bersangkutan, menyusul tidak sedikit dana APBD dan APBN yang digelontorkan untuk sektor pendidikan. Hal ini agar tidak terulang kasus serupa, yang menyebabkan potret pendidikan Batam semakin terpuruk dan berdampak pada para pelajar. (man)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *