EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Konsulat Jenderal Singapura Puji Pendekatan Baru BP Batam ke Investor

On 11.50

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis berkunjung ke Kantor Konjen Singapura, Wyndham Hotel, Panbil. Foto/Agam


BATAM - Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura untuk Batam, Gavin Ang memuji kemajuan investasi yang begitu pesat oleh Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.


Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis di Kantor Konjen Singapura, Wyndham Hotel, Panbil, Kamis (19/2/2026). 


Konjen Singapura menilai, hal itu dikarenakan BP Batam menunjukkan kemajuan signifikan dalam pendekatan pelayanan investasi, yang kini lebih adaptif, responsif, dan berorientasi solusi.


Perubahan itu, mencerminkan pergeseran peran BP Batam dari sekadar regulator menjadi fasilitator aktif yang menciptakan lingkungan investasi yang lebih welcoming bagi investor.


Menurutnya, BP Batam kini semakin proaktif dalam membantu penyelesaian tantangan proyek dan memberikan dukungan langsung kepada investor, sehingga memperkuat persepsi kepastian layanan dan kemudahan berusaha di Batam.


"Pendekatan ini sangat berbeda, bagaimana pendekatan yang dilakukan BP Batam kepada investor dan ini direspon dengan gembira oleh para investor," ungkap Gavin. 


Pendekatan baru ini dipandang sebagai sinyal positif bagi investor internasional, yang dapat meningkatkan kepercayaan terhadap Batam sebagai gateway strategis dalam lanskap ekonomi regional.


"Kami mengapresiasi BP Batam, semua orang bisa melihat kinerja Batam untuk mengatasi tantangan investor," ujarnya.  


Sementara, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis mengungkapkan kehadiranya bersama jajaran untuk memperkuat hubungan kemitraan yang telah terjalin. 


Dalam kesempatan itu, Fary memberikan apresiasi kepada Konjen Singapura, Gavin Ang. Disebutkan, sepanjang 2025 realisasi investasi Singapura di Batam masih menjadi yang terbesar.


"Kami menggangap dan merasakan bahwa hubungan kemitraan dengan Konjen Singapura adalah suatu kekuatan bagi BP Batam, untuk itu, terima kasih atas dukungan yang diberikan" ujar Fary.


Fary menyatakan komitmen pihaknya untuk terus membangun fondasi tata kelola perizinan yang transparan dan efisien serta kesiapan tenaga kerja terampil bagi kebutuhan industri. 


"Adanya dashboard monitoring realtime, klinik investasi, duta investasi dan sistem aplikasi Mantab merupakan bentuk inovasi dan tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk menjadikan Batam role model kawasan ramah investasi," pungkas Fary. 


Hadir mendampingi Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis yaitu Direktur Investasi, Dendi Gustinandar dan Direktur Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir. (agm)




Editor: alfi

Omzet UMKM Tembus 1 Miliar, BP Batam dan Nagoya Citywalk Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

On 13.09

Stan umkm kebanjiran order saat night party nagoya lantern festival. Foto/Egi


BATAM - Night Party Nagoya Lantern Festival yang digelar pada 13–17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk, berhasil menggerakkan roda ekonomi mikro secara signifikan. 


Berdasarkan hasil survey pusat Kajian Daya Saing ASEAN, Politeknik Batam, dengan jumlah pengunjung yang tembus angka 6.000 orang dalam 5 hari, maka omzet yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp 1 miliar. 


Jumlah ini, dihasilkan melalui studi pengukuran multiplier effect, data omzet per UMKM yang terjual dan diekstrapolasi dengan jumlah pengunjung.


Sehingga, melalui kegiatan yang diinisiasi oleh BP Batam dan Nagoya Citiwalk ini, menjadi indikator konkret kebangkitan ekonomi kawasan Nagoya, serta akselerasi implementasi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya.


Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa kebangkitan Nagoya merupakan bagian dari strategi penguatan pusat perdagangan dan jasa Kota Batam.


“Nagoya adalah episentrum perdagangan Kota Batam. Ketika ruang publiknya hidup dan tertata, maka efek berantainya akan terasa terhadap UMKM, sektor jasa, hingga pariwisata. Inilah arah pembangunan kawasan yang terintegrasi,” ujarnya.


Sementara, Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menekankan pentingnya model kolaborasi dalam pengembangan kawasan. Ia menegaskan, BP Batam akan terus berkomitmen dalam mendukung UMKM di Kota Batam.


"Pertumbuhan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.


Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa revitalisasi Jalan Raya Nagoya merupakan bagian dari agenda besar pembangunan New Nagoya dalam kerangka WPP Prioritas. Penataan ini meliputi peningkatan kualitas jalan, pedestrian, tata pencahayaan, konektivitas antar-blok komersial, hingga integrasi fungsi perdagangan dan hiburan.


"WPP Prioritas New Nagoya dirancang untuk mentransformasi kawasan ini menjadi pusat perdagangan dan gaya hidup yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing internasional," ujarnya.


"Event ini membuktikan ketika infrastruktur, ruang publik, dan aktivitas ekonomi dikolaborasikan, dampaknya langsung terasa dalam bentuk perputaran ekonomi yang signifikan,” tegas Mouris.


Owner Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapan pihak swasta menjadi mitra strategis dalam mendukung implementasi WPP. Hal ini, terlihat dari suksesnya gelaran Night Party Nagoya Lantern Festival.


“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa Nagoya memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Kami siap berkolaborasi untuk pengembangan jangka panjang kawasan,” ungkapnya.


Sebagaimana diketahui, Night Party Nagoya Lantern Festival bukan hanya sekadar perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Namun juga bagian dari strategi aktivasi ruang publik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan.


Festival ini menghadirkan instalasi lampion tematik, atraksi barongsai dan lion dance, fashion show spesial Imlek, serta bazaar UMKM yang melibatkan 30 tenant dalam radius ±200 meter.


Selama lima hari, seluruh tenant mencatatkan penjualan yang selalu habis setiap malamnya. Pada puncak acara, 16 Februari 2026, tercatat sekitar 1.584 pengunjung masuk melalui gerbang utama, dengan estimasi total kunjungan mencapai ±2.500 orang per malam.


Pengunjung ini, berasal dari dalam dan luar Kota Batam, turis mancanegara seperti Singapore, Malaysia, Brunei, dan negara lainnya. 


Angka kunjungan ini, juga menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas ekonomi di kawasan Nagoya, yang sebelumnya mengalami perlambatan pascapandemi Covid-19. Kebangkitan Nagoya juga menjadi simbol transformasi Batam menuju kota perdagangan, jasa, dan investasi yang semakin kompetitif di tingkat regional. (egi)





Editor: teguh

Sinergi Event Budaya Imlek 2577 dan Infrastruktur Wujudkan New Nagoya Batam

On 08.01

Perayaan malam tahun baru imlek 2577 berlangsung meriah. Foto/Tari


BATAM - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 tingkat Kota Batam dimeriahkan Night Party Nagoya Lantern Festival di Jalan Raya Nagoya Citywalk. Kegiatan ini akan menjadi momentum strategis dalam percepatan implementasi wilayah penataan dan pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya.


Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) turut hadir dalam kebersamaan tersebut yang diwakili oleh Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto.


Kegiatan ini semakin semarak karena diramaikan oleh puluhan pelaku UMKM kuliner serta ribuan masyarakat yang memadati kawasan Nagoya. 


Dalam sambutannya, Mouris Limanto menyampaikan bahwa Jalan Raya Nagoya ke depan akan direvitalisasi sebagai bagian dari agenda besar pembangunan New Nagoya untuk bertransformasi kawasan berbasis konektivitas dan ruang publik.


“Kami ingin membangun kawasan Nagoya bukan sekadar koridor transportasi. Melalui WPP Prioritas New Nagoya, kawasan ini akan ditransformasikan menjadi ruang publik yang hidup, produktif, dan berdaya saing internasional,” ujar Mouris, Sabtu (14/2/2026).


Ia menegaskan bahwa WPP New Nagoya juga dirancang tidak hanya untuk pembenahan fisik, tetapi juga sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi lokal. 


“Integrasi antara infrastruktur, event, dan UMKM kami yakini akan memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata dan pusat perdagangan regional,” kata Mouris.


Ia melanjutkan, WPP New Nagoya nantinya akan difokuskan pada tiga pilar utama, seperti peningkatan konektivitas dan infrastruktur dasar seperti pembangunan dan integrasi drainase terpadu, serta pengembangan jalur pedestrian yang aman dan ramah wisatawan.


Selain itu, Revitalisasi Kawasan Perdagangan dan UMKM juga akan didorong untuk mengaktivasi ruang publik melalui event budaya dan ekonomi kreatif, serta penguatan daya tarik pariwisata perkotaan.


“Semangat Imlek adalah semangat kebersamaan dan optimisme. Inilah energi yang kita butuhkan untuk mewujudkan New Nagoya sebagai wajah baru Batam yang modern, inklusif, dan mendunia. Gong Xi Fa Cai!” serunya menutup sambutan.


Kemudian pada kesempatan yang sama, Owner Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapannya sebagai salah satu mitra strategis dalam implementasi WPP.


“Nagoya Citywalk siap menjadi bagian dari ekosistem New Nagoya. Dengan infrastruktur yang tertata dan ruang publik yang aktif, kawasan ini akan semakin kompetitif,” katanya optimis.


Adapun event Night Party Nagoya Lantern Festival akan berlangsung pada 13 – 16 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk dengan puluhan bazaar, festival lampion, atraksi memukau barongsai, lion dance, fashion show spesial Imlek, serta berbagai keseruan menarik lainnya.(tar)




Editor: teguh

Delegasi Pemerintah Jerman Kunjungi BP Batam, Jajaki Peluang Investasi Sektor Maritim

On 19.30

Delegasi Dubes Jerman silaturahmi ke kantor BP Batam bahas investasi maritim. Foto/Dipa


BATAM - BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis, menerima kunjungan kerja Delegasi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, Rabu (11/2/2026).


Selain membahas peluang investasi, pertemuan ini sekaligus menjadi momentum dalam memperkuat hubungan bilateral antara Batam - Jerman. Khususnya di sektor teknologi maritim dan industri galangan kapal.


Fary Francis mengatakan bahwa kehadiran Delegasi Pemerintah Jerman ini menunjukkan posisi Batam yang semakin kuat dalam peta ekonomi internasional.


“Kami menyambut baik kunjungan Pemerintah Jerman sebagai bentuk kepercayaan terhadap potensi Batam. Apalagi Jerman menjadi investor kedua terbesar asal Eropa di Batam setelah Prancis, tentunya ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama tersebut,” ujarnya.


Sepanjang tahun 2025, Jerman mencatatkan nilai investasi sebesar Rp 120,59 miliar. Dengan sektor dominan yakni industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam mencapai Rp 117,69 miliar.


Selain sektor tersebut, investasi Jerman juga menyasar kepada sektor industri tekstil senilai Rp 1,6 miliar; industri perdagangan dan reparasi sebesar Rp 738,08 juta; industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp 303,80 juta serta jasa lainnya.


Capaian ini berpotensi untuk terus bertambah seiring komitmen BP Batam yang terus mendorong kemudahan perizinan dan penyediaan infrastruktur memadai bagi kelangsungan iklim investasi.


“Batam siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri maritim dan sektor lainnya. Kami juga terus berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan transparan,” jelas Fary.


Sementara itu, Koordinator Pemerintah Federal Jerman untuk Ekonomi Maritim dan Pariwisata, Dr. Christoph Ploß, berkesempatan untuk memimpin delegasi tersebut.


Christoph Ploß juga menyampaikan minat Pemerintah Jerman untuk mendalami peluang investasi, potensi industri maritim dan galangan kapal serta peluang kolaborasi ekonomi Batam–Jerman. (fth/dpn)




Editor: teguh

Diplomasi Industri Maritim Badan Pengusahaan Batam Tembus Benua Eropa

On 00.01

 Delegasi yang dipimpin oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, serta Ketua Kadin Kepulauan Riau. / NVA


ROTERDAM - Batam sebagai kawasan yang berada di jalur pelayaran strategis seperti Selat Malaka kembali menjadi pusat perhatian pelaku industri maritim dunia, di tengah meningkatnya kompetisi global untuk mengamankan posisi dalam rantai pasok internasional.


Memanfaatkan momentum tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat diplomasi industri melalui rangkaian engagement intensif dengan pelaku maritim dan logistik Eropa di sela forum Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis.


Delegasi yang dipimpin oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, serta Ketua Kadin Kepulauan Riau, menjalankan pendekatan promosi yang berorientasi pada eksekusi investasi, bukan sekadar pengenalan potensi. Melalui fasilitasi langsung berbasis solusi, BP Batam mendorong dialog investasi bergerak menuju tindak lanjut konkret.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Marseille, Dian Kusumaningsih, yang menegaskan dukungan diplomatik terhadap langkah BP Batam dalam memperluas jejaring investasi Indonesia di Eropa. Dalam pertemuan tersebut, BP Batam memaparkan perkembangan ekonomi Batam, status Free Trade Zone, serta transformasi kawasan menuju platform eksekusi industri maritim yang terintegrasi dengan dinamika perdagangan global.


“Di sela Euromaritime 2026, BP Batam secara aktif melakukan puluhan pertemuan bilateral dengan perusahaan pelayaran global, manufaktur komponen kapal, penyedia teknologi pelabuhan, operator logistik energi, konsultan desain perkapalan, hingga penyedia solusi industri maritim dari berbagai negara Eropa.” Ujar Fary Djemy Francis.


Pendekatan ini mencerminkan perubahan strategi BP Batam dari promosi berbasis narasi menuju fasilitasi investasi berbasis penyelesaian konkret hambatan di lapangan.


Salah satu engagement utama dilakukan bersama Ludovic Renou, Senior Vice President Global Commercial Agencies Network CMA CGM, yang membawahi jaringan komersial global perusahaan di lebih dari 180 negara. 


Diskusi membahas perkembangan industri dan logistik Batam, penguatan layanan direct call, serta peluang Batam dalam konteks pergeseran pusat pertumbuhan perdagangan menuju Asia. Pihak CMA CGM menyampaikan ketertarikan terhadap perkembangan Batam dan menyatakan rencana untuk mengirimkan delegasi guna melakukan pendalaman peluang secara langsung.


Delegasi BP Batam juga memperluas jejaring melalui pertemuan dengan Chambre de Commerce et d’Industrie Marseille Provence (CCIAMP), membuka ruang kolaborasi dengan ekosistem industri maritim Eropa Selatan. Agenda kemudian berlanjut di Belanda melalui dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda (ASPINA), yang menyoroti peran diaspora bisnis sebagai penghubung strategis dalam membuka pipeline investasi lintas negara.


Sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi, BP Batam melakukan audiensi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, H.E. Laurentius Amrih Jinangkung, yang menyampaikan dukungan terhadap upaya BP Batam dalam meningkatkan engagement dengan investor Eropa dan mendorong percepatan tindak lanjut konkret dari peluang investasi yang telah teridentifikasi.


Rangkaian agenda ditutup dengan kunjungan benchmarking ke Port of Rotterdam Authority, salah satu pelabuhan paling maju di dunia, di mana kedua pihak bertukar pandangan mengenai transformasi pelabuhan modern menjadi ekosistem komersial bernilai tambah tinggi yang terintegrasi dengan sektor industri dan energi. 


Port of Rotterdam melihat Batam sebagai kawasan dengan potensi strategis di Selat Malaka, didukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan indikator kepelabuhanan yang menunjukkan tren positif.


Fary Djemy Francis menegaskan bahwa strategi BP Batam kini berfokus pada eksekusi dan kepastian investasi. “Dalam lanskap global yang semakin kompetitif, investor membutuhkan kepastian dan respons cepat. Pendekatan fasilitasi aktif memungkinkan Batam tidak hanya hadir dalam peta investasi global, tetapi menjadi lokasi implementasi nyata,” ujarnya.(nva)




Editor: teguh

Kementerian Kesehatan Dukung Pengembangan Layanan Prioritas di RSBP Batam

On 14.44

RSBP Batam dan Kemenkes tindaklanjuti nota kesepahaman. Foto/Tari


JAKARTA - Manajemen Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) bersama Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Jakarta.


Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut Nota Kesepahaman BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2022, sekaligus bagian dari langkah memperkuat posisi RSBP Batam dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.


Audiensi dipimpin Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait. Ia hadir bersama Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP; Wakil Direktur Keuangan dan Umum, Evi Elfiana Br. Bangun; Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Muhammad Yanto; Kepala Satuan Penjaminan Mutu, Feri Nawa Pamungkas, serta jajaran manajemen dan staf teknis.


Menurut Ariastuty, audiensi tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat transformasi layanan RSBP Batam.


“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan yang mampu mendukung program prioritas kesehatan nasional,” ujar Ariastuty.


Dalam pertemuan tersebut, BP Batam dan RSBP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) prioritas kepada Kementerian Kesehatan. 


Usulan tersebut mencakup penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu, serta pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).


Transformasi tersebut sejalan dengan pengembangan peran RSBP Batam yang tidak lagi hanya sebagai rumah sakit penunjang investasi, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan, termasuk penyelenggaraan program fellowship.


Selain itu, RSBP Batam juga menyampaikan kesiapannya untuk menghadapi akreditasi Paripurna yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana layanan unggulan, termasuk di bidang kardiovaskular.


RSBP Batam juga memaparkan rencana pengembangan layanan lainnya, dimana salah satunya merupakan layanan hiperbarik yang akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengusulan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.


“Pengembangan RSBP Batam kami arahkan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mendukung daya saing Batam sebagai pusat layanan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan menyoroti pentingnya pemerataan layanan penyakit jantung di luar Pulau Jawa.


“Penguatan layanan jantung di daerah merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Benyamin.


Terkait rencana pengembangan layanan jantung di RSBP Batam, Benyamin menyatakan dukungan secara prinsip. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki RSBP Batam menjadi salah satu modal penting.


“Penguatan fasilitas kesehatan idealnya diberikan kepada rumah sakit yang telah siap dari sisi tenaga medis dan tata kelola layanan,” katanya.


Dalam konteks regional, Wakil Menteri Kesehatan menilai Batam memiliki posisi strategis sebagai tujuan layanan kesehatan dan wisata medis di Kepulauan Riau, di tengah pertumbuhan rumah sakit yang cukup pesat.


Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan layanan kesehatan berjalan seimbang dan berkelanjutan.


Sebagai tindak lanjut audiensi, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan kepada Kementerian Kesehatan RI serta menjadwalkan pertemuan berikutnya guna mempercepat realisasi kerja sama strategis yang telah dibahas.(tar)




Editor: teguh

Tingkatkan Layanan Pertanahan, BP Batam Lakukan Pemutakhiran Akun LMS Online dan Implementasi TTE

On 23.48

Kasubdit Dokumentasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Danang Febrian memberi sosialisasi kepada pelaku usaha. Foto/Nova


BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperkuat digitalisasi layanan pertanahan dan meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat serta pelaku usaha. 


Direktorat Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi, BP Batam menyelenggarakan sosialisasi pemutakhiran akun Land Management System (LMS) Online sekaligus penerapan tanda tangan elektronik (TTE) dalam proses penandatanganan perjanjian pemanfaatan tanah, Rabu (4/2/2026).


Sosialiasi ini dilakukan secara bertahap mulai dari Rabu, 4 Februari 2026 hingga Jum'at 6 Februari 2026 di Marketing Data Centre PDSI BP Batam.


Kasubdit Dokumentasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Danang Febrian membuka kegiatan ini mengatakan, BP Batam berkomitmen dalam mengelevasi layanan pertanahan dalam transformasi digital yang mudah dan efisien.


Penerapan TTE ini dilakukan melalui kolaborasi dengan penyedia teknologi digital trust terkemuka untuk keamanan dan kecepatan dalam pengurusan dokumen secara elektronik yakni Privy Indonesia. 


"Menindaklanjuti banyak masukan terhadap penerapan LMS, kami melakukan transformasi digital dengan pemutakhiran akun baru LMS dan terintegrasi dengan tanda tangan secara elektronik." Kata Danang.


Ia menjelaskan langkah ini juga dilandasi oleh komitmen pelayanan publik yang mendukung percepatan proses administrasi, peningkatan akuntabilitas data, serta mendukung iklim investasi yang kondusif di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.


Sementara itu, Kasi Pengelolaan Data dan Informasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Tino Chandra Siregar menjabarkan inovasi digital TTE dilatarbelakangi fakta bahwa banyaknya Penerima Alokasi Yang belum melakukan Tanda Tangan Perjanjian Pemanfaatan Tanah (PPT) pada tahun 2025 sebanyak 1.038.


Sehingga total Pemohon belum melakukan tanda tangan dokumen keseluruhan 2020-2025 yakni 1.895 Pemohon.


"Dengan TTE ini tanda tangan bisa dilakukan dimana saja, tidak perlu hadir secara fisik, dan tanpa antrian." Jelas Tino.


Tanda Tangan Elektronik ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kepala Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Pertanahan, Pasal 41 ayat 4. Adapun alur sebagai berikut :

1. Pendaftaran Akun dengan mengisi Identitas Diri, unggah KTP dan Swafoto, Persetujuan Pengguna

2. Verifikasi oleh Privy 

3. Aktivasi dengan Persetujuan Otorisasi Penandatanganan Secara Otomatis


Sementara itu, ditemui secara terpisah seusai rapat, Direktur Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi Denny Tondano mengatakan kegiatan sosialisasi menggandeng Privy Indonesia diharapkan semakin memperluas pemahaman para pemangku kepentingan dalam implementasi TTE.


“termasuk notaris, pejabat pembuat akta tanah, pengembang, dan masyarakat umum, kami harapkan dapat memperoleh pemahaman lebih, mengenai mekanisme penggunaan LMS Online dan TTD elektronik dalam rangkaian proses pertanahan di kawasan Batam.” Kata Denny.


Menurutnya, kegiatan juga sekaligus menampung masukan dan saran dari peserta yang hadir mengingat pelaksanaan tanda tangan elektronik akan dilakukan secara bertahap sebagai opsi bagi pemohon yang tidak dapat hadir melakukan tanda tangan basah.


Hal ini sejalan dengan spirit Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra untuk terus meningkatkan pelayanan dengan transformasi digital pada layanan pertanahan di lingkungan BP Batam serta mendukung iklim investasi yang kondusif dan inklusif.


”Implementasi LMS Online dan TTD elektronik mencerminkan komitmen BP Batam untuk memberikan layanan publik yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha.” Pungkas Denny Tondano.(nva)




Editor: teguh