HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Buka Service Center dan Gateway di Batam, DHL Express Gelontorkan Duit Rp 17 Miliar

 

 

BATAM - DHL Express, penyedia layanan pengiriman ekspres internasional terkemuka di dunia, membuka Service Centre dan Gateway senilai Rp 17 miliar di Batam untuk mendukung operasional bisnis di dalam maupun di luar Batam dengan lebih baik.

 

Tahun ini, sebagai bagian dari ekspansi bisnis perusahaan, DHL Express telah meluncurkan sejumlah fasilitas dan layanan, termasuk layanan Mobile Service Station pertama di Indonesia serta fasilitas baru di Purwakarta, Jakarta dan Solo.

 

Service Centre dan Gateway terbaru di Batam ini adalah upaya terbaru DHL Express untuk menandai strategi agar tetap berada garis terdepan dengan menyediakan fasilitas canggih dan menyediakan konektivitas yang lebih besar dari Indonesia kepada dunia.

 

Terletak di seberang Selat Singapura, Batam adalah kota terbesar ketiga di Sumatera dan kota terbesar ke delapan di Indonesia. Batam dikenal sebagai kawasan industri, penghubung, dan merupakan bagian kawasan perdagangan bebas di Segitiga Pertumbuhan (Golden Triangle) Indonesia-Malaysia-Singapura1.

 

"Mengingat lokasinya yang strategis, Batam memegang peluang pertumbuhan di sektor industri dan kami senang memperkuat komitmen jangka panjang kami di Batam. Fasilitas baru kami akan membantu kami lebih mendukung pelaku industri dengan menyediakan layanan logistik ekspres yang lebih efisien serta akses ke lebih dari 220 negara dan teritori. Investasi terbaru ini juga lebih meningkatkan jaringan kami di Indonesia yang meliputi Gateway di Balikpapan, Batam, Denpasar (Bali), Jakarta, Medan dan Surabaya serta memungkinkan kami untuk memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik lagi bagi pelanggan kami," kata Sean Wall, Executive Vice President of Network Operations and Aviation, DHL Express Asia Pasifik di Radisson Batam, Senin (5/12/2016).

 

Service Center dan Gateway terbaru DHL Express Batam ini memiliki kapasitas untuk menangani hingga 2,4 juta kilogram kiriman dan memproses hingga 150.000 pengiriman per tahun. Fasilitas canggih seluas 972 meter persegi ini mempekerjakan sekitar 26 orang termasuk tiga anggota karyawan yang telah secara khusus tersertifikasi untuk penanganan Barang Berbahaya (Dangerous Goods) guna memastikan proses pengiriman oleh DHL Express telah sesuai dengan peraturan Barang Berbahaya IATA.

 

Service Center dan Gateway Batam dilengkapi dengan peralatan canggih seperti motorized conveyor, reweighing and dimensioning system untuk memastikan akurasi tagihan, serta pemindai Dual View X-Ray security screening. Fasilitas ini juga dilengkapi Sistem Kontrol Akses dengan alarm penyusup, 48 CCTV dan sistem Explosive Trace Detector untuk memastikan keselamatan dan keamanan setiap pengiriman. Fasilitas ini juga memiliki full drive-in capabilities, memungkinkan perlindungan terhadap kiriman terhadap cuaca buruk. Batam Service Centre dan Gateway juga dilengkapi dengan Service Point untuk pelanggan ritel.

 

Pembukaan fasilitas ini merupakan waktu yang tepat, terkait percepatan pembangunan di Batam, dimana pemerintah Indonesia sedang mempertimbangan untuk menetapkan Batam sebagai kawasan ekonomi khusus untuk perusahaan yang terlibat dalam pemeliharaan pesawat, pelayanan perbaikan dan perbaikan mesin (maintenance, repair and overhaul / MRO) karena adanya peluang yang menjanjikan dari industri MRO2.

 

Menurut laporan terbaru oleh Frost & Sullivan, anggaran pembelanjaan MRO di wilayah Asia Pasifik sebesar 12,3 miliar US dollar untuk tahun 2015 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 21,6 miliar US dollar pada 2024, menjadikannya sebagai pasar terbesar kedua setelah Eropa Barat3.

 

Ahmad Mohamad, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia menambahkan, dengan potensi yang dimiliki Batam untuk dibuka sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk perusahaan penerbangan, investasi DHL juga akan mendukung pertumbuhan industri aviasi di Indonesia.

 

"Fasilitas ini adalah hasil dari hubungan baik dan sinergi dengan BP Batam dan pemerintah Batam serta akan meningkatkan peran Batam dalam Segitiga Pertumbuhan (Growth Triangle) Indonesia-Malaysia-Singapura," kata Ahmad.

 

"Saat ini market share kami (DHL) di Batam mencapai 50 persen," pungkas Ahmad.(alfie)

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *