EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Genangan Air Terus Berkurang, 29 Titik Banjir Telah Ditangani BP Batam

On 06.08



BATAM - Sebanyak 29 titik banjir di Kota Batam telah ditangani melalui berbagai upaya perbaikan infrastruktur, baik secara langsung oleh BP Batam maupun melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam.


Penanganan tersebut terus dievaluasi untuk memastikan infrastruktur yang dibangun maupun diperbaiki benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Hal itu terlihat dari langkah Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra yang kembali turun langsung meninjau sejumlah titik infrastruktur pada Selasa (25/8/2026).


Dalam peninjauan tersebut, Li Claudia melihat kondisi Drainase Jalan S. Parman, Piayu; Drainase depan RS Graha Hermine, Batu Aji; Drainase Spillway, Muka Kuning; serta rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom.


Pada tiga titik drainase, Li Claudia mengecek kondisi saluran dan progres penanganannya. Pengecekan dilakukan untuk memastikan upaya pembenahan drainase berjalan sesuai kondisi kawasan serta mendukung pengendalian banjir. Sementara pada ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom, ia melihat kebutuhan penerangan sebagai bagian dari rencana pemasangan PJU untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.


“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, sehingga perlu kita perhatikan dan evaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” kata Li Claudia.


Upaya evaluasi kemudian dilanjutkan pada Kamis (27/8/2026). Bersama Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto dan jajaran, Li Claudia meninjau dua lokasi drainase di Kelurahan Belian, yakni Drainase Jalan Tengku Sulung depan Perumahan Odessa serta Drainase Jalan Hang Tuah Taman Raya Tahap 4 depan SMP Negeri 28 Batam.


Di dua lokasi tersebut, peninjauan difokuskan pada hambatan aliran air akibat penumpukan material yang berpotensi memicu banjir. Tim juga melihat kebutuhan perbaikan fungsi drainase serta akses jalan inspeksi di sekitar saluran.


Li Claudia menegaskan, pembenahan infrastruktur harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kondisi drainase tidak hanya membutuhkan penanganan teknis, tetapi juga dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.


“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” ujar Li Claudia.


Sementara itu, Mouris Limanto mengatakan evaluasi kondisi lapangan akan terus dilakukan agar penanganan yang disiapkan sesuai dengan kondisi aktual masing-masing kawasan.


“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” kata Mouris.


Salah satu hasil penanganan yang telah dirasakan masyarakat berada di kawasan Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mal. Melalui skema proyek multiyears 2026-2027, BP Batam melakukan peningkatan saluran drainase di kawasan tersebut. Setelah penanganan dilakukan, genangan yang sebelumnya kerap terjadi saat hujan kini sudah tidak lagi dirasakan masyarakat.


Capaian penanganan 25 titik banjir tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam dalam membenahi infrastruktur dasar. Pemantauan lapangan juga terus dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan baru sekaligus memastikan infrastruktur yang telah ditangani dapat berfungsi secara optimal. (ggi)

Proyek Jalan Gajah Mada Landing Point Fly Over Laluan Madani Capai 39,194 Persen

On 21.36



BATAM - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi di Kota Batam.

Salah satunya melalui pekerjaan Peningkatan Jalan Gajah Mada segmen Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani. Hingga 24 Agustus 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 39,194 persen.

Amsakar mengatakan, BP Batam memastikan setiap pekerjaan infrastruktur terus dipantau secara berkala agar pelaksanaannya tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap progres pekerjaan. Langkah percepatan terus didorong agar pelaksanaan kembali sesuai dengan rencana,” kata Amsakar di Batam Centre.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan perencanaan awal, dengan tetap memperhatikan kualitas dan standar teknis yang telah ditetapkan.

“Percepatan dilakukan secara terukur tanpa mengabaikan aspek mutu dan keselamatan pekerjaan,” jelasnya.

Senada, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga pelaksanaan pembangunan sesuai perencanaan dan dapat segera dirasakan masyarakat.

Disebutkan, peningkatan Jalan Gajah Mada segmen Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani akan diperlebar menjadi dua jalur, nantinya masing-masing sisi terdiri dari tiga lajur.

“Pekerjaan peningkatan jalan Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan dan mendukung kelancaran arus lalu lintas di Batam,” ujarnya.

Selain peningkatan jalan, BP Batam juga terus melaksanakan sejumlah pekerjaan infrastruktur lainnya yang mencakup pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan, drainase hingga fasilitas terminal domestik. (gam)

Batam Prime International Series 2026 Resmi Ditutup, Fary : Kita Jadikan Agenda Olahraga Berkelanjutan

On 21.06

 


BATAM - Setelah berlangsung selama dua hari, rangkaian Batam Prime International Football Series 2026 resmi ditutup melalui Gala Dinner yang digelar Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) pada Minggu (23/8/2026) malam di Ballroom Pacific Hotel.

Perhelatan yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan sepak bola di Batam sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism.

Dalam sambutannya, Manajer Geylang International Football Club Singapura, Fahmi Rahmat, menyampaikan apresiasi kepada BP Batam dan seluruh pihak yang telah mendukung serta menyukseskan penyelenggaraan Batam Prime International Football Series 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga membuka ruang bagi terjalinnya silaturahmi, pertukaran pengalaman, dan hubungan yang lebih erat antarklub sepak bola tiga negara yang berpartisipasi.

“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk berlaga di lapangan, namun juga mengeratkan tali silaturahmi melalui olahraga sepak bola antara Singapura, Brunei Darussalam, dan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam selaku Pembina Batam Prime International Football Series 2026, Fary Djemy Francis, berharap Batam Prime International Football Series dapat menjadi agenda olahraga yang berkelanjutan dan semakin berkembang pada masa mendatang.

Selain berperan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan talenta sepak bola, kegiatan tersebut diharapkan turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian Batam. 

Hal ini sejalan dengan arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, untuk mendorong Batam menjadi destinasi sport tourism berkelas internasional.

“Selaku Pembina Batam Prime International Football Series 2026, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini, khususnya seluruh tim dari Singapura dan Brunei Darussalam, serta para sponsor yang telah memberikan dukungan,” kata Fary.

Penyelenggaraan Batam Prime International Football Series 2026 sekaligus memperkuat komitmen BP Batam dalam mendukung pengembangan sport tourism sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan di Batam.

Pada Gala Dinner ini juga turut dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Garuda Yaksa Football Academy dan Batam Prime FC tentang Pengembangan Garuda Yaksa Academy Satellite Batam, yang ditandatangani oleh COO Garuda Yaksa Football Academy Muhammad Rifandy dan Manajer Batam Prime FC, Chandra Ng.

“Batam akan menjadi daerah pionir sebagai satelit akademi Garuda Yaksa di Indonesia. Kerja sama ini akan memperkuat pembinaan sepak bola usia dini dan muda, sekaligus meningkatkan kualitas pemain dan pelatih,” jelas Fary.

Kerja sama ini juga menjadi peluang bagi talenta potensial dari Batam dan Kepulauan Riau untuk dapat berkembang dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Fary berharap semangat kolaborasi yang terbangun melalui Batam Prime International Football Series 2026 dapat terus berlanjut. Tidak hanya dalam pembinaan sepak bola, tetapi juga melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga berskala nasional maupun internasional di Batam.

Dengan demikian, Batam diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi sport tourism sekaligus ruang bertumbuh bagi talenta-talenta olahraga Indonesia.

Turut hadir dalam Gala Dinner tersebut COO Garuda Yaksa Football Academy Muhammad Rifandy; Manajer Batam Prime FC Chandra Ng; Manajer Indera SC Rosdin Aziz; Direktur Perencanaan dan Pengembangan Investasi BP Batam Irfan Syakir Widyasa; dan Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan Benny Syahroni. (gam)

PTSP BP Batam Siapkan Langkah Terbaik Layani Masyarakat Yang Akan Lakukan Perizinan Tahun 2026

On 14.29



BATAM - Peningkatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Maklumat Pelayanan Publik untuk menghadirkan layanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

PTSP BP Batam telah menyiapkan draft Standar Pelayanan Tahun 2026 sebagai bagian dari penyempurnaan tata kelola layanan. Penyusunannya melibatkan unsur masyarakat pengguna layanan, akademisi/ahli/praktisi, penyelenggara layanan, LSM, serta media massa. Standar pelayanan yang telah tersedia juga dipublikasikan melalui media elektronik, infografis, media sosial, dan laman resmi PTSP BP Batam.

“Pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyempurnaan standar pelayanan. Kami ingin memastikan bahwa standar yang disusun tidak hanya dilihat dari perspektif penyelenggara, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan pengalaman masyarakat sebagai pengguna layanan,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Keterbukaan informasi diperkuat melalui publikasi Maklumat Pelayanan di berbagai media. Dari sisi SDM, pelayanan didukung surat tugas dan dokumen formal sebagai dasar pelaksanaan tugas petugas pelayanan, serta sarana yang menunjang kenyamanan masyarakat.

Fasilitas PTSP meliputi bahan bacaan, charger booth, air minum, ruang ibadah, area merokok, jalur evakuasi dan titik kumpul, serta kantin. Untuk konsultasi dan pengaduan, tersedia kotak saran/pengaduan, ruang dan petugas khusus, serta register konsultasi dan pengaduan.

“Peningkatan kualitas pelayanan publik tidak hanya berbicara mengenai pemenuhan standar, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, jelas, nyaman, dan memiliki ruang untuk menyampaikan masukan. Karena itu, kami terus memperkuat aspek kebijakan, SDM, sarana prasarana, hingga mekanisme konsultasi dan pengaduan,” jelasnya.

Amsakar menegaskan, penguatan tersebut diarahkan untuk menghadirkan layanan yang mudah, jelas, transparan, nyaman, dan responsif.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pelayanan bukan hanya seberapa lengkap standar yang kita miliki, tetapi seberapa mudah masyarakat mendapatkan layanan dan seberapa cepat kebutuhan mereka ditindaklanjuti. PTSP BP Batam akan terus hadir untuk memberikan pelayanan yang pasti, terbuka, dan berorientasi pada masyarakat,” tegasnya.

Masyarakat dapat memperoleh informasi perizinan dan layanan PTSP BP Batam melalui Layanan Informasi di 0855-6670-011 dan Layanan Pengaduan di 0855-6670-009. Penguatan standar, SDM, keterbukaan informasi, fasilitas, serta mekanisme pengaduan menjadi bagian dari upaya BP Batam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan responsif. (EI)

Suzuki Gelar Penyerahan XL7 Terbaru di Batam, Siap Menemani Keluarga Indonesia

On 14.20

10 Konsumen Jadi Perwakilan dari Ratusan Pembeli Awal XL7

Branch Manager Suzuki Indomobil Batam Rudy Wijaya didampingi Direktur Indomobil Batam Aleng Lim melepas unit XL7 terbaru di kawasan Ocarina Batam Center. Foto/Taher


BATAM - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi memulai penyerahan perdana Suzuki XL7 kepada pelanggan di Indonesia pada tanggal 22 Agustus 2026, setelah peluncurannya 29 Juli 2026 lalu.

Seremoni yang berlangsung di Hotel Ayola Signature Ocarina Batam ini sekaligus menandai dimulainya distribusi SUV 7-seater terlaris Suzuki secara Nasional. Suzuki XL7 terbaru mendapatkan sambutan positif dari para pencinta otomotif Tanah Air. 

Penyerahan kunci kendaraan dilakukan secara simbolis kepada 10 Konsumen terpilih dari wilayah Batam. Momentum ini menjadi bentuk apresiasi Suzuki terhadap kepercayaan pelangganyang telah memilih produk buatan dalam negeri.

“Dalam 16 hari sejak diperkenalkan, Suzuki XL7 terbaru telah mencatat total pemesanan (SPK) lebih dari 1.300 unit. Bagi Suzuki, capaian ini menjadi awal yang berarti sekaligus menunjukkan penerimaan konsumen terhadap XL7 sebagai kendaraan yang dapat mendukung kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia,” ujar Rudy WIjaya, Branch Manager Suzuki Indomobil Batam di Ocarina, Sabtu (22/8/2026).

Kehangatan suasana turut dirasakan oleh konsumen karena memperoleh cindera mata ekslusif yang melengkapi kepemilikan unit XL7 miliknya. 

"Awalnya tertarik beli XL7 ini karena saya dan istri senang dengan desainnya lebih gagah dan ganteng. Kemudian dari testimoni saudara yang pakai Suzuki, mobilnya lebih bandel dan tangguh gak rusak rusak," kata Sitorus, konsumen XL7.

Akhir kegiatan ini ditandai dengan pelepasan rangkaian perjalanan pelanggan ke destinasi masing-masing.

Seorang konsumen XL7 menerima cindera mata dari Suzuki Indomobil Batam/Taher


Siap Menemani Mobilitas Keluarga Indonesia

Sebagai SUV keluarga, Suzuki XL7 hadir dengan berbagai penyegaran pada desain eksterior, tampilan kabin, sistem hiburan, hingga fitur keselamatan. Pembaruan tersebut semakin memperkuat karakter XL7 sebagai kendaraan yang nyaman digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan bersama keluarga.

Suzuki XL7 menggunakan mesin bensin K15B 1.462 cc yang dipadukan transmisi manual maupun otomatis. Varian New Alpha Hybrid dan New Beta Hybrid telah dipadukan dengan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang menawarkan keseimbangan antara performa dan efisiensi bahan bakar.

XL7 tersedia dalam tiga pilihan varian, yaitu New Alpha Hybrid, New Beta Hybrid, dan New Zeta dengan harga mulai dari Rp251.000.000 (on the road Batam), sehingga memberikan pilihan yang lebih beragam sesuai kebutuhan dan preferensi konsumen. 

Berikut daftar lengkap harga Suzuki XL7:

XL7 New Alpha Hybrid A/T (two-tone color) Rp301.000.000

XL7 New Alpha Hybrid A/T (single-tone color) Rp299.000.000

XL7 New Beta Hybrid A/T Rp285.000.000

XL7 New Beta Hybrid M/T Rp276.000.000

XL7 New Zeta A/T Rp260.000.000

XL7 New Zeta M/T Rp251.000.000

Dukungan Jaringan Purna Jual yang Luas Suzuki memastikan kesiapan 235 jaringan bengkel resmi di seluruh Indonesia. Seluruh fasilitas telah siap memberikan perawatan berkala dan perbaikan dengan dukungan suku cadang orisinal (Suzuki Genuine Parts), serta teknisi bersertifikasi.

Pengalaman kepemilikan juga didukung melalui aplikasi MySuzuki yang memudahkan pelanggan mengakses berbagai layanan dalam satu platform. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat melakukan reservasi servis berkala, memperoleh informasi riwayat perawatan kendaraan, dan mengakses katalog suku cadang maupun aksesori resmi.

“Kami berharap Suzuki XL7 dapat menjadi partner berkendara yang andal bagi konsumen di Indonesia. Melalui dukungan jaringan dealer, layanan purna jual, dan teknisi ahli di seluruh daerah, kami berkomitmen memberikan rasa nyaman dan kepuasan yang konsisten sepanjang masa kepemilikan kendaraan,” Rudy. (thr)