EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Bantu Warga Terdampak Banjir, XLSMART Peduli Salurkan Bantuan di Aceh Tamiang dan Langkat

On 20.07



ACEH TAMIANG – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui program XLSMART Peduli menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, dan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Bantuan berupa kebutuhan pokok disalurkan untuk membantu meringankan beban keluarga terdampak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. 


Selain itu, XLSMART turut memberikan dukungan perangkat konektivitas bagi kegiatan pendidikan di Langkat sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas pascabencana.

 

Senior Vice President Mobile Sales Northern Sumatera XLSMART, Winetou Lubis, mengatakan, “XLSMART turut prihatin atas bencana banjir yang melanda Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, yang berdampak pada aktivitas serta kehidupan masyarakat. Dalam situasi pascabencana, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas bagi masyarakat terdampak. Melalui XLSMART Peduli, kami berupaya membantu meringankan beban warga, sekaligus memberikan dukungan konektivitas untuk kegiatan pendidikan agar aktivitas belajar dapat terus diupayakan.”

 

Bantuan disalurkan oleh tim XLSMART Regional Sumatera Utara bersama mitra DT Peduli. Di Aceh Tamiang, bantuan diterima oleh Datok Penghulu Desa Balai, Darlian, di Kecamatan Bendahara. Sementara itu, bantuan di Langkat diterima oleh Syamsul, S.Ag., selaku Ketua YPP Paripurna, pada Rabu (28/10). Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya XLSMART untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi pascabencana.

 

GM Corporate CSR & Channel Strategy XLSMART, Adelia Theresa Panjaitan menyampaikan, "Bagi XLSMART, kepedulian sosial bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi memastikan kontribusi perusahaan menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan mitra lokal, kami ingin menghadirkan dukungan yang relevan, baik untuk kebutuhan mendesak maupun pemulihan aktivitas masyarakat.”

 

Di tengah situasi bencana, XLSMART juga terus memastikan layanan jaringan tetap aman dan dapat beroperasi secara normal, sehingga masyarakat dapat tetap terhubung dan berkomunikasi. Komitmen ini sejalan dengan upaya XLSMART dalam menghadirkan konektivitas yang cepat, stabil, dan andal untuk mendukung kebutuhan komunikasi serta aktivitas digital masyarakat. 

 

Kualitas jaringan XLSMART melalui merek layanan XL juga memperoleh pengakuan independen dari Ookla®. Pada paruh pertama 2026, XL meraih empat penghargaan dalam Ookla® Speedtest Awards™ H1 2026, yaitu Best Mobile Network in Indonesia, Best 5G Network in Indonesia, Fastest 5G in Indonesia, dan Best 5G Video Experience in Indonesia. Penghargaan ini didasarkan pada pengukuran independen melalui data pengujian pengguna Speedtest di Indonesia. Pencapaian tersebut memperkuat posisi XL sebagai Best Mobile Network di Indonesia sekaligus menjadi validasi atas komitmen XLSMART dalam menghadirkan kualitas jaringan terbaik.

 

Saat ini, XLSMART melayani pelanggan melalui jaringan 4G di Aceh dan Sumatera Utara, serta 5G di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kota Binjai. XLSMART memiliki lebih dari 4.900 BTS di Aceh dan lebih dari 17.000 BTS di Sumatera Utara

 

Melalui penguatan jaringan dan program XLSMART Peduli, XLSMART terus membangun infrastruktur digital Indonesia yang bertanggung jawab sekaligus memperluas dampak sosial bagi masyarakat. Perpaduan antara konektivitas yang andal, kepedulian sosial, dan kolaborasi dengan mitra menjadi bagian dari upaya XLSMART untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sebagai perusahaan infrastruktur digital yang hadir dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.

Wako Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Gelar Juara Umum Porprov Kepri VI 2026

On 10.43

 


BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, optimistis kontingen Kota Batam mampu mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI Tahun 2026. 

Optimisme tersebut disampaikan saat menghadiri upacara pembukaan Porprov Kepri VI di Pelataran Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang, Minggu (1/11/2026).

Ajang olahraga terbesar tingkat Provinsi Kepri tersebut berlangsung selama delapan hari, mulai 1 hingga 8 November 2026. Pada perhelatan kali ini, Batam menurunkan kekuatan penuh dengan mengikuti seluruh 30 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.

Kontingen Batam diperkuat lebih dari 440 atlet pilihan. Secara keseluruhan, jumlah kontingen mencapai sekitar 600 orang, termasuk pelatih, manajer, dan ofisial. Usai pembukaan, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah mempersiapkan diri untuk membawa nama Kota Batam dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam memberikan dukungan penuh kepada para atlet agar dapat bertanding secara maksimal dan meraih prestasi terbaik. “Kami sangat bangga melihat semangat dan kesiapan para atlet Batam. Pemko Batam mendukung penuh perjuangan seluruh kontingen. Jaga sportivitas, kekompakan, dan stamina selama berlaga. 

Mari kita bersama-sama membawa pulang hasil terbaik bagi masyarakat Batam,” tegas Amsakar.
Sebelumnya, kontingen Kota Batam telah dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang mewakili Wali Kota Batam. Kegiatan pelepasan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

Dalam Porprov Kepri VI/2026, Batam menargetkan sedikitnya 150 medali emas. Target tersebut dipasang untuk mempertahankan gelar juara umum sekaligus melanjutkan tradisi prestasi yang telah diraih secara berturut-turut sejak 2006.

Hingga hari pertama pelaksanaan, kontingen Batam telah mengoleksi sembilan medali emas, 11 medali perak, dan satu medali perunggu. Raihan sementara tersebut menjadi modal awal bagi para atlet untuk terus meningkatkan perolehan medali pada pertandingan berikutnya.

Perjuangan kontingen Batam masih berlanjut hingga penutupan kejuaraan pada 8 November mendatang. Dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, para atlet diharapkan mampu menjaga semangat bertanding serta membawa pulang gelar juara umum ke Kota Batam. (hum)

Protes Diskualifikasi Atlet Batam, KONI Minta Rekaman Video dan Bukti Pelanggaran Dibuka

On 19.25



BATAM – Kontingen Kota Batam melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam melayangkan protes resmi atas keputusan diskualifikasi atletnya, Raden Bentar, pada nomor lari 800 meter putra dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026.


Protes tersebut disampaikan menyusul keputusan perangkat pertandingan yang mendiskualifikasi Raden Bentar, meskipun atlet asal Batam itu sebelumnya telah mencapai garis finis sebagai peraih medali emas pada perlombaan yang berlangsung Sabtu (31/10/2026) di lintasan atletik Stadion Sri Tribuana, Dompak, Kota Tanjungpinang.


KONI Batam juga melayangkan surat protes bernomor 160/SK/KONI-Batam/X/2026 tertanggal 31 Oktober 2026 itu ditujukan kepada Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Atletik Porprov VI Kepri 2026.


Wakil Ketua I KONI Batam, Rinaldi Samjaya, menyampaikan keberatan terhadap dasar dan prosedur pengambilan keputusan diskualifikasi tersebut.


Rinaldi menyebutkan terdapat dua dugaan pelanggaran yang dijadikan dasar diskualifikasi, yakni false start atau curi start serta obstruction atau menghalangi pelari lain.


"Namun, setelah mencermati jalannya perlombaan dan rekaman video pertandingan, KONI Batam menilai keputusan tersebut perlu diperiksa kembali berdasarkan peraturan teknis World Athletics Technical Rules Edisi 2026," katanya.


Terkait dugaan false start, KONI Batam mempertanyakan prosedur yang diterapkan perangkat pertandingan. Sebab, saat kejadian, perlombaan tidak dihentikan dan seluruh atlet tetap melanjutkan lomba hingga mencapai garis finis.


KONI Batam merujuk pada aturan TR 16.9 dan TR 16.10 yang mengatur penanganan pelanggaran saat start, termasuk mekanisme diskualifikasi dan pemanggilan ulang atlet apabila start dinilai tidak berlangsung secara adil.


"KONI Batam juga meminta panitia menghadirkan keterangan resmi Starter, Start Referee, serta perangkat pertandingan terkait, termasuk data dari Start Information System apabila tersedia," ujar Rinaldi.


Sementara mengenai dugaan obstruction, KONI Batam menilai rekaman video yang dimiliki tidak memperlihatkan tindakan Raden Bentar yang secara nyata menyenggol, mendorong, ataupun menghalangi pergerakan atlet lain.


Bahkan, menurut penilaian KONI Batam terhadap rekaman tersebut, tidak terlihat kontak fisik maupun tindakan yang menyebabkan pelari di posisi kedua kehilangan keseimbangan, terhambat langkahnya, atau kehilangan kesempatan untuk mendahului.


"Atas dasar itu, KONI Batam meminta panitia menjelaskan secara terperinci bagian lintasan tempat dugaan pelanggaran terjadi, bentuk tindakan yang dianggap sebagai penghalangan, serta bukti visual maupun keterangan petugas yang mendasari keputusan tersebut," sebut Rinaldi.


*Minta Pemeriksaan Ulang dan Transparansi*


Menurut Rinaldi, KONI Batam menegaskan bahwa keputusan diskualifikasi terhadap atlet yang telah mencapai garis finis sebagai peraih medali emas harus didasarkan pada bukti objektif, peraturan yang berlaku, dan prosedur yang transparan.


"KONI Batam juga meminta seluruh rekaman pertandingan diamankan agar tidak dihapus atau diubah dan dapat dijadikan bahan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang," katanya.


Ada sembilan poin yang disampaikan KONI Batam kepada panitia dan perangkat pertandingan. Di antaranya menerima dan menindaklanjuti protes resmi, melakukan pemeriksaan ulang, memeriksa rekaman video secara utuh, serta meminta keterangan resmi dari seluruh perangkat pertandingan.


KONI Batam juga meminta agar dasar hukum, dasar teknis, bukti, dan pertimbangan keputusan diskualifikasi disampaikan secara tertulis.


Apabila hasil pemeriksaan tidak membuktikan adanya pelanggaran sesuai ketentuan World Athletics, KONI Batam meminta keputusan diskualifikasi dibatalkan dan hasil perlombaan disahkan dengan menetapkan Raden Bentar sebagai peraih medali emas nomor 800 meter putra.


"Sebaliknya, apabila keputusan Referee tetap dipertahankan, KONI Batam meminta hak untuk menempuh mekanisme banding melalui Jury of Appeal atau badan berwenang tetap diberikan sesuai ketentuan dan tenggat waktu yang berlaku," ujarnya.


Selain itu, KONI Batam meminta panitia menunjukkan sertifikasi atau lisensi wasit dan juri yang bertugas pada cabang olahraga atletik Porprov VI Kepri 2026.


KONI Batam menegaskan bahwa protes tersebut bukan semata-mata persoalan perolehan medali, melainkan bentuk tanggung jawab dalam memperjuangkan hak atlet sekaligus menjaga integritas penyelenggaraan Porprov VI Kepri 2026.


"Kami menuntut keadilan berdasarkan fakta, bukti, dan peraturan yang berlaku, bukan berdasarkan penilaian yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegas Rinaldi.(*)

Badan Pengusahaan Batam Rayakan 55 Tahun Pengabdian, Teguhkan Komitmen Majukan Ekonomi Batam

On 18.38



BATAM - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperingati Hari Bakti ke-55 dengan menggelar upacara dan syukuran pada Senin, (26/10/2026). 


Mengusung tema “Batam Maju, Investasi Melaju”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong peningkatan daya saing Batam.


Upacara berlangsung di pelataran parkir BP Batam dan dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya para Anggota/Deputi BP Batam, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, mitra perbankan, serta pegawai BP Batam.


Pada kesempatan pertama, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam pembangunan Batam melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.


“Selamat Hari Bakti BP Batam yang ke-55 tahun! Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin untuk menjadikan Batam lebih hebat dan maju,” kata Amsakar.


Ia mengatakan, peringatan Hari Bakti harus menjadi pengingat bagi seluruh insan BP Batam untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.


Pada momen ini pula, ia memaparkan data-data makroekonomi pada semester 1 tahun 2026, antara lain realisasi investasi mencapai 39,9 triliun, peningkatan pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapat 7,28 persen, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan lainnya.


Usai upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan syukuran di Balairung Sari BP Batam. Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan pengabdian BP Batam selama 55 tahun dalam mendukung pembangunan dan perkembangan Kota Batam.


Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Amsakar dan Li Claudia. Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Pembina PIKORI BP Batam, Sri Soedarsono; Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Batam, Hasimah Nyat Kadir; Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar; Ketua Otorita Batam Periode Tahun 2005-2016, Mustofa Widjaja dan Deputi Pengusahaan Sarana Periode Tahun 2015-2020, Nur Syafriadi; serta perwakilan Ikatan Keluarga Besar Purna Bakti Pegawai Otorita Batam/BP Batam (IPPOB-BP Batam).


Suasana perayaan semakin semarak melalui penampilan dan lomba hiburan yang diikuti masing-masing kedeputian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan ant pegawai dan lintas generasi yang telah berkontribusi dalam perjalanan BP Batam.


Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan momen ini merupakan manifestasi bentuk nyata rasa syukur BP Batam selama perjalanan usia yang sudah 55 tahun. Ia juga memaknai seluruh capaian selama BP Batam berdiri di Kota Batam sebagai kaca, untuk melihat apa yang telah dilakukan di masa lalu, apa yang sekarang sedang kita lakukan, dan apa yang hendak kita tuju di masa depan.


“Jadi Hari Bakti ini menjadi media kontemplasi, media perenungan, media untuk melakukan evaluasi diri, sebagai jalan ikhtiar kita untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Amsakar


Selain itu, ia juga menyoroti kinerja pelayanan air bersih, rumah sakit, dan ketersediaan pasokan listrik di Batam yang menjadi perhatian khusus. Ia optimis, seluruh permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dengan kerja sama yang intens antarpihak.


Senada dengan Amsakar, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra juga menyampaikan kinerja BP Batam yang senantiasa bekerja dengan serius untuk mencari formulasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.


“Ayo bersama-sama kita bangun semangat baru, kita jadikan momentum 55 tahun ini untuk bergerak cepat, bangkit kembali, bertekad kuat, berlebih bersemangat, mempersembahkan kontribusi terbaik bagi negeri yang kita cintai,” pungkas Li Claudia Chandra.


Melalui peringatan Hari Bakti ke-55, BP Batam menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat iklim investasi. 


Semangat kolaborasi diharapkan menjadi modal penting untuk membawa Batam tumbuh sebagai kawasan yang semakin maju dan berdaya saing.

Jaga Ketersediaan Air Baku, Badan Pengusahaan Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

On 18.33



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng PT. Rekayasa Atmosfer Indonesia untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kota Batam pada 26 Oktober hingga 2 November 2026. 


Kegiatan ini merupakan pelaksanaan OMC kedua yang dilakukan BP Batam sepanjang 2026, setelah kegiatan serupa pada Mei lalu.


Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan potensi terjadinya hujan, terutama di wilayah tangkapan air atau waduk yang menjadi sumber utama pasokan air baku bagi masyarakat Batam.


Pelaksanaan OMC kali ini menyusul kondisi cuaca kering dalam beberapa waktu terakhir akibat pengaruh el nino ekstrem yang berdampak pada penurunan elevasi air di sejumlah waduk. 


Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa OMC merupakan bagian dari upaya antisipatif dan berkelanjutan BP Batam dalam memperkuat ketahanan sumber daya air di Batam.


“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis yang BP Batam lakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca kering dan menjaga ketersediaan air baku. BP Batam berharap kegiatan ini dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan, khususnya di daerah tangkapan air di Batam, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih,” kata Denny di Batam Centre, Sabtu (24/10).


Ia menyebutkan, kegiatan OMC ini turut didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, PT Bandara Internasional Batam (BIB), Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kawasan Bandar Udara dan BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam. 


Kolaborasi lintas instansi dan pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan operasi, mulai dari aspek meteorologi, keselamatan penerbangan hingga pengelolaan sumber daya air.


Dalam pelaksanaannya, OMC direncanakan menggunakan satu unit pesawat jenis Cessna yang beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 11.000 kaki dengan pelaksanaannya menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial.


“BP Batam menyadari bahwa air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi Batam. Karena itu, BP Batam terus mengupayakan berbagai langkah strategis menjaga ketersediaan air baku,” tambahnya.


Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady menambahkan berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam, pemantauan kondisi atmosfer, wilayah Batam berpotensi mengalami hujan hingga Desember 2026. Potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan melalui pelaksanaan OMC, khususnya meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah tangkapan air atau waduk.


Terkait keamanan air hujan hasil OMC, pihaknya menyatakan bahwa OMC menggunakan bahan yang aman dan tidak menyebabkan pencemaran air hujan. 


"NaCl yang digunakan dalam OMC berfungsi sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Secara prinsip, NaCl yang digunakan merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, dengan perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya," jelas Idul.