EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO Hingga 1.000 lt/s

On 16.37

Amsakar Achmad, Kepala BP Batam


BATAM - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mendorong pembangunan instalasi teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut untuk menunjang kebutuhan dasar di kawasan industri data centre khususnya Kabil dan KEK Nongsa. 


Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen pemenuhan kebutuhan air dalam investasi data centre di Batam yang harus sejalan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.


Artinya, pemenuhan kebutuhan air bagi data center akan dipenuhi dengan pembangunan SWRO secara mandiri, tanpa menganggu suplai air waduk bagi masyarakat Kota Batam.


Dari 10 rencana pengembangan Data Centre ke depan, tercatat satu telah beroperasi dan menyambut baik harapan pemerintah untuk pembangunan SWRO secara mandiri. Diikuti dengan Data Centre lainnya yang juga akan mengembangkan skema tersebut.


Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, setiap investasi data centre wajib membangun instalasi SWRO untuk kebutuhan operasionalnya.


Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya BP Batam memastikan pertumbuhan industri tidak berjalan sendiri, tetapi turut memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat.


Menurutnya, kebutuhan air bagi industri tidak boleh sepenuhnya menambah beban terhadap sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Batam.


“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,” katanya di Batam Centre, Rabu (23/9).


Batam disebutkan, dalam dua hingga tiga tahun mendatang diproyeksi akan memiliki peningkatan kapasitas produksi air melalui SWRO sebanyak +- 750 liter/detik pada tahap awal dan terus meningkat pada tahap berikutnya mencapai +- 1.000 liter/detik melalui pembangunan SWRO di dua Kawasan tersebut, yaitu KEK Nongsa dan Kawasan industri Kabil. 


“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa menganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan.” ujarnya. 


*Peluang untuk Kebutuhan Masyarakat*


Keberadaan instalasi SWRO nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan industri. Investasi ini membuka peluang menjaga ketahanan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.


Apabila kapasitas air hasil pengolahan nantinya melebihi kebutuhan operasional data center, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.


Namun, pemanfaatannya tetap akan memperhatikan beberapa aspek, antara lain kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan dan kesiapan jaringan distribusi.


Amsakar berharap, pendekatan tersebut dapat menjadi upaya strategis dalam mencari sumber air baru seiring meningkatnya kebutuhan Batam sebagai kawasan investasi dan perkotaan.


“Jadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,” serunya. 


Keberadaan data centre merupakan salah satu sektor strategis untuk mempekuat struktur ekonomi Batam di masa depan. Kehadirannya diharapkan memicu pertumbuhan sektor konstruksi, tenaga kerja profesional dan sektor pendukung lainnya yang dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal. (gam)

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028

On 11.11



BATAM — Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana di kawasan Rempang, Kamis (24/9/2026).


Pembangunan sekolah di lahan seluas 18,5 hektare yang dilaksanakan oleh Yayasan Sekolah Merah Putih tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas bagi generasi emas Indonesia, khususnya anak-anak di wilayah Rempang dan Galang.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan sekolah terpadu ini dirancang untuk menampung peserta didik mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tanpa dipungut biaya.


Selain memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi dan anak-anak dari keluarga prasejahtera, lanjut Amsakar, keberadaan Sekolah Terintegrasi Merah Putih ini juga akan memprioritaskan anak-anak dari Rempang dan Galang.


“Kami harapkan kehadiran sekolah terpadu pertama di Batam ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan,” ujar Amsakar.


Ia menambahkan, pembangunan sarana dan prasarana sekolah tersebut ditargetkan rampung akhir tahun 2028.


Menurutnya, program yang mengedepankan kualitas pendidikan ini menjadi investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat secara luas.


“Anak-anak berprestasi, anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk putra-putri Rempang dan Galang, akan mendapatkan ruang dan kesempatan untuk menempuh pendidikan di sini. Oleh sebab itu, manfaatkan peluang ini agar SDM Indonesia, khususnya Batam, bisa lebih unggul dan memiliki kompetensi yang baik,” tambahnya.


Senada, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengungkapkan bahwa Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang ini juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, termasuk fasilitas penunjang pembelajaran serta asrama bagi peserta didik.


Konsep tersebut menjadikan sekolah ini sebagai salah satu fasilitas pendidikan terpadu yang dirancang untuk memberikan lingkungan belajar sekaligus tempat tinggal bagi peserta didik selama menjalani pendidikan.


Di samping itu, kehadiran sekolah terpadu tersebut juga menghadirkan harapan baru bagi generasi muda untuk mewujudkan mimpi mereka di masa mendatang.


“Kami berharap kehadiran sekolah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Batam dan menjadikan Rempang sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu yang memberikan manfaat bagi anak-anak, khususnya generasi muda Rempang dan Galang,” ujar Li Claudia. (gam)

TransNusa Buka Rute Baru Denpasar - Surabaya Dua Kali Penerbangan Sehari Mulai Oktober

On 13.02

TransNusa buka rute baru Denpasar-Surabaya


JAKARTA - Jaringan penerbangan TransNusa dari Bali kembali bertambah. Setelah sepanjang 2026 membuka dan mengembangkan sejumlah koneksi baru dari berbagai kota di Indonesia, maskapai dengan konsep Premium Service Carrier ini menambahkan Surabaya ke dalam jaringan penerbangannya dari Denpasar, Bali, melalui pembukaan rute langsung Denpasar (DPS)-Surabaya (SUB) pulang-pergi mulai 21 September 2026.


Kehadiran rute ini menambah pilihan koneksi langsung antara Bali dan Jawa Timur, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan jaringan domestik TransNusa dari Denpasar sebagai salah satu basis operasional utama maskapai. Dari Bali, TransNusa juga menghubungkan pelanggan dengan sejumlah destinasi domestik maupun internasional yang terus berkembang sejalan dengan penambahan rute dan frekuensi penerbangan. 


Surabaya menjadi tambahan terbaru dalam jaringan TransNusa dari Bali. Sebagai salah satu kota utama di Pulau Jawa, Surabaya memiliki peran penting sebagai tujuan perjalanan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas bisnis hingga perjalanan personal 

Group CEO TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan penambahan rute Denpasar-Surabaya merupakan bagian dari upaya TransNusa untuk terus mengembangkan jaringan domestik dengan Bali sebagai salah satu titik penting dalam ekspansi tersebut.


“Kami terus melihat bagaimana TransNusa  dapat berkembang dengan menambahkan koneksi yang memiliki relevansi bagi perjalanan domestik. Surabaya menjadi tambahan terbaru dalam jaringan kami dari Bali dan sekaligus memperluas pilihan destinasi yang dapat dijangkau langsung oleh pelanggan. Kami akan terus mengevaluasi dan mengembangkan jaringan secara bertahap, dengan Bali tetap menjadi salah satu basis penting dalam ekspansi TransNusa di Indonesia,” ujarnya.


Koneksi Bali–Surabaya Hadir Setiap Hari 

Rute Denpasar–Surabaya akan mulai beroperasi pada 21 September 2026 dengan frekuensi satu kali sehari. Penerbangan 8B-5376 berangkat dari Denpasar pukul 18.05 dan tiba di Surabaya pukul 18.10 waktu setempat. Untuk arah sebaliknya, penerbangan 8B-5377 berangkat dari Surabaya pukul 18.50 dan tiba di Denpasar pukul 20.55 waktu setempat.


Mulai 10 Oktober 2026, TransNusa akan menambah satu frekuensi penerbangan pada rute tersebut sehingga tersedia dua penerbangan setiap hari untuk kedua arah. Penerbangan tambahan 8B-5370 dari Denpasar berangkat pukul 07.10 dan tiba di Surabaya pukul 07.05 waktu setempat. Sementara itu, penerbangan 8B-5371 dari Surabaya dijadwalkan berangkat pukul 07.35 dan tiba di Denpasar pukul 09.25 waktu setempat. 

Penambahan frekuensi tersebut menghadirkan pilihan waktu perjalanan pada pagi dan sore hari, sehingga pelanggan dapat menyesuaikan jadwal penerbangan dengan kebutuhan perjalanan masing-masing. 


Bali sebagai Salah Satu Basis Pengembangan Jaringan TransNusa


Perluasan jaringan ke Surabaya semakin memperkuat peran Bali dalam jaringan TransNusa yang terus berkembang. Sebagai salah satu basis operasional maskapai, Denpasar menjadi titik penting dalam jaringan TransNusa untuk menghubungkan Bali dengan berbagai destinasi di Indonesia maupun kawasan regional. 


Dari Bali, TransNusa saat ini melayani sejumlah destinasi seperti Jakarta, Manado, Lombok, Bima, Wakatobi, Waingapu, Singapura, Perth, Guangzhou, dan Phuket. Kehadiran rute Surabaya–Bali semakin memperkuat konektivitas domestik TransNusa dari Denpasar, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat yang ingin bepergian antara Bali dan salah satu pusat ekonomi utama di Jawa Timur. 


Pengembangan jaringan tersebut merupakan bagian dari langkah TransNusa untuk memperluas cakupan penerbangannya secara bertahap, baik melalui penambahan rute baru maupun peningkatan frekuensi pada rute yang telah dilayani. Dengan demikian, pengembangan konektivitas dari Bali tidak hanya mencakup destinasi domestik, tetapi juga terus terhubung dengan sejumlah kota di kawasan regional. 


“Bali memiliki posisi penting dalam jaringan TransNusa, baik untuk penerbangan domestik maupun regional. Karena itu, kami akan terus melihat bagaimana jaringan dari Bali dapat dikembangkan secara tepat, termasuk melalui penambahan destinasi dan frekuensi penerbangan. Kami ingin memastikan setiap rute yang kami hadirkan memiliki peran dalam membangun jaringan yang semakin terhubung dan memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan,” tambah Datuk Bernard Francis, Group CEO TransNusa.


Sebagai Premium Service Carrier, TransNusa menawarkan pilihan produk layanan melalui SEAT, SEAT-PLUS, dan FLEXI-PRO, yang memberikan pilihan fasilitas dan fleksibilitas sesuai dengan kebutuhan perjalanan pelanggan. Dalam setiap perjalanan, pelanggan juga mendapatkan fasilitas 20 kg bagasi tercatat dan 7 kg bagasi kabin, serta pilihan ruang kaki yang lebih lega. Kehadiran berbagai pilihan produk tersebut menjadi bagian dari konsep Premium Service Carrier yang diterapkan TransNusa dalam melayani perjalanan domestik maupun internasional.


Tiket rute Denpasar–Surabaya dan Surabaya–Denpasar telah tersedia untuk dipesan dengan harga mulai dari Rp800.000 sekali jalan. Penjualan tiket telah dibuka sejak 11 September 2026 dan dapat dilakukan melalui kanal resmi TransNusa di www.TransNusa.co.id serta kanal penjualan resmi lainnya.


Dengan hadirnya rute baru ini, TransNusa memberikan pilihan penerbangan langsung bagi pelanggan yang melakukan perjalanan antara Bali dan Surabaya, dengan pilihan jadwal pagi dan sore mulai Oktober 2026. (thr)


Musim Kemarau DAM Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Antisipasi Pasokan Air

On 09.01

Amsakar Achmad, Kepala BP Batam


BATAM –  Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).


Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.


“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).


Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.


Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.


Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.


Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.


Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.


“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.


*Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi*


Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.


Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.


BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.


Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.


“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.


Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep _Batam Integrated Total Water Management_ untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.


Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi _Sea Water Reverse Osmosis_ (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.


Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.


Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.


Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.


“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (dpn)

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan

On 17.28



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kejaksaan Negeri Batam berhasil menyelesaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sewa perairan Terminal Khusus (Tersus) periode 2021–2025 senilai Rp18.820.259.094. 


Capaian tersebut ditandai melalui Serah Terima dan Pemberian Penghargaan atas Pendampingan Hukum (Legal Assistance) Penyelesaian PNBP Sewa Perairan pada Terminal Khusus BP Batam Periode 2021–2025, Minggu (21/9/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, secara simbolis menyerahkan penerimaan PNBP tersebut kepada Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.


I Wayan mengatakan, penyelesaian kewajiban PNBP merupakan hasil sinergi Kejaksaan Negeri Batam, BP Batam, asosiasi, dan para pelaku usaha. Dari 135 pemegang Tersus yang menjadi objek penanganan, hingga September 2026 sebanyak 111 perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya.


“Capaian ini merupakan keberhasilan bersama dalam mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memberikan kepastian hukum kepada para pelaku usaha. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk mewujudkan tata kelola Terminal Khusus yang lebih tertib dan transparan,” ujar I Wayan.


Ia menjelaskan, hal tersebut bermula setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang membawa perubahan dalam pengelolaan pemanfaatan perairan Terminal Khusus di Batam.


Dalam proses penyelesaiannya, Kejaksaan Negeri Batam melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara melakukan koordinasi, fasilitasi, serta pendampingan hukum kepada para pemilik dan pengelola Tersus.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hak negara dapat terpenuhi sekaligus memberikan kepastian hukum kepada para pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.


Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam beserta jajaran dan para pelaku usaha atas sinergi yang telah terbangun dalam menyelesaikan kewajiban tersebut.


Menurut Amsakar, optimalisasi PNBP memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan Batam. Terlebih, berbagai kegiatan BP Batam ditopang oleh penerimaan negara bukan pajak yang dihimpun dari kegiatan pengusahaan.


“Apa yang kita lakukan ini harus kita maknai sebagai cara untuk mengabdikan diri bagi bangsa dan negara yang kita cintai. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam beserta jajaran serta rekan-rekan pelaku usaha,” kata Amsakar.


Amsakar juga menekankan pentingnya membangun we feeling atau “rasa berkita” di antara seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, asosiasi, dan dunia usaha menjadi modal penting dalam menjaga momentum pembangunan Batam.


Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Batam pada semester I 2026 telah mencapai 7,28 persen. Capaian tersebut perlu terus dijaga melalui iklim usaha yang kondusif, kepastian hukum, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.


Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam memperkuat pelayanan dan kepastian berusaha serta menjaga daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan, industri, dan kepelabuhanan.


Penyelesaian kewajiban PNBP sewa perairan Tersus ini diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap tata kelola pengusahaan di Batam.


“Kalau pelaku usaha sudah sehati, insyaallah Batam ke depan semakin jaya,” tutup Amsakar.


Kegiatan turut dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam penyelesaian PNBP sewa perairan Tersus periode 2021–2025.


Turut hadir jajaran Kejaksaan Negeri Batam dan BP Batam, KSOP Khusus Batam, Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA), DPC Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Batam, serta pimpinan dan perwakilan perusahaan pengelola Terminal Khusus. (cm)