EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Terdampak Rempang Eco-City, 146 KK Telah Tempati Hunian Sementara

On 20.33

Petugas Ditpam BP Batam membantu warga Rempang ke hunian sementara. Foto/Agam


BATAM - BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap warga yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City.


Sebanyak 8 Kepala Keluarga (KK) bersedia pindah ke hunian sementara pada Senin, (22/7/2024). Jumlah tersebut menambah total warga yang telah menempati hunian sementara menjadi sebanyak 146 KK.


Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan masyarakat terdampak perlahan mulai membuka diri terhadap pengembangan kawasan Rempang. 


"Sejak awal, BP Batam selalu mengedapankan pendekatan dan komunikasi persuasif saat melaksanakan sosialisasi. Hal itu, membuat warga mulai menerima rencana investasi disana," kata Ariastuty di Batam Centre. 


Ia kemudian menekankan bahwa pembangunan dan pengembangan kawasan Eco City di Rempang merupakan langkah positif menuju pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi  kesejahteraan masyarakat. 


Untuk itu, pihaknya senantiasa mengajak seluruh komponen daerah berkolaborasi mensukseskan proyek tersebut. 


"Pembangunan Rempang Eco City akan memberikan banyak manfaat ekonomi, oleh karenanya dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan," ujar Ariastuty.


Sementara, Warga Pasir Panjang, Nuryanto mengapresiasi perhatian pemerintah yang telah membantu pergeseran. Ia dan keluarga bersedia pindah tanpa ada paksaan dari pihak manapun.


"Saya mendaftar seperti ini atas keinginan saya bukan dari keinginan orang lain. Gak ada istilahnya keinginan orang lain," ungkapnya.


"Semoga Rempang ini semakin baik kedepannya. Saya ingin Rempang jadi bersih, indah, aman dan nyaman," harapnya.  (adh)





Editor: taher

Pembekalan P4GN Kota Batam, Marlin: Beri Edukasi Anak Sejak Dini Soal Bahaya Narkotika

On 17.17

Wagub Kepri Marlin Agustina memberi motivasi para ibu cegah narkoba di kalangan anak. Foto/Reni


BATAM - Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK) Kota Batam Marlin Agustina, yakin di tangan para ibu yang hebat akan dapat membebaskan anak dari pengaruh penyalagunaan dan peredaran Narkotika.


Hal itu disampaikan Marlin saat membuka secara resmi kegiatan Pembekalan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), dalam rangka pembentukan Kelurahan Bersinar, di AP Primeir Hotel, Jodoh, Batuampar, Batam, Senin (22/7/2024).


Dalam hal ini, Marlin sangat mengapresiasi terlaksana kegiatan tersebut. Menurutnya, Narkotika harus dilawan bersama demi generasi penerus bangsa.


"Jika ingin hidup bahagia, jauhi narkoba. Kalau sudah terjerumus akan susah untuk dikembalikan. Lebih baik mencegah, beri edukasi sejak dini bagi anak- anak kita bagaimana bahayanya Narkotika," ujar Marlin Agustina.


Marlin mengatakan, tugas pemerintah untuk memberi edukasi dan pembekalan kepada masyarakat, khususnya para ibu sudah sangat baik. Mengingat pendidikan pertama anak adalah di pelukan ibunya.


"Selain menyiapkan segi kesehatan, pendidikan, mental, dan akhlak mulia, kita juga harus menjaga anak- anak dan lingkungan dari bahaya Narkotika," pesannya.


Marlin percaya, dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan, termasuk dari bahaya narkotika.


Sedangkan dalam laporannya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batam Riama Manurung mengatakan, bahwa seperti yang diketahui bersama Batam merupakan  tempat masuk barang haram dari negara luar.


Menurutnya, ini merupakan tantangan bagi pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga agar kehidupan di Kota Batam berlangsung aman dan damai, khususnya dari narkotika.


"Alhamdulillah, berkat arahan dari Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan ibu Marlin acara ini dapat di laksanakan," ungkapnya.


Ia juga mengaku, bahwa semenjak Muhammad Rudi menjadi Wali Kota Batan, pembentukan satgas terus dibentuk. Menurutnya, ini merupakan keseriusan Wali Kota Batam dalam mengatasi permasalahan yang ada.


"Kita ketahui bersama, di Batam apa saja ada satgasnya. Mulai kesehatan, agama, dan pendidikan. Sekarang Satgas P4GN juga akan dibentuk. Tidak hanya itu, semua anggota juga diperhatikan terkait kesejahteraanya, misalnya memberikan insentif dan sebagainya," ungkapnya.


Acara ini diikuti oleh 460 peserta dari berbagai organisasi dan lapisan masyarakat. Satgas ini nantinya akan dibentuk di setiap kelurahan dengan keanggotaan 25 orang.(tgh)




Editor: taher

300 Atlet Pelajar Batam Siap Rebut Juara Umum POPDA IX Provinsi Kepri

On 19.28

Wako Batam HM Rudi menyerahkan pataka kepada pimpinan atlet pelajar Batam. Foto/Reni


BATAM - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) IX Kepri segera bergulir. Ini ditandai dengan pelepasan 300 atlet kontingen Batam oleh Wali Kota Batam.

Dalam sambutannya, Rudi berharap kepada seluruh kontingen untuk dapat memberikan penampilan terbaiknya dan berharap dapat menjadi salah satu tim yang dapat menyapu bersih dari seluruh cabang olahraga yang ada.

Perlu diketahui kontingen Kota Batam terdiri dari atlet, pelatih dan official. Sementara cabang olahraga yang diperebutkan atletik, renang, sepakbola, sepak takraw, bola basket, bola voli, pencak silat, tenis meja dan tenis lapangan.

“Ayo maksimalkan kekompakan dan kekuatan tim Batam agar dapat menyapu bersih seluruh medali dan mengukir prestasi," ujar Rudi.

Dalam Pekan Olahraga ini seluruh kontingen memperebutkan 29 medali emas, 33 medali perak dan 28 medali.

Adapun, POPDA IX Kepri akan digelar 23-27 Juli 2024. Event ini akan diikuti atlet dari kalangan pelajar dari tujuh kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Riau.

"Ini akan menjadi event besar dan akan memberikan dampak positif bagi Batam dan Kepri," katanya. Bahkan, tuan rumah akan menyambut para atlet dengan berbagai rangkaian demi menyukseskan POPDA IX di Kota Batam.

Rangkaian acara itu akan dilanjutkan pembukaan POPDA IX Kepulauan Riau yang akan digelar Selasa, 23 Juli 2024, di Dataran Engku Putri Batam Center.POPDA IX Kepri digelar hingga Sabtu 27 Juli 2024.

"Mari sama-sama kita sukseskan POPDA IX Kepri tahun 2024 dan berharap tim kita dapat menyapu bersih semua medali baik emas, perak dan perunggu," harap Rudi.(adh)






Editor: taher

Progres Pembangunan Fly Over Sei Ladi Batam Telah Mencapai 45 Persen

On 07.42

Proyek fly over Sei Ladi sepanjang 1000 meter terus dikebut. BP Batam berkomitmen menuntaskan jembatan layang kedua itu sesuai target. Foto/Agam 


BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam masih terus menggesa pembangunan Jembatan Layang (Fly Over) Sei Ladi.


Berdasarkan laporan tim BP Batam pada tanggal 10 Juli 2024, progres pengerjaan proyek yang memiliki panjang 1.000 meter dan lebar 60 meter itu telah mencapai 45, 44 persen.


"BP Batam berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Fly Over Sei Ladi sesuai target. Kami mohon dukungannya agar pembangunan ini bisa maksimal," ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Jumat (19/7/2024).


Ariastuty mengatakan, realisasi pekerjaan Fly Over Sei Ladi pun telah sesuai target dari pelaksana proyek.


Meski intensitas curah hujan yang cukup tinggi sejak Februari 2024 lalu sedikit memberikan kendala terhadap kelangsungan pekerjaan di jam produktif.


"Kami berharap, tidak ada kendala signifikan hingga proyek ini selesai pada Desember 2024 nanti," tambah Ariastuty.


Selain memberikan nilai estetika, pembangunan Fly Over Sei Ladi juga bertujuan untuk mendukung konektivitas dan distribusi logistik di Batam.


Di samping itu, proyek senilai Rp 132 miliar tersebut juga diharapkan mampu mengurai kemacetan di Jalan Gajah Mada sehingga memberikan kenyamanan terhadap mobilitas masyarakat Batam.


"Sebagaimana instruksi Kepala BP Batam, pembangunan dan pengembangan infrastruktur pendukung iklim investasi menjadi prioritas kami," tutup Ariastuty. (adh)





Editor: taher

PLN Batam Kunjungi Apindo Kota Batam dan Kepri Tingkatkan Silaturahmi

On 19.07

Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Zulhamdi bersama Manager Komunikasi dan TJSL Bukti Panggabean foto bersama pengurus Apindo Kepri dan Apindo Batam. Foto/Furqon


BATAM - PT PLN Batam bersilaturahmi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam dan Kepri di Menara Aria Harbour Bay, Batam. 


Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Zulhamdi bersama Manager Komunikasi dan TJSL Bukti Panggabean disambut langsung oleh Stanly Rocky Ketua DPP Apindo Kepulauan Riau dan Rafki Rasyd DPK Apindo Kota Batam.


Selain sebagai sarana mempererat hubungan baik, PLN Batam dan Apindo juga berbincang terkait _tariff adjustment_ (TA) PT PLN Batam yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jendral (Dirjen) Ketenagalistrikan pada 28 Juni lalu.


PLN Batam menjelaskan bahwa TA ditetapkan Berdasarkan empat parameter (kurs, ICP, inflasi, dan HBA), jika sejak tahun 2017 belum dilakukan penyesuaian maka seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik ini. 


Apindo memahami bahwa tarif adjustment ini berlaku sejak 1 Juli 2024 dan sudah diputuskan oleh Kementerian ESDM, maka Stanly sebagai Ketua DPP Apindo Kepri berharap PLN Batam dapat meningkatkan kualitas pelayanannya, seperti tidak terjadi pemadaman listrik dan menyiapkan cadangan kapasitas listrik yang cukup bagi kota batam;


Menanggapi hal tersebut, Zulhamdi memastikan bahwa PLN Batam selalu berkomitmen untuk menjaga mutu pelayanan dan pasokan listrik, melalui momen TA ini menjadi kesempatan bagi PLN Batam untuk meningkatkan pelayanan yang selama ini masih ada kekurangan.


"Kehadiran listrik sangat penting bagi pergerakan roda ekonomi. PLN Batam terus memastikan pelanggan dapat terus memperoleh listrik yang handal dan berkualitas," kata Zulhamdi.


Lebih lanjut Zulhamdi menerangkan untuk memperkuat kehandalan pasokan listrik tidak bisa hanya mengandalkan pengoperasian pembangkit saja, tetapi juga didukung dengan sistem jaringan kelistrikan yang memadai. Dengan adanya ketetapan tariff adjustment ini, PLN Batam akan terus memperkuat sistem kelistrikan Batam – Bintan dengan memberikan pelayanan kelistrikan yang optimal.


“Hal ini menjadi modal utama kami untuk memberikan pasokan listrik andal sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Zulhamdi.


Selanjutnya Rafki Rasyid, Ketua APINDO Kota Batam, menyampaikan bahwa sebaiknya ada _take and gift_ yang harus diberikan oleh PLN Batam. 


“Sebagai contoh, ada keluhan selama ini kalau ada industri yang dimasukan ke golongan bisnis. Sehingga memberatkan pelaku usaha industri tersebut dalam pembayaran beban tarif dan juga tarif pajak penerangan jalan yang lebih tinggi,” ujar Rafki.


Rafki juga meminta supaya PLN Batam kembali mengecek apakah golongan tarif yang ada saat ini sudah tepat atau belum. Jika ada pelaku usaha industri yang masuk ke bisnis, maka seharusnya dikembalikan ke golongan industri. 


“Bagi pelaku usaha industri yang ingin memasang sambungan listrik baru, jangan sampai diarahkan lagi masuk ke golongan bisnis atau golongan lain yang tidak sesuai dengan jenis usahanya. Dengan begitu penggolongan tarif tersebut akan lebih tepat sasaran dan mampu meringankan beban pengusaha tertentu di tengah kenaikan tarif PLN Batam saat ini,” beber Rafki.


Menanggapi hal itu, Zulhamdi berjanji akan membicarakan lagi persoalan tersebut dengan manajemen PLN Batam. 


“Intinya PLN Batam menghargai setiap apapun masukan dari pelanggan dan akan selalu menjaga hubungan baik dan kualitas pelayanannya tambah Zulhamdi lagi,” tutup Zulhamdi.(thr)





Editor: taher