KEPRI

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

SPORT

Paripurna DPRD Batam Bahas WTP,  Amsakar Sebut Laporan Keuangan Sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan

By On 17.50



BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendapat apresiasi terkait capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal itu sebagai indikator laporan keuangan daerah sudah sesuai standar akuntansi pemerintahan.


"Capaian opini ini didapat karena laporan keuangan Pemerintah Kota Batam yang disajikan sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, kecukupan pengungkapannya, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta sistem pengendalian internal," kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Batam, Senin (21/6/2021).


Hal itu sebagai tanggapan pemerintah terkait pandangan dan apresiasi dari Anggota DPRD Batam, T Erikson Pasaribu saat Rapat Paripurna sebelumnya. Amsakar juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang juga disampaikan Anggota DPRD Batam, Taufik Muntasir atas kinerja Pemerintah Kota Batam yang mendapatkan opini WTP dari BPK-RI.


"Capaian ini berkat kerja bersama termasuk dari DPRD Batam. Pemerintah Kota Batam terus berupaya agar ke depan lebih baik lagi," katanya.


Selain apresiasi dari DPRD Batam, Amsakar juga menyampaikan terkait desakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut dia, pihaknya sepakat atas saran yang disampaikan terkait masukan untuk menyusun target pendapatan harus realistis sesuai potensi pendapatan, sehingga target pendapatan  dapat direalisasikan secara maksimal.


"Berkaitan dengan realisasi PAD yang tidak tercapai 100 persen, hal ini akan menjadi perhatian agar kinerja OPD penghasil lebih ditingkatkan dalam upaya menggali potensi pendapatan dari PAD. Di samping itu, perlu menjadi perhatian bersama antara Banggar DPRD Kota Batam dan TAPD Kota Batam dalam menetapkan target PAD," katanya.


Pihaknya juga menerima masukan agar kinerja OPD lebih ditingkatkan, sehingga anggaran belanja dapat dimaksimalkan dan tepat sasaran penggunaannya sesuai dengan perencanaan. Selain itu, juga ada masukan terkait tindak lanjut dari BPK.


"Disamping itu kami akan menindaklanjuti rekomendasi BPK-RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan," katanya.

Pemerintah Kota Batam Targetkan 16 Ribu Warganya Divaksin Covid-19 Per Hari

By On 15.32



BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 di Batam. Bahkan, ditargetkan mampu memvaksin 16.000 warga per hari.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, mengatakan, untuk mencapai target itu juga perlu penambahan titik vaksinasi dan juga tenaga vaksinator. Hal itu juga sudah dibahas bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dalam rapat secara virtual bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Senin (21/6/2021).


"Dengan target 16.000 warga per hari, maka akhir bulan ini bisa mencapai 50 persen," ujar Jefridin dalam rapat tersebut.


Jefridin mengungkapkan, Batam menargetkan 785.003 orang se-Kota Batam. Hingga saat ini Batam sudah memvaksin 231.713 orang atau 29,52 persen.


"Melalui kebijakan Pak Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, vaksinasi di Batam terus digencarkan untuk mengejar target," katanya.


Ia mengatakan, Kota Batam, menargetkan mampu mencapai sasaran 100 persen vaksinasi tersebut hingga Juli 2021.


Sekda mengatakan, hasil rapat bersama Gubernur hari ini langsung dilaporkan kepada Wali Kota terkait pembahasan penambahan vaksinator, penambahan titik vaksinasi, dan masukan lain terkait percepatan vaksinasi di Batam.


"Sekarang kita punya 12 titik vaksinasi dan akan ditambah jadi 16 titik. Kemudian ada juga masukan untuk memanfaatkan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di keperawatan maupun kedokteran," ujarnya.


Untuk penambahan vaksinator ini juga sudah diusulkan ke Provinsi agar turut menambah jumlah vaksinator. Ia menyampaikan Batam butuh tambahan 100 orang yang sudah bisa langsung bekerja, bukan yang masih belajar.


"Sekarang kita hanya ada 385 orang vaksinator. Dan sekarang mereka harus memvaksin hingga malam," katanya.


Sementara itu, Gubernur Kepri mengapresiasi antusias masyarakat Batam yang mengikuti program vaksinasi. Ansar meminta agar pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan sukses.


"Pemko Batam, kiranya kalau ada kegiatan vaksinasi, koordinasi bersama Polda dan Polres, Korem dan Kodim, supaya tidak terjadi penumpukan dan lebih terkontrol vaksinasinya," katanya.


Sementara itu, terkait usulan Batam penambahan vaksinator dan titik vaksinasi langsung dibahas Jefridin bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS Arif Fadillah. Selanjutnya, rapat secara virtual itu dilanjutkan dengan rapat secara langsung yang akan dilaksanakan di Batam.


"Antusias masyarakat (Batam) sangat tinggi, kita upayakan agar tidak ada kerumunan di lokasi vaksinasi," katanya.

Ketum APKASINDO Galut Manurung Minta Kejaksaan Selektif Periksa Petani PSR

By On 18.42



PEKANBARU - Dr cn Ir Gulat Manurung, MP.C.APO Ketua Umum DPP APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) meminta aparat hukum khususnya dari Kejaksaan supaya seselektif mungkin melakukan pemeriksaan terhadap petani peserta PSR (Peremajaan Sawit Rakyat).


"Jika tetap polanya disamakan seperti APBN atau APBD maka saya pastikan harapan target Presiden Jokowi tidak akan tercapai.

Faktanya hampir di 22 Provinsi perwakilan DPW APKASINDO menjadi ketakutan, ya sudah banyak Petani penerima PSR takut untuk melanjutkan PSR yang sudah diterima atau Petani takut untuk mengusulkan permohonan menjadi peserta PSR demikian juga pihak Dinas Perkebunan Kabupaten Kota dan Provinsi," ujar Gulat Manurung.


Dikatakann Gulat, ini merupakan permasalahan serius, disaat Presiden Jokowi dengan sekuat tenaga berupaya untuk peningkatan capaian target PSR yang per tahun ini baru mencapai 44% dari total target 500.000 hektar dan tahun ini merupakan tahun terakhir.


"Sumber Dana PSR ini hasil gotong royong stakeholder sawit, termasuk Petani, ya benar kami menyumbang paling sedikit Rp.362/Kg dari TBS kami, dan dana itu dikelola oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), semua dana itu berasal dari Pungutan Eksport (PE) CPO, beda dengan Bea Keluar (BK) eksport CPO yang untuk pendapatan negara. Dana PE tersebut filosofinya dari sawit ke sawit, salah satunya ya untuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), kita harus melihat secara utuh mengenai dana PE ini, jangan sampai menimbulkan kegaduhan," pinta Gulat.


"Minggu depan kami dari DPP APKASINDO akan Audiens ke Pak Muldoko selaku Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO untuk meminta arahan dan selanjutnya kami akan audiens ke Kejagung yang didampingi Dewan Pembina DPP APKASINDO, “ya kesamaan persepsi tentang PSR ini sangat penting dengan Bapak-Ibu yang di Kejagung. Selanjutnya kami akan ke BPDPKS dan Kementan, ini sangat urgen."


"Kami DPP APKASINDO sangat menghormati dan memahami tugas APH (Aparat Penegak Hukum) dan kedepannya DPP APKASINDO akan meminta pendampingan dari APH supaya kedepannya perjalanan PSR ini lebih kencang."


"Ya kalau hanya kesalahan administrasi sebaiknya diserahkan saja ke Kementerian terkait supaya diperbaiki, jangan semuanya dianggap indikasi korupsi, namanyapun petani, kan sangat awam maka itu perlu didampingi, apalagi kalau sampai di BAP, 3 minggu pasti demam," ujar Gulat.


Jika memang dana PSR tersebut disalahgunakan dan terbukti dari hasil Audit BPK, “maka saya sendiri sebagai Ketua Umum DPP APKASINDO siap mengantar langsung oknum tersebut ke APH, itu komitmen kami DPP APKASINDO" ucap Gulat.


Gulat menyebut, jika ada kesalahan administrasi dan sebatas tata pelaksanaan, pembuatan jadwal pelaksanaan, Apkasindo siap lebih luas untuk membantu masyarakat petani atau Koperasi, Apkasindo itu tersebar di 144 Kabupaten Kota dari 22 DPW Provinsi, kami siap untuk itu.


"Jangan asal main panggil panggil dan periksa petani, jika seperti ini, gagal total Program strategis Pemerintah ini, Gagal Program Presiden Jokowi untuk masyarakat karena petani peserta replanting akan ketakutan dan mundur, karena masyarakat petani itu banyak awam tidak seperti kontraktor dana APBN yang sudah terbiasa dengan regulasi hukum, apalagi ini bukan APBN, wong duit kami sendiri kok, ya kami harus dibimbing, termasuk aspek hukum ini.

Membujuk petani supaya mau ikut PSR itu bukan pekerjaan mudah, luar biasa susahnya, nah ketika petani mau ikut PSR ya seperti sekarang, akhirnya  petani pada merajuk. Lahan petani sawit itu sudahlah tua renta, bibit nya dulu gak jelas, jarak tanam salah, populasinya 60% dibawah normal, dan produktivitasnya hanya 40% dari seharusnya, maka itu Presiden meluncurkan Program PSR tanpa APBN. Jika Petani sawit sedikit yang ikut PSR, nantinya ini akan jadi beban pemerintah kedepannya, ya dari indicator produktivitas akan berdampak ke kesejahteraan petani sawit," sebutnya.


Gulat mengusulkan pihak BPDPKS dan Menteri Keuangan tambah saja lagi dewan pengawas di BPDPKS dari aparat penegak hukum (Kepolisian dan Kejaksaan), biar pendampingan langsung melekat di PSR ini, ini adalah bentuk komitmen kami mendukung kinerja APH.


"Sekarang saya membaca dari media-media dan mendengar  malah orang dari BPDPKS dan Ditjenbun  pun sudah dipanggil oleh aparat penegak Hukum dari Kejaksaan,  ini  akan sangat merepotkan semua dan berujung mandeknya program PSR ini," ucapnya.


Untuk meminimalisir kemungkinan penyimpangan penggunaan dana ini perlu segera dibuatkan standart RAB PSR secara rinci biar gak multi tafsir demikian juga standar acuan rekanan PSR, jadi yang mengerjakan PSR itu gak berasal dari kontraktor “jadi-jadian”, bukan asal asalan dari kontraktor tukang gali parit atau kabel, ditunjuk menjadi kontraktor PSR, itu tak akan nyambung dan gagal karena spesifikasi kontraktor gali kabel atau parit berbeda jauh dengan spesifikasi PSR.


BPDPKS juga harusnya memiliki pegawai yang ahli sawit dan bukan ahli keuangan saja semuanya, ahli sawit bisa difungsikan untuk pengawas dan pembimbing di lapangan jangan bergantung ke Kementerian Pertanian, gak cukup Pegawai Kementan mengurusin PSR di seluruh Indonesia, kasian petani kalau dikorbankan seperti saat ini jadi gaduh di 22 Provinsi Sawit.


Tujuan Pungutan Eksport  yang Petani juga mempunyai andil, adalah  sangat mulia, seperti Program B-30 (biodisesel), Beasiswa anak-buruh tani untuk kuliah di kampus vokasi sawit, bantuan sarana-prasarana pertanian, riset, kampanye sawit, peningkatan SDM Petani dan lain-lain. Itu Biosolar yang di SPBU itu hasil sumbangan Petani, kalau gak dibantu dari dana PE eksport CPO,  biodiesel (B30) yang di SPBU bisa-bisa Rp.11.000/liter.


"Kami dari APKASINDO mengajak semua APH untuk sama-sama mensukseskan Program Presiden Jokowi sector PSR ini,  PSR ini untuk masyarakat dan kepentingan Nasional, lanjut Gulat Manurung yang juga Ketua Bravo-5 Provinsi Riau (Relawan Jokowi)," ajaknya.


Masih banyak PR kita untuk mensukseskan sawit Indonesia sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia dan penghasil devisa terbesar, seperti misalnya Potongan timbangan TBS Petani di PKS-PKS, belum lagi masalah permainan timbangan di PKS yang tidak pernah ditera oleh pihak terkait, ini sudah jelas-jelas Pidana (penipuan ke petani sawit), ini lebih parah lagi dan bukan rahasia," kata Gulat.

Vaksinasi di Tumenggung Semakin Tertib, Wako Batam Apresiasi TNI Polri dan Rakyat

By On 10.02



BATAM - Pelaksanaan vaksinasi di Temenggung Abdul Jamal berjalan semakin baik. Masyarakat Batam yang datang antre dengan tertib dan menjaga jarak aman, mengikuti imbauan dari petugas.


Wali Kota Batam, Muhammad Rudi memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat yang antusias melaksanakan vaksinasi. Selain itu juga menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan tidak berkerumun.


"Hari ini alhamdulillah jauh lebih tertib, terimakasih TNI dan Polri yang telah membantu pemerintah. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Batam," kata Rudi saat meninjau vaksinasi di lokasi, Sabtu (19/6/2021).


Pada kesempatan itu, Rudi juga menyempatkan diri menyapa masyarakatnya yang sedang antre, mulai dari dalam Sport Hall higga sampai lapangan parkir. Pihaknya berpesan agar masyarakat dapat terus tertib menggunakan masker dan menjaga jarak saat menunggu giliran.


"Jangan khawatir vaksinasi habis, saat ini vaksin di Batam masih banyak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.


Rudi menjelaskan pihaknya saat ini memang tengah mempercepat proses vaksinasi di Batam untuk mencapai target 70 persen pada bulan Juli mendatang. Itu sebabnya pihaknya berterimakasih kepada masyarakat yang dengan sendirinya datang untuk divaksin.


Pemko Batam juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Kepri untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Batam. Sehingga, proses vaksinasi bisa terus berjalan sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah.


"Karena kalau satu atau dua hari berhenti kita yang susah mulai dari awal lagi," katanya.


Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina mengatakan Pemprov Kepri akan mendukung penuh pelaksanaan vaksinasi di Batam. Karena itu pihaknya meminta masyarakat untuk tidak resah terkait kebutuhan vaksin di Batam.


"Kemarin ada 6000 vaksin yang datang, besok kemungkinan 7000 akan datang lagi. Untuk mendukung vaksinasi di Batam kami juga akan bantu tenaga medisnya, saat ini 30 vaksinator yang sudah kita tugaskan di Batam, nanti akan kita tambah lagi," kata Marlin.


Selain lokasi di Temenggung Abdul Jamal, Rudi juga meninjau vaksinasi di sejumlah titik lainnya. Di antaranya vaksinasi pelayanan publik PT. Rubycon Indonesia di Best Western Premier Panbil sebanyak 1.568 orang.


Kemudian, vaksinasi pelayanan publik di PT. Flextronics Technology Indonesia sebanyak 1.500 orang dan di Vihara Patam Lestari

1000 orang.


Setelah itu dilanjutkan vaksinasi di Masjid Darul Ikhsan, Sengkuang, Batu Ampar,  PT. Citra Buana Prakarsa, PT. Giken di PT. Giken, Komp.Citra Buana, Batu Ampar sebayak 1300 orang dan vaksinasi Ceo Lion Group di Hangar Lion  Bandara Hang Nadim sebanyak 600 orang. 


Target hari ini sebanyak 14.323 orang sudah di vaksinasi. Untuk dosis pertama sebanyak 10.768 orang dan dosis kedua sebanyak 3.555 orang.

FORMASI RIAU Minta Kajati Bersikap Tegas Atas Dugaan Pemerasan oleh Oknum Kajari

By On 04.09



KUANSING - Direktur FORMASI RIAU, Dr Muhammad Nurul Huda SH MH meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau memberikan statman yang jelas ke publik atas dugaan pemerasan yang dilaporkan Bupati Kuantan Singingi, Andi Putra kepada Kejati Riau.


"Kajati Riau Dr Jaja jangan diam dong, berikan stateman yang jelas dan tegas ke publik Riau. Kapan kasus ini dituntaskan, dan apa sudah ada tim khusus yang dibentuk untuk mengusut laporan Bupati Kuansing ini," ujar Dr Nurul Huda.


"Kami menilai, jika sikap tegas tidak segera ditunjukkan Kajati Riau. Kami ragu pencegahan dan pemberantasan korupsi dibawah Kajati riau, Dr Jaja berjalan dengan baik," sambungnya.


Untuk itu, FORMASI RIAU memberikan saran kepada Kajati Riau Dr Jaja membentuk tim khusus dan gandeng KPK, untuk mengusut laporan Bupati Kuansing Andi Putra.


Kemudian, pihaknya juga meminta percepat semua pengusutan kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani Kejari Kuansing.


Sebelumnya diberitakan oleh Riau terkini (18/2021), Sejak lepas Sholat Jumat (18/6/2021) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) didampingi pengacaranya, Dody Fernando berada di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Infonya putra mantan Bupati Kuansing Sukarmis itu datang untuk melaporkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing Hadiman. Infonya lagi, ada dugaan pemerasan.


Politisi Partai Golkar tersebut sempat diterima Kepala Kejati Riau Jajang Subagja. Setelah itu, pertemuan dilanjutkan dengan bagian pengawasan.


Usai membuat laporan, Bupati Kuansing mendampingi Pengacaranya memberi penjelasan resmi. Kepada wartawan disebutkan bahwa, Kajari Kuansing Hadiman, melalui seorang anak buahnya, seorang jaksa berjabatan Kasi minta pada Bupati uang Rp1 miliar untuk untuk menghilangkan namanya di perkara Tipikor yaitu kasus dana tunjangan ketika bupati menjabat sebagai Ketua DPRD Kuansing.


"Seminggu kemudian oknum jaksa Kejari Kuansing yang mengaku disuruh kepala Kejari, jabatannya Kasi Pidsus meminta uang tambahan Rp100 juta. Kalau tidak di kasi, akan ditindak lanjuti kasus dana tunjangan di DPRD," bebernya.


Atas laporan tersebut, Bupati Kuansing minta Kejati Riau meresponnua. " Kita meminta pihak Kejati untuk menanggapi laporan tersebut dan meminta pihak Kejati untuk mengambil alih kasus itu," demikian penjelasannya.


Sementara itu, Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Krisnanto SH membenarkan ada  laporan pengaduan dari Bupati Kuansing terhadap Kepala Kejari Kuansing. Laporannya masih diterima di Pengawasan.


" Kita lihat dulu, masih dalam proses di Pengawasan. Nanti pihak pengawasan akan menelaah laporan tersebut," ujarnya menjawab wartawan yang sedang menunggu laporan Bupati Kuansing tuntas dan memberikan penjelasan resmi.


Ketika ditanya mengenai dugaan pemerasan, Budi Krisnanto belum bisa memberi kepastian, la minta menunggu hasil telaah Pengawasan.


Atas laporan bupati kuansing tersebut, di media galaksipost (18/2021), kejari kuansing hadiman membantah dirinya melakukan pemerasan, bahkan mengancam akan melapor balik pihak yang menuduhnya melakukan pemerasan.


Dikutip dari Postingan Dr Elvriadi di salah satu grup WhatsApp menyampaikan, "takkanlah Bupati senekat itu mengarang cerita bahwa dia diperas, tentu makin dalam kasusnya. Kang Jaja harus bersikap tegas. Coba check and recheck," tulisnya.


Redaksi

Amsakar : Vaksinasi Jadi Harapan di Tengah Naik Turunnya Angka Covid-19 di Kota Batam

By On 20.10



BATAM - Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad memantau pelaksanaan vaksinasi wilayah Sekupang yang digelar di area Vihara Samudra Dharma, Tiban Mentarau, Sabtu (19/6/2021).


Vaksinasi ini merupakan kolaborasi Kecamatan Sekupang dan Ikatan Warga Kuantan Singingi (IWAKUSI) Batam. Turut hadir, Ketua IWAKUSI Batam yang juga Wakil Ketua 1 TP PKK Kota Batam, Erlita Sari.


Pada kesempatan tersebut, Amsakar mengaku bangga dengan antusiasme masyarakat yang ingin divaksin. Tak lupa ia menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri dan juga perangkat Pemko Batam yang telah bertungkuslumus menyukseskan kegiatan tersebut.


"Saya ingin sampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk kita semua," ucap dia.


Ia kembali mengingatkan, bahwa vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar menekan laju pandemi Covid-19. Karena dengan vaksin imun tubuh akan semakin baik. Hal ini tentu berbeda dengan dengan tubuh yang belum divaksin.


"Vaksinasi ini adalah kebijakan negara yang dihadirkan untuk masyarakat sebagai ikhtiar menekan pandemi ini," katanya.


Tidak lupa Amsakar bercerita perihal dirinya dan istrinya yang merupakan penyintas Covid-19. Erlita yang belum divaksin ketika saat itu cenderung lemah, berbeda dengan Amsakar yang tidak mengalami gejala yang serius.


"Karena pentingnya vaksin ini mari sukseskan. 

Jangan anggap remeh Covid, jangan ada hati yang tidak ikhlas untuk divaksin," harap dia.


Lagipula vaksin tersebut gratis, berbeda dengan vaksinasi untuk kalangan tertentu yang berbayar. Hal ini membuktikan bahwa perhatian ke masyarakat cukup besar.


"Dan yang bapak ibu dapatkan ini gratis, hanya butuh mengantri dan kita sama-sama lakukan dengan tertib," ujar dia.


Ia berharap tidak ada lagi perdebatan kontraproduktif perihal vaksin. Terlebih angka Covid-19 kini belum sepenuhnya teratasi. Kolektivitas, kata Amsakar, hendak dapat ditujukan untuk bersama-sama segera bangkit kembali setelah setahun lebih dilanda pandemi.


"Kita semua ingin Batam kembali pulih, aktivitas ekonomi bergerak kembali.  Anak-anak belajar lagi di sekolah, pariwisata tumbuh dan lainya sebagainya normal kembali," pungkasnya.

Bersama Kita Bisa! Testimoni Wawako Batam Tentang Vaksin Mampu Melawan Covid-19

By On 10.33



BATAM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, merupakan satu dari belasan ribu warga Batam yang pernah terpapar Covid-19. Namun yang membedakannya, ia sudah memiliki kekebalan tubuh untuk melawan Covid-19.


"Saya orang pertama divaksin di Batam, dan saya juga pernah terpapar Covid-19. Namun, Covid-19 tidak terlalu berpengaruh karena saya sudah divaksin," ujar Amsakar di hadapan peserta vaksinasi Covid-19 di PT Giken Precision Indonesia, Batuampar, Jumat (18/6/2021).


Berbeda halnya dengan sang istri, Erlita Sari, yang sangat berpengaruh saat terpapar Covid-19. Amsakar menceritakan, kondisi saat istrinya terpapar bahkan sampai bibir menghitam dan panas tubuh hingga 40 derajat.


"Kami dinyatakan positif saat itu H-3 Ramadan. Dan ini membuktikan bagaimana kondisi orang yang terpapar Covid-19 setelah dan sebelum divaksin," kata Amsakar.


Cerita itu sengaja disampaikan Amsakar agar masyarakat Kota Batam tidak terpengaruh berita-berita bohong atau hoaks yang menyebar terkait vaksinasi ini. Untuk itu, ia meminta peserta vaskinasi memiliki keyakinan bahwa vaksinasi tersebut akan meningkatkan tubuh untuk melawan Covid-19.


"Ini bukan obat, namun dalam melawan Covid-19 butuh imun tubuh yang kuat. Nah, vaksin inilah yang membangkitkan imun tubuh kita," kata Amsakar.


Di kesempatan itu, Amsakar juga mengapresiasi antusias masyarakat Batam untuk divaksin Covid-19. Ia berharap, dengan kesadaran bersama ini pula, bisa memudahkan Kota Batam menangani Covid-19.


"Kesadaran warga Batam mengikuti vaksinasi sangat luar biasa. Manfaatkan program vaksinasi gratis ini," katanya.


Selain vaksinasi, pihaknya juga terus menekankan penerapan protokol kesehatan dalam menangani Covid-19. Untuk itu, ia mengajak masyarakat terus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.


"Perketat protokol kesehatan. Untuk memastikan ini, kami terus menggelar razia, membentuk PPKM yang kini berjumlah 2.854. Kita sama-sama berdoa agar Batam segera mampu keluar dari wabah ini," katanya.

Tak Cuma Bupati, Kajari Kuansing Juga Dilaporkan Kepala BPKAD Non Aktif

By On 22.43



PEKANBARU - Kajari Kuansing, Kajari Kuansing, dilaporkan secara beruntun terkait dugaan pemerasan. Selain Bupati, Kepala BPKAD Kuansing non aktif Hendra, AP MSi juga melaporkan dugaan pemerasan oknum Kajari Kuansing, senilai Rp 4 miliar, Jumat (18/6/2021).


Hadir bersama dengan Bupati Kuansing Andi Putra di Kejati Riau, Kepala BPKAD Kuansing non aktif Hendra AP MSi dalam kasus yang berbeda turut melapor adanya dugaan pemerasan kepadanya senilai Rp3 miliar atas kasus yang dihadapinya.


Hendra AP melaporkan dugaan pemerasan sebesar Rp3 miliar dalam kasus dugaan SPPD fiktif di BPKAD Kuansing, yang mana dalam kasus itu Kajari Kuansing kalah dalam praperadilan.


Penasehat Hukum Hendra AP, Rizki Poliang SH MH mengaku, bahwa pihaknya juga melaporkan dugaan pemerasan terhadap Hendra oleh oknum Kejari Kuansing senilai Rp3 Miliar.


"Iya. Kami juga sudah melaporkan dugaan pemerasan. Namun kasus ini terpisah dari laporan Pak Bupati. Karena kami juga ingin ada rasa keadilan yang harus diberikan kepada masyarakat," ucapnya.


Kepada wartawan, Rizki berharap agar laporan ini segara ditindaklanjuti. "Kita melapor dulu, tentu ini akan diproses. Semoga keadilan bisa ditegakkan," tutupnya.

Mengaku Diperas Rp1 Miliar, Bupati Kuansing Laporkan Kajari ke Kajati Riau

By On 22.25



PEKANBARU - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Andi Putra datang ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Jumat (18/6/2021). 


Infonya putra mantan Bupati Kuansing Sukarmis itu datang untuk melaporkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing Hadiman. Infonya lagi, ada dugaan pemerasan.


Politisi Partai Golkar tersebut sempat diterima Kepala Kejati Riau Jajang Subagja. Setelah itu, pertemuan dilanjutkan dengan bagian pengawasan.


Usai membuat laporan, Bupati Kuansing didampingi pengacaranya memberi penjelasan resmi. Kepada wartawan disebutkan bahwa, Kajari Kuansing Hadiman, melalui seorang anak buahnya, seorang jaksa berjabatan Kasi minta pada Bupati uang Rp1 miliar untuk menghilangkan namanya di perkara Tipikor yaitu kasus dana tunjangan ketika bupati menjabat sebagai Ketua DPRD Kuansing.


"Seminggu kemudian oknum jaksa Kejari Kuansing yang mengaku disuruh kepala Kejari, jabatannya Kasi Pidsus meminta uang tambahan Rp100 juta. Kalau tidak di kasi, akan ditindak lanjuti kasus dana tunjangan di DPRD," bebernya.


Atas laporan tersebut, Bupati Kuansing minta Kejati Riau meresponnya. "Kita meminta pihak Kejati untuk menanggapi laporan tersebut dan meminta pihak Kejati untuk mengambil alih kasus itu," demikian penjelasannya.


Sementara itu, Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Krisnanto SH membenarkan ada laporan pengaduan dari Bupati Kuansing terhadap Kepala Kejari Kuansing. Laporannya masih diterima di Pengawasan.


"Kita lihat dulu, masih dalam proses di Pengawasan. Nanti pihak pengawasan akan menelaah laporan tersebut," ujarnya menjawab wartawan yang sedang menunggu laporan Bupati Kuansing tuntas dan memberikan penjelasan resmi.


Ketika ditanya mengenai dugaan pemerasan, Budi Krisnanto belum bisa memberi kepastian. Ia minta menunggu hasil telaah Pengawasan.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi Tinjau Vaksinasi di Perusahaan Galangan Kapal

By On 09.19



BATAM - Walikota Batam, Muhammad Rudi, yang juga Kepala BP Batam, secara gencar melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi di beberapa tempat di Kota Batam. 


Peninjauan ini untuk memastikan vaksinasi Covid-19 berjalan lancar termasuk bagi para karyawan di kawasan industri galangan kapal. 


Salah satu yang dikunjungi dalam peninjauan Muhammad Rudi adalah sebuah perusahaan galangan kapal, PT Paxocean, Sagulung, Kamis (16/6/2021).


Muhammad Rudi memberikan apresiasi kepada PT Paxocean yang telah melaksanakan vaksinasi dengan sangat tertib sekali yang dipusatkan di Paxocean Training Centre.


Rudi optimis vaksinasi yang mulai dilakukan secara lebih masiv di Kota Batam sejak 13 Juni 2021 lalu akan mencapai target 70% pada akhir Juni nanti.


“Kita sudah jalankan vaksinasi secara serentak, baik di tempat yang telah kita siapkan, salah satunya dipusatkan Stadion Temenggung Abdul Jamal itu, kemarin bisa sampai 10.000 lebih,” kata Rudi.


“Hari ini ada sekitar 7-8 tempat yang kita laksanakan vaksinasi. Sejak dari Minggu (13/6), kita mengejar 70%, tidak lain kita ingin 3/4 Kota Batam atau warganya sudah tervaksin semua, dalam waktu satu setengan bulan dari sekarang sampai ke depan,” tambah dia.


Walikota Batam/Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, juga menyampaikan terima kasih kepada perusahaan Paxocean, melalui Yard Director Paxocean, Jerome Chew, karena perusahaannya sudah memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk divaksin. Rudi meyakini jika semua perusahaan bisa melakukan seperti ini, maka vaksinasi bisa tercapai 100 persen.


Walikota Batam/Kepala BP Batam juga telah berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melalui Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, agar vaksin untuk Kota Batam dapat diperbanyak karena jika perekonomian Batam hidup, maka perekonomian Kepri juga akan hidup.


Muhammad Rudi menambahkan vaksinasi juga sudah dibuka di seluruh Puskesmas dan kelurahan dan sudah mulai berjalan. “Setiap kecamatan kita minta ada satu kelurahan untuk melakukan vaksinasi tinggal kita menyediakan vaksinatornya saja dan membaginya se-Kota Batam,” pungkas Rudi.


Muhamma Rudi berharap dengan kegiatan vaksinasi secara serentak ini, ekonomi Batam akan pulih kembali karena warganya sudah tervaksin semua. (mh)

Jerome Chew: Kami telah Melihat Banyak Peningkatan infrastruktur di Batam

By On 23.14



BATAM - Sebuah perusahaan PMA di Sagulung Tanjung Uncang, PaxOcean, memberikan apresiasi kepada Muhammad Rudi selaku Walikota Batam/Kepala BP Batam, yang telah memenuhi janjinya untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang menghubungkan dengan simpul-simpul kawasan industri.


Apresiasi tersebut diungkapkan oleh Director Yard PaxOcean, Jerome Chew, saat menerima kunjungan peninjauan Kepala BP Batam/Walikota Batam, Muhmmad Rudi, ke perusahaannya guna meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19.


Chew mengungkapkan, ia pernah bertemu dengan Walikota Batam/Kepala BP Batam Muhammad Rudi di sebuah acara di Singapura, tiga tahun lalu.


“Itu adalah acara federasi bisnis di Singapura, di mana Bapak Rudi ada di sana mengundang investor Singapura datang ke Batam, untuk berinvestasi. Pak Rudi telah berjanji pada waktu itu dan Pak Rudi memberikan nomor teleponnya. Pak Rudi mengatakan bahwa kita akan mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan di Batam menjadi sebaik Singapura loh, bahkan mungkin lebih baik dari Singapura,” ujar Jerome Chew menuturkan kembali ucapan Walikota Batam/Kepala BP Batam yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. 


“Dan saat ini saya dengan bangga mengatakan semuanya. Menyaksikan sendiri dengan mata kami sendiri, kami telah melihat banyak peningkatan infrastruktur di Batam,” kata Jerome Chew.


“Pak Rudi telah membuat investor jauh lebih mudah diberikan akses, lebih ramah dalam bisnis, dan kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Bapak, di mana para pekerja kami, mereka adalah bagian dari keluarga kami, dan itu sangat penting,” tambah Jerome Chew.


Ia juga mengatakan, pihaknya berupaya untuk menjaga karyawannya dan mendukung kebijakan pemerintah untuk mendorong lebih banyak orang untuk divaksinasi. 


“Jadi sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, kami telah memberikan insentif kepada para pekerja kami. Kami memberikan mereka waktu libur, kami telah memberi mereka waktu untuk vaksin, pada hari libur kami memberikan voucher KFC. Kami juga telah memberikan masker, handsanitizer dan vitamin karena kami percaya dan menghormati serta mendukung kebijakan Pemerintah,” kata Jerome Chew.


Ia mengatakan demikian, karena bisa saja sebagian besar pekerjanya akan terpapar karena akan ada kapal yang datang dari berbagai belahan dunia. Dan Walikota Batam/Kepala BP Batam dengan ramah menerima ini dan mendukungnya. 


“Jadi untuk itu, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak. Luar biasa. Terima kasih. Terima kasih,” pungkas Jerome Chew. (mh/yhp)

Penataan Simpang Barelang dan Basecamp, Wako Batam : Alhamdulillah Berjalan Sesuai Rencana

By On 17.42



BATAM - Wali Kota Batam Muhammad Rudi meninjau perkembangan penataan Simpang Basecamp dan Simpang Tembesi, Kamis (17/6/2021).


"Saya sengaja mampir untuk melihat progresnya. Syukur, pelaksanaanya berjalan sesuai schedule. Inshaa Allah berjalan lancar," ucap Rudi.


Berangkat progresnya yang lancar, Rudi meyakini tahapan pengerjaan tahun 2021 akan selesai tepat waktu November atau Desember mendatang. Kemudian tahun selanjutnya akan dilanjutkan dengan berbagai penyempurnaan.


"Melihat perkembangannya saya yakin yang tahun ini selesai tepat waktu. Selanjutnya, proyek inikan tak selesai satu tahun anggaran, namun bertahap bisa dua atau tiga tahun," imbuhnya.


Pada intinya, lanjut Rudi, kedua simpang yang akan dibangun bundaran ini dapat sempurna. Tidak hanya sebagai akses namun juga mendukung estetika kota.


"Kami ingin bundaran sempurna sehingga betul betul dapat dimanfaaatkan untuk masyarakat Batam, lebih-lebih warga Batuaji dan Sagulung," katanya.


Seperti diketahui, era Rudi dan Wakilnya, Amsakar Achmad memang sangat fokus mengembangkan infrastruktur kota. Penataan dua simpang ini merupakan bagian dari kerja besar penataan infrastruktur jalan Batam pada umumnya.


"Seperti saya sampaikan dulu, sewaktu-waltu seluruh jalan utama Kota Batam akan terbuka lebar," ujar dia.


Menurut Rudi, jalan sarana yang sangat penting mendukung mobilitas. Jika mobilitas tidak menemui kendala, aktivitas manusia dan ekonomi tentu akan berjalan dengan lancar.


"Jalan inikan akses perpindahan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain.  Dan, jalan erat kaitanya dengan investasi," pungkasnya.

9.568 Warga Batam Hari Ini Divaksin, Rudi Yakin Ekonomi Kembali Pulih Sedia Kala

By On 13.27



BATAM - Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meninjau vaksinasi Covid-19 di Batam, Kamis (17/6/2021). Sebanyak 9.568 warga antusiasi mengikuti vaksinasi tersebut.


Adapun vaksinasi tersebut dilaksanakan pemerintah di sembilan lokasi. Kemudian, sasaran vaksinasi mulai dari pelayan publik, guru, buruh, dan masyarakat umum. 


"Dari total yang divaksin hari ini, ada juga yang dosis kedua," ujar Rudi.


Ia mengapresiasi antusias warga yang ingin divaksin. Namun, ia berpesan dalam mengikuti vaksinasi harus tetap tertib agar tidak terjadi kerumunan. Ia juga berpesan agar petugas memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat yang divaksin tidak resah.


"Bikin warga nyaman, tenang. Warga juga harus tertib dan tetap menerapkan protokol kesehatan di lokasi vaksinasi," katanya.


Rudi menyampaikan, antusiasme masyatakat mengikuti vaksinsi sejalan dengan upaya Pemko Batam untuk memvaksin warganya hingga 70 persen hingga akhir Juni ini.


"Harapan kita dengan vaksinasi ini agar imun tubuh bisa kuat dalam melawan Covid-19. Kita doakan sama-sama agar pandemi ini segera berakhir," katanya.

Tingkatkan Kemampuan Penyusunan Peraturan Perundangan, BP Batam Gelar Bimtek Perumusan dan Evaluasi Kebijakan

By On 13.22



BATAM - Dalam menyusun sebuah peraturan perundang-undangan diperlukan sebuah standar, baik dalam bentuk kerangka, sistematika, maupun tata penulisan dan perumusan norma. 


Untuk memahami hal tersebut, Pusat Harmonisasi Kebijakan Badan Pengusahaan Batam (Pushaka BP Batam), menggelar Bimbingan Teknis Perumusan Norma Metodologi Pelaksanaan Sinkronisasi dan Evaluasi Kebijakan di BP Batam, Rabu (16/6/2021), di IT Centre BP Batam, Batam Centre.


Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pushaka BP Batam, Memet E. Rachmat, dan dan dihadiri 30 peserta dari perwakilan unit kerja di lingkungan BP Batam.


Memet mengatakan, dalam melaksanakan SOP penyiapan peraturan perundang-undangan berawal dari usulan unit-unit terkait dan kemudian disampaikan kepada Pusat Harmonisasi Kebijakan untuk dilakukan pembahasan terhadap substansi dari usulan tersebut. 


“Tentunya unit terkait harus memiliki pemahaman yang cukup tentang penyusunan atau perumusan draft tersebut,” kata Memet E. Rachmat dalam sambutannya.


Bimtek ini mengundang narasumber Kepala Subdirektorat Pembahasan Rencana Undang-Undang Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-Undangan, Mukhamim, dan Kepala Subdirektorat Hukum Perdata Umum Kementerian Hukum dan Ham RI, serta dimoderatori oleh Kepala Bidang Penelitian dan Sinkronisasi Kebijakan, Nurjannah Siregar.


Materi yang dipelajari dalam bimtek ini, antara lain Metodologi Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan dengan tahapan perancangan peraturan perundang-undangan sebagai berikut, tahapan konseptual (konsepsi materi muatan, tahapan arsitektur (rancang bangun/teknik penyusunan), dan tahapan verbal/komposisi.


Kepala Pushaka BP Batam, Memet E. Rachmat, berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh unit kerja di BP Batam sebagai peningkatan kapasitas dan diskusi perumusan norma metodologi pelaksanaan sinkronisasi dan evaluasi kebijakan yang lebih efektif. (cc)

Muluskan Program Pemerintah, Amsakar Juga Gencar Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Melalui Radio

By On 13.02



BATAM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyempatkan mampir ke Kedai Mak Ngah, Program Dialog Interaktif di Batam FM, Rabu (16/6/2021). Melalui siaran udara tersebut, Amsakar menyosialisasikan vaksinasi Covid-19.


Dalam dialog berdurasi lebih satu jam tersebut, Amsakar berharap apa yang disampaikan melalui siaran radio tersebut dapat menjangkau ke seluruh pemiarsa se-Kota Batam, hingga pulau terluar.


"Mudah-mudahan informasi soal Covid-19 ini dapat terdistribusi kepada masyarakat, dan mampu mengajak bersama berjuang menangani Covid-19," ujar Amsakar didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Azril Apriansyah.


Ia mengatakan, hal utama dalam menangani Covid-19 ini dengan penerapan protokol kesehatan 5 M; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.


"Ini yang terus kita sosialisasikan, jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan," katanya.


Tak hanya itu, langkah lain Pemerintah dalam menangani Covid-19 ini dengan meningkatkan imun tubuh. Amsakar melanjutkan, salah satu cara meningkatkan imun tubuh tersebut dengan disuntikkan vaksin Covid-19.


"Maski divaksin masih punya peluang terpapar Covid-19. Tapi, orang yang sudah divaksin akan lebih mudah melawan Covid-19," ujar Amsakar saat menceritakan dirinya saat terjangkit Covid-19.


Untuk itu, Amsakar terus mengajak masyarakat Batam untuk ikut menyukseskan vaksinasi Covid-19 di Batam. Amsakar mengatakan, Pemerintah terus melayani vaksinasi bagi masyarakat Batam.


"Di 21 puskesmas kita layani vaksinasi sehari 250-500 orang per hari. Kemudian di Temenggung Abdul Jamal juga kita jadikan central vaksinasi, selain itu sejumlah komunitas kita datangi untuk menyukseskan vaksinasi," ujarnya.


Ia menyampaikan, hingga saat ini sudah ratusan ribu warga Batam yang divaksin. Ia berharap 70 persen warga Batam bisa divaksin sebagai langkah pemerintah menangani Covid-19.


"Jangan ragu untuk divaksin, contohnya saya imun tubuh pasti meningkat. Ini penting untuk melawan Covid-19," kata Amsakar.


Di akhir acara, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada semua petugas mulai RT dan RW hingga prajurit TNI dan Polri dan semua pihak yang sudah bertungkus lumus menangani Covid-19 ini.


"Terima kasih semuanya, kita memang butuh kerja bersama dalam menangani ini. Kami memahami jerih payah yang sudah dialami selama menangani Covid-19 ini," katanya.

Tinjau Vaksinasi Covid-19, Rudi : Ayo Sukseskan dan Lakukan dengan Tertib

By On 19.12



BATAM - Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meninjau langsung program vaksinasi Covid-19 di sejumlah lokasi. Di antaranya di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Kampus Putra Batam dan Vihara Budha Tzu Chi.


Rudi mengatakan Pemko Batam memberikan apresiasi kepada masyarakat yang memiliki antusiasme yang tinggi untuk dilakukan vaksinasi. Namun, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat sama-sama tertib dan tidak berdesak-desakan.


"Saya mohon maaf lahir batin, karena mengundang banyak orang. Tapi hal ini kita lakukan tujuannya baik agar masyarakat dapat divaksin. Karena itu saya mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga dan tertib," kata Rudi, Rabu (16/6/2021).


Saat ini kata Rudi bukan waktunya untuk saling menyalahkan, Pemko Batam bersama Forkopimda Kota Batam ditegaskan bahwa pasti akan melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang memang belum maksimal.


Rudi juga mengatakan vaksinasi tidak hanya dilakukan di Temenggung Abdul Jamal, tapi masyarakat juga dapat melakukan vaksinasi di Puskesmas terdekat. 


"Saya kira sekarang ini bukan waktunya untuk mencari siapa yang salah. Hari ini kita targetkan 4.600 orang. Mari sama-sama kita sukseskan vaksinasi ini supaya Juli 70 persen masyarakat Batam sudah divaksin," katanya.


Kapolresta Barelang, Kombes Pol Yos Guntur mengatakan saat ini masyarakat Batam memang sangat antusias untuk melakukan vaksin. Karena itu pihaknya sudah melakukan evaluasi untuk menghindari antrean panjang warga saat vaksin.


Di mana saat ini dibagi dua kloter, pertama mulai dari 09.00 hingga 12.00 hanya untuk 5 kecamatan. Kemudian dari 13.00 hingga 15.00 untuk 4 kecamatan. Kemudian masing-masing kecamatan diberikan kuota sebanyak 200 orang.


"Insya Allah semua terpenuhi, kami akan terus melakukan evaluasi di lapangan," kata Yos.

Pemko Batam Sembilan Kali Berturut Raih Opini WTP dari Badan Pemeriksaan Keuangan

By On 15.36



BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal itu disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dalam Rapat Paripurna di DPRD Batam, Rabu (16/6/2021).


"Alhamdulilah, Pemko Batam telah berhasil mempertahankan Opini WTP untuk yang kesembilan kalinya secara berturut-turut," kata Rudi.


Dengan memperoleh opini tersebut, ia melanjutkan, secara umum laporan keuangan Pemko Batam sudah sesuai dengan prinsip Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Pencapaian opini ini merupakan hasil usaha dan komitmen bersama antara Pemko Batam dengan DPRD Kota Batam serta dukungan seluruh elemen masyarakat yang diharapkan dapat menjadi momentum untuk lebih mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Batam.


"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Batam yang selama ini telah memberikan dukungan dan kerja sama sehingga laporan keuangan Pemko Batam Tahun Anggaran 2020 mendapatkan opini WTP kembali," ujarnya.


Di samping itu, diharapkan juga laporan keuangan ini tidak hanya digunakan sebagai sarana pertanggungjawaban, melainkan dapat juga digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran. Ia juga mengapresiasi jajarannya di lingkungan Pemko Batam yang telah melaksanakan program kegiatan tahun anggaran 2020 dan telah menyajikan laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang berbasis akrual.


"Meskipun telah mendapatkan Opini WTP dari BPK, namun masih ada catatan-catatan yang harus menjadi perhatian dalam rangka perbaikan kinerja dalam tata kelola keuangan pada masa yang akan datang," kata Rudi.


Dalam paripurna tersebut, Wali Kota Batam juga menyerahkan langsung Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2020 kepada DPRD Batam dan langsung diterima Ketua DPRD Batam, Nuryanto.


"Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2020 disusun dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual," ujarnya.


Untuk diketahui, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 ini merupakan hasil laporan keuangan yang telah diaudit oleh BPK-RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, laporan keuangan tersebut telah diserahkan kepada DPRD Kota Batam dan Pemerintah Kota Batam pada tanggal 07 Mei 2021 yang lalu dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian.


Sementara itu, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, mengapresiasi capaian Pemko Batam terkait Opini WTP. Capaian tersebut, kata dia, sebagai motivasi untuk meningkatkan transparansi keuangan daerah.

Mantap! Pemerintah Nilai Kesadaran Masyarakat Batam Akan Vaksinasi Corona Cukup Antusias

By On 05.43



BATAM - Kesadaran warga Batam untuk vaksin Covid-19 terus meningkat. Hal itu bisa dilihat dari jumlah warga yang melakukan vaksin di Temenggung Abdul Jamal dalam tiga hari terakhir.


Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan hari pertama vaksinasi di Temenggung Abdul Jamal ada sebanyak 900 warga. Kemudian, hari kedua meningkat drastis menjadi 1.900 dan hari ketiga ada 2.500 warga divaksin.


"Hal ini menunjukan bahwa masyarakat memang sangat antusiasme divaksin," kata Amsakar, Selasa (15/6/2021).


Namun, pihaknya tetap mengimbau kepada para warga untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan tidak berkerumun saat datang untuk divaksin.


Terkait sempat terjadinya antrean yang panjang di Temenggung Abdul Jamal, Amsakar mengatakan hal itu terjadi tidak berlangsung lama. Dan dapat segera diatasi oleh petugas di lapangan.


"Jadi vaksinasi ini dimulai jam 08.00 tapi ternyata banyak yang sudah datang sebelum jam itu. Sehingga antrean sempat panjang, tapi itu tidak berlangsung lama," katanya.


Amsakar menjelaskan pihaknya bersama Kapolresta Barelang dan Dandim 316 Batam langsung melakukan evaluasi. Sehingga ke depan antrean panjang tidak terjadi lagi.


"Saya langsung turun langsung ke lapangan tadi, untuk selanjutnya akan kita evaluasi supaya kejadian tadi pagi tidak terjadi lagi," jelasnya.


Kemudian, Amsakar juga memastikan saat ini masih ada sekitar 400 vials stok vaksin dan dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi masyarakat Batam. Pemko Batam juga terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Kepri.


"Intinya kami tetap ingin lebih baik ke depannya. Jangan sampai terjadi lagi seperti ini. Agar percepatan ini tidak mengabaikan Protkes," ujarnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *