EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Ekonomi Batam Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional

On 13.45

Jajaran Kepala BP Batam Amsakar Achmad sampaikan progres pertumbuhan ekonomi. Foto/Nova


BATAM - Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas, Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2025 tercatat 5,88 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada pada angka 5,11 persen.


Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Batam terus memperkuat perannya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Indonesia.


Jika dibandingkan dengan daerah lain di Kepulauan Riau, Batam menempati posisi teratas dalam pertumbuhan ekonomi tanpa migas. Kabupaten Bintan mencatat pertumbuhan 6,43 persen, diikuti Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kota Tanjungpinang 3,31 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, serta Kabupaten Kepulauan Anambas 2,87 persen. Sementara itu Kabupaten Natuna mengalami kontraksi -1,61 persen akibat dinamika sektor ekonomi tertentu.


Selain mencatat pertumbuhan tertinggi, Batam juga menjadi penyumbang terbesar perekonomian Kepulauan Riau, dengan kontribusi mencapai 66,44 persen terhadap total ekonomi provinsi pada tahun 2025.


Kinerja ekonomi Batam didorong oleh meningkatnya aktivitas industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, transportasi dan logistik, serta arus investasi yang terus menguat. Struktur ekonomi yang berbasis manufaktur, perdagangan internasional, dan jasa logistik memberikan fondasi pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.


Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tanpa migas tersebut menunjukkan bahwa transformasi ekonomi Batam semakin bertumpu pada sektor industri dan investasi.


“Pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 6,76 persen tanpa migas menunjukkan bahwa mesin ekonomi Batam digerakkan oleh sektor-sektor produktif seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik, serta investasi yang terus meningkat. Ini menjadi bukti bahwa Batam berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan internasional yang semakin kompetitif,” ujar Fary.


Menurutnya, pengukuran pertumbuhan ekonomi tanpa migas penting untuk menggambarkan kekuatan ekonomi daerah secara lebih nyata dan berkelanjutan.


“Sektor migas sangat dipengaruhi oleh harga energi dunia dan volume produksi, sehingga sering menimbulkan fluktuasi yang tidak mencerminkan aktivitas ekonomi lokal. Dengan melihat pertumbuhan tanpa migas, kita dapat melihat secara lebih jelas bahwa ekonomi Batam tumbuh karena kekuatan industri, perdagangan, dan investasi,” tambahnya.


Ia juga menegaskan bahwa posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional, kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, serta pengembangan kawasan industri yang terus dilakukan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.


“Batam memiliki keunggulan geografis dan ekosistem industri yang kuat. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, dan konektivitas logistik internasional, Batam semakin memperkokoh perannya sebagai hub investasi dan industri berdaya saing global,” kata Fary.


Capaian pertumbuhan ekonomi tanpa migas yang tertinggi di Kepulauan Riau ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam terus melaju sebagai pusat aktivitas ekonomi modern, kawasan industri strategis, serta gerbang investasi internasional di wilayah barat Indonesia.(nva)




Editor: ade

Lonjakan 7,49%, Batam Tutup 2025 dengan Akselerasi Ekonomi Terkuat dalam Lima Tahun

On 16.44

Amsakar Achmad Kepala BP Batam


BATAM - Perekonomian Batam menutup tahun 2025 dengan kinerja impresif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan IV 2025 mencapai 7,49 persen (year-on-year), melonjak tajam dibandingkan 3,27 persen pada Triwulan IV 2024.


Akselerasi kuat pada akhir tahun tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang 2025 sebesar 6,76 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp253,64 triliun.


Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren meningkat secara konsisten, dari 5,17 persen pada Triwulan I, 6,66 persen pada Triwulan II, 6,89 persen pada Triwulan III, hingga mencapai puncaknya 7,49 persen pada Triwulan IV.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kinerja tersebut mencerminkan kuatnya peran industri dan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan Batam.


“Batam tumbuh karena industri dan investasi. Ketika investasi meningkat 9,53 persen dan industri pengolahan menyumbang lebih dari 57 persen terhadap PDRB, itu menunjukkan mesin produksi Batam benar-benar bergerak,” ujarnya.


Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menilai lonjakan pada Triwulan IV menjadi indikator bahwa investasi yang masuk mulai terkonversi menjadi output produksi.


“Pertumbuhan yang melonjak di akhir tahun menunjukkan ekspansi industri di Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026,” ujarnya.


Sementara itu, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi yang mendekati dua digit menandakan Batam mulai memasuki fase ekspansi kapasitas produksi.


“Manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Batam dengan kontribusi 57,01 persen terhadap PDRB. Pertumbuhan sektor listrik dan gas sebesar 11,90 persen serta real estate 14,70 persen mencerminkan meningkatnya aktivitas industri dan pengembangan kawasan ekonomi,” jelasnya.


Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat setiap triwulan, Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia, terutama dengan dukungan investasi yang terus menguat.(gam)




Editor: alfi

Bazaar Murah Ramadhan 1447 H, BP Batam Hadirkan Pangan Terjangkau untuk Pegawai dan Masyarakat

On 11.03

Kepala BP Batam Amsakar Achmad meninjau stand bazar didamp8ngi pejabat BP Batam. Foto/Nova


BATAM - Dalam suasana sukacita bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menggelar Bazaar Murah Ramadhan yang berlangsung di pelataran Lobi Gedung Bida Utama, mulai 3 hingga 7 Maret 2026.


Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad pada Selasa siang (3/3/2026). 


Turut hadir mendampingi dalam pembukaan tersebut para Anggota/Deputi BP Batam, yakni Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan Alexander Zulkarnain, Anggota Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, Anggota Bidang Pengelolaan Lahan, Pesisir, dan Reklamasi Syarlin Joyo, serta Anggota Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis.


Dalam sambutannya, Kepala BP Batam menyampaikan bahwa Bazaar Murah Ramadhan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menyemarakkan bulan suci dengan menghadirkan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.


“Melalui bazaar ini, kami ingin menghadirkan semangat Ramadhan dengan harga yang lebih murah sehingga dapat meringankan pegawai maupun masyarakat yang hadir. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memacu pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.


Bazaar menghadirkan 12 tenant yang menyediakan beragam kebutuhan pangan, mulai dari sembako, daging, sayur-mayur, buah-buahan, hingga aneka kue takjil untuk berbuka puasa.


Pengunjung juga dapat menikmati potongan harga hingga 10 persen untuk berbagai produk pilihan.


Kepala BP Batam juga menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pada triwulan IV, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 7,49 persen tahun 2025, dengan capaian kumulatif 6,89 persen year-on-year. Momentum positif ini diharapkan dapat terus dijaga melalui sinergi dan kekompakan seluruh elemen masyarakat.


“Silakan berkreasi dan manfaatkan peluang yang ada. Semangat bersama membangun kekompakan untuk Batam harus terus kita jaga,” tambahnya.


Usai pembukaan, Kepala BP Batam bersama jajaran Anggota/Deputi menyempatkan diri meninjau satu per satu tenant yang berpartisipasi, sekaligus berdialog dengan pelaku usaha dan pengunjung.


Bazaar Murah Ramadhan BP Batam terbuka untuk masyarakat umum dan diharapkan menjadi sarana mempererat kebersamaan, sekaligus memberikan manfaat nyata di bulan penuh berkah ini.(nva)




Editor: alfi

Badan Pengusahaan Batam Perkuat Diplomasi Investasi Lewat Perwakilan di Singapura

On 05.38

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis saat menyerahkan cinderamata pada Wakil Dubes RI Singapura. Foto/Tari


BATAM - BP Batam kembali mengaktifkan Liaison Officer di Singapura. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat diplomasi investasi sekaligus mendorong percepatan arus Penanaman Modal Asing (PMA) ke Batam.


Upaya tersebut juga sekaligus menegaskan komitmen BP Batam untuk menjadikan Batam sebagai regional execution hub bagi investasi industri, logistik, dan ekonomi hijau di Asia Tenggara.


Penunjukan Gloria Tan sebagai Liaison Officer BP Batam di Singapura ditandatangani oleh Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis.


Fary mengatakan, kehadiran liaison officer akan mempercepat komunikasi dengan investor serta memastikan minat investasi dapat segera direalisasikan menjadi proyek konkret.


“Batam tidak hanya menawarkan insentif, tetapi juga kepastian dan kecepatan eksekusi. Kehadiran Liaison Officer di Singapura akan mempercepat transformasi minat investasi menjadi realisasi proyek,” kata Fary.


Ia menambahkan, penguatan perwakilan di Singapura juga merupakan respons atas dinamika rantai pasok regional yang semakin terintegrasi, mengingat Batam diposisikan sebagai simpul produksi dan logistik yang terkoneksi langsung dengan pasar Asia-Pasifik.


Gloria Tan menyatakan siap memperkuat konektivitas investasi antara Singapura dan Batam.


Menurutnya, kedekatan geografis dan hubungan ekonomi yang telah terjalin menjadi modal kuat untuk meningkatkan arus investasi.


“Batam memiliki posisi strategis dalam ekosistem industri regional. Tugas kami memastikan investor Singapura terhubung langsung dengan peluang investasi yang siap dieksekusi di Batam,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Duta Besar RI untuk Singapura, Thomas Siregar, menyambut baik langkah tersebut.


“Penguatan kehadiran BP Batam di Singapura akan memperkokoh diplomasi ekonomi Indonesia dan membuka peluang investasi yang lebih luas bagi Batam dalam rantai pasok regional,” pungkasnya.(tar)





Editor: alfi

Badan Pengusahaan Batam Tawarkan Stabilitas Regulasi kepada Investor Eropa dan Jepang

On 11.14

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis


BATAM - BP Batam memperkuat diplomasi ekonomi dengan Jerman dan Jepang guna memperluas jejaring investasi global serta mempertegas posisi Batam sebagai pusat industri strategis di kawasan.


Delegasi BP Batam yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis bertemu dengan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste pada Senin (23/2/2026) dan Minister Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Kenji Enoshita, pada Selasa (24/2/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Fary didampingi Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar; Direktur Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Irfan Syakir Widyasa; serta Kepala Kantor Penghubung BP Batam, Irwan.


Dalam kesempatan tersebut, BP Batam memaparkan berbagai transformasi kebijakan sepanjang satu tahun terakhir. 


Di antaranya penguatan kewenangan perizinan terpadu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 dan perluasan wilayah KPBPB Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025. 


“Kebijakan ini menjadi landasan kami untuk meningkatkan kepastian berusaha, mempercepat proses investasi, serta mengoptimalkan potensi maritim dan logistik,” ujar Fary.


Dalam pertemuan dengan pihak Jerman, pembahasan difokuskan pada peluang kolaborasi di sektor industri berteknologi tinggi dan rekayasa teknik. 


Jerman tercatat sebagai salah satu mitra utama Eropa dan secara konsisten menempati peringkat kedua investor asal Eropa di Batam. 


Diskusi juga menyoroti pentingnya stabilitas regulasi dan integrasi ekosistem kawasan dalam memperkuat kemitraan industri jangka panjang.


Sementara itu, dialog dengan pihak Jepang membahas integrasi ekosistem kawasan, termasuk sinergi antara KPBPB, KEK, serta Proyek Strategis Nasional (PSN). 


Jepang merupakan salah satu investor utama Batam secara global dan memberikan perhatian pada penguatan sektor maritim serta logistik sebagai bagian dari strategi konektivitas regional.


Fary mengatakan, diplomasi ekonomi menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Batam dalam arus investasi global.


Selain itu, BP Batam juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dialog internasional dan meningkatkan daya saing kawasan di tengah dinamika ekonomi global yang kian multipolar.


“Batam akan terus bertransformasi menjadi execution hub yang menghubungkan arus investasi dan rantai pasok antara Eropa dan Asia,” pungkasnya.


Pihak Kedutaan Besar Jerman menyampaikan ketertarikan untuk memahami lebih lanjut arah pengembangan Batam dalam menarik investasi Eropa dan membuka peluang kolaborasi industri yang lebih luas. 


Adapun perwakilan Kedutaan Besar Jepang menilai penguatan kewenangan perizinan meningkatkan kepastian hukum dan kepercayaan investor untuk memperluas kemitraan di kawasan.(tar)



Editor: taher

Konsulat Jenderal Singapura Puji Pendekatan Baru BP Batam ke Investor

On 11.50

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis berkunjung ke Kantor Konjen Singapura, Wyndham Hotel, Panbil. Foto/Agam


BATAM - Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura untuk Batam, Gavin Ang memuji kemajuan investasi yang begitu pesat oleh Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.


Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis di Kantor Konjen Singapura, Wyndham Hotel, Panbil, Kamis (19/2/2026). 


Konjen Singapura menilai, hal itu dikarenakan BP Batam menunjukkan kemajuan signifikan dalam pendekatan pelayanan investasi, yang kini lebih adaptif, responsif, dan berorientasi solusi.


Perubahan itu, mencerminkan pergeseran peran BP Batam dari sekadar regulator menjadi fasilitator aktif yang menciptakan lingkungan investasi yang lebih welcoming bagi investor.


Menurutnya, BP Batam kini semakin proaktif dalam membantu penyelesaian tantangan proyek dan memberikan dukungan langsung kepada investor, sehingga memperkuat persepsi kepastian layanan dan kemudahan berusaha di Batam.


"Pendekatan ini sangat berbeda, bagaimana pendekatan yang dilakukan BP Batam kepada investor dan ini direspon dengan gembira oleh para investor," ungkap Gavin. 


Pendekatan baru ini dipandang sebagai sinyal positif bagi investor internasional, yang dapat meningkatkan kepercayaan terhadap Batam sebagai gateway strategis dalam lanskap ekonomi regional.


"Kami mengapresiasi BP Batam, semua orang bisa melihat kinerja Batam untuk mengatasi tantangan investor," ujarnya.  


Sementara, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis mengungkapkan kehadiranya bersama jajaran untuk memperkuat hubungan kemitraan yang telah terjalin. 


Dalam kesempatan itu, Fary memberikan apresiasi kepada Konjen Singapura, Gavin Ang. Disebutkan, sepanjang 2025 realisasi investasi Singapura di Batam masih menjadi yang terbesar.


"Kami menggangap dan merasakan bahwa hubungan kemitraan dengan Konjen Singapura adalah suatu kekuatan bagi BP Batam, untuk itu, terima kasih atas dukungan yang diberikan" ujar Fary.


Fary menyatakan komitmen pihaknya untuk terus membangun fondasi tata kelola perizinan yang transparan dan efisien serta kesiapan tenaga kerja terampil bagi kebutuhan industri. 


"Adanya dashboard monitoring realtime, klinik investasi, duta investasi dan sistem aplikasi Mantab merupakan bentuk inovasi dan tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk menjadikan Batam role model kawasan ramah investasi," pungkas Fary. 


Hadir mendampingi Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis yaitu Direktur Investasi, Dendi Gustinandar dan Direktur Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir. (agm)




Editor: alfi

Omzet UMKM Tembus 1 Miliar, BP Batam dan Nagoya Citywalk Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

On 13.09

Stan umkm kebanjiran order saat night party nagoya lantern festival. Foto/Egi


BATAM - Night Party Nagoya Lantern Festival yang digelar pada 13–17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk, berhasil menggerakkan roda ekonomi mikro secara signifikan. 


Berdasarkan hasil survey pusat Kajian Daya Saing ASEAN, Politeknik Batam, dengan jumlah pengunjung yang tembus angka 6.000 orang dalam 5 hari, maka omzet yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp 1 miliar. 


Jumlah ini, dihasilkan melalui studi pengukuran multiplier effect, data omzet per UMKM yang terjual dan diekstrapolasi dengan jumlah pengunjung.


Sehingga, melalui kegiatan yang diinisiasi oleh BP Batam dan Nagoya Citiwalk ini, menjadi indikator konkret kebangkitan ekonomi kawasan Nagoya, serta akselerasi implementasi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya.


Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa kebangkitan Nagoya merupakan bagian dari strategi penguatan pusat perdagangan dan jasa Kota Batam.


“Nagoya adalah episentrum perdagangan Kota Batam. Ketika ruang publiknya hidup dan tertata, maka efek berantainya akan terasa terhadap UMKM, sektor jasa, hingga pariwisata. Inilah arah pembangunan kawasan yang terintegrasi,” ujarnya.


Sementara, Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menekankan pentingnya model kolaborasi dalam pengembangan kawasan. Ia menegaskan, BP Batam akan terus berkomitmen dalam mendukung UMKM di Kota Batam.


"Pertumbuhan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.


Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa revitalisasi Jalan Raya Nagoya merupakan bagian dari agenda besar pembangunan New Nagoya dalam kerangka WPP Prioritas. Penataan ini meliputi peningkatan kualitas jalan, pedestrian, tata pencahayaan, konektivitas antar-blok komersial, hingga integrasi fungsi perdagangan dan hiburan.


"WPP Prioritas New Nagoya dirancang untuk mentransformasi kawasan ini menjadi pusat perdagangan dan gaya hidup yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing internasional," ujarnya.


"Event ini membuktikan ketika infrastruktur, ruang publik, dan aktivitas ekonomi dikolaborasikan, dampaknya langsung terasa dalam bentuk perputaran ekonomi yang signifikan,” tegas Mouris.


Owner Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapan pihak swasta menjadi mitra strategis dalam mendukung implementasi WPP. Hal ini, terlihat dari suksesnya gelaran Night Party Nagoya Lantern Festival.


“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa Nagoya memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Kami siap berkolaborasi untuk pengembangan jangka panjang kawasan,” ungkapnya.


Sebagaimana diketahui, Night Party Nagoya Lantern Festival bukan hanya sekadar perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Namun juga bagian dari strategi aktivasi ruang publik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan.


Festival ini menghadirkan instalasi lampion tematik, atraksi barongsai dan lion dance, fashion show spesial Imlek, serta bazaar UMKM yang melibatkan 30 tenant dalam radius ±200 meter.


Selama lima hari, seluruh tenant mencatatkan penjualan yang selalu habis setiap malamnya. Pada puncak acara, 16 Februari 2026, tercatat sekitar 1.584 pengunjung masuk melalui gerbang utama, dengan estimasi total kunjungan mencapai ±2.500 orang per malam.


Pengunjung ini, berasal dari dalam dan luar Kota Batam, turis mancanegara seperti Singapore, Malaysia, Brunei, dan negara lainnya. 


Angka kunjungan ini, juga menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas ekonomi di kawasan Nagoya, yang sebelumnya mengalami perlambatan pascapandemi Covid-19. Kebangkitan Nagoya juga menjadi simbol transformasi Batam menuju kota perdagangan, jasa, dan investasi yang semakin kompetitif di tingkat regional. (egi)





Editor: teguh

Sinergi Event Budaya Imlek 2577 dan Infrastruktur Wujudkan New Nagoya Batam

On 08.01

Perayaan malam tahun baru imlek 2577 berlangsung meriah. Foto/Tari


BATAM - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 tingkat Kota Batam dimeriahkan Night Party Nagoya Lantern Festival di Jalan Raya Nagoya Citywalk. Kegiatan ini akan menjadi momentum strategis dalam percepatan implementasi wilayah penataan dan pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya.


Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) turut hadir dalam kebersamaan tersebut yang diwakili oleh Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto.


Kegiatan ini semakin semarak karena diramaikan oleh puluhan pelaku UMKM kuliner serta ribuan masyarakat yang memadati kawasan Nagoya. 


Dalam sambutannya, Mouris Limanto menyampaikan bahwa Jalan Raya Nagoya ke depan akan direvitalisasi sebagai bagian dari agenda besar pembangunan New Nagoya untuk bertransformasi kawasan berbasis konektivitas dan ruang publik.


“Kami ingin membangun kawasan Nagoya bukan sekadar koridor transportasi. Melalui WPP Prioritas New Nagoya, kawasan ini akan ditransformasikan menjadi ruang publik yang hidup, produktif, dan berdaya saing internasional,” ujar Mouris, Sabtu (14/2/2026).


Ia menegaskan bahwa WPP New Nagoya juga dirancang tidak hanya untuk pembenahan fisik, tetapi juga sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi lokal. 


“Integrasi antara infrastruktur, event, dan UMKM kami yakini akan memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata dan pusat perdagangan regional,” kata Mouris.


Ia melanjutkan, WPP New Nagoya nantinya akan difokuskan pada tiga pilar utama, seperti peningkatan konektivitas dan infrastruktur dasar seperti pembangunan dan integrasi drainase terpadu, serta pengembangan jalur pedestrian yang aman dan ramah wisatawan.


Selain itu, Revitalisasi Kawasan Perdagangan dan UMKM juga akan didorong untuk mengaktivasi ruang publik melalui event budaya dan ekonomi kreatif, serta penguatan daya tarik pariwisata perkotaan.


“Semangat Imlek adalah semangat kebersamaan dan optimisme. Inilah energi yang kita butuhkan untuk mewujudkan New Nagoya sebagai wajah baru Batam yang modern, inklusif, dan mendunia. Gong Xi Fa Cai!” serunya menutup sambutan.


Kemudian pada kesempatan yang sama, Owner Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapannya sebagai salah satu mitra strategis dalam implementasi WPP.


“Nagoya Citywalk siap menjadi bagian dari ekosistem New Nagoya. Dengan infrastruktur yang tertata dan ruang publik yang aktif, kawasan ini akan semakin kompetitif,” katanya optimis.


Adapun event Night Party Nagoya Lantern Festival akan berlangsung pada 13 – 16 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk dengan puluhan bazaar, festival lampion, atraksi memukau barongsai, lion dance, fashion show spesial Imlek, serta berbagai keseruan menarik lainnya.(tar)




Editor: teguh

Delegasi Pemerintah Jerman Kunjungi BP Batam, Jajaki Peluang Investasi Sektor Maritim

On 19.30

Delegasi Dubes Jerman silaturahmi ke kantor BP Batam bahas investasi maritim. Foto/Dipa


BATAM - BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis, menerima kunjungan kerja Delegasi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, Rabu (11/2/2026).


Selain membahas peluang investasi, pertemuan ini sekaligus menjadi momentum dalam memperkuat hubungan bilateral antara Batam - Jerman. Khususnya di sektor teknologi maritim dan industri galangan kapal.


Fary Francis mengatakan bahwa kehadiran Delegasi Pemerintah Jerman ini menunjukkan posisi Batam yang semakin kuat dalam peta ekonomi internasional.


“Kami menyambut baik kunjungan Pemerintah Jerman sebagai bentuk kepercayaan terhadap potensi Batam. Apalagi Jerman menjadi investor kedua terbesar asal Eropa di Batam setelah Prancis, tentunya ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama tersebut,” ujarnya.


Sepanjang tahun 2025, Jerman mencatatkan nilai investasi sebesar Rp 120,59 miliar. Dengan sektor dominan yakni industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam mencapai Rp 117,69 miliar.


Selain sektor tersebut, investasi Jerman juga menyasar kepada sektor industri tekstil senilai Rp 1,6 miliar; industri perdagangan dan reparasi sebesar Rp 738,08 juta; industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp 303,80 juta serta jasa lainnya.


Capaian ini berpotensi untuk terus bertambah seiring komitmen BP Batam yang terus mendorong kemudahan perizinan dan penyediaan infrastruktur memadai bagi kelangsungan iklim investasi.


“Batam siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri maritim dan sektor lainnya. Kami juga terus berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan transparan,” jelas Fary.


Sementara itu, Koordinator Pemerintah Federal Jerman untuk Ekonomi Maritim dan Pariwisata, Dr. Christoph Ploß, berkesempatan untuk memimpin delegasi tersebut.


Christoph Ploß juga menyampaikan minat Pemerintah Jerman untuk mendalami peluang investasi, potensi industri maritim dan galangan kapal serta peluang kolaborasi ekonomi Batam–Jerman. (fth/dpn)




Editor: teguh

Diplomasi Industri Maritim Badan Pengusahaan Batam Tembus Benua Eropa

On 00.01

 Delegasi yang dipimpin oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, serta Ketua Kadin Kepulauan Riau. / NVA


ROTERDAM - Batam sebagai kawasan yang berada di jalur pelayaran strategis seperti Selat Malaka kembali menjadi pusat perhatian pelaku industri maritim dunia, di tengah meningkatnya kompetisi global untuk mengamankan posisi dalam rantai pasok internasional.


Memanfaatkan momentum tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat diplomasi industri melalui rangkaian engagement intensif dengan pelaku maritim dan logistik Eropa di sela forum Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis.


Delegasi yang dipimpin oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, serta Ketua Kadin Kepulauan Riau, menjalankan pendekatan promosi yang berorientasi pada eksekusi investasi, bukan sekadar pengenalan potensi. Melalui fasilitasi langsung berbasis solusi, BP Batam mendorong dialog investasi bergerak menuju tindak lanjut konkret.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Marseille, Dian Kusumaningsih, yang menegaskan dukungan diplomatik terhadap langkah BP Batam dalam memperluas jejaring investasi Indonesia di Eropa. Dalam pertemuan tersebut, BP Batam memaparkan perkembangan ekonomi Batam, status Free Trade Zone, serta transformasi kawasan menuju platform eksekusi industri maritim yang terintegrasi dengan dinamika perdagangan global.


“Di sela Euromaritime 2026, BP Batam secara aktif melakukan puluhan pertemuan bilateral dengan perusahaan pelayaran global, manufaktur komponen kapal, penyedia teknologi pelabuhan, operator logistik energi, konsultan desain perkapalan, hingga penyedia solusi industri maritim dari berbagai negara Eropa.” Ujar Fary Djemy Francis.


Pendekatan ini mencerminkan perubahan strategi BP Batam dari promosi berbasis narasi menuju fasilitasi investasi berbasis penyelesaian konkret hambatan di lapangan.


Salah satu engagement utama dilakukan bersama Ludovic Renou, Senior Vice President Global Commercial Agencies Network CMA CGM, yang membawahi jaringan komersial global perusahaan di lebih dari 180 negara. 


Diskusi membahas perkembangan industri dan logistik Batam, penguatan layanan direct call, serta peluang Batam dalam konteks pergeseran pusat pertumbuhan perdagangan menuju Asia. Pihak CMA CGM menyampaikan ketertarikan terhadap perkembangan Batam dan menyatakan rencana untuk mengirimkan delegasi guna melakukan pendalaman peluang secara langsung.


Delegasi BP Batam juga memperluas jejaring melalui pertemuan dengan Chambre de Commerce et d’Industrie Marseille Provence (CCIAMP), membuka ruang kolaborasi dengan ekosistem industri maritim Eropa Selatan. Agenda kemudian berlanjut di Belanda melalui dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda (ASPINA), yang menyoroti peran diaspora bisnis sebagai penghubung strategis dalam membuka pipeline investasi lintas negara.


Sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi, BP Batam melakukan audiensi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, H.E. Laurentius Amrih Jinangkung, yang menyampaikan dukungan terhadap upaya BP Batam dalam meningkatkan engagement dengan investor Eropa dan mendorong percepatan tindak lanjut konkret dari peluang investasi yang telah teridentifikasi.


Rangkaian agenda ditutup dengan kunjungan benchmarking ke Port of Rotterdam Authority, salah satu pelabuhan paling maju di dunia, di mana kedua pihak bertukar pandangan mengenai transformasi pelabuhan modern menjadi ekosistem komersial bernilai tambah tinggi yang terintegrasi dengan sektor industri dan energi. 


Port of Rotterdam melihat Batam sebagai kawasan dengan potensi strategis di Selat Malaka, didukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan indikator kepelabuhanan yang menunjukkan tren positif.


Fary Djemy Francis menegaskan bahwa strategi BP Batam kini berfokus pada eksekusi dan kepastian investasi. “Dalam lanskap global yang semakin kompetitif, investor membutuhkan kepastian dan respons cepat. Pendekatan fasilitasi aktif memungkinkan Batam tidak hanya hadir dalam peta investasi global, tetapi menjadi lokasi implementasi nyata,” ujarnya.(nva)




Editor: teguh

Kementerian Kesehatan Dukung Pengembangan Layanan Prioritas di RSBP Batam

On 14.44

RSBP Batam dan Kemenkes tindaklanjuti nota kesepahaman. Foto/Tari


JAKARTA - Manajemen Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) bersama Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Jakarta.


Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut Nota Kesepahaman BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2022, sekaligus bagian dari langkah memperkuat posisi RSBP Batam dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.


Audiensi dipimpin Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait. Ia hadir bersama Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP; Wakil Direktur Keuangan dan Umum, Evi Elfiana Br. Bangun; Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Muhammad Yanto; Kepala Satuan Penjaminan Mutu, Feri Nawa Pamungkas, serta jajaran manajemen dan staf teknis.


Menurut Ariastuty, audiensi tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat transformasi layanan RSBP Batam.


“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan yang mampu mendukung program prioritas kesehatan nasional,” ujar Ariastuty.


Dalam pertemuan tersebut, BP Batam dan RSBP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) prioritas kepada Kementerian Kesehatan. 


Usulan tersebut mencakup penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu, serta pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).


Transformasi tersebut sejalan dengan pengembangan peran RSBP Batam yang tidak lagi hanya sebagai rumah sakit penunjang investasi, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan, termasuk penyelenggaraan program fellowship.


Selain itu, RSBP Batam juga menyampaikan kesiapannya untuk menghadapi akreditasi Paripurna yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana layanan unggulan, termasuk di bidang kardiovaskular.


RSBP Batam juga memaparkan rencana pengembangan layanan lainnya, dimana salah satunya merupakan layanan hiperbarik yang akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengusulan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.


“Pengembangan RSBP Batam kami arahkan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mendukung daya saing Batam sebagai pusat layanan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan menyoroti pentingnya pemerataan layanan penyakit jantung di luar Pulau Jawa.


“Penguatan layanan jantung di daerah merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Benyamin.


Terkait rencana pengembangan layanan jantung di RSBP Batam, Benyamin menyatakan dukungan secara prinsip. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki RSBP Batam menjadi salah satu modal penting.


“Penguatan fasilitas kesehatan idealnya diberikan kepada rumah sakit yang telah siap dari sisi tenaga medis dan tata kelola layanan,” katanya.


Dalam konteks regional, Wakil Menteri Kesehatan menilai Batam memiliki posisi strategis sebagai tujuan layanan kesehatan dan wisata medis di Kepulauan Riau, di tengah pertumbuhan rumah sakit yang cukup pesat.


Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan layanan kesehatan berjalan seimbang dan berkelanjutan.


Sebagai tindak lanjut audiensi, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan kepada Kementerian Kesehatan RI serta menjadwalkan pertemuan berikutnya guna mempercepat realisasi kerja sama strategis yang telah dibahas.(tar)




Editor: teguh

Tingkatkan Layanan Pertanahan, BP Batam Lakukan Pemutakhiran Akun LMS Online dan Implementasi TTE

On 23.48

Kasubdit Dokumentasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Danang Febrian memberi sosialisasi kepada pelaku usaha. Foto/Nova


BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperkuat digitalisasi layanan pertanahan dan meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat serta pelaku usaha. 


Direktorat Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi, BP Batam menyelenggarakan sosialisasi pemutakhiran akun Land Management System (LMS) Online sekaligus penerapan tanda tangan elektronik (TTE) dalam proses penandatanganan perjanjian pemanfaatan tanah, Rabu (4/2/2026).


Sosialiasi ini dilakukan secara bertahap mulai dari Rabu, 4 Februari 2026 hingga Jum'at 6 Februari 2026 di Marketing Data Centre PDSI BP Batam.


Kasubdit Dokumentasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Danang Febrian membuka kegiatan ini mengatakan, BP Batam berkomitmen dalam mengelevasi layanan pertanahan dalam transformasi digital yang mudah dan efisien.


Penerapan TTE ini dilakukan melalui kolaborasi dengan penyedia teknologi digital trust terkemuka untuk keamanan dan kecepatan dalam pengurusan dokumen secara elektronik yakni Privy Indonesia. 


"Menindaklanjuti banyak masukan terhadap penerapan LMS, kami melakukan transformasi digital dengan pemutakhiran akun baru LMS dan terintegrasi dengan tanda tangan secara elektronik." Kata Danang.


Ia menjelaskan langkah ini juga dilandasi oleh komitmen pelayanan publik yang mendukung percepatan proses administrasi, peningkatan akuntabilitas data, serta mendukung iklim investasi yang kondusif di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.


Sementara itu, Kasi Pengelolaan Data dan Informasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Tino Chandra Siregar menjabarkan inovasi digital TTE dilatarbelakangi fakta bahwa banyaknya Penerima Alokasi Yang belum melakukan Tanda Tangan Perjanjian Pemanfaatan Tanah (PPT) pada tahun 2025 sebanyak 1.038.


Sehingga total Pemohon belum melakukan tanda tangan dokumen keseluruhan 2020-2025 yakni 1.895 Pemohon.


"Dengan TTE ini tanda tangan bisa dilakukan dimana saja, tidak perlu hadir secara fisik, dan tanpa antrian." Jelas Tino.


Tanda Tangan Elektronik ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kepala Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Pertanahan, Pasal 41 ayat 4. Adapun alur sebagai berikut :

1. Pendaftaran Akun dengan mengisi Identitas Diri, unggah KTP dan Swafoto, Persetujuan Pengguna

2. Verifikasi oleh Privy 

3. Aktivasi dengan Persetujuan Otorisasi Penandatanganan Secara Otomatis


Sementara itu, ditemui secara terpisah seusai rapat, Direktur Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi Denny Tondano mengatakan kegiatan sosialisasi menggandeng Privy Indonesia diharapkan semakin memperluas pemahaman para pemangku kepentingan dalam implementasi TTE.


“termasuk notaris, pejabat pembuat akta tanah, pengembang, dan masyarakat umum, kami harapkan dapat memperoleh pemahaman lebih, mengenai mekanisme penggunaan LMS Online dan TTD elektronik dalam rangkaian proses pertanahan di kawasan Batam.” Kata Denny.


Menurutnya, kegiatan juga sekaligus menampung masukan dan saran dari peserta yang hadir mengingat pelaksanaan tanda tangan elektronik akan dilakukan secara bertahap sebagai opsi bagi pemohon yang tidak dapat hadir melakukan tanda tangan basah.


Hal ini sejalan dengan spirit Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra untuk terus meningkatkan pelayanan dengan transformasi digital pada layanan pertanahan di lingkungan BP Batam serta mendukung iklim investasi yang kondusif dan inklusif.


”Implementasi LMS Online dan TTD elektronik mencerminkan komitmen BP Batam untuk memberikan layanan publik yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha.” Pungkas Denny Tondano.(nva)




Editor: teguh

Euromaritime Jadi Panggung Badan Pengusahaan Batam Tarik Investasi Sektor Maritim

On 14.49

BP Batam promosi peluang bisnis kepada investor Prancis. Foto/Taru


MARSEILLE - Batam kian mempertegas perannya sebagai simpul strategis dalam jalur perdagangan global melalui keikutsertaan BP Batam pada pameran Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis.


Batam tidak lagi diposisikan sekadar sebagai kawasan industri penunjang, melainkan diperkenalkan sebagai platform operasional industri maritim yang berada di jantung pelayaran Selat Malaka dan Singapura.


Dalam sesi forum diskusi, Anggota/Bidang Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, tampil sebagai pembicara. Ia menekankan bahwa daya saing Batam ditopang oleh kombinasi lokasi strategis, status kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ), serta ekosistem industri maritim yang telah terbangun solid.


“Batam tidak hanya unggul secara geografis, tetapi juga siap dari sisi industri. Kami berada di jalur perdagangan dunia dan siap menjadi mitra strategis dalam rantai pasok global,” kata Fary, di hadapan pelaku industri maritim Eropa.


Agenda BP Batam di Marseille diawali dengan pertemuan bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Marseille yang menyatakan dukungan terhadap langkah Batam memperluas jejaring kerja sama ekonomi Indonesia di kawasan Eropa.


Partisipasi dalam Euromaritime dinilai sejalan dengan upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk mendorong kawasan strategis nasional masuk dalam jaringan industri global.


“Kehadiran BP Batam di Euromaritime mencerminkan meningkatnya perhatian dan kepercayaan internasional terhadap Batam sebagai mitra strategis di sektor maritim dan investasi,” ujar Konsul Jenderal RI di Marseille, Dian Kusumaningsih.


Minat pelaku industri Eropa terlihat dari respons positif terhadap skala industri galangan kapal di Batam, yang menjadi salah satu yang terbesar dan paling terkonsentrasi di Asia Tenggara.


Sejumlah perusahaan maritim di Prancis menyatakan ketertarikan menjajaki peluang kolaborasi, mulai dari desain kapal, industri pendukung perkapalan, hingga layanan maritim lainnya.


Peluang tersebut akan ditindaklanjuti melalui agenda business matching yang direncanakan berlangsung di Batam pada Maret 2026.


Keikutsertaan BP Batam dalam Euromaritime 2026 turut didukung delegasi daerah dan teknis, antara lain Ketua Kadin Kepulauan Riau Mustava, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, serta Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar.


Kehadiran delegasi tersebut mencerminkan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat promosi investasi Batam di tingkat internasional.


Didorong realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun sepanjang 2025, Batam tidak hanya mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga naik kelas dari kawasan industri regional menjadi pemain yang mulai diperhitungkan dalam arsitektur maritim dunia.(tar)




Editor: teguh

Wakil Kepala BP Batam Tinjau Kondisi 4 Waduk, Pastikan Wilayah Stres Area Jadi Prioritas

On 20.22

Li Claudia didampingi Astuty Sirait cek waduk air bersih. Foto/Dipa


BATAM - Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau kondisi empat waduk yang menjadi sumber air bersih masyarakat Batam.


Keempat waduk tersebut antara lain Waduk Sei Ladi, Waduk Sei Harapan, Waduk Duriangkang dan Waduk Nongsa.


Selain mengecek progres perbaikan pipa distribusi air di Waduk Sei Ladi, Li Claudia juga ingin memastikan ketahanan air baku bagi masyarakat tetap terjaga, baik dari aspek kualitas, kuantitas atau debit air, hingga kontinuitas distribusi.


“Kami terus bekerja untuk menuntaskan persoalan air di beberapa wilayah yang menjadi stres area,” tegas Li Claudia, Sabtu (31/1/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia Chandra juga menginstruksikan kepada pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) agar terus meningkatkan pengawasan serta percepatan penanganan di wilayah-wilayah yang selama ini mengalami gangguan suplai air atau masuk dalam kategori stres area.


Ia meminta pengelola SPAM untuk terus memitigasi pelbagai persoalan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat melalui langkah-langkah konkret, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.


Upaya ini mendapat atensi serius mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat Batam. Oleh karena itu, pengelolaan infrastruktur yang optimal serta pengawasan langsung di lapangan menjadi prioritas BP Batam dalam merespons persoalan air.


“Dengan meninjau langsung kondisi waduk dan pipa distribusi, seluruh proses dapat terpantau sehingga gangguan suplai air kepada masyarakat bisa segera teratasi,” tambah Li Claudia. (za)




Editor: teguh

Batam Siap Jadi Pusat Eksekusi Industri Global, BP Batam Perluas Jaringan Investasi di Singapura

On 12.46

Strategi BP Batam meningkatkan investasi tercepat di Asia Tenggara. Foto/Nova


SINGAPURA - BP Batam menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah Batam dari sekadar kawasan insentif menjadi platform eksekusi industri tercepat di Asia Tenggara. Hal ini disampaikan oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menghadiri SMF Manufacturing Day Summit 2026 di Marina Bay Sands, Singapura.


Kehadiran delegasi BP Batam, yang mewakili Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, merupakan langkah nyata dalam memperkuat posisi Batam sebagai mitra strategis industri global di era Industry 5.0.


Forum ini dihadiri para pemimpin industri, regulator, dan investor dunia untuk memetakan arah manufaktur di era Industry 5.0. Dalam diskusi tersebut, integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dan penguatan ketahanan rantai pasok regional menjadi agenda utama guna menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.


Dukungan kuat terhadap kolaborasi regional pun mengalir dari petinggi Singapura, mulai dari Presiden SMF Lennon Tan hingga Minister of State for Trade and Industry Singapura, Gan Siow Huang. Mereka sepakat bahwa kerja sama lintas batas merupakan kunci utama dalam memperkuat daya saing kawasan di tengah transformasi teknologi yang masif.


Sejalan dengan semangat tersebut, Fary Djemy Francis menekankan bahwa persaingan investasi saat ini bukan lagi soal siapa yang memberi insentif terbesar, melainkan siapa yang paling cepat mewujudkan operasional pabrik.


“Fokus kami sederhana: mempercepat waktu dan menghilangkan ketidakpastian. Investor butuh kepastian bahwa rencana mereka bisa langsung dieksekusi di lapangan tanpa hambatan birokrasi,” tegas Fary.


Selain mengikuti forum utama, BP Batam juga menggelar pertemuan strategis dengan unit FDI Advisory United Overseas Bank (UOB). Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan pipeline (daftar) investor potensial dan merancang program promosi bersama yang lebih terukur untuk menarik industri manufaktur teknologi tinggi ke Batam.


Tak hanya soal infrastruktur, BP Batam juga fokus pada penguatan talenta melalui program Strategic Mentoring & Investor Insight Lab. Program ini membekali para Duta Investasi BP Batam dengan kemampuan komunikasi berbasis solusi untuk menghadapi kebutuhan investor global yang semakin kompleks.


Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, yang juga hadir sebagai panelis dalam sesi khusus Batam–Bintan–Karimun, menambahkan bahwa reformasi perizinan dan layanan terintegrasi di Batam saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk mendukung operasional industri manufaktur ekspor.


Dengan penyederhanaan aturan dan infrastruktur yang terus diperkuat, BP Batam optimistis Batam akan tetap menjadi pilihan utama bagi perusahaan global yang ingin melakukan ekspansi cepat di kawasan Asia Tenggara. (nav)




Editor: teguh

Mantap, Pemko Batam Borong Dua Penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi

On 19.34

Wako dan Wawako Batam terima penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi BKPM. Foto/Dheo


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Capaian Realisasi Investasi Melampaui Target Tahun 2025 dan Anugerah Pengembangan Iklim Investasi Tahun 2025 dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi / Wakil Kepala BKPM, Todo Tua Pasaribu, kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat acara Batam Investment Gala 2026 yang digelar di Hotel Marriott Batam, Kamis (29/1/2026) malam.

Wali Kota menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Batam tercatat mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target Indikator Kinerja Utama (IKU) sebesar Rp60 triliun.

“Realisasi investasi Batam mencapai 115,5 persen dari target yang ditetapkan. Ini adalah buah kerja keras bersama serta kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam,” ujar Amsakar.

Selain sektor investasi, Amsakar juga memaparkan kinerja positif sejumlah indikator makro ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Batam hingga triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 6,89 persen. Ia optimistis angka tersebut akan menembus 7 persen pada laporan akhir yang dirilis Februari mendatang.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga mengalami peningkatan dari 83,3 menjadi 83,8, sekaligus menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan Batam Investment Gala 2026 juga dirangkai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman strategis. Salah satunya kerja sama antara BP Batam dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terkait pemanfaatan produk serta layanan perbankan guna mendukung efisiensi pelayanan publik dan operasional di lingkungan BP Batam.

Selain itu, Kementerian UMKM, PT BRI, dan BP Batam turut menandatangani nota kesepahaman tentang kolaborasi perluasan akses pembiayaan dan investasi bagi pelaku UMKM di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, mengungkapkan bahwa Batam menjadi daerah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Hingga 2025, total penyaluran KUR di Batam mencapai Rp940 miliar kepada lebih dari 10 ribu pelaku UMKM.

“Kami berkomitmen mendorong UMKM lokal agar mampu masuk dalam rantai pasok industri besar melalui dukungan akses permodalan yang lebih luas,” kata Helvi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todo Tua Pasaribu memberikan apresiasi terhadap kinerja investasi Batam. Ia menyebut Batam sebagai daerah yang memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

“Jika dibandingkan dengan kota otonom lainnya, Batam berada di posisi teratas. Nilai investasi Rp69 triliun hampir setara dengan Jakarta Pusat yang merupakan kota administratif,” ujar Todo Tua.

Ia juga mengumumkan rencana penempatan Desk Investasi dan Pelayanan Perizinan pertama di Batam pada 2026 sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kadis UMKM) Kota Batam Salim, Kepala DPMPTSP Batam Reza Khadafi, jajaran direksi BRI, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Ahmad Ma’ruf Maulana, serta sejumlah tokoh pengusaha nasional. Momentum ini semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan investasi di Indonesia. (ahd)





Editor: teguh

Kepala BP Batam Sambut Baik Kepengurusan Baru KADIN, Dorong Sinergi dan Energi Positif

On 13.16

Pengurus Kadin Batam dan Kepri mengunjungi BP Batam. Foto/Nova


BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, secara resmi menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi pengurus baru Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batam dan KADIN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa sore (27/1/2026). 


Pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara regulator dan pelaku usaha untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi Batam di tahun 2026.


Rombongan pengurus dipimpin langsung oleh Ketua Kadin Kota Batam periode 2025–2030, Roma Nasir Hutabarat, dan Ketua Kadin Provinsi Kepri periode 2026-2031, Mustava.


Dalam sambutannya, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa KADIN merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi dan menaikkan kelas UMKM.


Ia memaparkan bahwa selama 11 bulan kepemimpinannya, indikator makro ekonomi Batam menunjukkan performa gemilang.


"Data makro ekonomi kita pada triwulan ini mencapai 6,89%, meningkat dibanding tahun lalu sebesar 6,6%. Capaian investasi bahkan menyentuh angka Rp68,3 Triliun atau 115% di atas target yang ditetapkan. Hal ini membuktikan bahwa tata kelola kita sudah berada di jalur yang benar (on the track)," ujar Amsakar.


Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang positif ini berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang ditandai dengan menurunnya angka pengangguran dan tingkat kemiskinan di Kota Batam.


Meski mencatat prestasi luar biasa, Amsakar mengingatkan pelaku usaha masih adanya tantangan domestik yang menjadi prioritas, yakni penanganan titik banjir, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya tata kelola dan investasi yang memerhatikan daya dukung ekosistem agar pembangunan tetap berkelanjutan.


Terkait isu internasional, Amsakar menanggapi keresahan KADIN akan kebijakan tarif resiprokal dari pemerintahan Donald Trump yang mempengaruhi bisnis solar panel global, termasuk di Batam. 


"Saya mendorong KADIN untuk dapat melakukan langkah-langkah terobosan dengan tidak hanya bergantung pada pasar Amerika. Kita harus mencari pangsa pasar alternatif dan baru. kita punya potensi besar untuk mengekspor ke banyak negara potensial." tegasnya.


*Komitmen KADIN untuk Batam 2026*


Ketua Kadin Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan BP Batam dalam melibatkan pelaku usaha dalam perencanaan ekonomi. "Kami berkomitmen untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif agar laju investasi di tahun 2026 semakin meningkat," ungkap Roma.


Senada dengan hal tersebut, Ketua Kadin Provinsi Kepri, Mustava  menekankan pentingnya membangun energi positif di awal masa kepengurusannya. "Batam butuh kolaborasi yang kuat. KADIN siap berpartisipasi aktif, berbagi program, dan memastikan langkah kami relevan dengan tujuan pengembangan Batam di masa depan," pungkas Mustava.


Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk melakukan sharing program secara berkala demi memastikan Batam tetap menjadi destinasi investasi utama di kawasan Asia Tenggara.


Turut hadir Anggota /Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, Direktur Investasi Dendi Gustinandar, Direktur Pembangunan Infrastruktur Boy Zasmita dan 16 Pengurus KADIN.(nad)





Editor: teguh

Sektor Kepelabuhanan Badan Pengusahaan Batam Catatkan Kinerja Solid Sepanjang 2025

On 19.02

Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Batuampar terlihat sibuk. Foto/Tari


BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatatkan capaian kinerja yang solid sepanjang tahun 2025, khususnya pada sektor kepelabuhanan. 


Kinerja positif ini mencerminkan peran pelabuhan sebagai salah satu motor penggerak utama dalam memperkuat iklim investasi dan daya saing ekonomi Batam.


Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam membukukan realisasi penerimaan sebesar Rp468,4 miliar. Angka tersebut melampaui target tahun 2025 sebesar Rp401,8 miliar atau setara dengan capaian 117 persen.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa kinerja sektor kepelabuhanan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan investor.


“Pelabuhan merupakan wajah utama konektivitas dan logistik Batam. Kinerja kepelabuhanan yang tumbuh positif menjadi sinyal kuat bahwa Batam semakin siap sebagai tujuan investasi, baik di sektor industri, logistik, maupun perdagangan internasional,” ujar Amsakar Achmad dalam keterangan resminya, Kamis (22/1/2026).


Dari sisi operasional, kinerja pelabuhan juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, arus peti kemas tercatat mencapai 797.087 TEUs, tumbuh sekitar 18 persen dibandingkan capaian tahun 2024.


Terminal Peti Kemas Batu Ampar menjadi penopang utama dengan volume peti kemas mencapai 522.941 TEUs atau sekitar 66 persen dari total arus peti kemas Batam. 


Capaian ini meningkat 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menegaskan peran Batu Ampar sebagai hub penting dalam jaringan logistik regional dan internasional.


Sementara itu, volume general kargo tercatat sebesar 11,77 juta ton atau tumbuh 13 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan.


Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan, pertumbuhan dua digit yang dicatatkan sektor kepelabuhanan merupakan hasil dari konsistensi BP Batam dalam melakukan pembenahan tata kelola serta peningkatan kualitas layanan pelabuhan.


Menurut Li Claudia, fokus BP Batam tidak hanya pada peningkatan volume, tetapi juga pada efisiensi dan kepastian layanan bagi pengguna jasa kepelabuhanan.


“BP Batam terus mendorong efisiensi, kepastian layanan, dan kolaborasi dengan mitra usaha. Pelabuhan yang andal dan efisien adalah kunci untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya tarik investasi,” jelasnya.


Kinerja positif tersebut turut ditopang oleh meningkatnya aktivitas kepelabuhanan sepanjang Januari hingga Desember 2025. 


Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 109.174 kunjungan kapal barang dan penumpang, tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Seiring dengan peningkatan kunjungan kapal, total Gross Tonnage (GT) juga mengalami pertumbuhan signifikan. 


Sepanjang 2025, total GT mencapai 73,18 juta GT atau meningkat 15 persen secara tahunan, mencerminkan semakin intensifnya aktivitas logistik dan pelayaran di perairan Batam.


Dari sisi mobilitas orang dan pelaku usaha, pelabuhan-pelabuhan di Batam melayani sebanyak 9,37 juta penumpang domestik dan internasional sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Peningkatan terbesar tercatat pada layanan Terminal Ferry Internasional, dengan jumlah penumpang datang dan berangkat mencapai 5,3 juta orang atau tumbuh 10 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan peran strategis Batam sebagai simpul pergerakan lintas negara.


Dari sisi trayek, pertumbuhan sebesar 32 persen tercatat pada penumpang yang datang dan berangkat dengan rute Malaysia mengungguli rute Singapura yang hanya tumbuh 5 persen meski dari segi jumlah masih mendominasi.


Kenaikan ini memperkuat posisi Batam sebagai gerbang utama pergerakan orang dan barang di kawasan perbatasan Indonesia.


Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menekankan bahwa kinerja ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan pelayanan kepelabuhanan ke depannya.


“Capaian tahun 2025 menjadi dasar bagi kami untuk terus mendorong transformasi layanan kepelabuhanan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan investor serta pelaku usaha,” ujarnya.


Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai enabler pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan kualitas layanan, integrasi sistem, serta kepastian berusaha yang mendukung Batam sebagai hub logistik yang berdaya saing internasional.(tar)




Editor: teguh

Kunjungi BP Batam, Bupati Batubara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih

On 14.06

Kepala BP Batam menjelaskan investasi kepada Bupati Batubara


BATAM - Kepala BP Batam Amsakar Achmad menerima kunjungan kerja Bupati Batubara Baharuddin Siagian. Kunker itu mendiskusikan transformasi infrastruktur air dan strategi penguatan ekosistem investasi oleh BP Batam.


Pertemuan strategis di sela agenda APKASI ini bertujuan untuk mendiskusikan penguatan pelayanan dasar dan memproyeksikan Batam sebagai benchmark utama dalam pengembangan Kawasan Industri Kabupaten Batu Bara ke depan.


Dalam sambutannya, Kepala BP Batam Amsakar Achmad memaparkan sejarah transformasi Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB). Ia menekankan bahwa sinergi antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam kini telah memacu pertumbuhan ekonomi yang signifikan.


“Capaian investasi melampaui target IKU, dengan realisasi mencapai Rp68,9 triliun atau sekitar 115% dari target Rp60 triliun. Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Batam juga menunjukkan tren menurun, selaras dengan perbaikan indikator kesejahteraan” ujar Amsakar di Ruang Rapat Lantai 8, Gedung Annex BP Batam, Rabu (21/1/2026).


Terkait pengelolaan air, Amsakar menjelaskan bahwa BP Batam bertindak sebagai regulator sekaligus eksekutor melalui kemitraan strategis dengan pihak swasta. Integrasi antara regulator dan mitra operator swasta menjadi kunci dalam mengeskalasi PNBP sekaligus menjamin resiliensi infrastruktur air bagi 1,3 juta penduduk.


“Melalui program strategis 2026, kami memiliki target distribusi air ke wilayah stress area dapat teratasi.” tambahnya.


Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Batam di berbagai bidang. 


Menurutnya, dengan keunggulan komparatif Batam dapat menjadi benchmark bagi skema pengembangan Kawasan Batu Bara ke depan. Diantaranya skema pengelolaan layanan air bersih bagi warga dan industri, optimalisasi konektivitas wilayah dan potensi logistic Pelabuhan.


“Kami melihat perubahan Batam yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Kami berterima kasih Pak Amsakar dapat menerima kami. Kami ingin diskusi sekaligus melihat apa ada peluang-peluang di kawasan industri, pelabuhan, dan pengelolaan.” Kata Bupati Batu Bara.


Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang terletak di pesisir timur Pulau Sumatera, dengan dominasi kuat pada industri pengolahan alumunium dan olekimia, pertanian, kehutanan dan perikanan serta perdagangan.


Selain skema pengelolaan air bersih, diskusi juga berkembang pada rencana konektivitas logistik antar kedua daerah. Bupati Batu Bara berharap adanya jalur distribusi bahan pokok dan arus barang yang terkoneksi langsung antara Pelabuhan di Batu Bara dengan Pelabuhan Internasional di Batam.


Hal ini dikarenakan potensi infrastruktur Batam yang memiliki 5 pelabuhan penumpang dan 3 pelabuhan kargo yang berperan penting dalam mendukung iklim investasi dan logistik di kawasan KPBPB Batam.


Hadir mendampingi Kepala BP Batam dalam pertemuan tersebut, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait, Anggota Deputi/Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad  serta jajaran pimpinan SPAM BP Batam. 


Pertemuan ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut, terutama masukan bagi skema kemitraan pelayanan air di Batu Bara dan pengelolaan kawasan industri guna meningkatkan daya tarik investasi di masing-masing wilayah.(nva)




Editor: teguh