EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Tutup Partisipasi Perdana di IIMS 2026, Kia Raih 2 Penghargaan dan Bukukan Ratusan SPK

On 14.15

Penampilan perdana Kia di IIMS 2026 dapat apresiasi positif dari konsumen tanah air. Foto/Kia


JAKARTA - Kia Sales Indonesia menutup partisipasi perdananya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 dengan capaian yang positif, menandai langkah awal yang optimistis dalam membangun kembali eksistensi merek Kia di Tanah Air. 

Sebagai debut pameran pertama di bawah manajemen Kia Sales Indonesia, Kia berhasil mencatatkan penjualan ratusan unit sepanjang pameran, sekaligus membangun antusiasme publik melalui lini produk elektrifikasi dan kendaraan keluarga modern.

Salah satu sorotan utama selama pameran adalah penerimaan positif terhadap The All New Carens. Konsumen yang mencoba langsung unit test drive menilai The All New Carens sebagai MPV keluarga yang menawarkan keseimbangan antara kenyamanan, performa, serta fitur keselamatan yang relevan untuk kebutuhan mobilitas masa kini. 

Tingginya minat ini tercermin dari komposisi penjualan, di mana sekitar 80% kontribusi berasal dari The All New Carens. Ini memperlihatkan bahwa strategi produk dan pengalaman berkendara yang dihadirkan Kia mampu menjawab ekspektasi konsumen Indonesia saat ini.

“Partisipasi pertama Kia di IIMS 2026 menjadi milestone penting bagi kami untuk memperkenalkan kembali DNA Kia yang modern, inovatif, dan customer-centric kepada masyarakat Indonesia. Respons positif terhadap The All New Carens serta apresiasi terhadap lini elektrifikasi kami menjadi sinyal kuat bahwa arah strategi kami diterima dengan baik oleh pasar,” ujar Randy R. Murdoko, Sales VP of Kia Sales Indonesia.


Debut Perdana di IIMS Disambut Respons Pasar yang Positif

Seperti yang disampaikan Randy, selain pencapaian dari sisi penjualan, Kia juga berhasil meraih perhatian melalui penghargaan yang diberikan kepada lini kendaraan elektrifikasi masa depan. Kia berhasil membawa pulang dua penghargaan dari IIMS 2026, yaitu untuk PV5 sebagai “Favorite Concept Car” dan EV9 sebagai “Best Big EV SUV”. Kehadiran kedua model ini menjadi representasi visi Kia dalam menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan yang inovatif dan futuristis, sekaligus memperkuat positioning brand sebagai pemain global yang progresif di era elektrifikasi.

Penghargaan untuk Kia EV9 sebagai “Best Big EV SUV” memperkuat posisi Kia di segmen kendaraan listrik premium. Dengan dimensi yang ikonik, bold design yang kuat, serta dukungan teknologi inovatif, EV9 tampil sebagai representasi SUV listrik modern yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masa kini. Di sisi lain, PV5 sebagai “Favorite Concept Car” menegaskan keseriusan Kia dalam mengeksplorasi desain dan konsep kendaraan masa depan serta mengundang antusiasme konsumen akan peluncuran model ini kedepannya.

Partisipasi di IIMS 2026 tidak hanya menjadi ajang perkenalan produk, tetapi juga momentum penting bagi Kia untuk membangun koneksi yang lebih dekat dengan konsumen Indonesia. Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya aktivitas di area booth, sesi interaksi dengan media, hingga pengalaman berkendara langsung yang menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan minat pembelian. 

“Buat kami, angka itu penting, tapi yang lebih penting adalah pola yang kami lihat. Orang datang dengan ekspektasi tertentu. Setelah mencoba, ekspektasinya berubah jadi keyakinan. Itu yang membuat kami optimistis. Artinya fondasinya sudah ada, tinggal bagaimana kami konsisten menjaga kualitas produk dan layanan setelah pameran selesai,” tutup Randy.(thr)





Editor: teguh

Badan Pengusahaan Batam Tawarkan Stabilitas Regulasi kepada Investor Eropa dan Jepang

On 11.14

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis


BATAM - BP Batam memperkuat diplomasi ekonomi dengan Jerman dan Jepang guna memperluas jejaring investasi global serta mempertegas posisi Batam sebagai pusat industri strategis di kawasan.


Delegasi BP Batam yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis bertemu dengan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste pada Senin (23/2/2026) dan Minister Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Kenji Enoshita, pada Selasa (24/2/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Fary didampingi Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar; Direktur Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Irfan Syakir Widyasa; serta Kepala Kantor Penghubung BP Batam, Irwan.


Dalam kesempatan tersebut, BP Batam memaparkan berbagai transformasi kebijakan sepanjang satu tahun terakhir. 


Di antaranya penguatan kewenangan perizinan terpadu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 dan perluasan wilayah KPBPB Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025. 


“Kebijakan ini menjadi landasan kami untuk meningkatkan kepastian berusaha, mempercepat proses investasi, serta mengoptimalkan potensi maritim dan logistik,” ujar Fary.


Dalam pertemuan dengan pihak Jerman, pembahasan difokuskan pada peluang kolaborasi di sektor industri berteknologi tinggi dan rekayasa teknik. 


Jerman tercatat sebagai salah satu mitra utama Eropa dan secara konsisten menempati peringkat kedua investor asal Eropa di Batam. 


Diskusi juga menyoroti pentingnya stabilitas regulasi dan integrasi ekosistem kawasan dalam memperkuat kemitraan industri jangka panjang.


Sementara itu, dialog dengan pihak Jepang membahas integrasi ekosistem kawasan, termasuk sinergi antara KPBPB, KEK, serta Proyek Strategis Nasional (PSN). 


Jepang merupakan salah satu investor utama Batam secara global dan memberikan perhatian pada penguatan sektor maritim serta logistik sebagai bagian dari strategi konektivitas regional.


Fary mengatakan, diplomasi ekonomi menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Batam dalam arus investasi global.


Selain itu, BP Batam juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dialog internasional dan meningkatkan daya saing kawasan di tengah dinamika ekonomi global yang kian multipolar.


“Batam akan terus bertransformasi menjadi execution hub yang menghubungkan arus investasi dan rantai pasok antara Eropa dan Asia,” pungkasnya.


Pihak Kedutaan Besar Jerman menyampaikan ketertarikan untuk memahami lebih lanjut arah pengembangan Batam dalam menarik investasi Eropa dan membuka peluang kolaborasi industri yang lebih luas. 


Adapun perwakilan Kedutaan Besar Jepang menilai penguatan kewenangan perizinan meningkatkan kepastian hukum dan kepercayaan investor untuk memperluas kemitraan di kawasan.(tar)



Editor: taher

BTN dan PT Intan Karya Lestari Mangkir RDP Dugaan Markup Rumah Subsidi di Tiban

On 18.19

DPRD Batam gelar rdp dengan developer Rhabayu Estuario dan konsumennya. Foto/Hasan


BATAM - Komisi I DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait permasalahan rumah subsidi di Perumahan Rhabayu Estuario, Sekupang, Batam,


Rapat ini dipimpin anggota Komisi I Muhammad Fadli SH bersama Sekretaris Komisi I Anwar Anas. Hadir pula anggota Komisi I lainnya, yakni Dr Muhammad Mustafa SH MH dan Hendrik SH.

RDPU tersebut turut dihadiri perwakilan sejumlah instansi terkait, di antaranya Direktorat Lahan BP Batam, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam, Dinas Perkimtan, Dinas CKTR, pejabat BPN, pejabat Bapenda, Bagian Hukum Setdako Batam, Camat Sekupang, Lurah Patam Lestari, pimpinan organisasi GEMPA, serta perwakilan konsumen perumahan.

Namun demikian, pihak Bank Tabungan Negara dan developer PT Intan Karya Lestari tidak hadir meskipun telah masuk dalam daftar undangan RDPU.

RDPU digelar menyusul keluhan warga selaku konsumen rumah subsidi yang menduga adanya “permainan” harga terhadap rumah yang mereka beli. Warga menilai seharusnya mereka dapat membayar dengan harga yang lebih rendah dari yang ditetapkan saat transaksi.

Suasana rapat sempat berlangsung sengit sebelum akhirnya ditengahi pimpinan rapat. Muhammad Fadli menjelaskan, pihaknya akan terus mengurai persoalan tersebut agar duduk perkara menjadi jelas dan solusi dapat ditemukan.

“Meskipun saat ini warga selaku konsumen sudah menggugat ke pengadilan, kami berharap tetap bisa membantu menyelesaikan persoalan antara konsumen, pihak developer, dan pihak bank,” ujar Fadli.

Ia menambahkan, Komisi I akan kembali menjadwalkan RDPU lanjutan karena pihak-pihak yang paling berkepentingan dalam persoalan tersebut belum hadir dalam rapat kali ini. “Kita akan kembali menjadwalkan RDPU selanjutnya karena pihak yang paling berkepentingan tidak hadir,” kata Fadli.(rud)






Editor: teguh

Genap Setahun Amsakar-Li Claudia, Pembangunan Batam Bergerak Cepat di Sektor Ekonomi hingga Sosial

On 21.35

Duet Amsakar - Li Claudia selama setahun dinilai sukses bangun Kota Batam. Foto/Rum


BATAM - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, genap satahun memimpin Kota Batam sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu. Setahun berselang, berbagai capaian diraih pasangan Amsakar-Li Claudia setelah memimpin Batam.


Amsakar menyampaikan sejumlah indikator makro pembangunan yang menunjukkan tren positif dan memperkuat posisi Batam sebagai motor pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.

"Pada sektor ekonomi, pertumbuhan Batam pada Triwulan III 2025 tercatat 6,89 persen, melampaui rata-rata provinsi dan nasional," ujarnya saat menghadiri dialog interaktif satu tahun kepemimpinan Amsakar-Li Claudia di Kantor Wali Kota, Jumat (20/2/2026).

Kondisi ini mencerminkan stabilitas iklim investasi serta penguatan sektor industri, perdagangan, dan jasa. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target, menegaskan Batam sebagai salah satu destinasi investasi unggulan nasional.

Pertumbuhan ekonomi tersebut berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen pada 2025, terendah dalam lima tahun terakhir. Tingkat Pengangguran Terbuka juga menurun menjadi 7,57 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 83,80, mencerminkan kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

“Alhamdulillah, dalam satu tahun ini kerja bersama mulai menunjukkan hasil nyata. Pertumbuhan ekonomi meningkat, investasi melampaui target, dan kesejahteraan masyarakat membaik. Ini merupakan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujar Amsakar.

Di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, Pemerintah Kota Batam menghadirkan program pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 24.348 pekerja rentan. Cakupan JKN-KIS telah mencapai 97,86 persen penduduk dan mengantarkan Batam meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Pratama.

Komitmen pada sektor pendidikan diwujudkan melalui pembagian 105.670 stel seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP, pembangunan 42 ruang kelas baru serta dua unit sekolah, dan pemberian beasiswa kepada 205 mahasiswa, terutama dari wilayah hinterland dan keluarga kurang mampu.

Untuk mendorong ekonomi kerakyatan, pemerintah meluncurkan program pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi 1.500 pelaku UMKM. Pelatihan tenaga kerja dan pengembangan industri kreatif juga terus diperluas dengan ribuan peserta setiap tahun guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia lokal.

Sejumlah capaian tersebut turut mengantarkan Batam meraih berbagai penghargaan tingkat nasional dan provinsi, di antaranya Kota Layak Anak kategori Nindya, penghargaan Indeks Harmoni Indonesia, serta penghargaan Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan.

Meski demikian, Amsakar mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus ditangani bersama, terutama pengelolaan sampah, penanganan banjir di titik rawan, serta optimalisasi pelayanan air bersih yang dikelola bersama BP Batam.

Berbagai langkah penanganan telah dilakukan, mulai dari optimalisasi distribusi air bersih dan penanganan 18 titik krisis air, pembangunan rumah pompa banjir, normalisasi drainase, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Kami tidak menutup mata bahwa masih ada tantangan yang harus dibenahi. Persoalan sampah, banjir, dan air bersih menjadi prioritas yang kami selesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Amsakar.

Sementara itu, Li Claudia menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan yang inklusif dan merata.

“Semua membutuhkan proses, perencanaan matang, dan dukungan semua pihak. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui dialog tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus bekerja secara kolaboratif dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, demi mewujudkan Batam yang semakin tertata, bersih, dan berkelanjutan.(ygs)





Editor: alfi

Konsulat Jenderal Singapura Puji Pendekatan Baru BP Batam ke Investor

On 11.50

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis berkunjung ke Kantor Konjen Singapura, Wyndham Hotel, Panbil. Foto/Agam


BATAM - Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura untuk Batam, Gavin Ang memuji kemajuan investasi yang begitu pesat oleh Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.


Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis di Kantor Konjen Singapura, Wyndham Hotel, Panbil, Kamis (19/2/2026). 


Konjen Singapura menilai, hal itu dikarenakan BP Batam menunjukkan kemajuan signifikan dalam pendekatan pelayanan investasi, yang kini lebih adaptif, responsif, dan berorientasi solusi.


Perubahan itu, mencerminkan pergeseran peran BP Batam dari sekadar regulator menjadi fasilitator aktif yang menciptakan lingkungan investasi yang lebih welcoming bagi investor.


Menurutnya, BP Batam kini semakin proaktif dalam membantu penyelesaian tantangan proyek dan memberikan dukungan langsung kepada investor, sehingga memperkuat persepsi kepastian layanan dan kemudahan berusaha di Batam.


"Pendekatan ini sangat berbeda, bagaimana pendekatan yang dilakukan BP Batam kepada investor dan ini direspon dengan gembira oleh para investor," ungkap Gavin. 


Pendekatan baru ini dipandang sebagai sinyal positif bagi investor internasional, yang dapat meningkatkan kepercayaan terhadap Batam sebagai gateway strategis dalam lanskap ekonomi regional.


"Kami mengapresiasi BP Batam, semua orang bisa melihat kinerja Batam untuk mengatasi tantangan investor," ujarnya.  


Sementara, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis mengungkapkan kehadiranya bersama jajaran untuk memperkuat hubungan kemitraan yang telah terjalin. 


Dalam kesempatan itu, Fary memberikan apresiasi kepada Konjen Singapura, Gavin Ang. Disebutkan, sepanjang 2025 realisasi investasi Singapura di Batam masih menjadi yang terbesar.


"Kami menggangap dan merasakan bahwa hubungan kemitraan dengan Konjen Singapura adalah suatu kekuatan bagi BP Batam, untuk itu, terima kasih atas dukungan yang diberikan" ujar Fary.


Fary menyatakan komitmen pihaknya untuk terus membangun fondasi tata kelola perizinan yang transparan dan efisien serta kesiapan tenaga kerja terampil bagi kebutuhan industri. 


"Adanya dashboard monitoring realtime, klinik investasi, duta investasi dan sistem aplikasi Mantab merupakan bentuk inovasi dan tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk menjadikan Batam role model kawasan ramah investasi," pungkas Fary. 


Hadir mendampingi Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis yaitu Direktur Investasi, Dendi Gustinandar dan Direktur Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir. (agm)




Editor: alfi