KEPRI

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

SPORT

Percantik Jalur Wisata, Pemko Batam Relokasi Pedagang Simpang Barelang

By On 10.00



BATAM - Wali Kota Batam Muhammad Rudi meninjau kondisi Simpang Barelang, Senin (18/1/2021) pagi. Simpang akses menuju wilayah Rempang Galang ini merupakan salah satu yang akan ditata oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam tahun 2021 ini.


“(Rencana penataan) sudah dua tahun lalu sebetulnya, tapi karena Covid-19 tidak jadi. Intinya kami tidak ingin ada kemacetan di simpang ini, makanya akan kami tata,” ucap walikota penerima Asia Global Awards 2019 kategori ‘Asia Best Mayor Of The Year 2019’ ini.

Rudi mengatakan sejumlah fokus penataan Simpang Barelang di antaranya: penyesuaian elevasi (kemiringan) jalan, membangun bundaran hingga pelebaran setiap sisi simpang.

“Ada air mancur di tengah bundaran,” tambah Rudi.

Sebelum penataan dilakukan, dirinya telah meminta camat setempat, Satpol PP Pemko Batam dan Ditpam BP Batam untuk duduk bersama para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di ROW jalan simpang ini.

“Karena akan ditata simpangnya, tak boleh ada yang jualan. Anggaran sudah mau lelang, makanya tim berkomunikasi dengan pedagang, supaya mereka mau pindah,” imbuhnya.

Tidak hanya Simpang Barelang, simpang lain di wilayah Sagulung Batuaji yang juga ditata tahun ini adalah Simpang Basecamp yang menghubungkan Sekupang, Batuaji dan Sagulung.

“Simpang Basecamp juga akan dibuatkan bundaran,” terang Rudi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur mengatakan, penataan simpang akan dilakukan bertahap. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan OPD terkait penertiban, sebelum penataan dilakukan.

“Setiap sisi simpang akan dibangun jalan hingga lima lajur, satu lajur sekitar 3,5 meter,” ujar Yumasnur.

Penataan simpang, terutama Simpang Barelang cukup mendesak. Pasalnya, kemiringan jalan membuat pengguna jalan bahkan nekat berhenti di tengah simpang (garis lurus median jalan). Kondisi ini cukup membahayakan pengguna jalan dan masyarakat.

Kabar Baik! BP Batam Luncurkan Land Management System Versi 2

By On 22.20



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam membuat gebrakan baru dengan merilis pembaruan layanan digital Permohonan Land Management System (LMS) Online Versi 2. 


Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, portal LMS merupakan portal perijinan resmi yang dikembangkan BP Batam, khususnya Direktorat Pengelolaan Lahan, untuk memperoleh informasi mengenai prosedur dan tata cara yang diperlukan dalam pengajuan perijinan lahan di Batam.


Dendi menjelaskan, Pemohon dapat mengakses sistem melalui laman lms.bpbatam.go.id, dengan memasukkan username dan password, serta kode keamanan, lalu klik “masuk”. 


Setelah klik “Buat Permohonan” pada sebelah kiri layar, Pemohon kemudian akan menemukan 5 pilihan pendaftaran permohonan.


“Layanan yang dihadirkan di sistem, antara lain Pelayanan Pengalokasian Lahan, Perpanjangan Hak Atas Tanah, Peralihan Hak Atas Tanah, Pelaporan Hak Tanggungan, dan Perubahan Dokumen,” kata Dendi Gustinandar.


Dendi melanjutkan, salah satu kelebihan dari LMS Online Versi 2 ini adalah, Pemohon dapat memonitor status berkas melalui menu Tracking pada portal, dengan mengisi nomor pendaftaran dan PIN atau nomor telepon maupun nama Pengurus.


“Tidak hanya itu, untuk melengkapi kekurangan dokumen permohonan perizinan, Pemohon tidak perlu lagi mengirimkan e-mail. Cukup dilengkapi di LMS Online Versi 2 dan pastikan Anda sudah login di sistem. Tutorial lebih lengkap sudah tersedia di Youtube resmi LMS Online,” jelas Dendi.


Dendi mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan layanan ini secara maksimal dengan mengurus berkas permohonannya secara mandiri.


“Melalui perizinan online ini, BP Batam mengakomodir kebutuhan Pemohon dengan menghadirkan kemudahan pengurusan serta transparansi status berkas dan biaya perizinan,” tutur Dendi.


Pembaruan LMS Online ini, dikatakan Dendi, dilakukan sebagai bentuk percepatan pelayanan perijinan lahan BP Batam, sesuai amanat Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Lahan.


Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, juga berharap, sebagai sumber realisasi penerimaan dan unit usaha penghasil terbesar, Direktorat Pengelolaan Lahan dapat terus meningkatkan pelayanan untuk masyarakat dan investor ke depannya. (rud)

Asyik... Bayar UWT Bisa Dicicil 10 Kali, Berlaku hingga 26 Februari 2021

By On 21.14



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam telah mengeluarkan kebijakan untuk masyarakat berupa keringanan pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) yang dapat dicicil sebanyak 10 kali. Hal tersebut akan berlaku hingga 26 Februari 2021.


Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, menyampaikan, kebijakan cicilan UWT tersebut berlaku dari 27 Februari 2020 dan akan berakhir pada 26 Februari 2021.


”Pembayaran cicilan 10 kali dalam setahun sejak diterbitkan fakturnya atau dapat melunasi dengan jatuh tempo pembayaran faktur adalah 60 hari kalender dari tanggal terbit faktur UWT,” kata Dendi Gustinandar.


Ia menambahkan, keringanan sanksi perpanjangan UWT juga diberikan untuk luas lahan di bawah 250 meter persegi yang dapat diajukan melalui Land Management System (LMS) secara online di https://lms.bpbatam.go.id. 


Dendi mengatakan, persyaratan untuk membayar UWT, berupa kelengkapan berkas administrasi, antara lain Identitas Pengguna Lahan, PBB Tahun Terakhir, Sertifikat Tanah atau Dokumen Lahan (SKPL/SPPL/Gambar Lokasi/Faktur UWT).


Selanjutnya cara pengajuannya, Pengajuan permohonan melalui website https://lms.bpbatam.go.id. Login menggunakan akun LMS-Online yang sudah terdaftar, klik menu Permohonan, pilih jenis Perizinan, isi dan upload dokumen sesuai persyaratan administrasi, setelah selesai klik kirim permohonan.


Setelah terdaftar, maka tinggal isi dan unggah data yang diminta. 


Selanjutnya, administrator akan melakukan verifikas data, dan mengirimkan link aktivasi akun melalui email yang didaftarkan.


Kemudian akan diarahkan untuk proses pembayaran di website tersebut dan akan ada pilihan mengenai pembayaran secara cicilan. 


Kemudian dilanjutkan dengan pembayaran UWT ke bank yang ditunjuk BP Batam sebagai mitranya, tentunya setelah menerima faktur.


Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi email lms-online@bpbatam.go.id, cslahan@bpbatam.go.id dan pada whatsapp 081364711807 dan 081364701797. (cc)

Warga Sulawesi Selatan di Batam Kutuk Aksi Bea Cukai Tembak Haji Permata

By On 20.34

Warga Sulawesi Selatan dan keluarga sambut jenazah Haji Permata


BATAM - Haji Permata tewas didor petugas Bea Cukai (BC) dengan luka tiga tembakan dan salah satunya bersarang tepat di dada. Kondisi itu membuat sejumlah kerabat dan kelurga berduka begitu mendalam.



Jenazah Haji Permata tiba di Batam pada Jumat sore (15/1/2020) dengan disambut puluhan pelayat di pelabuhan rakyat Tanjung Sengkuang, Batuampar. Rencananya, jasad korban akan diotopsi terlebih dahulu di RS Bhayangkara Batam.


Ketua KKSS Kota Batam, Masrur Amin sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan petugas Bea Cukai. Menyusul aparat mengambil tindakan pada korban tanpa adanya peringatan dan langsung mengarahkan tembakan ke jantungnya.


“Kami sangat menyayangkan apa yang di lakukan oknum Bea Cukai itu, sebab yang namanya tindakan mesti ada peringatan lebih dulu, ini mereka langsung membidik dadanya,” kecamnya.

Kendati ada rekan atau sahabat berniat balas dendam kepada oknum yang membunuh Haji Permata, namun Masrur menyebutkan KKSS Batam dan keluarga korban akan melaporkan kepada polisi.


“Sebenarnya kami belum mengetahui pasti yang melakukan apakah BC Karimun atau Tembilahan, namun ini akan kami tindak lanjuti. Tapi yang jelas ini akan kita laporkan ke Polda Kepri,” jelasnya.


Ia menambahkan, pihaknya menunggu bagaimana kronologis sebenarnya, sebab dua orang yang berada di atas boat juga ikut bersama korban ke Batam.

Haji Permata Meninggal Tertembak di Dada, Humas DJBC Kepri : Kami Masih Tunggu Informasi Tim Terkait

By On 16.44



BATAM - Bos Hotel Oasis Batam, Haji Permata tewas tertembak di perairan Tembilahan Riau, Jumat (15/1/2020) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Mantan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam tersebut meninggal usai diterjang timah panas di bagian dadanya.

Kabar meninggalnya pengusaha Haji Permata yang diduga oleh petugas Bea dan Cukai Kepri tersebut, hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan masyarakat Batam. 

Menanggapi kabar ini, Humas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) Arief Rahmadan mengatakan, bahwa sejauh ini pihaknya masih menunggu informasi dari unit terkait. 

“Untuk sementara, kami lagi menunggu konfirmasi dari unit terkait,” kata Arief Ramdhan kepada wartawan, Jumat (15/1/2021). 

Kematian Haji Permata yang dikenal dermawan pada warga miskin ini sontak mengagetkan banyak pihak. Ucapan duka terus mengalir dari kerabat dan terutama masyarakat asal Sulawesi Selatan yang bermukim di Kota Batam. Mereka ramai melayat ke rumah duka di Kawasan Tanjung Sengkuang. 

Jenazah pengusaha Haji Permata rencananya akan tiba di rumah duka sekitar pukul 17.00 WIB. Rencananya korban akan dimakamkan di Sulawesi sesuai permintaan almarhum sebelumnya.

Teguh Santosa: Agresifitas China Karena Fragmentasi Sikap Indonesia

By On 13.09



JAKARTA - Sikap tegas yang diperlihatkan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, ketika menerima Menteri Luar Negeri RRC, Wang Yi, di Pejambon, Rabu sore (13/1/2021), diapresiasi kalangan akademisi di tanah air.


Dalam pertemuan itu, Menlu Retno Marsudi mengingatkan kembali arti penting menjaga perdamaian dan stabilitas di perairan Laut China Selatan dengan menghormati hukum internasional United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982.   


Dosen hubungan luar negeri dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, mengatakan, ketegasan Menlu Retno Marsudi  memang perlu disampaikan langsung di hadapan Menlu China dengan harapan China mengkoreksi agresifitas yang mereka perlihatkan beberapa tahun belakangan ini.


“Kita berharap, pemerintahan Partai Komunis China di Beijing semakin menyadari bahwa agresifitas mereka telah memicu ketegangan dan mengganggu kedaulatan negara lain, dan semoga mereka semakin mengerti bahwa diperlukan upaya dan penghormatan bersama terhadap hukum internasional di kawasan,” ujar Teguh Santosa dalam keterangan. 


Agresifitas China di perairan Laut China Selatan dimulai dengan klaim sepihak yang dilakukan China pada 2009 atas perairan yang mereka masukkan ke dalam wilayah yang dibatasi sembilan garis-putus atau dashed-lines.


Sebelum itu, di tahun 2006 China meningkatkan anggaran pertahanan berkali-kali lipat, yang dianggap oleh banyak kalangan sebagai sinyal konsolidasi kekuatan militer China.


*Bukan Isu Baru*


Teguh Santosa dalam keterangannya juga mengatakan bahwa nine dashed-lines bukan isu baru. Setelah Perang Dunia Kedua, klaim yang sama juga pernah disampaikan China. Saat itu China menggunakan sebelas garis-putus.


Namun, menurut pengampu mata kuliah politik di Asia Timur itu, civil war antara Partai Komunis China dan Kuomintang membuat obsesi atas nine dashed-lines terabaikan untuk sementara waktu.


Setelah PKC memenangkan perang saudara dan memaksa Kuomintang melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949, isu nine dashed-lines pun tidak segera muncul ke permukaan. Daratan China yang dikuasai Partai Komunis China masih sibuk mengkonsolidasi diri. Sementara di saat bersamaan, PBB masih mengakui Republik China dan Kuomintang di Taiwan sebagai Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB. 


Kepercayaan diri PKC yang berkuasa di RRC mulai bangkit setelah normalisasi hubungan dengan Amerika Serikat pada kurun 1971-1972, yang diikuti dengan pencopotan keanggotaan Taiwan di PBB dan berbagai lembaga multilateral lainnya. 


Pun begitu, sampai babak ini, China masih belum menjadikan nine dashed-lines sebagai salah satu isu utama. 


“RRC dan PKC semakin yakin setelah krisis moneter dan ekonomi di akhir 1990an, dan krisis yang sama di tahun 2008, mengganggu pondasi ekonomi negara-negara di kawasan,” ujar Teguh Santosa yang pernah menjadi Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). 


“Apalagi, Amerika Serikat memutuskan untuk menutup dua pangkalan militer di Filipina, Subic Bay dan Clark Air Base, pada 1992, menjadikan kawasan di Laut China Selatan seakan ruang kosong,” masih ujar mantan Wakil Presiden Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) itu.


Mantan Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) itu mencontohkan kasus yang terjadi antara Filipina dan China. Di tahun 2013 Filipina yang terganggu dengan agresifitas China mengajukan gugatan ke tribunal internasional Permanent Court of Arbitration (PCA) di Belanda. 


Namun China tidak menganggap ada gugatan itu, juga tidak menganggap ada keputusan PCA yang memenangkan Filipina. Sebaliknya, secara sepihak, China malah membangun pangkalan dipulau-pulau atol yang ada di kawasan itu.


*Pesmistis China Mau Mengerti*


Berdasarkan pengalaman Filipina itu, di sisi lain Teguh Santosa mengatakan, dirinya pesimistis China mau mengerti dan mau menganggap ketegasan yang disampaikan Menlu Retno Marsudi. 


Seperti telah diketahui dan tengah menjadi pembicaraan masyarakat, hanya beberapa jam setelah pertemuan Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu China Wang Yi, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menemukan kapal milik China di perairan Selat Sunda.


Kapal itu dikenali sebagai kapal survei Xiang Yang Hong yang tengah melaju dengan kecepatan 10,9 knots menuju ke baratlaut. Menurut Bakamla, kapal Xiang Yang Hong mematikan automatic identification system (AIS) yang mereka miliki saat berada di perairan Natuna sehingga lolos memasuki wilayah Indonesia.


Menurut penilaian Teguh, China berani bermain-main dengan Indonesia karena mengerti fragmentasi sikap Indonesia terhadap negara itu.


“China paham benar bahwa Indonesia menganggap mereka sebagai teman yang bisa diandalkan di tengah situasi ekonomi yang tidak baik dan pandemi Covid-19,” kata Teguh Santosa lagi.


“Di saat yang sama, China paham Indonesia tidak sungguh-sungguh memilih jalan kedaulatan untuk mengurangi dan menghilangkan ketergantungan akan hal-hal substansial pada negara lain. Jadi wajar kalau mereka tetap besar kepala,” demikian Teguh Santosa.

Moya Batam : Tagihan Air Bulan Desember Sesuai dengan Pembacaan Aktual Meteran Pelanggan

By On 17.06



BATAM - Sejak beroperasinya SPAM Batam di bawah koordinasi BP Batam pada tanggal 15 November 2020 lalu, pada saat itu pula terhitung mulai tanggal 16 s.d. 24 November 2020, telah melakukan pembacaan pencatatan meter air dari rumah pelanggan secara langsung.

 

Adapun aktual data pencatatan meter air periode sebelum tanggal 15 November 2020, didapat resmi dari BP Batam. Kami memastikan bahwa pencatatan yang dilakukan oleh SPAM Batam pada pembacaan perdana, seperti disampaikan di atas, dilengkapi dengan bukti foto angka stand meter yang aktual dari properti pelanggan.

 

Dasar Hukum yang menjadi dasar/landasan SPAM Batam dalam pembacaan meter air pelanggan secara langsung adalah Peraturan Kepala BP Batam Nomor 24 Tahun 2020, dengan detailnya sebagai berikut:

1. Pasal 4.2.4 Kewajiban Pihak Kedua, Melakukan pembacaan meter serta mengelola dan mengoperasikan sistem penagihan.

2. Pasal 19, Air Minum yang dipakai oleh Pelanggan dihitung setiap bulan sekali sesuai penunjukkan Meter Air untuk pencatatan dihitung setiap tanggal 1 s.d. 24 dan penagihan setiap tanggal 1 s.d. 20 setiap bulannya.

 

Berdasarkan ketentuan di atas, maka data stand pada meter merupakan alat bukti yang dijadikan dasar penagihan ke pelanggan.

 

Kami informasikan juga bahwa pada bulan Desember 2020, SPAM Batam melakukan pencatatan meter secara penuh untuk seluruh pelanggan, dan menemukan total jumlah sebanyak 0,1% dari total pelanggan dengan tagihan yang ekstrim tinggi, dengan detail permasalahan yang dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. pelanggan baru yang pada saat serah terima (yaitu tanggal 15 November 2020) belum dilakukan pencatatan secara penuh sehingga pada saat aktual pencatatan yang dilakukan oleh SPAM Batam terjadi lonjakan tagihan yang hal ini merupakan tagihan bulan-bulan sebelumnya;

 

2. berdasarkan validasi lapangan didapatkan kebocoran pada Instalasi Dalam properti pelanggan, dan hal ini sudah dijelaskan ke pelanggan terkait;

 

3. pelanggan yang pada bulan Desember terjadi kenaikan tagihan rekening airnya. Dan setelah dibaca riil di lapangan di bulan Januari 2021, terdapat perbedaan di mana sebagian pelanggan tagihan bulan Januari lebih kecil dari tagihan bulan Desember 2020. Tetapi pada sebagian pelanggan yang lain ditemukan bahwa hasil pembacaan meter bulan Januari 2021 meskipun stand meternya lebih kecil dari tagihan Desember 2020, namun masih lebih besar dari tagihan pada bulan-bulan sebelum tagihan Desember 2020.

 

Atas kondisi tersebut, maka tagihan untuk bulan Desember 2020 yang akan dibayarkan pada rekening bulan Januari 2021, SPAM Batam telah menagihkan dengan dasar pembacaan sesuai dengan stand meter aktual, dengan melampirkan foto stand meter riil di properti pelanggan sebagai tagihan pencatatan terakhirnya.

 

Hal ini juga sudah dikomunikasikan SPAM Batam dengan BP Batam sebagai informasi dasar penagihan pembacaan bulan desember 2020 yang akan dibayarkan oleh pelanggan pada periode bayar tanggal 1 s.d. 20 Januari 2021.

 

Bagi pelanggan yang mendapatkan tagihan tinggi dimohon untuk datang ke Kantor Pelayanan Pelanggan terdekat untuk dapat segera mendapatkan penjelasan secara detail atau menghubungi Call Center 24 jam 150155.

Penanganan Pencemaran Lingkungan dan Waduk Jadi Prioritas Utama Badan Pengusahaan

By On 20.35



BATAM - Sebagai salah satu sumber air baku terbesar yang menyediakan hingga 70% kebutuhan air di Kota Batam, Waduk Duriangkang menjadi urat nadi utama yang menopang kehidupan masyarakat dan keberlangsungan roda perekonomian.


Dengan luas catchment area yang mencapai lebih dari 7.500 Ha, Waduk Duriangkang mampu menampung air baku dengan kapasitas lebih dari 100 juta m3.


Asisten Manager Penanganan Limbah, Misyar Yunanto, mengemukakan, untuk penanganan pencemaran lingkungan dan waduk, BP Batam telah membangun beberapa Sedimentasi Trap Trash Rack (STTR).


Sedimentasi Trap Trash Rack (STTR) merupakan sebuah alat untuk menyaring sampah yang akan masuk ke waduk, sehingga air baku yang akan masuk ke waduk sudah dalam kondisi bersih dan aliran airnya sudah lancar.


Sesuai Detail Engineering Design (DED), untuk Waduk Duriangkang, rencananya akan dibangun sebanyak 12 unit, namun tidak semua sekaligus pembangunannya dilaksanakan. Rinciannya sebanyak 8 unit akan dibangun trash rack dan sisanya 4 unit dibangun sand trap. 


“Waduk Sungai Harapan sudah dibangun 1 unit dan selesai pada tahun 2020. Untuk di Waduk Duriangkang baru 3 unit, yaitu STTR 4, STTR 5 dan STTR  6. Dari enam Waduk yang ada sudah terbangun 4 unit STTR. Rencananya akan ada pembangunan lagi untuk Waduk Tembesi 1 unit STTR,” kata Misyar Yunanto.


Sementara itu teknisi pengelolaan limbah, Untung Suardi, mengemukakan, tidak hanya sampah saja, tetapi lumpur dan pasir dapat tersaring di bangunan sedimentasi trap yang secara berkala dikeruk (normalisasi) untuk menghindari pendangkalan waduk, sehingga kapasitas tampung waduk dapat dipertahankan dan air baku dapat terjaga untuk pemenuhan air bersih bagi masyarakat Kota Batam




“Jika terjadi hujan selama 2-3 jam, sampah yang ditampung sudah penuh satu bak atau sekitar 3 sampai 4 meter kubik. Jika hujan seperti kemarin (Minggu, 10/1/2021), satu hari bisa dua kali lipat sampah yang kita tampung,” jelas Untung Suardi yang ditemui pada Senin (11/1/2021) saat sedang memantau aktifitas (STTR) inlet-5 yang berdekatan dengan perumahan Duta Mas. 


Untung, menambahkan, STTR tetap dijalankan setiap hari dan bisa dihidupkan dengan sistem otomatis. Sementara itu, untuk pengelompokan sampah saat ini hanya kayu yang dapat pisahkan, karena kayu tidak bisa dihancurkan dengan mesin pembakaran. 


Terkait dengan banyaknya sampah yang mengaliri drainase, Untung Suardi, mengharapkan dukungan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. 


“Jangan membuang sampah ke saluran air atau drainase karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan,” kata Untung Suardi.


Beberapa waktu lalu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, melakukan rapat koodinasi bersama BP Batam dan Pemko Batam untuk memastikan permasalahan banjir akan segera diselesaikan. Penanganan masalah banjir dan bencana alam lainnya saat ini menjadi prioritas utama di Kota Batam. (cc)

Songsong KEK Kesehatan, RSBP Batam Kini Miliki Layanan Baru

By On 15.19



BATAM - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, meresmikan lima layanan baru di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Rabu (13/1/2021). Seremoni peresemian dilakukan di ruang pertemuan lantai 4 RSBP Batam, Sekupang, Batam.


Adapun kelima layanan yang diresmikan Kepala BP Batam, berupa CT Scan 128 Slice, ICU PIE, Poliklinik, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), dan Laboratorium PCR.


Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya mengharapkan, SIMRS nantinya mampu menjangkau masyarakat dan pihak eksternal lainnya yang terakomodir di dalam sebuah aplikasi telepon seluler.


“Agar sewaktu-waktu masyarakat ingin mengetahui rekam jejak kesehatannya, bisa langsung termonitor secara mandiri. Sehingga jika ingin berobat kembali, semuanya sudah tertera di sana. Lebih cepat dan lebih efisien,” ujar Muhammad Rudi.


Di samping menambah devisa daerah, hadirnya layanan RSBP yang terbaru, diharapkan Muhammad Rudi, menjadi awal langkah konkrit BP Batam dalam meningkatkan pelayanan dan kenyamanan calon pasien, sembari menunggu proses legalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bidang Kesehatan yang akan diterapkan di RSBP Batam.


“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, RSBP Batam dapat menjadi proyek percontohan di Indonesia sebagai KEK Kesehatan. Bila prosesnya selesai dan izinnya sudah keluar, maka banyak sekali kemudahan yang akan diterima oleh RSBP Batam,” jelas Muhammad Rudi.


Direktur RSBP Batam, dr. Afdhalun Hakim, dalam pemaparannya mengemukakan, di antara kelima layanan diresmikan tersebut, SIMRS menjadi salah satu prioritas dalam program pengembangan RSBP Batam. 


Menurutnya, SIMRS yang merupakan urat nadi rumah sakit harus dikelola dengan baik, karena hal tersebut akan berdampak besar pada pengelolaan manajemen di rumah sakit secara simultan.


“Keuntungan dari sistem yang baru ini adalah keandalan sistem yang terukur, paperless, dan komprehensif dengan sistem pendukung lainnya. Jadi mulai status pasien, unit gawat darurat, poliklinik, keuangan, dan obat-obatan semuanya sudah terintegrasi lebih baik di sistem,” kata Afdhalun.


Setelah terintegrasi dengan BPJS dan Kementerian Kesehatan RI, dampak yang signifikan terjadi dari pengelolaan SIMRS adalah penghematan dan efisiensi, baik biaya maupun beban kerja petugas.


“Dengan slogan “New RSBP, New Spirit, New Services”, kami berharap ke depannya, sejumlah fasilitas pendukung dapat diperbanyak, baik infrastruktur fisik maupun sumber daya manusia yang kompeten, guna meningkatkan pelayanan RSBP Batam yang lebih prima dari sebelumnya,” kata Afdhalun.


RSBP Batam sendiri diketahui telah lulus akreditasi dengan status tertinggi lima bintang, yaitu Paripurna, yang diterbitkan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sebagai wujud komitmen manajemen RSBP Batam.


Turut hadir dalam acara, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas 1 Kota Batam, Budi Santoso, Kepala Satuan Pemeriksa Intern BP Batam, Konstantin Siboro, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, dan jajaran RSBP Batam. (rud)

Wawako Batam Tinjau Sejumlah Lokasi Bencana, Ajak Masyarakat Bantu Korban

By On 16.23



BATAM - Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad kembali menyambangi lokasi-lokasi terdampak bencana alam akibat cuaca ekstrem awal tahun, pada Senin (11/1/2021). Di antaranya longsor di Memban Nongsa dan menyambangi warga Komplek Kaliban, Keluraha Kabil, Nongsa.

Amsakar menyampaikan selain berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan pemerintah, pihaknya mendorong dan membuka kesempatan semua pihak yang berdaya untuk dapat turun tangan.

“Lakukan gerakan-gerakan bersama. Semua masyarakat silahkan memainkan peran atau ikut terlibat,” kata dia.

Menurutnya, peninjauan ke lapangan ini merupakan tindak lanjut kegiatan yang sebelumnya sudah dilakukan. Untuk diketahui, tim monitoring yang dibentuk Pemko Batam di seluruh kecamatan se-Kota Batam terus bekerja.

“Ini (peninjauan) follow up kemarin, daya mendapat informasi bahwa titik ini (Komplek Kaliban) menghadapi banjir,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Amsakar meneruskan bantuan dari sejumlah pihak, seperti Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam. Terkait ini, ia berterimakasih atas rasa kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Batam dalam membantu sesama.

“Saya berbangga, rasa berkita (kebersamaan, red) diantara kita luar biasa tinggi. Hal ini sangat dibutuhkan pada saat kondisi seperti sekarang. Dinsos, camat dan lurah sedang mendata warga terdampak,” ujarnya.

Ketua Tim Monitoring Pembantu Banjir wilayah Kecamatan Nongsa, Hendri Arulan menyebutkan bantuan-bantuan yang diberikan berupa bahan pokok seperti beras, indomi maupun makanan ringan.

“Juga ada selimut hingga handuk dan lain-lain,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam ini.

Sebelumnya Pemko Batam menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Perumahan Green Nongsa City Blok Bogenville, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa. Bantuan ini juga sumbangan dari pelaku pariwisata, yang dikoordinir oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat khususnya yang terdampak banjir,” kata Camat Nongsa Arfandi di lokasi, Minggu (10/1/2021) lalu.

Video: Bangkitkan Ekonomi, Walikota Batam Imbau Masyarakat Tak Ragu Divaksin Corona

By On 14.13



BATAM - Pemko Batam mulai melakukan sosialisasi terkait dengan vaksinasi Covid-19 Sinovac buatan China di Dataran Engku Putri, Senin (11/1/2021).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan saat ini banyak isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait vaksin. Banyak informasi yang kadang tidak benar, sehingga membuat masyarakat ragu untuk divaksin.

Maka itu sosialisasi ini diharapkan bisa meluruskan informasi-informasi yang diterima masyarakat. Ia mengajak agar masyarakat percaya kepada pemerintah dan dokter untuk sukseskan vaksinasi agar ekonomi kembali pulih.

Lagi pula menurut Ketua MUI Batam vaksin Sinovac halal dan suci. Sehingga tidak ada keraguan digunakan hanya saja tinggal menunggu hasil BPPOM untuk dikeluarkan fatwanya. Berikut video lengkap sosialisasi vaksin.





BUP BP Batam Sosialisasikan Layanan STS-FSU Pelabuhan Batuampar

By On 11.01



BATAM - Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, melakukan sosialisasi layanan Ship to Ship dan Floating Storage Unit (STS-FTS) pada Jumat, (8/1/2021) di Gedung Marketing Centre, Batam Centre, Batam.

 

Dalam kesempatan tersebut, juga dipaparkan rencana pengembangan Pelabuhan Batuampar sebagai Green Port dan Smart Port.

 

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur BUP, Nelson Idris, yang dihadiri Ketua KADIN Kota Batam, Jadi Rajagukguk, Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam, Akbar Harfianto, serta para pelaku usaha bidang kemaritiman.

 

Nelson, dalam pemaparannya, menjelaskan mengenai rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar Jangka Panjang Tahap 1 (2021-2025) yang direncanakan akan dimulai dengan perkuatan dermaga utara sepanjang 700 meter, pembangunan lapangan peti kemas seluas 2-10 Ha, perkuatan dermaga utara lama sebagai terminal multipurpose sepanjang 408 meter, dan pendalaman alur pelayaran kolam depan dermaga menjadi -8 LWS.

 

“Dari segi suprastruktur, BUP BP Batam sedang menyiapkan peralatan-peralatan bongkar muat di pelabuhan sesuai dengan standar operasional pelabuhan selayaknya,” terang Nelson.

 

Meski telah menyiapkan rencana pengembangan jangka panjang hingga tahun 2033, Nelson, berharap pada tahun 2025, arus peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar mencapai 1,8 Juta TEUs dan dapat mengakomodir kapal dengan kapasitas 3.000 TEUs atau kapal generasi ke-3 untuk angkutan Peti Kemas Domestik.

 

“Kami optimis ke depannya, dengan pengembangan infrastruktur dan perlengkapan suprastruktur ini, dapat mengantarkan Pelabuhan Batu Ampar sebagai Smart Port dan Green Port percontohan di Indonesia,” ujar Nelson.

 

Selain rencana pengembangan Pelabuhan Batu Amparsaya , Nelson, juga mengenalkan Layanan STS/FSU yang merupakan kolaborasi antara BP Batam, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.

 

“Sekarang jika ingin mengurus layanan STS/FSU untuk sementara ini bisa langsung melalui web http://bcbatam.beacukai.go.id/layanansts/login. 

Dalam sistem single entry tersebut, pengguna jasa bisa mengawasi proses pengurusan dokumen, berapa lama di BP Batam, Bea Cukai dan instansi lainnya,” jelas Nelson.

 

Kemudahan lainnya yang kini dapat dirasakan para pengguna jasa kepelabuhanan dengan digitalisasi adalah pengurusan Pemberitahuan Kedatangan Kapal Asing (PKKA).

 

“Bila sebelumnya hanya bisa diurus di Kementerian Perhubungan RI, kini telah dilimpahkan kewenangannya kepada KSOP Khusus Batam dan Tanjung Balai Karimun, sehingga proses pengurusan hanya memerlukan waktu satu jam saja,” ujar Nelson.

 

Nelson juga menegaskan bahwa Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Curah Cair Kabil telah mengantongi sertifikat International Ship and Port Security (ISPS) Code dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

 

Sertifikat ISPS Code yang telah diperpanjang hingga 28 September 2025 ini, kata Nelson, menunjukkan bahwa Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Curah Cair Kabil telah memenuhi fasilitas pelabuhan dengan ketentuan SOLAS 74 bab XI-2 dan bagian A dari Peraturan Internasional untuk Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (ISPS Code) sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan International Maritime Orgnization (IMO).

 

“Sertifikat ISPS Code ini merupakan salah satu persyaratan Internasional dari IMO terhadap pelabuhan yang melakukan kegiatan bongkar muat, serta sebagai bukti bahwa BUP BP Batam terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dalam hal keamanan kapal yang berkunjung ke pelabuhan yang kami Kelola,” imbuh Nelson.

 

Ketua KADIN Kota Batam, Jadi Rajagukguk, pada kesempatan yang sama, mengapresiasi hasil kerja keras BUP BP Batam dalam meningkatkan pelayanan kepelabuhanan di Batam.

 

Ia berharap, rencana pengembangan dan digitalisasi pelayanan di Pelabuhan Batu Ampar mampu membawa dampak yang signifikan bagi perekonomian Kota Batam.

 

“Kita harus memperhatikan juga keamanan di laut, begitu juga dengan tarif tambat dan labuh. Jangan sampai rasionya terlalu jauh dengan para pesaing kita. Harganya harus lebih kompetitif,” kata Ketua KADIN Kota Batam, Jadi Rajagukguk.

 

Pada akhir sosialisasi dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BUP BP Batam dengan PT Raja Poros Maritim tentang Penyiapan Pengoperasian Ship to Ship dan Floating Storage Unit di Wilayah Kerja BP Batam, yang ditandatangani oleh Direktur PT Raja Poros Maritim, Jadi Rajagukguk dan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin.

 

Adapun kedua instansi akan mempersiapkan studi pendahuluan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan STS-FSU. (rud/fpn)

Lima Orang Keluarga Jadi Korban, Iwan Minta Tanggungjawab Sriwijaya Air

By On 22.12



JAKARTA - Iwan Kurniawan, warga Kota Pontianak yang lima anggota keluarganya menjadi korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mendatangi posko krisis senter Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat.


Iwan ingin mempertanyakan kepada pihak maskapai, kenapa lima keluarganya yang terdiri dari anak, paman dan bibi serta keponakannya yang seharusnya naik pesawat Nam Air pada pukul tujuh pagi, dipindahkan ke pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang berangkat pada pukul 2 siang. 

“Apalagi pihak maskapai belum memberi alasan yang kuat terkait pemindahan jadwal dan pesawat tersebut,” kata Iwan, Minggu (10/1/2021).

Selain itu, lanjut Iwan, juga meminta pihak otoritas bandara, memudahkan pihak keluarga untuk mendapatkan informasi terkait nasib keluarga mereka yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya hanya diminta sampel DNA dan data ante mortem saja, namun belum ada informasi yang valid. Iwan meminta maskapai harus membukan informasi secara terbuka dan mudah agar memudahkan pihak keluarga yang datang ke krisis senter Bandara Supadio.

Hingga Minggu siang, sejumlah pihak keluarga terus mendatangi posko krisis senter bandara internasional Supadio Pontianak.

Rofik Yusuf Alidrus, keluarga korban yang istrinya turut menumpang di pesawat Sriwijaya Air SJ 182 menuturkan, anaknya yang akan melakukan pemeriksaan antem mortem dan pengambilan sampel DNA .

Rofik sendiri kehilangan istrinya bernama Panca Widia Nursanti yang menumpang pesawat tersebut. Rofik mengaku, terakhir dirinya menghubungi istrinya pada pukul 15.00 WIB. Istrinya mengatakan cuaca saat itu sedang buruk dan memohon doa kepada Rofik.Kini Rofik masih menanti informasi keberadaan istrinya, dengan terus berkoorndinasi dengan pihak bandara Supadio Pontianak.

Begini Spesifikasi dan Usia Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Yang Jatuh di Kepulauan Seribu

By On 21.50



JAKARTA - Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu merupakan jenis Boeing 737-500 lansiran 1994 atau berumur 26 tahun. 

Mengutip flightradar24.com, kode tipe pesawat ini B735, mode 8A030B, dengan nomor registrasi PK-CLC.

Boieng 737-500 merupakan salah satu model generasi pertama yang dinamakan seri Classic. Selain 737-500, seri Classic lainnya adalah 737-100, 737-200, 737-300, dan 737-400.

Menurut Boeing.com, generasi pertama 737 telah diproduksi sebanyak 3.132 unit, termasuk 389 unit 737-500. Produksi massal pertama pesawat ini dilakukan pada 1990 lantas unit terakhir seri Classic diproduksi pada 9 Desember 1999.

Flightradar24 juga menjelaskan Boeing 737-500 SJ182 pertama kali mengudara pada Mei 1994. Itu berarti saat ini usia pesawat sudah 26 tahun.

Boeing 737-500 merupakan pesawat dengan kapasitas penumpang maksimal 122 orang. Model ini menggunakan mesin CFM56-3B1 dengan propulsi dua turbofan.

Kecepatan maksimal pesawat dengan lebar sayap 28,88 m ini 946 km per jam. Panjang keseluruhan 31,01 meter dan tinggi 11,07 meter.


SJY 182 telah dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, diduga di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. Kementerian Perhubungan menjelaskan total penumpang sebanyak 62 orang, terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru.

Di antara 50 penumpang itu, sebanyak 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Sejauh ini pesawat masih belum ditemukan. Pencarian akan gencar dimulai pada pagi hari mengingat kesulitan mencari di kedalaman laut pada malam hari.

Warga Kepulauan Seribu Jakarta Temukan Serpihan Puing Sriwijaya Air di Laut

By On 21.15



JAKARTA - Warga Pulau Lancang Kepulauan Seribu Jakarta berhasil menemukan serpihan puing pesawat Sriwijaya Air yang jatuh. Mereka melakukan penyisiran di dekat lokasi menggunakan tiga kapal.

Mereka menemukan serpihan rambut, rok, celana, dan potongan kabel yang mengambang di perairan.

Warga menyebut kondisi perairan teduh dan cerah setelah sebelumnya sempat hujan.

Pesawat SJ-182 lepas landas dari Bandara Internasional Soekarni-Hatta sekitar pukul 14.30 WIB.

Pesawat sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki sebelum hilang kontak pada 14.40 WIB.

Pesawat mengangkut 53 penumpang termasuk 7 anak-anak dan 3 balita, serta 12 crew pesawat.

Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Dilaporkan Hilang Kontak Diduga Jatuh

By On 17.35



JAKARTA - Musibah dunia penerbangan kembali terjadi di Indonesia. Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1/2021).

Manager of Branch Communication PT Angkasa Pura II Haerul Anwar membenarkan hilang kontak pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Konfirmasi hilang kontak. Kejadian sekitar jam 14 kurang dan saat ini masih diseldiki," katanya saat dikonfirmasi.

Dikutip dari flightradar24, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak itu bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pukul 14.36 WIB.

Sementara estimasi kedatangannya dijadwalkan pukul 15.15 WIB.

Tingkatkan Daya Saing, BP Batam Sosialisasikan Perubahan Tarif Layanan Pengelolaan KPLI–B3 Kabil

By On 14.36



BATAM - Guna menambah daya saing, Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan penyesuaian tarif Layanan Air Limbah yang disosialisasikan kepada para tenant yang tergabung dalam Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) Kabil, pada Kamis (7/1/2021) di Gedung Marketing Center BP Batam, Batam Centre.


Perubahan besaran tarif layanan ini tertuang dalam Perturan Kepala BP Batam Nomor 28 Tahun 2020 Atas Perubahan Peraturan Kepala BP Batam Nomor 15 tahun 2018 Tentang Pengelolaan Tarif Layanan dan Tata Cara Pengadministrasian Keuangan Sumber Daya Air, Limbah, dan Lingkungan pada Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan.


General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan, Ibrahim, mengatakan, penyesuaian tersebut perlu dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap biaya operasi dan pengelolaan kawasan.


“Ada beberapa tarif, khususnya dalam pengelolaan KPLI–B3 Kabil yang harus diturunkan agar memiliki daya saing. Namun juga ada tarif sewa yang dinaikkan dengan mempertimbangkan biaya operasional dan biaya pemeliharaan yang semakin tinggi,” ujar Ibrahim.


Kenaikan tarif tersebut, lanjut Ibrahim, juga dipicu oleh biaya operasional dan pemeliharaan kawasan serta fasilitas KPLI–B3 Kabil yang cukup besar, menilik biaya-biaya yang telah dikeluarkan tahun 2019 mencapai lebih dari Rp 4 milyar untuk membiayai operasional, pemeliharaan dan pembangunan fasilitas.


Adapun penyersuaian tarif layanan jasa sarana dan prasarana Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI-B3) mencakup tarif sewa lahan per m²/tahun, tarif sewa pemakaian jasa timbang, ruang kantor, forklift, loading bay, biaya pengelolaan kawasan KPLI-B3 berupa keamanan, kebersihan, pemeliharaan jalan/drainase, lampu penerangan jalan, dan IPAL, serta biaya pass masuk orang dan kendaraan.


Meski memberlakukan kenaikan pada beberapa tarif layanan, Ibrahim, mengatakan, para tenant memberikan respon positif atas penyesuaian tersebut.


“Secara umum responnya baik, selagi tujuannya untuk mendukung pengembangan fasilitas dan meningkatkan pelayanan, para tenant mendukung kebijakan yang ditetapkan oleh BP Batam,” tutur Ibrahim.


Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pentarifan BP Batam, Haris Adi Purnomo, Manager Komersial BP Batam, Lusy Novita, Asisten Manager Pemasaran Dan Pengembangan Usaha, Dedi Suherli, Asisten Manager Tata Lingkungan BP Batam Suriadi Sembiring, serta dihadiri oleh lebih dari 20 perwakilan tenant KPLI BP Batam. (rud)

Capaian 2020 Positif, Badan Usaha Pelabuhan Batam Targetkan Pendapatan Rp517,5 Miliar

By On 11.18



BATAM - Meski dihadapkan dengan pandemi, kinerja Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan BP Batam tetap positif sepanjang 2020. Ini terlihat dari realisasi penerimaan hingga 31 Desember mencapai Rp339.484.529.581,- dengan pembagian Rp278.519.435.732,- dari kegiatan di Pelabuhan Barang dan Rp60.965.093.849,- dari kegiatan di Pelabuhan Penumpang.

Meski turun sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi penerimaan tahun 2019 yang mencapai Rp 359.2 Miliar, Direktur BUP BP Batam, Nelson Idris, mengaku, pencapaian di tahun 2020 ini cukup menggembirakan, mengingat sektor pelabuhan penumpang harus terpukul dengan penurunan arus penumpang di Terminal Internasional yang begitu
drastis.

Pada tahun 2019. jumlah penumpang yang datang dan berangkat di delapan pelabuhan, baik domestik maupun internasional, mencapai 11.112.684 orang. Sementara pada kurun Januari-Desember 2020, total penumpang yang datang dan berangkat hanya 3.325.256 atau turun 70 persen dibandingkan tahun 2019.

"Penurunan trafik penumpang hingga 70 persen tentu sangat besar, namun kita bisa imbangi dengan realisasi penerimaan di Pelabuhan Barang yang terus merangkak naik," ujar Direktur BUP BP Batam, Nelson Idris, dalam konferensi pers di Kantor Badan Usaha Pelabuhan, Batu Ampar, Batam, Jumat (8/1/2021).

la berharap, tahun 2021 ini, beberapa kegiatan yang masih belum maksimal dilaksanakan, seperti kegiatan KSO Bunkering BBM di Pelabuhan Batu Ampar dan Kabil, Ship To Ship (STS) & Floating Storage Unit (FSU) dan pemanfaatan dermaga selatan Batu Ampar, yang kini tengah dilakukan perbaikan, dapat menggenjot pendapatan Pelabuhan Barang BUP menjadi Rp416 Miliar.

Sementara itu di sektor Pelabuhan Penumpang, Nelson mengatakan Pemerintah RI dan Singapura telah menyepakati penerapan Travel Corridor Arrangement/Reciprocal Green Lane (TCA/RGL) sejak bulan Oktober 2020. Ia berharap pada tahun 2021 ini pelaku bisnis akan mulai memanfaatkan fasilitas ini sehingga pintu-pintu pelabuhan penumpang
dapat kembali bergairah dan mendatangkan pendapatan bagi BP Batam hingga Rp 101.5 Miliar di Tahun 2021.

"Jika semua kegiatan beroperasi normal, maka kami targetkan pendapatan Badan Usaha Pelabuhan di tahun 2021 dapat mencapai angka Rp517,5 miliar," ujar Nelson.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *