EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Tampil di GIICOMVEC 2026, Suzuki Indonesia Hadirkan Ragam Solusi Kendaraan Niaga

On 10.49

Suzuki hadirkan solusi kendaraan niaga. Foto/SIS


JAKARTA - Pertumbuhan aktivitas bisnis serta meningkatnya kebutuhan sektor logistik dan layanan publik di berbagai wilayah Indonesia, mendorong kebutuhan kendaraan niaga yang semakin spesifik dan andal. 


Tren tersebut disambut oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dengan memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026, sebagai momentum untuk menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi mobilitas, sekaligus memperluas jangkauan kepada calon pelanggan business to business (B2B) melalui tema “Drive Your Business Forward”.


Dalam pameran khusus kendaraan niaga yang berlangsung pada 8–11 April 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Suzuki hadir di Booth B1-2 dengan menampilkan 6-unit armada tangguh yang terdiri dari New Carry Box MBG, New Carry Ambulance, New Carry Moko, New Carry Angkot Concept, APV Ambulance, dan APV MBG. Kehadiran unit-unit ini dirancang untuk menunjukkan fleksibilitas kendaraan Suzuki dalam mendukung rantai distribusi dan operasional berbagai sektor penting di Indonesia, mulai dari mobilitas usaha hingga pelayanan masyarakat.


Dony Ismi Saputra, Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan, “GIICOMVEC 2026 menjadi momentum penting bagi Suzuki untuk kembali menegaskan peran kendaraan niaga sebagai bagian dari perkembangan usaha, distribusi logistik, serta layanan publik di Indonesia. Selama lebih dari 50 tahun hadir di Indonesia, Suzuki terus tumbuh bersama kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Melalui tema ‘Drive Your Business Forward’, kami menampilkan beragam solusi kendaraan komersial yang fleksibel dan relevan.”


Penawaran Spesial dan Pengalaman Interaktif bagi Pengunjung


Melengkapi lini produk fungsional yang dipamerkan, Suzuki turut menghadirkan program penjualan khusus bagi pengunjung GIICOMVEC 2026. Calon pelanggan yang melakukan pemesanan kendaraan (SPK) selama pameran berkesempatan memperoleh apresiasi langsung berupa uang elektronik senilai Rp1.000.000, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, serta merchandise eksklusif dari Suzuki. Penawaran tersebut hadir sebagai bentuk nilai tambah bagi pelanggan yang memilih kendaraan niaga Suzuki sesuai kebutuhan usahanya.


Untuk memberikan pengalaman langsung, Suzuki menghadirkan unit New Carry varian Pick-up pada area test drive yang tersedia. Pengunjung bisa merasakan terlebih dahulu kemampuan serta fungsionalitasnya sambil merasakan New Carry menjadi armada operasional usaha berikutnya. Makin untung, setiap peserta uji coba produk tersebut juga berkesempatan membawa pulang merchandise spesial.


Kemeriahan booth Suzuki semakin terasa dengan adanya panggung hiburan yang menyajikan penampilan talkshow dengan tema menarik, pertunjukan musik dan tari pada sesi tertentu. Selain itu, pengunjung dapat berpartisipasi dalam berbagai interactive games menarik yang dipandu oleh MC. Berbagai hadiah menarik dan exclusive souvenir telah disiapkan bagi pengunjung yang berhasil memenangkan tantangan permainan, menjadikan kunjungan ke booth Suzuki sebagai pengalaman yang informatif sekaligus menghibur di GIICOMVEC 2026.


“Kami mengajak para pelaku usaha untuk segera mengunjungi booth Suzuki di GIICOMVEC 2026. Manfaatkan berbagai penawaran spesial dan solusi kendaraan niaga kami sebagai mitra terbaik untuk mengembangkan bisnis Anda. Segera datang, tentukan unit pilihan Anda, dan dapatkan penawaran terbaik yang hanya berlaku selama gelaran GIICOMVEC 2026 ini berlangsung,” tutup Dony.




Editor: taher

Pemko Batam Apresiasi FKDM, Perkuat Kewaspadaan Dini Tangkal ATHG

On 09.18

Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dibentuk. Foto/Nusur


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat kewaspadaan dini masyarakat terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Upaya ini dilakukan melalui sinergi bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).


Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang dirangkaikan dengan halalbihalal FKDM Kota Batam di Hotel Golden View, Sabtu (11/4/2026).

Mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Riama Manurung, mengapresiasi peran aktif FKDM dalam menjaga kondusivitas daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendukung pembangunan Batam yang berkelanjutan.

“FKDM memiliki peran strategis sebagai mata dan telinga pemerintah. Melalui penyampaian informasi cepat terkait potensi ATHG, ini merupakan bentuk nyata bela negara sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945,” ujar Riama.(ans)




Editor: taher

Pemko Batam Targetkan Peningkatan Nilai Evaluasi EPSS Melalui Kelurahan Cinta Statistik

On 13.23

Kadiskominfo Batam Rudi Panjaitan tandatangan dukungan sensus ekonomi. Foto/Ahmad Nussur


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperkuat pembinaan statistik sektoral guna meningkatkan kualitas tata kelola data dan mendukung program Satu Data Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat pembinaan statistik sektoral sekaligus pencanangan Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, ketersediaan data yang mutakhir dan layak publikasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Saat ini, Pemko Batam menargetkan peningkatan nilai Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) dari kategori cukup menjadi baik.

“Pada triwulan ketiga tahun ini, seluruh perangkat daerah ditargetkan mencapai progres 100 persen dalam pengisian data. Data yang disajikan harus berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, dari 53 perangkat daerah di lingkungan Pemko Batam, sebanyak 42 instansi telah mencapai progres pengisian data 100 persen. Namun, masih terdapat sejumlah instansi dengan capaian di bawah target.

Rudi menegaskan bahwa statistik sektoral merupakan bagian dari indikator kinerja, sehingga tidak dapat dianggap sebagai tugas tambahan. Pemerintah juga telah memfasilitasi aplikasi serta memperbarui surat keputusan penyelenggara untuk mengantisipasi kendala teknis dan administratif.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengapresiasi sinergi antara BPS sebagai pembina data dan Dinas Kominfo sebagai walidata. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mengintegrasikan statistik dasar dan statistik sektoral sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Nilai EPSS Batam tahun 2024 berada di angka 2,46. Dengan peningkatan kualitas dan standarisasi data, Batam berpeluang masuk kategori baik,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, juga dicanangkan program Kelurahan Cantik Tahun 2026. Program ini bertujuan meningkatkan literasi statistik hingga tingkat kelurahan agar data yang dihasilkan memenuhi kaidah statistik.

Untuk tahap awal, tiga kelurahan di Kecamatan Batu Ampar ditetapkan sebagai percontohan, yakni Kelurahan Sungai Jodoh, Kampung Seraya, dan Batu Merah.

Eko berharap program tersebut dapat menjadi model bagi kelurahan lain di Batam. “Jika data di tingkat kelurahan akurat, maka kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemko Batam serta tim BPS yang akan memberikan pendampingan sepanjang 2026. (adn)





Editor: taher

Wako Batam Amsakar Hadiri Halal Bihalal Tingkat Kecamatan Lubukbaja

On 23.02

Wako Amsakar, Amsakar Achmad terlihat sumringah menikmati halal bihalal. Foto/Yogi


BATAM - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial secara bijak guna memperkuat kebersamaan dan menjaga harmoni sosial. Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri Halalbihalal Kecamatan Lubukbaja di Aula Universitas Ibnu Sina, Kamis (9/4/2026) malam.


Di kesempatan itu, Amsakar menegaskan, cara pandang dan sikap seseorang, termasuk dalam bermedia sosial, sangat memengaruhi kualitas kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak warga menjadikan rasa syukur sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

“Jika kita pandai bersyukur, keterbatasan tidak akan menjadi persoalan. Namun, jika tidak, sebanyak apa pun nikmat yang diterima akan terasa kurang,” ujarnya.

Ia menilai, nilai-nilai tersebut penting diterapkan dalam interaksi di media sosial. Menurutnya, ruang digital seharusnya menjadi sarana menyebarkan hal positif, bukan justru memperkeruh suasana atau memicu konflik.

Amsakar menegaskan, pembangunan Batam tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, termasuk kedewasaan dalam berkomunikasi di ruang publik digital.

“Media sosial harus menjadi ruang mempererat silaturahmi, bukan sebaliknya. Gunakan untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga persatuan,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dalam suasana Idulfitri. Ia menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang tidak luput dari kekurangan.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya bersama Ibu Li Claudia Chandra menyampaikan mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Amsakar mengakui, memimpin Batam dengan jumlah penduduk yang besar merupakan tantangan tersendiri. Tingginya ekspektasi masyarakat menjadi amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki diri, termasuk dalam penggunaan media sosial, agar tercipta ekosistem digital yang sehat dan konstruktif.

“Jika sebelumnya ada kesalahan, mari kita perbaiki. Orang yang cerdas adalah yang mampu belajar dan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Amsakar menegaskan bahwa kemajuan Batam tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan, baik di kehidupan nyata maupun di ruang digital. (yog)





Editor: taher

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Kadiskominfo Batam: Mari Beri Data Akurat

On 22.13

Kadiskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Batam (SE) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Dukungan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam menyukseskan agenda prioritas nasional yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).


​Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan bahwa rilisnya surat edaran Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bertujuan untuk memastikan seluruh elemen di Batam bersinergi dalam pendataan berskala besar.

​"Sensus Ekonomi ini akan berlangsung mulai bulan Mei hingga Agustus 2026. Kami mengimbau kepada seluruh instansi pemerintah, TNI/Polri, pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk menyambut baik petugas dan memberikan data yang sebenar-benarnya," ujar Rudi di kantor Wali Kota, Rabu (8/4/2026).

​Rudi menjelaskan bahwa sasaran pendataan SE 2026 mencakup seluruh lapisan unit kegiatan ekonomi di Batam. Mulai dari Usaha Mikro Kecil (UMK) hingga Usaha Menengah Besar (UMB), baik yang dikelola perorangan, rumah tangga, maupun badan usaha.

​"Termasuk juga pengelola kawasan ekonomi seperti mall, pasar, perkantoran, bandara, pelabuhan, hingga kawasan industri. Tidak ada yang terlewatkan agar gambaran ekonomi Batam tercatat secara komprehensif," tambahnya.

​Melalui SE tersebut, Wali Kota Batam menekankan lima poin utama dukungan yang diharapkan dari seluruh pemangku kepentingan, yakni sosialisasi masif kepada jajaran internal, asosiasi usaha, dan masyarakat luas dan partisipasi aktif dengan memberikan informasi yang akurat dan jujur saat didata.

​Selanjutnya, pemanfaatan kanal media untuk menyebarluaskan testimoni dukungan Wali Kota serta informasi terkait SE2026, koordinasi intensif dengan jajaran BPS Kota Batam di lapangan, serta akses publikasi, di mana bahan sosialisasi dapat diunduh melalui tautan resmi

 https://s.bps.go.id/Publisitas-SE2026-Batam.

​Rudi menegaskan bahwa data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi ini sangat krusial bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.

​"Data ini adalah fondasi. Jika datanya akurat, maka perencanaan pembangunan ekonomi di Batam akan lebih tepat sasaran. Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi kemajuan Kota Batam," pungkasnya. (anr)




Editor: taher