KEPRI

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

SPORT

Resmi Mengaspal di Batam, Ini Keunggulan dan Harga OTR KIA Sonet

By On 13.47



BATAM - KIA Sonet resmi dirilis pada November 2020 secara virtual dari akun resmi Youtube Kia Indonesia. Setelah resmi masuk Batam, KIA Sonet menarik banyak perhatian para calon konsumen, salah satunya adalah Widianto. Beliau adalah orang pertama yang menjadi pemilik KIA Sonet di Batam.

“Selain memiliki tenaga yang powerful, KIA Sonet juga jauh lebih unggul pada fitur dan tampilan interior maupun exteriornya dibanding dengan yg lain, hal itu yang membuat saya memilih KIA Sonet sebagai kendaraan pribadi saya," terang Widianto.

“Meskipun konsumen berkunjung ke showroom KIA Indomobil Batam, kami tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 seperti wajib menggunakan masker penyediaan fasilitas cuci tangan, pengecekan suhu tubuh. Konsumen akan disapa oleh pegawai dengan salam yang tetap menerapkan physical distancing, tidak ketinggalan Hand sanitizer juga telah disediakan untuk digunakan oleh konsumen untuk menunjang kebersihan tangan,” Sebut Christ, selaku Branch Manager KIA Indomobil Batam.

Kia Sonet untuk Indonesia hadir dengan mesin bensin Gamma II DOHC, Dual CVVT berkubikasi 1.497 cc. Tenaganya diklaim mencapai 115 ps atau 113 tk pada 6.300 rpm dan torsi 144 Nm. Pengendara bisa menikmati enam mode berkendara yang ditawarkan Sonet melalui sistem transmisi 8 percepatan Intelligent Variable Transmission (IVT).

"Kia Sonet ini kita hadirkan dengan mesin berkapasitas 1.500 cc 4 silinder dengan transmisi IVT. Untuk harga, Kia Seltos tertinggi, tipe Premier Rp 277 juta. Tapi ada beberapa trim lain yang akan kita pasarkan mulai Rp 188 jutaan," ungkap Christ.

Mobil ini hadir dengan kesan gagah. Hal ini terlihat dari grille yang menggunakan identitas khas KIA, Tiger Nose. Sementara penerangannya sudah dilengkapi teknologi LED dengan tambahan fitur lampu DRL. Dan untuk sistem keamanan, KIA Sonet dilengkapi dengan fitur enam buah airbag, ABS dengan EBD, ESC, bantuan rem, sensor parkir depan dan belakang.

Mobil ini juga diberikan smart key yang bisa menghidupkan mesin dari luar serta dilengkapi juga dengan fitur jok ISOFIX. Untuk varian tertingi, sudah dihadirkan dengan sun roof dan beberapa fitur unggulan lainnya. Mulai dari instalasi audio Bose, ventilated seat, dan remote start engine.

Kia Sonet dipasarkan dalam beberapa varian. "Harga Kia Sonet mulai dari varian Standart = 188.000.000, Active = 198.000.000, Smart MT = 230.000.000, Smart AT = 243.000.000, Dynamic = 256.000.000, Premiere = 277.000.000. Fitur-fitur yang dimiliki Kia Sonet merupakan fitur pertama di kelasnya untuk SUV di bawah Rp 300 juta. Kami juga berikan garansi selama 7 tahun atau 200.000 km," ucap Christ.

Mundur dari IPK, Ronal Aritonang Pimpin DPC Pemuda Karya Nasional Kota Batam

By On 10.03



BATAM - Guna melebarkan sayap keorganisasian, Ketua Organisasi Pemuda Karya Nasional (PKN) Kepri, Manto Manalu memberikan mandat kepada Johannes Ronal Aritonang untuk membentuk dan mengembangkan organisasi PKN di Wilayah Kota Batam.


Hal tersebut diputuskan setelah dilakukannya rapat kepengurusan organisasi PKN, periode 2020-2021 di Tanjungpinang, Kepri.


"Bahwa, dalam pengembangan organisasi PKN, merupakan program utama yang wajib dilakukan oleh setiap jajaran kepengurusan organisasi PKN. Maka, untuk melakukan pengembangan dan membentuk, serta menyusun kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Kota Batam periode 2020-2025, diberikan mandat," ditulis dalam surat mandat yang diterima media ini.


Adapun nama-nama yang mendapat mandat dari Ketua DPD PKN Kepri untuk DPC PKN Kota Batam adalah:


1). Johannes Ronal Aritonang

2). Parlindungan Girsang

3). Tumbur Silaen

4). Hasiholan Siregar

5). Nahot Rudianto Siburian.


Sementara itu, Johannes Ronal Aritonang kepada media ini menyampaikan dirinya telah mengundurkan diri dari organisasi IPK Kepri dengan baik.


"Saya sudah mengundurkan diri dari Organisasi IPK, bukan karna ada masalah. Tapi ketua DPD Pemuda Karya Nasional memberikan saya mandat dan kepercayaan untuk membentuk dan mengembangkan Organisasi PKN di Kota Batam," kata Ronal, Senin (23/11/2020).


Ronal berharap, dengan diterimanya mandat tersebut. Kedepannya, Organisasi Pemuda Karya Nasional dapat bersinergi dengan stakeholder di Kota Batam.


"Sebuah kebanggaan diberikan mandat Ketua PKN Kota Batam, kedepannya, kita akan meningkatkan koordinasi dan sinergitas dengan unsur Forkopimda yang ada di Kota Batam," tutup Ronal.

Tingkatkan Kompetensi, Avsec Bandara Hang Nadim Ikuti Diklat Recurrent

By On 21.56



BATAM - Guna meningkatkan kompetensi petugas keselamatan penerbangan (Aviation Securty/Avsec), Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, mengikutsertakan pegawainya untuk mengikuti Diklat Recurrent, yang berlangsung dari 23 Nopember - 4 Desember 2020. 


Kategori diklat yang diikuti, yakni Junior Avsec Anggkatan XIX, Recurrent Senior Avsec Angkatan VIII, Recurrent Senior Avsec Angkatan IX dan Recurrent Dangerrous Goods. 


Pelaksanaan diklat bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Medan, yang dibuka pada Senin (23/11/2020), di Gedung IT Center BP Batam, Batam Centre.


Direktur Politeknik Penerbangan Medan, M. Andra Aditiyawarman, dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta untuk memperhatikan protokol kesehatan dalam operasional bandara.


“Saya bersyukur pada hari ini kita dapat berkumpul untuk melaksanakan diklat. Saya juga mengingatkan kepada seluruh peserta tetap harus bisa menjaga kesehatan dan semangat agar diklat ini berjalan lancar. Tidak lupa juga kita harus menerapkan protokol kesehatan selama menjalani diklat,” katanya.


Andra juga menambahkan bahwa kegiatan Recurrent ini sangat penting untuk semua SDM Avsec di Bandara Hang Nadim. 


“Semoga recurrent atau diklat penyegaran ini dapat memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta dan juga untuk kemajuan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan internasional maupun nasional,” tambahnya.


Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi BP  Batam, Suwarso, dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan ini sangat penting bagi BUBU Hang Nadim, terutama bagi peserta yang merupakan Avsev Bandara Internasional Hang Nadim Batam. 


“Kegaitan Recurrent ini merupakan kewajiban kami selaku pengelola bandara, khususnya Avsec, dilengkapi dengan lisensi yang masih aktif,” katanya. 


Suwarso juga berharap ada para pegawai Avsec lulus, sehingga lisensinya dapat diperbarui dan dapat terus menjalankan tugasnya sesuai ketentuan yang berlaku. (zhl) 

Video : Keluarga Korban Banjir Cipta Asri Histeris Melihat Jasad Raffa Diturunkan dari Ambulance

By On 20.33

 


BATAM - Tangis histeris keluarga pecah mengetahui kedatangan mobil ambulance yang menurunkan jenazah bocah bernama Raffa (6), Senin malam (23/11/2020).

Tim medis tak berhasil menyelamatkan nyawa Raffa, yang menjadi korban keganasan banjir di Perumahan Cipta Asri Tembesi Batam, Senin siang.

Korban meninggal setelah terperosok ke gorong-gorong pembuangan air di Blok Guava Cipta Asri III. Saat itu korban bersama sang kakak bermain hujan, apes korban terseret arus di bak kontrol gorong-gorong.

Jasad korban baru bisa ditemukan selama 4 jam dari peristiwa terseret arus itu. Bocah tak berdosa tersebut ditemukan warga dan Tim SAR Batam di kawasan hutan bakau dekat PLN Panaran atau sekitar 1 kilo dari lokasi terperosok.

Ratusan warga Cipta Asri Tembesi Batam, malam ini berbondong-bondong melayat ke rumah duka di Blok Cherry 75. 

Para warga mengatakan akan menuntut ganti rugi dari developer Renggali Residence dan Cipta Asri lantaran banjir disebabkan air bah dari proyek Renggali Residence. Begitupun pihak Cipta yang diduga membuat gorong-gorong tak sesuai aturan sehingga memicu banjir dan korban harta dan jiwa.



Video : Korban Banjir Cipta Asri Tembesi Ditemukan Warga di Hutan Bakau Panaran Batam

By On 18.48

 


BATAM - Jerih payah warga dan Tim SAR Batam akhirnya membuahkan hasil. Bocah bernama Raffa (6) yang terseret banjir di Perumahan Cipta Asri Tembesi akhirnya ditemukan, Senin petang (23/11/2020) sekitar pukul 17.45 WIB.

Korban ditemukan tersangkut di pohon bakau dekat PLN Panaran Batam dalam kondisi pucat. Warga menduga nyawa korban masih bisa diselamatkan.

Raffa saat ini telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis. Histeris keluarga dan warga terus mengalir mengiringi penemuan korban.

Sang ibu yang mendengar kabar anaknya ditemukan, terlihat pasrah. Ia terus menangis dan berdoa agar anaknya itu bisa diselamatkan.



Badan Pengusahaan Batam Gelar Sosialisasi Pengembangan Kawasan BBKT

By On 17.24



BATAM - Badan Penguasahaan (BP) Batam, melalui Kantor Perwakilan Badan Pengusahaan (BP) Batam, menggelar sosialisasi internal mengenai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Bintan, Karimun dan Tanjung Pinang (BBKT), Senin (23/11/2020), di Swiss-Belhotel Bogor.

 

Sosialisasi yang juga dilakukan secara daring melalui zoom meeting tersebut dibuka oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, dengan menghadirkan Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar dan Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis, Fesly Abadi Paranoan, sebagai narasumber.

 

Kepala Kantor Perwakilan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purnomo Andiantono, dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan program setiap tahun yang dilaksanakan oleh unit kerja Kantor Perwakilan BP Batam, yang tujuannya adalah untuk memberikan informasi terkini untuk karyawan/karyawati di lingkungan BP Batam.


“Ini merupakan program setiap tahun yang dilaksanakan oleh unit kerja Kantor Perwakilan BP Batam, di mana maksud dan tujuannya adalah untuk memberikan informasi terkini/updating dan menambah wawasan karyawan/karyawati di lingkungan BP Batam, terutama Kantor Perwakilan BP Batam,” ujar Purnomo Andiantono.

  

Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, dalam sambutannya mengatakan, upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, salah satunya dengan meningkatkan iklim investasi dan bisnis di Batam. Hal ini dituangkan dengan penyusunan Master Plan Percepatan Pengembangan Kawasan Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinang (BBKT). 


Sesuai arahan Presiden untuk melakukan integrasi pengembangan dan pengelolaan Kawasan BBKT dengan tujuan untuk peningkatan investasi, arus barang dan penumpang, kunjungan wisatawan dan penguatan kelembagaan. 


“Batam difokuskan sebagai hub logistic internasional, industri kedirgantaraan, industry light and valuable (high tech), industry digital dan kreatif, international trade, dan finance centre serta pariwisata. Dengan dilaksanakannya acara sosialisasi ini dengan tema Konsep Kelembagaan, Renstra dan Peran Kawasan BBKT, diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan karyawan/karyawati di lingkungan BP Batam, terutama di lingkungan Kantor Perwakilan BP Batam Jakarta,” ujar Wahjoe Triwidijo Koentjoro.


Adapun materi yang disampaikan oleh narasumber dalam sosialisasi ini, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar menyampaikan paparan dengan tema Batam Updates dan Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis, Fesly Abadi Paranoan, menyampaikan materi tentang Renstra BP Batam dan Masterplan BBKT. (cc)

Tim SAR Batam Kerahkan Satu Perahu Karet Sisir Korban Terseret Banjir Cipta Asri Tembesi

By On 16.16



BATAM - Proses pencarian korban terseret banjir di Perumahan Cipta Asri III Tembesi Batam masih terus dilakukan. 


Tim SAR mengerahkan sebuah perahu karet untuk mencari jasad korban Raffa (6), Senin (23/11/2020) sekira pukul 16.00 WIB.

Sebanyak 4 petugas SAR menyusui parit pembuangan air di depan Blok Mango. Warga Cipta Asri Tembesi juga turut membantu mereka di hilir parit yang lokasinya dekat PGN Panaran.

Ratusan warga terlihat berkerumun menyaksikan proses evakuasi. Warga sekitar menduga jasad korban telah hanyut ke laut.

"Sepertinya korban udah terbawa ke laut atau bisa jadi di hutan bakau dekat Panaran," kata Emir.

Pencarian korban masih berlanjut kendati cuaca pada sore ini kembali diguyur hujan. "Ya Allah, semoga saja bisa ditemukan dan selamat," pinta seorang ibu di lokasi.

Video: Banjir Cipta Asri Tembesi Batam Akhirnya Renggut Korban Jiwa

By On 15.22



BATAM - Seorang bocah bernama Raffa (6), warga Cipta Asri Tembesi Batam Tahap 3 blok Cherry tewas terseret banjir, Senin (23/11/2020) sekira pukul 14.00 WIB.

Korban diketahui terseret banjir lantaran terperosok di gorong-gorong lokasi waduk penampungan air di blok Guava.

Warga berusaha menyelamatkan korban. Akan tetapi derasnya air banjir, tak sanggup menyelamatkan korban.

Hingga kini warga masih mencari jasad korban yang diprediksi telah meninggal. Tim SAR Kota Batam juga masih mencari korban.

Banjir di lokasi perumahan Cipta Asri ini terjadi akibat banjir kiriman dari proyek Renggali Residence Tembesi.

Sebelum kejadian ini, air bah dari Renggali Residence juga pernah menghantam perumahan warga yang persis berada di bawahnya, pada 31 Oktober 2020 lalu.

"Kita minta Renggali Residence dan Cipta Asri bertanggung jawab atas korban jiwa dan trauma warga Cipta Asri, " pinta Hendriki, Ketua RT 13 Cipta Asri.



Meski Singkat, MOYA Indonesia Optimis Operasionalkan SPAM Batam dengan Baik

By On 22.01



BATAM - Prestasi MOYA Indonesia yang diamanahkan oleh BP  Batam, optimis operasionalkan SPAM BATAM pada masa transisi pengelolaan SPAM Batam terhitung mulai 15 November 2020 sampai dengan 6 bulan ke depan. 


Amanah ini tentunya bukan pekerjaan yang mudah, namun komitmen dan kompetensi dari segenap personal terbaik yang dimiliki MOYA Indonesia, mampu mempersiapkan dengan baik menjelang masa transisi. 


Terbukti dengan  proses peralihan yang berjalan dengan baik, sehingga hari perdana masa transisi dapat dilalui dengan baik dengan ditandai oleh kualitas, kuantitas dan kontinuitas suplai air bersih, serta pelayanan kepelangganan dapat terselenggara dengan baik. 


Prestasi yang luar biasa tentunya perlu dicatat dalam rangkaian sejarah development SCADA. Sistem ini mampu untuk melakukan kontrol terhadap seluruh rangkaian proses pompa, monitoring tekanan jaringan distribusi dan akuisisi data yang terjadi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) secara terkini (realtime) dan waktu pelaporannya juga dikirim secara periodik. 


Terealisasinya sistem SCADA dalam kurun waktu yang sangat singkat ini, menunjukkan bahwa kemampuan koordinasi dan  kapabilitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki MOYA Indonesia sudah sangat mumpuni dan berkualitas. 


Atas capain ini, saat ini SCADA yang diimplementasikan pada SPAM Batam sudah dapat diakses dan dimonitor melalui mobile phone untuk menunjang kegiatan operasional, baik di IPA maupun untuk lingkup distribusi. 


Parameter yag dapat dimunculkan oleh sistem SCADA ini adalah menampilkan level tangki air, flow (debit air) dan pressure (tekanan air), serta memuncukan data kualitas air pada IPA tersebut. 


Selain itu, sistem SCADA ini juga mampu mengatur setpoint tekanan air pada saat pompa beroperasi, sehingga tekanan air sesuai dengan yang kita inginkan.


Sebelumnya, sistem SCADA hanya diimplementasikan sebatas pada jaringan pipa distribusi yang dihubungkan dengan peta pemetaan  (Gheophycal Information System), namun nantinya sistem SCADA SPAM Batam ini tidak hanya sebatas itu saja, tetapi akan dikembangkan dan diimplementasikan juga untuk memonitor proses pengolahan di IPA secara modern, sehingga monitoring semua unit yang berada di IPA cukup dilihat dari komputer. 


Hal ini tentunya capaian yang luar biasa, sehingga fungsi monitoring sudah tidak dilakukan oleh operator secara manual. 


Parameter yang akan dimonitor tidak hanya sebatas air bersih, namun juga monitoring terhadap pasokan air baku.


Menerapkan teknologi terbarukan dan terkini pada operasional Masa Transisi SPAM Batam 6 bulan ke depan ini, tentunya akan sangat berdampak pada monitoring kondisi suplai air di IPA dan distribusi di jaringan, sehingga diharapkan dapat membantu warga Batam mendapatkan suplai air secara maksimal dan meminimalkan gangguan kontinuitas pelayanan air di lapangan.

BP Batam Gelar Sosialisasi Perubahan Permendag Tentang Impor dan Expor Limbah Non B3

By On 09.52



BATAM - Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BPBatam, menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 83 Tahun 2020 dan Permendag Nomor 76 Tahun 2019.  Kegiatan ini mengundang para pelaku usaha Batam, Kamis (19/11/2020) di Aston Hotel Batam.

 

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Harlas Buana dan menghadirkan Kepala Sub Direktorat Barang Modal Direktorat Impor Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Muhammad Sulaiman Suaib dan Kasubdit Barang Kimia Berbahaya, Tambang dan Limbah Kemendag RI, Ernawati, sebagai narasumber.

 

Harlas Buana mengatakan, perkembangan industri aktif bidang usaha daur ulang berdasarkan izin usaha kawasannya didominasi oleh industri daur ulang bukan logam.

 

“Untuk perusahaannya memang masih dominan industri daur ulang bukan logam, adapun jumlah industri yang aktif mengajukan pemasukan BMTB melalui SIKMB BP Batam terus mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir,” ujar Harlas.

 

Ia berharap, melalui kegiatan ini, para pelaku usaha semakin mendapatkan pemahaman terkait ketentuan pemasukan limbah non B3 sebagai bahan baku industri maupun pemasukan BMTB, yang pada akhirnya dapat mewujudkan kemudahan dalam berinvestasi di Batam.

 

Adapun konsep perubahan Permendag Nomor 118 Tahun 2018 Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 76 Tahun 2019 yang disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Barang Modal Direktorat Impor Kemendag RI, Muhammad Sulaiman Suaib, mencakup kemudahan pengumpulan dokumen permohonan perizinan para pelaku usaha beserta simplifikasi persyaratannya.

 

“Dalam rangka menarik investasi, salah satu usulan konsepnya adalah terkait penambahan jenis mesin dalam keadaan tidak baru yang dapat diimpor kepada pembina industri, dalam hal ini Menteri Perindustrian, agar HS Code dapat diakomodir dalam regulasi Permendag Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru,” ujar Sulaiman Suaib.

 

Perubahan dan relaksasi atas peraturan tersebut, dikatakan Sulaiman Suaib, juga merupakan bentuk perhatian dari pemerintah pusat terhadap kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

 

Kasubdit Barang Kimia Berbahaya, Tambang dan Limbah Kemendag RI, Ernawati, menjelaskan beberapa perubahan yang tercantum dalam Permendag Nomor 83 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 84 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun Sebagai Bahan Baku Industri.

 

“Adapun perubahannya mengenai eksportir terdaftar, ketentuan dalam proses PI-nya sendiri disimplifikasi, termasuk di dalamnya penambahan pelabuhan tujuan, pengintegrasian sistem dan masa berlaku Bukti Eksportir Terdaftar (BET),” ujar Ernawati. (rud)

Catatan Ringan: Menengok Sejarah Sahara Maroko, Apa Maksud Provokasi Polisario?

By On 17.23



MAROKO - Wilayah Sahara Maroko atau Sahara Barat kembali menjadi perhatian masyarakat internasional. Perhatian dunia tertuju ke wilayah itu setelah kelompok separatis Front Polisario melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Kerajaan Maroko yang telah berlangsung selama 29 tahun pada akhir pekan kemarin.


Konflik antara Maroko dan Polisario ini menjadi tema yang dibahas khusus dalam pertemuan rutin Dewan Kerjasama Perdagangan dan Investasi Indonesia-Maroko (DK-PRIMA) yang diselenggarakan Kamis malam (19/11).


Pertemuan dihadiri mantan Dubes RI untuk Maroko, Tosari Widjaja, dan Presiden DK-PRIMA Heppy Trenggono bersama sejumlah pengurus lain.


Sebagai narasumber adalah pengamat hubungan internasional Teguh Santosa yang pernah dua kali menjadi petisioner masalah Sahara Barat di Komisi IV di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada tahun 2011 dan 2012. 


Teguh juga pernah berkunjung ke Sahara Barat. Selain itu dia juga pernah berkomunikasi dengan sejumlah mantan petinggi Polisario seperti pendiri Polisario Ahmadou Ould Souilem yang memutuskan kembali ke pangkuan Kerajaan Maroko pada tahun 2010. Juga mantan Kepala Polisi Polisario, Mustapha Salma Ould Sidi, yang melarikan diri dari Kamp Tindouf dan membongkar kebobrokan Polisario.


Teguh juga pernah bertemu dengan utusan Polisario Muhammad Buhri yang pada tahun 2010 berkunjung ke Indonesia.


Dalam pemaparannya, Teguh mengatakan, istilah Sahara Maroko merujuk pada Sahara Barat atau Western Sahara yang digunakan di forum-forum internasional. Selain kedua istilah ini, juga dikenal istilah Sahara Spanyol merujuk pada wilayah yang sama ketika masih dikuasai Spanyol dari tahun 1912 sampai 1976. 


Sejarah konflik di Sahara Maroko, kata Teguh yang juga Direktur Bidang Promosi, Media Luar Negeri DK-PRIMA, setidaknya dapat ditarik dari Konferensi Berlin di tahun 1884-1885. Di dalam konferensi yang dipimpin Kanselir Jerman Otto von Bismarck tersebut negara-negara superpower di Eropa sepakat untuk membagi-bagi benua Afrika, seolah-olah itu adalah tanah kosong yang tidak didiami manusia. 


“(Superpower Eropa) membagi Afrika untuk menghindari konflik di antara mereka. Mereka sepakat siapa dapat apa," terangnya sambil menayangkan peta yang memperlihatkan pembagian wilayah kekuasaan Eropa di Afrika.


Di awal era yang disebut Scrambled for Africa itu, Kerajaan Maroko masih "aman", alias tidak tersentuh oleh kekuasaan negara-negara Eropa.


Baru pada tahun 1912, dalam Treaty of Fez atau Traktat Fez (sering juga disebut Fes), Sultan Abdelhafid menyerahkan Maroko kepada Prancis yang menempatkan Maroko di bawah perlindungan Prancis. 


"Melalui Perjanjian Fez di bulan Maret 1912, Maroko bersedia berada di bawah perlindungan Prancis. Lalu pada bulan November 1912 Prancis berbagi kekuasaan dengan Spanyol. Prancis menyerahkan wilayah selatan (Sahara Maroko) kepada Spanyol," sambung Teguh yang juga merupakan Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko.


Maroko Raya


Dia melanjutkan, kekuasaan Prancis di utara Maroko berakhir pada tahun 1956. Walau Prancis telah angkat kaki dari bagian utara Maroko namun Spanyol enggan menyerahkan wilayah-wilayah Maroko yang mereka kuasai, baik yang berada di Gurun Sahara maupun yang berada di pesisir Laut Mediterania. 


"Sejak saat itu pula, orang-orang di utara Maroko berusaha untuk membebaskan Maroko (terutama yang berada di bagian selatan) dengan berbagai cara, termasuk perang gerilya demi mengusir Spanyol," tambahnya. 


Sementara itu, sebagai bagian dari semangat menghapuskan kolonialisasi di muka bumi pasca Perang Dunia Kedua, di tahun 1960 PBB mengeluarkan Resolusi 1514 tentang Declaration on the Granting of Independence to Colonial Countries and Peoples. Melalui Resolusi 1514 itu disusunlah daftar Non Self-Governing Territory, dimana Sahara Barat masuk di dalamnya.  


"Untuk menyikapi Resolusi 1514 ini, Partai Istiqlal Maroko menerbitkan peta Greater Maroko atau Maroko Raya pada tahun 1964. Di dalam peta itu digambarkan wilayah Maroko sebelum dibagi oleh Prancis dan Spanyol," terang dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.


Dengan menerbitkan peta itu, Partai Istiqlal hendak mengatakan kepada dunia bahwa wilayah-wilayah yang tergambarkan di dalam peta itu mestilah dikembalikan kepada Maroko seperti sebelum era Scrambled for Africa. Peta itu meliputi seluruh wilayah Maroko kini, sebagian wilayah Aljazair, sebagian Mali, dan sebagian Mauritania.


Adapun Front Polisario baru didirikan para pejuang Maroko dari utara dan dari selatan (orang-orang Sahrawi) pada tahun 1973 di Kamp Tindouf. Di dalam peta yang diterbitkan Partai Istiqlal di tahun 1964, Tindouf termasuk bagian dari Maroko Raya. Namun kini Tindouf merupakan bagian dari Aljazair.


Kemudian, menyusul krisis ekonomi yang berubah menjadi krisis politik di Eropa barat pada tahun 1974, Spanyol akhirnya mengumumkan rencana angkat kaki dari Sahara Maroko atau Sahara Barat. Pengunduran diri baru benar-benar mereka lakukan pada 1976.


Dinamika Baru


Setelah Spanyol mengumumkan niat angkat kaki dari Sahara tercipta sebuah dinamika baru di kawasan itu. Kelompok Polisario yang tadinya merupakan alat pembebasan wilayah selatan Maroko dari Spanyol perlahan tapi pasti berubah menjadi kelompok yang ingin melepaskan diri tidak hanya dari Spanyol tetapi juga dari Maroko. Dari markasnya di Tindouf, Polisario menginginkan Sahara Barat menjadi negara sendiri.


Perbedaan pandangan ini pun diangkat hingga ke Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ). Pada tahun 1975 ICJ menerbitkan penilaian yang mengatakan bahwa Sahara Maroko adalah tanah kosong atau terra nullius sebelum Prancis berkuasa. Namun dalam penilaian yang sama ICJ juga mengakui bahwa Sahara Maroko memiliki hubungan erat dengan Maroko  di masa lalu . 


"Satu sisi penjelasan ICJ ini menguntungkan Polisario. Tapi satu sisi lainnya menguntungkan Kerajaan Maroko," kata Teguh. 


Juga di tahun 1975, dalam Perjanjian Madrid atau Madrid Accord antara tiga negara yakni Mauritania, Maroko, dan Spanyol, disepakati Mauritania meninggalkan Sahara Barat.


Sebagai protes atas hasil Perjanjian Madrid, Polisario mendirikan Republik Demokratik Arab Sahrawi (SADR) juga di Tindouf.


Sejak itu, perang terbuka terjadi antara Maroko melawan Polisario dan negara boneka yang mereka dirikan. 


Kedua pihak, Maroko dan Polisario sepakat untuk gencatan senjata pada tahun 1991. Selanjutnya pembicaraan untuk menentukan nasib Sahara Maroko dilakukan di berbagai forum, diawali pembicaraan di Manhasset, New York, pada 2007 hingga 2008, dan diikuti pembahasan di Komisi IV PBB yang menangani isu politik khusus dan dekolonisasi.


Provokasi Polisario


Komitmen gencatan senjata dirusak oleh pernyataan pemimpin Front Polisario Brahim Ghali akhir pekan kemarin yang mengatakan akan membatalkan perjanjian itu. Sebelumnya Front Polisario  kerap berbuat onar di El Guergarat yang merupakan zona penyangga.


Menurut Teguh, provokasi yang dilakukan Polisario ini didorong oleh dua hal. 


Pertama, pamor Polisario di panggung internasional semakin meredup sejak Perang Dingin berakhir. Bahkan dalam satu dekade terakhir banyak negara yang tadinya mengakui Polisario dan SADR menarik pengakuan mereka.  


Selain itu, Polisario juga mulai menghadapi oposisi di Kamp Tindouf yang tidak puas dengan sikap otoriter Polisario. Tidak sedikit kelompok oposisi di Kamp Tindouf dijebloskan ke penjara oleh Polisario. Hal lain, Polisario juga diduga terlibat dalam perdagangan ilegal senjata dan narkoba, serta terlibat jaringan terorisme internasional. 


Di sisi lain, pamor Maroko di panggung internasional semakin kinclong dalam dua dekade belakangan ini. Maroko memberikan bantuan yang tidak sedikit untuk negara-negara Afrika yang tengah menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Maroko juga aktif mempromosikan perdamaian di Libya. Tahun 2017 Maroko memutuskan untuk kembali bergabung dengan Uni Afrika yang mereka tinggalkan di tahun 1984.


Faktor kedua, menurut Teguh, bisa jadi provokasi Polisario itu dilakukan untuk menarik perhatian Joe Biden dari Partai Demokrat yang menang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.


Namun Teguh ragu Joe Biden akan melirik Polisario. Tentu Amerika Serikat dalam hal ini Joe Biden dan Partai Demokrat memiliki catatan yang lebih lengkap mengenai berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan Polisario di Kamp Tindouf, termasuk keengganan Polisario membuka pintu untuk UNHCR.


Ketika menjabat sebagai Menlu AS di era Barack Obama, Hillary Clinton sempat bertemu dengan Menlu Maroko Taib Fassi Fihri bulan Maret 2011. Dalam pertemuan itu ia memuji reformasi yang dilakukan Maroko sejak dipimpin Raja Muhammad VI pada 1999. Termasuk pada upaya Maroko membangun semua wilayah negara itu tidak terkecuali Sahara Maroko.*

Direktorat Pengamanan Aset Lakukan Survei Objek Vital Nasional di Lingkungan BP Batam

By On 19.52



BATAM - Direktorat Pengamanan Aset BP Batam melaksanakan survei Objek Vital Nasional (Obvitnas) di lingkungan BP Batam yang diasistensi oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Mabes Polri.


Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Brigjen Pol. Moch. Badrus, mengemukakan, asistensi ini merupakan kelanjutan dari pendampingan yang telah dilakukan sebelumnya pada beberapa waktu lalu


“Hari ini disampaikan hasilnya dan akan kita tidaklanjuti bersama di wilayah ini, objek vital nasional dan cara pengamanannya, mudah-mudahan ke depannya kita bisa lakukan pengamanan yang maksimal, sehingga investor yang akan berinvestasi di daerah ini merasa aman dan terjamin,” kata Moch. Badrus saat pemaparan hasil asistensi pada Rabu (18/11/2020) di Gedung Pusat Teknologi Informasi BP Batam, Batam Centre, Batam.


Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Suhendri, dalam penjelasannya mengemukakan, ada beberapa hal yang telah disarankan kepada pihak BP Batam terkait penetapan obvitnas.


“BP Batam diharapkan untuk bisa menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan pada objek vital tersebut. Sehingga nanti akan mendapatkan sertifikasi dari Polri dan hal ini ke depannya dapat bermanfaat bagi BP Batam dan juga Polri,” kata Brigjen Pol Suhendri.


Dalam asistensi tersebut dilakukan pemaparan laporan hasil asistensi dan penetapan beberapa aset BP Batam yang akan ditetapkan sebagai Obvitnas yang disampaikan oleh Auditor Sispamobvitnas Madya TK II Ditpamobvitnas Korsabhara, Kombes Pol. Yacobus Sukirno.


Sedangkan Sistem Manajemen Pengamanan dalam lembaga disampaikan oleh Auditor Profesional Sistem Manajemen Pengamanan, M. Roy Kusumawardhana, dan presentasi terkait koordinasi dan Pembinaan Operasional Obvitnas di Wilayah Kepulauan Riau yang disampaikan oleh Kombes Pol Agus Triatmaja menjadi akhir dari paparan dalam kegiatan Penyampaian Rekomendasi, Hasil Asistensi dan Survei Objek Vital Nasional di lingkungan BP Batam.


Dalam kegitan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan berita acara Asistensi dan Pendampingan Penetapan Obvitnas yang ditandatangani oleh Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Suhendri dan Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Brigjen Pol. Moch. Badrus. 


Kegiatan ditutup dengan melakukan peninjauan ke lapangan beserta seluruh jajaran terkait.


Turut Hadir dalam kegiatan, Ketua Korwil HKI Kepri, dan beberapa perwakilan dari Kawasan Industri Batam, dan sejumlah pejabat tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam. (cc)

Tingkatkan Kualitas SDM Kehumasan, BP Batam Gelar Workshop Pengelolaan Website dan Media Sosial

By On 20.54



BATAM - Salah satu upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk meningkatkan Sumber Daya Kehumasan di lingkungan BP Batam dengan cara menggelar workshop kehumasan, khususnya Pengelolaan Website dan Media Sosial.


Workshop yang bertajuk Peningkatan Kapasitas SDM Kehumasan BP Batam di Era Digital ini diikuti sedikitnya 60 peserta pada Selasa (17/11/2020), di Hotel Aston Batam dengan menerapkan protokol Kesehatan secara ketat, yang dibuka resmi oleh oleh Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto. 


Adapun narasumber dalam kegiatan ini antara lain, praktisi desain website, Fendy Widjaya, CEO PR Indonesia, Asomo Wikan, dan Konsultan Visual Merchandising, Fauzie Helmy.


Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, dalam sambutannya, mengatakan, di era digital seperti saat ini, penggunaan website dan media sosial sudah bukan hal yang asing dalam melakukan komunikasi di dunia maya, terutama dalam dunia kehumasan. 


“Dengan memanfaatkan website dan media sosial, arus informasi tentunya menjadi lebih cepat dan lebih tepat sasaran. Komunikasi dua arah antara instansi dengan masyarakat pengguna informasi pun dapat terbentuk dengan baik, efektif dan efisien,” kata Purwiyanto.


Purwiyanto mengatakan, penyampaian informasi yang efektif dan efisien tentunya tidak dapat dipisahkan dari kapasitas SDM Kehumasan dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan informasi, baik itu melalui website maupun media sosial.


“Peningkatan kapasitas SDM Kehumasan di setiap unit kerja yang mengelola kehumasan sangat diperlukan guna mendukung pelayanan informasi yang efektif dan efisien,” kata Purwiyanto.


Purwiyanto berharap, materi yang dipaparkan dapat memberikan pencerahan para pegawai pengelola website dan media sosial di lingkungan BP Batam untuk dapat menyajikan informasi secara efektif dan efisien melalui kanal-kanal yang telah tersedia, sehingga mampu meningkatkan koordinasi informasi antar unitkerja, khususnya dengan Bagian Humas, sehingga informasi yang disampaikan dapat lebih terarah dengan baik dan tepat sasaran. (cc)

246.000 Rumah Tangga di Batam Akan Dialiri Gas Alam Yang Ramah Lingkungan

By On 20.41



BATAM - Kota (Pemko) Batam mendukung upaya Pemerintah Pusat dalam pengembangan pasar gas bumi untuk rumah tangga di Batam. Saat ini, gas bumi sudah dimanfaatkan untuk memasak sehari-hari namun jumlahnya masih sedikit.


"Pemanfaatan gas bumi yang ramah lingkungan dan murah ini harus terus dikembangkan dan kita harapkan akan lebih banyak program penyalurannya di Batam," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, usai menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Potenso Komersial Pengembangan Gas Bumi Melalui Pipa untuk Konsumen Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil di Tanggerang, Banten, Selasa (17/11/2020).


Jefridin berharap pemanfaatan gas bumi di Batam makin berkembang. Menurut dia, pemanfaatan gas bumi ini dinilai akan membantu perekonomian warga. Berdasarkan pengakuan pelanggan, dengan menggunakan gas bumi kebutuhan akan bahan bakar lebih irit.


"Tapi memang jangkauannya belum luas, hanya beberapa perumahan, rumah makan, usaha kecil dan hotel. Semoga dalam waktu dekat dapat menjangkau semua wilayah di Batam," kata dia.


Khusus Batam, Pemerintah berencana menyambungkan pipa gas bumi ke 246.000 rumah tangga. Ia berharap, rencana tersebut dapat terealisasi agar warga Batam dapat menikmati hasil gas bumi dari negeri ini. Adapun fokus penyambungan masih disembilan kecamatan di pulau utama. "Data ini sama dengan data pelanggan air di Batam, mudah-mudahan hingga 2024 rencana ini dapat terealisasi," katanya.


Sementara itu, GH Sales and Customer Management PT PGN, Dwika Agustianto, dalam FGD tersebut menyampaikan, saat ini pengelolaan jaringan gas bumi sudah di 17 provinsi dan 60 kabupaten dan kota. Total, lebih kurang 3.838 kilometer jaringan pipa.


"Total sambungan untuk rumah tangga sudah mencapai 537.936 pelanggan," ujarnya.


Sebagai sub holding gas, kata dia, PGN terus berkomitmen mengembangkan jaringan gas bumi. Bahkan, berdasarkan Rencana Pembanguan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) hingga 2024 ditarget dapat tersambung 4 juta sambungan rumah tangga.


"Untuk tahun ini ada 316 ribu sambungan, dan tahun depan ditarget 734 ribu sambungan. Seterusnya pada 2022 sebanyak 840 ribu sambungan rumah tangga, 2023 sebanyak 800 ribu sambungan dan 2024 sebanyak 800 sambungan," ujarnya.


Selain dari PGN, hadir juga Komite BPH Migas, Peneliti dari UGM, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kepala Sub Direktorat Pengangkutan Minyak dan Gas Bumi, Kasubdit Keterpaduan Penyelenggaraan Perumahan KemenPUPR, Wakil Ketua Umum REI, dan Wakil Ketua Umum PHRI.

Putus Penyebaran Pandemi Covid-19, Kota Batam Perketat Protokol Kesehatan

By On 20.33



BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperketat protokol kesehatan. Hal ini perlu dilakukan agar penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah ini bisa dihentikan.


"Sejauh ini, sudah kita lakukan. Tapi, perlu penguatan lagi agar masyarakat makin sadar pentingnya protokol kesehatan," ujar Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam di Ruang Rapat Hang Nadim, Kantor Wali Kota Batam, Selasa (17/11/2020).


Syamsul mengungkapkan, sejauh ini masih terdapat masyarakat yang belum menggunakan masker. Selain itu, beberapa masih ditemukan masyarakat memakai masker namun belum sempurna.


"Ada yang pakai masker tapi yang ditutup hanya mulut saja, tak sampai hidung. Ini perlu kita tegaskan lagi agar penanganan Covid-19 di Batam benar-benar tuntas," ujarnya.


Ia pun melaporkan, bagi pelanggar protokol kesehatan sudah dilakukan teguran lisan, tertulis, hingga kerja sosial. Selain itu, sesuai kebijakan Pemko Batam, pelanggar juga dilakukan rapid tes.



"Kita ingin penanganan Covid-19 ini serentak. Semua harus patuh protokol kesehatan, dengan memakai masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan sebagainya," ujar Syamsul.


Selain terhadap masyarakat umum, Syamsul juga sudah menyurati pusat-pusat bisnis di Batam agar menerapkan protokol kesehatan. Ia juga mengimbau setiap pusat bisnis seperi kawasan dan pengelola pasar untuk membentuk tim kecil dalam menangani Covid-19.


"Kita minta laporan rutin bagaimana penanganan Covid-19 di kawasan masing-masing," kata dia.



Di forum sama, Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur, mengatakan peran Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam perlu dioptimalkan lagi. Menurut dia, setiap pekan perlu evaluasi dan menetapkan sasaran tepat agar kegiatan penanganan bisa lebih efektif.


"Saya mengajak kita semua untuk tidak patah semangat, kita ingin tidak ada lagi klaster baru penyebaran Covid-19," kata dia.

Kunjungan Kerja, Wamendag RI Dengarkan Aspirasi Pelaku Usaha di Batam

By On 20.12



BATAM - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Jerry Sambuaga, melakukan kunjungan kerja ke Batam, Senin, 16 November 2020.


Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamendag RI, berkesempatan melakukan dialog dan mendengarkan aspirasi para pelaku usaha, khususnya para eksportir Batam, terkait kendala dan tantangan ekspor Batam, di Balairungsari, Senin malam.


Wamendag RI, Jerry Sambuaga, mengatakan, banyak potensi dan juga kesempatan yang bisa dikembangkan, salah satunya lewat hasil dari perjanjian dagang. 


“Kami, Wakil Menteri Perdagangan, lebih banyak fokus pada perjanjian dagang dan juga dalam perjanjian kawasan. Dan baru-baru ini ada yang namanya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang merupakan sebuah kerja sama perdagangan kawasan antara 16 negara di kawasan Asia Pasifik, di antaranya China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru dan 10 negara anggota ASEAN,” kata Jerry Sambuaga.


Ia menambahkan, Batam sebagai salah satu pintu masuk memiliki potensi yang bisa dikembangkan. 


“Tentunya kami dari Kemendag siap untuk memfasilitasi hal tersebut. Hasilnya adalah bagaimana kita bisa membawa produk-produk yang ada di daerah untuk bisa diekspor,” kata Jerry Sambuaga.


“Saya pikir bagus, kegiatan publik hearing tadi banyak yang disampaikan masukan dan juga tantangan yang ada di daerah dan juga beberapa hal yang harus di follow up oleh beberapa instansi, tidak hanya dari Kementerian Perdagangan, tapi melibatkan Kementerian Lembaga lainnya.  Kami mengapresiasi masukan-masukan yang disampaikan para pelaku usaha dan kami akan mencoba memfollow up dan mencari solusinya,” ujar Jerry Sambuaga.


Dalam pertemuan tersebut, Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, berkesempatan memaparkan kepada Wakil Menteri Perdagangan RI dan para pengusaha yang hadir.


Purwiyanto mengungkapkan tugas BP Batam antara lain membangun daya saing dalam hal investasi dan industri melalui pemberian insentif, perjanjian perdagangan, dan pelayanan (bandara, pelabuhan, air, pemukiman, dan penyediaan lahan), serta penyediaan infrastruktur pendukung.


Dikatakannya, daya saing pada dasarnya dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk menjual dengan harga yang relatif lebih murah. “Untuk itu faktor insentif kemudahan, kecepatan, dan kemurahan dari proses ekonomi merupakan hal yang sangat menentukan,” kata Purwiyanto. 


Purwiyanto mengatakan, faktor lainnya yang juga penting bagi daya saing adalah biaya produksi yang bersaing, antara lain yang ditentukan oleh harga bahan baku dan bahan penolong, produktivitas tenaga kerja, dan teknologi produksi. 


“Hal lain yang juga penting adalah biaya logistik yang terdiri dari biaya angkut, biaya bahan bakar, dan bahkan biaya air,” ujar Purwiyanto.


Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Pjs. Walikota Batam, Syamsul Bahrum, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan Dan Investasi, Sudirman Saad, Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal modal, Harlas Buana, Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Endry Abzan, Himpunan Kawasan Industri Provinsi Kepri, dan HIPMI Kota Batam. (cc)

Dua Paslon Cawako dan Cawawako Sampaikan Visi Visi di Depan Anggota Dewan Batam

By On 14.37



BATAM  - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menggelar Rapat Paripurna penyampaian visi, misi dan program masing-masing Calon Wali Kota dan Wakil Walikota Batam Masa persidangan I tahun 2020 Senin  (16/11/20).

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Batam  Nuryanto yang juga dihadiri  Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum dan sejumlah anggota dewan, serta tim pemenangan dari kedua paslon.

Nuryanto membuka sidang dan memberikan waktu bagi Pasangan Calon Nomor urut 1 Lukita – Basyid untuk menyampaikan Visi Misi dan Program andalannya, pasangan nomor urut 1 ini mengenakan setelan kemeja putih dan celana dan peci hitam.

Dalam pemapaparan paslon Nomor 1 Lukita-Basyid  mengatakan pihaknya  akan melaksanakan beberapa program Pro Rakyat, Pro Kerja dan Pro sejahtera. Sebagai  pondasi dasar untuk mewujudkan visi dan Misi tersebut dengan dasar  idiologis menuju Batam Bahagia mendunia.

”Tatanan pembangunan kota Batam, kami akan mewujudkan Batam Bahagia Mendunia berlandaskan gotong royong dan pembangunan sumber daya manusia,” ujar Lukita

Sementara itu Pasangan petahana Calon nomor urut 2, Rudi-Amsakar (RAMAH) mengenakan pakaian Melayu warna putih

RAMAH mengatakan bahwa visi Batam ke depan adalah terwujudnya Batam sebagai bandar dunia madani yang modern dan sejahtera.

Kedepan Batam akan diarahakan menjadi kota industri, perdagangan, pariwisata dan alih kapal yang kompetitif dan dinamis di Asia Tenggara, sehingga kondisi pada lebih baik, tingkat pendidikan, kesehatan dan pendapatan.

"Kelima misi itu ialah  mewujudkan pertumbuhan ekonomi, mewujudkan pembangunan Kota yang berkelanjutan , mewujudkan SDM yang berdaya saing, melanjutkan percepatan pembangunan di daerah, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik berbasis teknologi informasi," ujar Rudi  (red)

PT Hitachi Transport System Tertarik Tanam Investasi di Kota Batam

By On 19.07



BATAM - Kantor Perwakilan BP Batam di Jakarta menggelar pertemuan bersama PT Hitachi Transport System (HTS), Senin (16/11/2020), di ruang rapat Kantor Perwakilan BP Batam Jakarta.


Hadir dalam pertemuan, Presiden Direktur PT Hitachi Transport System, Sakamoto Katsuhige, Manager Area Kantor Pusat PT Hitachi Transport System, Goto Hidenari, dan General Manager, Tri Sonny Parentafossa.


Jajaran HTS ditemui langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan BP Batam di Jakarta, Purnomo Andiantono, bersama Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis, Fesly Abadi Paranoan, dan General Manager Pelabuhan Penumpang BP Batam, Ferry Wise Manullang beserta jajaran.


Turut hadir dalam kegiatan melalui daring/virtual, Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Harlas Buana, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar, dan Kasubdit Pelayanan Penanaman Modal, Wildan Arief.


Kepala Kantor Perwakilan BP Batam di Jakarta, Purnomo Andiantono, mengatakan, BP Batam sangat mendukung investasi di bidang logistik, mengingat seluruh industri beserta hasil produksinya di Batam tidak terlepas dari kegiatan ekspor dan impor, sehingga adanya perusahaan logistik di Batam mampu membawa perubahan besar pada perekonomian di Batam. 


“Saat ini, kegiatan logistik di Batam masih sangat bergantung kepada Singapura. Jumlah ekspor dari Batam ke negara tujuan masih minim. Sehingga kemungkinan terjadi double handling dan penambahan tarif sangat besar,” ujar Andiantono.


Pihaknya berharap, bila PT Hitachi Transport System resmi bergabung menjadi salah satu penanam modal di Batam, maka tentu akan semakin mendukung kegiatan logistik di Batam.


PT Hitachi Transport System merupakan perusahaan logistik yang berbasis di Tokyo, Jepang, dengan aktifitas mencakup logistik dari hulu ke hilir, mulai dari supplier, pergudangan, manajemen logistik berupa pembelian hingga pendistribusian, konsultan, dan kegiatan logistik lainnya. 


General Manager, Tri Sonny Parentafossa, mengatakan, sistem jasa logistik yang ditawarkan adalah Third Party Logistics (3PL), di mana PT Hitachi Transport System yang akan menjalankan proses logistik dari awal hingga akhir kepada perusahaan manufaktur di Batam.


“Salah satu alasan kami ingin berinvestasi di Batam adalah permohonan langsung dari klien PT Hitachi Transport System yang saat ini sudah beroperasi di Batam, kepada tim kami di Jepang. Selain itu, kami ingin melakukan ekspansi di Batam, setelah mendengar citra BP Batam yang sangat baik di sektor investasi,” ujar Sonny.


Menurutnya, Batam memiliki banyak kelebihan bagi para investor yang berinvestasi di Batam, dengan dukungan fasilitas investasi yang mumpuni oleh pemerintah. 


Selain itu, dari pertemuan-pertemuan bersama pihak pemerintah, Sonny mengakui, bahwa BP Batam sangat siap dan serius dalam menangani permasalahan investasi yang dibutuhkan oleh para calon penanam modal.


“Pertemuan ini semakin membuat kami semakin yakin untuk berinvestasi di Batam, karena PT Hitachi Transport System mendapatkan informasi yang cukup jelas. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi komitmen BP Batam. Ini merupakan kabar baik untuk kantor pusat kami di Jepang,” kata Sonny. (rud)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *