EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Anggota DPRD Batam Kawal Pokir Guna Kepentingan Konstituen di Dapil Masing-Masing

On 19.02

Anggota DPRD Batam terlihat serius mengawal pokir yang mereka usulkan untuk konstituen mereka. Foto/Hasan


BATAM – DPRD Kota Batam menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penetapan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Batam Tahun 2027, Selasa (3/2/2026).

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto, SE, MM, bersama Wakil Ketua III, Muhammad Yunus Muda, SE. Dari pihak eksekutif, hadir Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Firmansyah, yang mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. 

Dalam pengantarnya saat membuka rapat, Budi Mardiyanto menegaskan bahwa ketentuan mengenai Pokok-Pokok Pikiran DPRD diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017 Pasal 178. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa pokir merupakan hasil reses dan aspirasi masyarakat yang diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah.

Selain itu, ketentuan mengenai pokir anggota DPRD juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pada Pasal 104 disebutkan kewajiban DPRD dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, sementara Pasal 108 menegaskan kewajiban anggota DPRD untuk menyerap aspirasi melalui kunjungan kerja atau reses.

“Pokok-pokok pikiran DPRD merupakan bentuk nyata dari hasil serapan aspirasi masyarakat yang nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujar Budi.

Pada kesempatan tersebut, Budi Mardiyanto memberikan kesempatan kepada seluruh fraksi untuk menyampaikan pokir secara tertulis melalui kursi masing-masing. Secara bergantian, fraksi-fraksi partai politik di DPRD Kota Batam menyampaikan pokok-pokok pikirannya melalui pimpinan dan juru bicara fraksi, sekaligus menyerahkan dokumen resmi kepada pimpinan rapat.

Penyampaian dimulai dari Fraksi Partai NasDem, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PKS, Fraksi PKB, Fraksi Hanura-PSI-PKN, dan diakhiri oleh Fraksi PAN-Demokrat-PPP.

Usai seluruh fraksi menyampaikan dokumen pokir, Budi Mardiyanto menyatakan bahwa seluruh dokumen tersebut akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah. Dokumen tersebut akan dijadikan salah satu referensi penting dalam penyusunan dokumen perencanaan anggaran dan pembangunan Kota Batam Tahun 2027. (rud)






Editor: teguh

Wakil Kepala BP Batam Tinjau Kondisi 4 Waduk, Pastikan Wilayah Stres Area Jadi Prioritas

On 20.22

Li Claudia didampingi Astuty Sirait cek waduk air bersih. Foto/Dipa


BATAM - Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau kondisi empat waduk yang menjadi sumber air bersih masyarakat Batam.


Keempat waduk tersebut antara lain Waduk Sei Ladi, Waduk Sei Harapan, Waduk Duriangkang dan Waduk Nongsa.


Selain mengecek progres perbaikan pipa distribusi air di Waduk Sei Ladi, Li Claudia juga ingin memastikan ketahanan air baku bagi masyarakat tetap terjaga, baik dari aspek kualitas, kuantitas atau debit air, hingga kontinuitas distribusi.


“Kami terus bekerja untuk menuntaskan persoalan air di beberapa wilayah yang menjadi stres area,” tegas Li Claudia, Sabtu (31/1/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia Chandra juga menginstruksikan kepada pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) agar terus meningkatkan pengawasan serta percepatan penanganan di wilayah-wilayah yang selama ini mengalami gangguan suplai air atau masuk dalam kategori stres area.


Ia meminta pengelola SPAM untuk terus memitigasi pelbagai persoalan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat melalui langkah-langkah konkret, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.


Upaya ini mendapat atensi serius mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat Batam. Oleh karena itu, pengelolaan infrastruktur yang optimal serta pengawasan langsung di lapangan menjadi prioritas BP Batam dalam merespons persoalan air.


“Dengan meninjau langsung kondisi waduk dan pipa distribusi, seluruh proses dapat terpantau sehingga gangguan suplai air kepada masyarakat bisa segera teratasi,” tambah Li Claudia. (za)




Editor: teguh

Batam Siap Jadi Pusat Eksekusi Industri Global, BP Batam Perluas Jaringan Investasi di Singapura

On 12.46

Strategi BP Batam meningkatkan investasi tercepat di Asia Tenggara. Foto/Nova


SINGAPURA - BP Batam menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah Batam dari sekadar kawasan insentif menjadi platform eksekusi industri tercepat di Asia Tenggara. Hal ini disampaikan oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menghadiri SMF Manufacturing Day Summit 2026 di Marina Bay Sands, Singapura.


Kehadiran delegasi BP Batam, yang mewakili Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, merupakan langkah nyata dalam memperkuat posisi Batam sebagai mitra strategis industri global di era Industry 5.0.


Forum ini dihadiri para pemimpin industri, regulator, dan investor dunia untuk memetakan arah manufaktur di era Industry 5.0. Dalam diskusi tersebut, integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dan penguatan ketahanan rantai pasok regional menjadi agenda utama guna menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.


Dukungan kuat terhadap kolaborasi regional pun mengalir dari petinggi Singapura, mulai dari Presiden SMF Lennon Tan hingga Minister of State for Trade and Industry Singapura, Gan Siow Huang. Mereka sepakat bahwa kerja sama lintas batas merupakan kunci utama dalam memperkuat daya saing kawasan di tengah transformasi teknologi yang masif.


Sejalan dengan semangat tersebut, Fary Djemy Francis menekankan bahwa persaingan investasi saat ini bukan lagi soal siapa yang memberi insentif terbesar, melainkan siapa yang paling cepat mewujudkan operasional pabrik.


“Fokus kami sederhana: mempercepat waktu dan menghilangkan ketidakpastian. Investor butuh kepastian bahwa rencana mereka bisa langsung dieksekusi di lapangan tanpa hambatan birokrasi,” tegas Fary.


Selain mengikuti forum utama, BP Batam juga menggelar pertemuan strategis dengan unit FDI Advisory United Overseas Bank (UOB). Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan pipeline (daftar) investor potensial dan merancang program promosi bersama yang lebih terukur untuk menarik industri manufaktur teknologi tinggi ke Batam.


Tak hanya soal infrastruktur, BP Batam juga fokus pada penguatan talenta melalui program Strategic Mentoring & Investor Insight Lab. Program ini membekali para Duta Investasi BP Batam dengan kemampuan komunikasi berbasis solusi untuk menghadapi kebutuhan investor global yang semakin kompleks.


Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, yang juga hadir sebagai panelis dalam sesi khusus Batam–Bintan–Karimun, menambahkan bahwa reformasi perizinan dan layanan terintegrasi di Batam saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk mendukung operasional industri manufaktur ekspor.


Dengan penyederhanaan aturan dan infrastruktur yang terus diperkuat, BP Batam optimistis Batam akan tetap menjadi pilihan utama bagi perusahaan global yang ingin melakukan ekspansi cepat di kawasan Asia Tenggara. (nav)




Editor: teguh

Mantap, Pemko Batam Borong Dua Penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi

On 19.34

Wako dan Wawako Batam terima penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi BKPM. Foto/Dheo


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Capaian Realisasi Investasi Melampaui Target Tahun 2025 dan Anugerah Pengembangan Iklim Investasi Tahun 2025 dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi / Wakil Kepala BKPM, Todo Tua Pasaribu, kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat acara Batam Investment Gala 2026 yang digelar di Hotel Marriott Batam, Kamis (29/1/2026) malam.

Wali Kota menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Batam tercatat mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target Indikator Kinerja Utama (IKU) sebesar Rp60 triliun.

“Realisasi investasi Batam mencapai 115,5 persen dari target yang ditetapkan. Ini adalah buah kerja keras bersama serta kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam,” ujar Amsakar.

Selain sektor investasi, Amsakar juga memaparkan kinerja positif sejumlah indikator makro ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Batam hingga triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 6,89 persen. Ia optimistis angka tersebut akan menembus 7 persen pada laporan akhir yang dirilis Februari mendatang.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga mengalami peningkatan dari 83,3 menjadi 83,8, sekaligus menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan Batam Investment Gala 2026 juga dirangkai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman strategis. Salah satunya kerja sama antara BP Batam dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terkait pemanfaatan produk serta layanan perbankan guna mendukung efisiensi pelayanan publik dan operasional di lingkungan BP Batam.

Selain itu, Kementerian UMKM, PT BRI, dan BP Batam turut menandatangani nota kesepahaman tentang kolaborasi perluasan akses pembiayaan dan investasi bagi pelaku UMKM di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, mengungkapkan bahwa Batam menjadi daerah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Hingga 2025, total penyaluran KUR di Batam mencapai Rp940 miliar kepada lebih dari 10 ribu pelaku UMKM.

“Kami berkomitmen mendorong UMKM lokal agar mampu masuk dalam rantai pasok industri besar melalui dukungan akses permodalan yang lebih luas,” kata Helvi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todo Tua Pasaribu memberikan apresiasi terhadap kinerja investasi Batam. Ia menyebut Batam sebagai daerah yang memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

“Jika dibandingkan dengan kota otonom lainnya, Batam berada di posisi teratas. Nilai investasi Rp69 triliun hampir setara dengan Jakarta Pusat yang merupakan kota administratif,” ujar Todo Tua.

Ia juga mengumumkan rencana penempatan Desk Investasi dan Pelayanan Perizinan pertama di Batam pada 2026 sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kadis UMKM) Kota Batam Salim, Kepala DPMPTSP Batam Reza Khadafi, jajaran direksi BRI, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Ahmad Ma’ruf Maulana, serta sejumlah tokoh pengusaha nasional. Momentum ini semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan investasi di Indonesia. (ahd)





Editor: teguh

Produk Lokal Dominasi 88% Penjualan Tahun 2025, Suzuki Indonesia Perkuat Industri Nasional

On 13.56

New XL7 salah satu unit unggulan terlaris Suzuki. Foto/SIS  


JAKARTA - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menutup tahun 2025 dengan capaian gemilang melalui angka penjualan menembus di atas 64.000 unit mobil. Keberhasilan ini tidak hanya mempertegas posisi Suzuki sebagai pilihan utama keluarga Indonesia, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi penguatan industri otomotif nasional. 


Melalui penyerapan komponen lokal dan optimalisasi fasilitas manufaktur di dalam negeri, Suzuki terus berkomitmen menjadi penggerak roda ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.


Dony Saputra, Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales mengatakan, “Membahas pencapaian sepanjang 2025, lebih dari 64.000 unit mobil Suzuki telah terjual kepada konsumen di dalam negeri dengan berbagai model yang ditawarkan. Fakta menarik dari produk-produk yang kami tawarkan adalah 88% dari total penjualan merupakan hasil yang diproduksi nasional. Hal ini merupakan kesuksesan Suzuki dalam mendukung perkembangan industri otomotif Tanah Air.”


Dominasi New Carry dan New XL7 Selama Tahun 2025


Dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat terlihat dari dominasi segmen kendaraan komersial. New Carry konsisten menjadi pilihan utama para pelaku usaha, dengan kontribusi mencapai 47% dari total penjualan ritel. Angka ini merefleksikan tingginya kebutuhan pasar terhadap kendaraan niaga yang tahan lama dan efisien dalam biaya operasional.


Beralih ke segmen kendaraan penumpang, tren pasar menunjukkan minat yang kuat terhadap model Sport Utility Vehicle (SUV). New Suzuki XL7 menjadi penyumbang terbesar di kategori ini dengan porsi 20%, mengakomodasi kebutuhan konsumen akan mobil keluarga 7 penumpang yang fungsional.


Lini SUV Suzuki semakin lengkap dan kompetitif dengan kehadiran Fronx. Mengusung gaya Coupe SUV yang modern, model ini diproduksi langsung di pabrik Cikarang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus diproyeksikan untuk pasar ekspor ke berbagai negara.


Sejak diluncurkan pada Mei 2025, Fronx sukses mencatatkan penjualan hampir 10.000 unit atau setara 14% dari total penjualan Suzuki. Penerimaan pasar yang positif ini juga diperkuat dengan raihan 13 penghargaan nasional, termasuk predikat Car of the Year 2025.


Varian Hybrid Jadi Pilihan Utama Mayoritas Konsumen Suzuki 2025


Selain popularitas model SUV, tahun 2025 juga menjadi momentum penting bagi adopsi teknologi elektrifikasi di Indonesia. Ketersediaan varian teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) pada model-model kunci seperti Grand Vitara, New XL7, dan Fronx berhasil mengubah perspektif konsumen tentang kendaraan yang efisien namun tetap terjangkau.


“Penerimaan terhadap teknologi hybrid ternyata sangat positif. Berdasarkan data dari Gaikindo, enam dari sepuluh pembeli mobil penumpang Suzuki kini menjatuhkan pilihannya pada varian hybrid. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat kini bisa menikmati efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik, sekaligus ikut memberikan kontribusi nyata dalam pengurangan emisi karbon melalui kendaraan yang mereka gunakan sehari-hari,” tutup Dony. (thr)



Editor: teguh