EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Badan Pengusahaan Batam Rayakan 55 Tahun Pengabdian, Teguhkan Komitmen Majukan Ekonomi Batam

On 18.38



BATAM - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperingati Hari Bakti ke-55 dengan menggelar upacara dan syukuran pada Senin, (26/10/2026). 


Mengusung tema “Batam Maju, Investasi Melaju”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong peningkatan daya saing Batam.


Upacara berlangsung di pelataran parkir BP Batam dan dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya para Anggota/Deputi BP Batam, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, mitra perbankan, serta pegawai BP Batam.


Pada kesempatan pertama, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam pembangunan Batam melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.


“Selamat Hari Bakti BP Batam yang ke-55 tahun! Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin untuk menjadikan Batam lebih hebat dan maju,” kata Amsakar.


Ia mengatakan, peringatan Hari Bakti harus menjadi pengingat bagi seluruh insan BP Batam untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.


Pada momen ini pula, ia memaparkan data-data makroekonomi pada semester 1 tahun 2026, antara lain realisasi investasi mencapai 39,9 triliun, peningkatan pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapat 7,28 persen, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan lainnya.


Usai upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan syukuran di Balairung Sari BP Batam. Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan pengabdian BP Batam selama 55 tahun dalam mendukung pembangunan dan perkembangan Kota Batam.


Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Amsakar dan Li Claudia. Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Pembina PIKORI BP Batam, Sri Soedarsono; Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Batam, Hasimah Nyat Kadir; Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar; Ketua Otorita Batam Periode Tahun 2005-2016, Mustofa Widjaja dan Deputi Pengusahaan Sarana Periode Tahun 2015-2020, Nur Syafriadi; serta perwakilan Ikatan Keluarga Besar Purna Bakti Pegawai Otorita Batam/BP Batam (IPPOB-BP Batam).


Suasana perayaan semakin semarak melalui penampilan dan lomba hiburan yang diikuti masing-masing kedeputian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan ant pegawai dan lintas generasi yang telah berkontribusi dalam perjalanan BP Batam.


Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan momen ini merupakan manifestasi bentuk nyata rasa syukur BP Batam selama perjalanan usia yang sudah 55 tahun. Ia juga memaknai seluruh capaian selama BP Batam berdiri di Kota Batam sebagai kaca, untuk melihat apa yang telah dilakukan di masa lalu, apa yang sekarang sedang kita lakukan, dan apa yang hendak kita tuju di masa depan.


“Jadi Hari Bakti ini menjadi media kontemplasi, media perenungan, media untuk melakukan evaluasi diri, sebagai jalan ikhtiar kita untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Amsakar


Selain itu, ia juga menyoroti kinerja pelayanan air bersih, rumah sakit, dan ketersediaan pasokan listrik di Batam yang menjadi perhatian khusus. Ia optimis, seluruh permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dengan kerja sama yang intens antarpihak.


Senada dengan Amsakar, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra juga menyampaikan kinerja BP Batam yang senantiasa bekerja dengan serius untuk mencari formulasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.


“Ayo bersama-sama kita bangun semangat baru, kita jadikan momentum 55 tahun ini untuk bergerak cepat, bangkit kembali, bertekad kuat, berlebih bersemangat, mempersembahkan kontribusi terbaik bagi negeri yang kita cintai,” pungkas Li Claudia Chandra.


Melalui peringatan Hari Bakti ke-55, BP Batam menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat iklim investasi. 


Semangat kolaborasi diharapkan menjadi modal penting untuk membawa Batam tumbuh sebagai kawasan yang semakin maju dan berdaya saing.

Jaga Ketersediaan Air Baku, Badan Pengusahaan Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

On 18.33



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng PT. Rekayasa Atmosfer Indonesia untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kota Batam pada 26 Oktober hingga 2 November 2026. 


Kegiatan ini merupakan pelaksanaan OMC kedua yang dilakukan BP Batam sepanjang 2026, setelah kegiatan serupa pada Mei lalu.


Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan potensi terjadinya hujan, terutama di wilayah tangkapan air atau waduk yang menjadi sumber utama pasokan air baku bagi masyarakat Batam.


Pelaksanaan OMC kali ini menyusul kondisi cuaca kering dalam beberapa waktu terakhir akibat pengaruh el nino ekstrem yang berdampak pada penurunan elevasi air di sejumlah waduk. 


Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa OMC merupakan bagian dari upaya antisipatif dan berkelanjutan BP Batam dalam memperkuat ketahanan sumber daya air di Batam.


“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis yang BP Batam lakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca kering dan menjaga ketersediaan air baku. BP Batam berharap kegiatan ini dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan, khususnya di daerah tangkapan air di Batam, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih,” kata Denny di Batam Centre, Sabtu (24/10).


Ia menyebutkan, kegiatan OMC ini turut didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, PT Bandara Internasional Batam (BIB), Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kawasan Bandar Udara dan BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam. 


Kolaborasi lintas instansi dan pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan operasi, mulai dari aspek meteorologi, keselamatan penerbangan hingga pengelolaan sumber daya air.


Dalam pelaksanaannya, OMC direncanakan menggunakan satu unit pesawat jenis Cessna yang beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 11.000 kaki dengan pelaksanaannya menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial.


“BP Batam menyadari bahwa air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi Batam. Karena itu, BP Batam terus mengupayakan berbagai langkah strategis menjaga ketersediaan air baku,” tambahnya.


Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady menambahkan berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam, pemantauan kondisi atmosfer, wilayah Batam berpotensi mengalami hujan hingga Desember 2026. Potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan melalui pelaksanaan OMC, khususnya meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah tangkapan air atau waduk.


Terkait keamanan air hujan hasil OMC, pihaknya menyatakan bahwa OMC menggunakan bahan yang aman dan tidak menyebabkan pencemaran air hujan. 


"NaCl yang digunakan dalam OMC berfungsi sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Secara prinsip, NaCl yang digunakan merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, dengan perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya," jelas Idul. 

Jalan Gajah Mada dan Depan Hotel Vista Ditutup, BP Batam Lakukan Pemasangan Box Culvert

On 11.20





BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melaksanakan pekerjaan peningkatan Jalan Gajah Mada di Jalur Sei Ladi serta perbaikan jalan di depan kawasan Hotel Vista pada 18 Oktober hingga 1 November 2026.


Selama pekerjaan berlangsung, penutupan sementara pada ruas jalan tersebut akan diberlakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa pekerjaan terhadap akses jalan itu mencakup pemasangan box culvert, yaitu struktur beton yang berfungsi sebagai saluran air di bawah jalan. Pemasangan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran aliran air dan meningkatkan fungsi drainase di sekitar ruas jalan.


Di samping itu, ia mengatakan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya BP Batam meningkatkan kualitas infrastruktur dan mendukung kenyamanan mobilitas masyarakat.


“Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Selama pekerjaan berlangsung, pengendara dari arah Batam Centre menuju Tiban akan diarahkan melalui jalur alternatif menuju kawasan Baloi BCS,” ujar Tuty, Jumat (16/10/2026).


Lebih lanjut, ia menambahkan, BP Batam bersama Dinas Perhubungan Kota Batam dan Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang terus berkoordinasi untuk memastikan pengalihan arus kendaraan berjalan tertib dan aman.


BP Batam juga telah menyampaikan pemberitahuan ini kepada masyarakat sebelum pekerjaan dimulai sehingga pengguna jalan memperoleh informasi yang memadai mengenai jalur alternatif yang telah disiapkan.


“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung. Dengan dukungan seluruh pihak, kami berharap pekerjaan ini dapat terselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jalan,” pungkasnya. (dp)

Penerbangan Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara, Baik Investasi dan Pariwisata

On 09.37



BATAM - Penerbangan langsung Batam–Penang resmi dibuka pada Minggu (18/10/2026). Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) hadir menyambut pembukaan rute tersebut melalui Inauguration Ceremony. 


Rute ini merupakan hasil kolaborasi PT Bandara Internasional Batam dan Batik Air Malaysia untuk memperluas konektivitas udara lintas negara, dan akan beroperasi tiga kali sepekan.


Pilot, awak kabin, dan penumpang penerbangan perdana disambut melalui prosesi pengalungan bunga di Gate A1 Bandara Internasional Hang Nadim Batam.


Seremoni pembukaan rute Batam–Penang turut dihadiri Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata; serta perwakilan asosiasi kepariwisataan. 


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, mengatakan pengembangan konektivitas ini berlangsung di tengah penguatan kewenangan BP Batam melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2025. 


Ketiga regulasi tersebut mengatur aspek berbeda, mulai dari penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, perizinan berusaha berbasis risiko, hingga perluasan wilayah kerja KPBPB Batam. 


“Pembukaan rute ini menjadi momentum yang baik bagi BP Batam untuk mendukung peningkatan pelayanan perizinan,” ujar Ariastuty. 


“Kami berharap tidak hanya pilihan transportasi udara yang bertambah, tetapi juga hubungan ekonomi lintas negara menguat dan peluang baru bagi pertumbuhan pariwisata serta investasi di Batam semakin terbuka,” harapnya. 


Senada dengan Ariastuty, Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan akses penerbangan langsung sangat mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha di kedua wilayah.


Apalagi Malaysia masuk dalam lima besar negara investor di Batam pada 2025, berdasarkan data yang dirangkum BP Batam. 


“Penguatan akses udara diharapkan dapat mendukung perluasan jejaring bisnis serta membuka peluang investasi baru,” kata Dendi. 


Dari sisi pariwisata, Batam juga memiliki pasar yang potensial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat sebanyak 1,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara masuk melalui Batam sepanjang 2025. 


Batam berkontribusi 79,58 persen dari total kunjungan wisman di Provinsi Kepulauan Riau yang tercatat sebanyak 2 juta kunjungan. 


Jumlah tersebut menempatkan Batam pada posisi ketiga di antara pintu masuk bandara utama wisata di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. (nva)

Utamakan Kebutuhan Air Warga, BP Batam Buka Peluang Kemitraan Swasta dan Pemerintah

On 07.05



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan berbagai penanganan taktis dan terukur untuk memastikan ketercukupan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Nongsa dan sekitarnya, di tengah fenomena cuaca ekstrem El Niño yang berdampak pada penurunan curah hujan regional.


Merespons penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Waduk Nongsa, BP Batam telah menjalankan sejumlah mitigasi darurat guna menjaga ketahanan pasokan air bagi pemukiman warga.


BP Batam telah mengalirkan air dari embung Kebun Raya Nongsa melalui jaringan pipa transmisi air baku ke Waduk Nongsa.


Dilanjutkan dengan penguatan jaringan distribusi dengan pemasangan jaringan pipa interkoneksi antara jalur pipa distribusi dari Waduk Duriangkang dengan jalur distribusi Kawasan Nongsa. 


Pemasangan Mini Booster Pump juga tengah dilakukan guna menyiapkan penguatan aliran menuju kawasan elevasi tinggi dan ujung jaringan (end-line) seperti Perumahan Renggali, Citra Nongsa, Taman Yose, Prasetya, dan Sambau (khususnya elevasi tinggi).


Selama penanganan berlangsung, SPAM meningkatkan frekuensi pengiriman air tangki ke pemukiman warga terdampak sebagai langkah darurat sementara.


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa seluruh kapasitas infrastruktur air publik prioritas utamanya ditujukan untuk kebutuhan domestik warga.


“Fokus utama BP Batam saat ini adalah memastikan air sampai ke rumah-rumah warga. Kami terus menggesa percepatan pemasangan mini booster pump dan penguatan jaringan terintegrasi agar gangguan suplai akibat dampak kekeringan El Niño pada Waduk Nongsa dapat segera teratasi secara optimal,” ujar Ariastuty, Rabu (14/10/2026).


Ariastuty memahami kekhawatiran masyarakat yang terdampak gangguan pasokan air. Ia menjelaskan bahwa penurunan debit sumber air baku akibat tidak ada curah hujan di wilayah Nongsa, menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam menjaga kontinuitas layanan.


Di sisi lain, peningkatan kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi juga menuntut pengelolaan sumber air serta jaringan distribusi yang semakin optimal.


*BP Batam Respons Soal Kebutuhan Air Data Centre dan Wajibkan Investor Manfaatkan SWRO*


Ariastuty turut merespons soal kebutuhan air Data Centre untuk mendukung rencana investasi yang saat ini berkembang di publik.


“Secara teknis, pengembangan ekosistem Data Center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah didorong menggunakan model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).” Kata Tuty.


Ia menyebutkan, Kawasan Nongsa Digital Park, telah memiliki embung mandiri internal untuk kebutuhan pemeliharaan kawasan.


Dalam perkembangannya, geliat Investasi Data Center telah lama di dorong pemerintah Indonesia dengan banyak potensi untuk menjadi “the next hub” pusat data di Asia. 


BP Batam berkomitmen menyiapkan kebijakan taktis dan terukur dalam penyiapan utilitas dan energi jangka panjang untuk kebutuhan masyarakat.


*Dukungan yang Terukur, Mengutamakan Kebutuhan Masyarakat*


Untuk Data Centre, selama tahap konstruksi dan persiapan fasilitas, dukungan suplai bersifat sementara dan sangat terbatas dari Waduk Duriangkang.


Kewajiban Penggunaan SWRO Seluruh pengembang Data Center wajib membangun dan memfungsikan instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut secara mandiri untuk operasional penuhnya.


Mengenai peta investasi pelaku usaha Data Center yang terdata di Batam, mayoritas masih berada dalam tahap perencanaan jangka panjang dan konstruksi awal.


Satu di antaranya telah beroperasi, satu masih dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya dalam tahap rencana konstruksi. 


Untuk memenuhi kebutuhan industri secara mandiri, NDP juga memiliki embung tersendiri untuk kebutuhannya.


Masih di area Nongsa, dua pelaku usaha Data Centre lainnya masih dalam tahap rencana pengembangan atau dengan kata lain belum beroperasi.


Sementara itu, dua pelaku usaha lain di kawasan Kabil juga belum beroperasi atau masih dalam tahap rencana konstruksi.


“Kami memandang pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai status pembangunan dan kebutuhan utilitas ini dilakukan. Sehingga, dapat dibedakan perencanaan pengembangan proyek masa mendatang dengan pemakaian aktual saat ini,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.


Melalui SWRO menjadi alternatif pasokan air untuk mendukung kebutuhan industri data centre, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber air dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.


*BP Batam Buka Berbagai Alternatif Kerja Sama Kemitraan Untuk Meningkatan Performa Ketahanan Air bagi Warga*


Pemenuhan kebutuhan air Batam memerlukan langkah konkret melalui optimalisasi sumber air baku, perbaikan jaringan distribusi, dan percepatan pembangunan infrastruktur air. 


”Saat ini, sedang dalam diskusi bersama agar dapat kembali dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui BNPB berkoordinasi dengan BMKG.” Lanjut Ariastuty.


Selain itu menurut Tuty, sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam LI Claudia Chandra perlu segera dilakukan langkah-langkah revitalisasi pipa distribusi, serta pengalihan prioritas anggaran infrastruktur untuk memperkuat infrastruktur layanan air bersih.


Pemasangan sistem monitoring SPAM berbasis SCADA yang berkelanjutan untuk mendeteksi kebocoran dan memantau kondisi operasional jaringan juga menjadi prioritas BP Batam saat ini.


Tuty juga menjabarkan, BP Batam membuka peluang kemitraan guna percepatan diversifikasi sumber pasokan melalui penjajakan kerja sama dengan swasta maupun instansi pemerintah terkait seperti  Kementerian PU - BWS, termasuk pengembangan teknologi SWRO serta tindaklanjut potensi pasokan air dari Lingga dan Bintan. 


“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Kepala BP Batam, kami membuka berbagai alternatif kerja sama kemitraan dalam rangka meningkatkan performa dan ketahanan air bagi masyarakat Kota Batam. Para investor swasta ataupun pemerintahan, kami membuka peluang itu untuk kepentingan masyarakat.” Kata Tuty.


Pembangunan waduk baru juga menjadi sasaran BP Batam pada jangka panjang, mengingat proses pembuatan hingga dapat dimanfaatkan diperkirakan memerlukan waktu yang tidak sebentar yakni  lima hingga tujuh tahun. 


“Seluruh opsi perlu dijalankan secara terpadu agar Batam tidak hanya mengatasi kebutuhan air saat ini, tetapi juga membangun ketahanan pasokan air yang berkelanjutan.” Pungkas Tuty. (INF/HS/NA)