EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Batam Tuan Rumah Rakorwil ADKASI 2026, Siap Tunjukkan Sebagi Kota Destinasi MICE

On 18.18

Sekda Batam Firmansyah optimis siap layani peserta ADKASI


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyambut baik terpilihnya Kota Batam sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sumatera Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) Tahun 2026. Kegiatan berskala regional tersebut resmi dibuka di Hotel Pacific Palace, Jodoh, Kecamatan Batuampar, Sabtu (27/6/2026).


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada Batam menjadi kehormatan sekaligus bukti semakin kuatnya posisi kota ini sebagai pusat penyelenggaraan berbagai agenda nasional maupun internasional.


“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami menyambut baik kehadiran seluruh peserta Rakorwil Sumatera ADKASI. Penunjukan Batam sebagai tuan rumah sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Wali Kota Batam, yakni menjadikan Batam sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition),” ujar Firmansyah.


Menurutnya, Batam memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Mulai dari kemudahan akses transportasi, ketersediaan hotel, hingga fasilitas pertemuan yang representatif, seluruhnya menjadi modal penting dalam mendukung suksesnya agenda pemerintahan, baik di tingkat nasional maupun internasional.


Pembukaan Rakorwil Sumatera ADKASI 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, Ketua Umum ADKASI Siswanto, Direktur Dana Transfer Khusus Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Purwanto, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Horas Maurits Panjaitan.


Sementara itu, Ketua ADKASI Wilayah Sumatera, Anto, mengatakan Rakorwil tahun ini mengangkat tema “Momentum Revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Otonomi Daerah Asimetris, dan Penguatan Kelembagaan DPRD dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.”


Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia yang memiliki karakteristik wilayah, budaya, dan kondisi geografis yang beragam.


“Indonesia memiliki karakteristik wilayah, budaya, dan geografis yang sangat beragam sehingga pendekatan otonomi daerah tidak dapat diseragamkan. Konsep otonomi daerah asimetris menjadi penting untuk mengakomodasi kebutuhan khusus setiap daerah dengan tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Anto.


Ia juga menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan DPRD agar semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan regulasi, serta didukung sumber daya manusia yang kompeten sebagai mitra strategis pemerintah daerah.


Anto menjelaskan, meski belum seluruh DPRD kabupaten dari 10 provinsi di Sumatera dapat menghadiri Rakorwil tahun ini, forum tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antardaerah melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.


Menutup sambutannya, Anto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam dan seluruh panitia atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam beserta seluruh panitia yang telah memberikan dukungan penuh sehingga Rakorwil Sumatera ADKASI 2026 dapat terlaksana dengan baik. Semoga forum ini menghasilkan rekomendasi strategis yang memberikan manfaat bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (mhi)

Pemko Batam Ajak Masyarakat Bijak dan Objektif Dukung Program Pemerintah

On 18.03

Rudi Pandjaitan, Kadis Kominfo Kota Batam


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajak masyarakat untuk menyikapi secara bijak berbagai informasi yang berkembang terkait kegiatan pawai yang dikaitkan dengan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, Pemerintah Kota Batam terus mencermati informasi yang beredar di tengah masyarakat, termasuk di media sosial, agar seluruh persoalan dapat dipahami secara utuh dan proporsional.


Menurut Rudi, dalam setiap dinamika kebijakan publik, perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dan diperbolehkan dalam demokrasi kita saat ini. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat menyikapi berbagai informasi secara arif dan tidak terburu-buru dalam membangun persepsi yang berpotensi merugikan kita sendiri.


“Perbedaan pendapat terhadap suatu kebijakan adalah sesuatu hal yang biasa dalam kehidupan demokrasi. Ada yang mendukung, ada pula yang memiliki pandangan berbeda. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat menyampaikan pendapat secara santun dan berdasarkan informasi yang benar,” katanya.


Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam senantiasa terbuka terhadap berbagai masukan dan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan daerah.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif, serta mengedepankan klarifikasi dan verifikasi terhadap setiap informasi yang beredar, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tambahnya.


Rudi juga berharap berbagai dinamika yang berkembang dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif demi mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat yang semakin baik. (rka)

Walikota Batam Amsakar Jenguk dan Beri Santunan Bocah Korban Kekerasan, Jamin Kelanjutan Pendidikan

On 12.24

Amsakar jenguk bocah korban kekerasan yang dirawat di RSUD Embung Fatimah


BATAM - Langkah Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, terhenti sejenak ketika memasuki ruang perawatan anak di RSUD Embung Fatimah, Batuaji. Di hadapannya, seorang bocah berusia sembilan tahun duduk di atas tempat tidur rumah sakit dengan pita merah muda menghiasi kepalanya. Senyum kecil yang berusaha ia tunjukkan tidak mampu menyembunyikan luka yang masih membekas di wajah dan tubuhnya.


Amsakar mendekat, mengusap lembut kepala anak yang berinisial RAL itu sambil menyampaikan kata-kata penyemangat. Suasana ruangan mendadak hening. Sejumlah tenaga kesehatan, keluarga, dan pejabat yang mendampingi hanya bisa menyaksikan momen penuh haru tersebut. Mata Amsakar tampak berkaca-kaca melihat kondisi korban yang diduga mengalami penganiayaan berat oleh ibu tirinya.

“Kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras perbuatan yang dilakukan terhadap anak ini. Tindakan tersebut sudah di luar batas kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” ujar Amsakar dengan suara bergetar.

Di sela kunjungan itu, ia memberikan motivasi, bingkisan, serta santunan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral kepada RAL. Namun, perhatian yang diberikan tidak berhenti pada bantuan sesaat.

Amsakar menegaskan Pemerintah Kota Batam akan mengambil peran untuk memastikan masa depan korban tetap terjaga, termasuk keberlanjutan pendidikannya.

“Pemko Batam memastikan masa depan anak ini tidak boleh terputus. Kami akan menjamin kelanjutan pendidikannya hingga tuntas sehingga ia tetap memiliki kesempatan meraih cita-citanya,” tegasnya.

Usai menjenguk RAL, Amsakar melanjutkan kunjungan ke bangsal perawatan lain untuk menemui para jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tembesi Indah yang menjadi korban kecelakaan di kawasan Pantai Melur beberapa waktu lalu.

Di setiap tempat tidur yang disinggahinya, Amsakar menyapa satu per satu korban dan keluarga yang mendampingi. Ia mendengarkan cerita mereka, memberikan semangat, serta memastikan penanganan medis berjalan dengan baik.

“Musibah memang tidak pernah kita ketahui kapan datangnya. Yang terpenting sekarang adalah tetap semangat menjalani proses penyembuhan, ikhlas menerima cobaan ini, dan percaya selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan penanganan seluruh korban,” katanya.

Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Pemerintah Kota Batam di tengah masyarakat yang sedang menghadapi cobaan. Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan, pendampingan, serta memastikan setiap warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan pelayanan secara maksimal.

Di ruang perawatan itu, perhatian sederhana berupa sapaan hangat, sentuhan di kepala seorang anak, dan kalimat penuh harapan menjadi penguat bahwa di balik luka dan musibah, masih ada tangan yang siap merangkul dan memastikan mereka tidak menghadapi semuanya sendirian. (anr)

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemko Batam Gelar Goro Massal Bersihkan Sampah

On 00.55

Walikota dan Wakil Walikota Batam ikut goro massal sempena Hari Lingkungan Hidup Dunia 2026.


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar aksi gotong royong massal dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kota Batam Tahun 2026. Kegiatan dipusatkan di SMK Negeri 11 Batam, Jalan Dapur 12, Kaveling Bukit Melati, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dibuka langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mewujudkan Batam sebagai kota yang maju, modern, dan tetap berkelanjutan dengan lingkungan yang bersih dan lestari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur pimpinan Kecamatan Sagulung, perwakilan perusahaan, masyarakat sekitar, serta ratusan pelajar SMK Negeri 11 Batam.

Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Pemko Batam menyusun rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung terhadap lingkungan.

Amsakar memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah merancang rangkaian kegiatan secara komprehensif dan menyentuh langsung berbagai aspek pelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat.

“Menjaga lingkungan ini bukan hanya tugas Wali Kota, Wakil Wali Kota, Pemko Batam, atau BP Batam. Bukan pula hanya tugas sekolah maupun perusahaan. Menjaga lingkungan adalah tugas kolektif kita semua,” ujar Amsakar.

Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama agar kepedulian terhadap lingkungan terus diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.

Amsakar mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. “Jangan sampai setelah kegiatan ini selesai, semangat menjaga lingkungan ikut berhenti. Yang kita harapkan adalah munculnya gerakan berkelanjutan yang tumbuh dari kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan di sekitarnya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Amsakar juga menyoroti dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan secara nyata, termasuk di Kota Batam. Perubahan kondisi garis pantai, karakteristik lahan, hingga pola curah hujan yang semakin sulit diprediksi menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama.

Karena itu, ia menilai keterlibatan dunia usaha melalui program PROPER, serta peran aktif RT, RW, dan lurah dalam menggerakkan budaya gotong royong di lingkungan masing-masing menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.
Amsakar juga mengapresiasi masyarakat Batam yang dinilainya tidak hanya kritis terhadap isu lingkungan, tetapi juga menunjukkan kepedulian melalui berbagai aksi nyata di lapangan.
“Semangat kolaborasi inilah yang harus terus kita jaga agar Batam tetap menjadi kota yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang,” tutupnya.

Adapun, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 terdiri atas tiga agenda utama. Agenda pertama berupa uji emisi kendaraan yang telah dilaksanakan pada 9 hingga 11 Juni 2026 di Mall Top 100 Tembesi, Ruko Cipta Grand City, dan kawasan Temenggung Abdul Jamal. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 1.645 kendaraan. Hasilnya menunjukkan mayoritas kendaraan yang diperiksa memenuhi standar emisi dan dinyatakan ramah lingkungan.(anr)

Berantas Pelaku Rayap Besi, BP Batam Gandeng Polda Kepri dan Polresta Barelang

On 06.48

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin, Kapolresta Barelang Kombes Anggoro Wicaksono bersama Kepala BP Batam Amsakar dan Wakilnya Li Claudia.


BATAM - Guna menutup ruang peredaran barang hasil kejahatan, BP Batam bersama Polda Kepri dan pelaku usaha besi tua (scrap) menandatangani Pakta Integritas Pencegahan Penadahan dan Perdagangan Barang Hasil Tindak Pidana di Aula Polresta Barelang.


Pakta integritas ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memutus mata rantai pencurian dan vandalisme yang merugikan masyarakat, mengganggu keamanan lingkungan, serta mengancam keberlangsungan aset dan fasilitas publik.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa perlindungan fasilitas umum membutuhkan energi kolektif seluruh pihak. Menurutnya, vandalisme tidak hanya merusak aset publik, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan, mengganggu aktivitas masyarakat, membebani biaya perbaikan, serta berdampak pada iklim investasi dan citra Kota Batam.

“Kami minta komitmen dari pelaku usaha besi tua agar bersama-sama mengawal supaya vandalisme tidak terulang. Jika kita sehati menjaga Batam, kota ini akan semakin maju, bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk generasi mendatang,” ujar Amsakar.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha scrap yang memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berintegritas.

“Pelaku usaha memiliki peran penting dengan tidak menerima maupun memperjualbelikan barang yang diduga berasal dari tindak pidana. Mari kita jaga sama-sama Kota Batam yang kita cintai ini Pak.” tegas Li Claudia kepada para pelaku usaha besi tua.

Melalui pakta integritas tersebut, pelaku usaha menyatakan komitmen untuk tidak membeli, menerima, menyimpan, mengolah, maupun memperdagangkan barang yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana. Mereka juga mendukung pengawasan, penertiban, dan penegakan hukum serta siap menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melanggar.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku pencurian, tetapi juga harus menutup ruang bagi praktik penadahan yang menjadi tujuan akhir kejahatan tersebut.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha scrap untuk berhati-hati dan melakukan identifikasi penjual, termasuk memeriksa identitas serta asal-usul barang yang diterima, agar tidak terjerumus menerima barang hasil tindak pidana,” kata Asep.

Ia juga menyoroti maraknya vandalisme terhadap objek vital dan fasilitas umum, mulai dari kabel lampu lalu lintas, kabel telekomunikasi, kabel perusahaan hingga kasus terbaru pencurian besi pada underpass Pelita.

“Kejadian ini sudah sangat mengkhawatirkan dan harus menjadi perhatian bersama. Seluruh pelaku akan diusut tuntas tanpa toleransi,” tegasnya.

Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono menambahkan bahwa sepanjang tahun 2026 telah ditangani 10 perkara terkait pencurian fasilitas umum dengan 18 tersangka dan 3 penadah berhasil diamankan.

Termasuk pelaku rayap besi yang beraksi di underpass pelita beberapa waktu lalu telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Pelaku pencurian dapat dijerat Pasal 477 KUHP Baru (UU Nomor 1 Tahun 2023) dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun dan denda maksimal Rp500 juta. Sementara penadah dapat dikenakan Pasal 591 KUHP Baru dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun dan denda maksimal Rp500 juta.

“Dengan komitmen bersama ini, ruang gerak pelaku kejahatan akan semakin sempit karena tidak adanya pasar bagi barang hasil tindak pidana. Sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dan dunia usaha menjadi kunci menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

BP Batam mengapresiasi semua pihak atas dukungan laporan masyarakat serta kecepatan responsif dari pihak Kepolisian.
Amsakar dan Li Claudia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga aset negara, fasilitas umum, dan objek vital lainnya sekaligus menciptakan iklim investasi yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Batam. (NA)

Sekda Batam Buka Pelatihan Desain Kemasan, Dorong IKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

On 22.45

Sekdako Batam Firmansyah


BATAM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, membuka Pelatihan Desain Kemasan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Batam, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam meningkatkan daya saing produk lokal melalui penguatan kualitas kemasan dan strategi branding yang lebih efektif.

Firmansyah menegaskan bahwa kemasan memiliki peran penting dalam menentukan daya tarik sebuah produk di mata konsumen. Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli kualitas, kepercayaan, pengalaman, dan cerita yang melekat pada produk tersebut.

“Kemasan yang baik dapat meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat identitas usaha, memperluas akses pasar, bahkan membuka peluang untuk menembus pasar nasional maupun global,” ujar Firmansyah.

Ia mengajak para pelaku IKM di Kota Batam untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun branding yang kuat agar mampu bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.

“Kreativitas harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin dinamis,” katanya.

Firmansyah juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batam dalam mendukung pengembangan IKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, fasilitasi promosi, kemudahan perizinan, hingga perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

“Pemerintah Kota Batam akan terus hadir mendampingi pelaku usaha agar IKM dapat tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Riau yang telah memberikan dukungan melalui sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ia juga menyambut baik sinergi dengan Bank Sumut melalui sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gufron, melaporkan bahwa pelatihan tersebut diikuti oleh 200 pelaku IKM dan dilaksanakan selama satu hari.

Kegiatan ini mengusung tema “Upgrade Kemasan, Upgrade Penjualan: Bangun Branding Produk IKM Batam yang Lebih Kompetitif”.

Menurut Gufron, pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Thomas Anton Christian Tarigan dari Bank Sumut Cabang Batam, serta Bagustian Iskandar dan Meyani Kristina Ningrum yang membawakan materi terkait desain kemasan produk.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku IKM dapat meningkatkan kemampuan dalam merancang kemasan yang menarik, memiliki identitas yang kuat, serta mampu meningkatkan nilai jual produk di pasar yang semakin kompetitif. (muh)

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Amsakar Getarkan Hati Jemaah Lewat Puisi “Jabal Uhud”

On 01.00

Warga Batam antusias menyalami Walikota Amsakar Achmad


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar Tablig Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Raja Hamidah, Batamcentre, Senin (15/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri ribuan jemaah.


Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung bersama masyarakat untuk menyambut datangnya tahun baru Hijriah. Kegiatan semakin semarak dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Abdil Muhadir serta penampilan artis religi nasional Veve Zulfikar Asy-Syaibani.


Dalam sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


“Apa yang kemarin kita lakukan hendaknya dapat kita tingkatkan pada masa yang akan datang. Dan apa yang menjadi kelemahan, hendaknya dapat kita perbaiki,” ujar Amsakar.


Ia menegaskan semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan waktu dalam kalender Islam, tetapi juga sebagai dorongan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.


Secara khusus, Amsakar mengajak seluruh pegawai di lingkungan Pemko Batam dan BP Batam menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Selain itu, ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk terus mempererat silaturahmi serta menjaga keharmonisan sosial demi menciptakan suasana Kota Batam yang aman dan kondusif.


Menurutnya, masyarakat perlu meninggalkan narasi yang kontraproduktif dan lebih mengedepankan informasi serta gagasan yang mampu mendorong kemajuan daerah.


“Pada 1 Muharram 1448 Hijriah ini, saya berharap kita semua dapat menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan perbaikan dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya.


Suasana tablig akbar semakin menyentuh ketika Amsakar membacakan puisi berjudul “Jabal Uhud”, karya yang ditulisnya setelah menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu.


Sebelum membacakan puisi tersebut, Amsakar mengajak seluruh jemaah melantunkan Salawat Busyra bersama-sama. Ia mengungkapkan bahwa puisi itu lahir dari perenungan mendalam saat berada di Tanah Suci.


Melalui puisi “Jabal Uhud”, Amsakar menggambarkan heroisme para sahabat Nabi Muhammad SAW dalam Perang Uhud serta pentingnya keteguhan iman, kepatuhan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, serta semangat pengorbanan dalam menegakkan kebenaran.


Dengan penuh penghayatan, ia membawakan setiap bait puisi yang mengisahkan perjuangan para sahabat, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib dan Talhah bin Ubaidillah, dalam melindungi Rasulullah SAW.


“Mataku berkaca, menangkap sejuta makna. Ternyata mampuku tak seujung kuku pun dari ikhtiarmu,” ucap Amsakar saat menutup pembacaan puisinya.


Pembacaan puisi tersebut mendapat sambutan hangat dari para jemaah dan menambah kekhusyukan suasana peringatan Tahun Baru Islam.


Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustaz Abdil Muhadir yang mengulas makna hijrah sebagai proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, sekaligus mengajak umat Islam meneladani nilai-nilai perjuangan dalam sejarah Islam untuk diterapkan dalam kehidupan modern. 


Turut hadir Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pegawai di lingkungan Pemko Batam dan ribuan jemaah. (ans)