EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Tingkatkan Kualitas Layanan Purna Jual, Suzuki Asah Keahlian Teknisi Sepeda Motor

On 01.45

Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS)


PURWOKERTO - Guna menjaga kualitas serta kompetensi para tenaga ahli di Bengkel Resmi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali menyelenggarakan Suzuki Victorious Contest 2025 kategori Teknisi Sepeda Motor. 

Babak final nasional kompetisi ini sukses dilaksanakan 11 Februari 2026 lalu di SMK Wiworotomo Purwokerto. Sekolah tersebut juga merupakan mitra strategis SIS dalam pengembangan pendidikan vokasi otomotif.

Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menyampaikan bahwa kompetisi ini adalah agenda krusial bagi perusahaan. 

"Suzuki Victorious Contest merupakan salah satu upaya Suzuki untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas teknisi yang merupakan ujung tombak layanan aftersales. Lewat cara ini, kami memotivasi para teknisi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam memberikan pelayanan sesuai standar bagi konsumen. Sejak babak penyisihan awal, kompetisi ini diikuti oleh 246 teknisi sepeda motor Suzuki,” ujarnya.

Ajang ini merupakan puncak dari rangkaian seleksi berjenjang yang dimulai dari kompetisi teknisi pada masing-masing main dealer, kemudian dilanjutkan ke tingkat regional hingga akhirnya terpilih teknisi terbaik untuk bertanding di tingkat nasional. 

Proses penyaringan yang ketat memastikan bahwa para finalis merupakan teknisi dengan kompetensi unggul di jaringan Suzuki. Final nasional tahun ini diikuti oleh perwakilan teknisi terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu Jakarta, Makassar, Cirebon, Semarang, dan Samarinda. Acara ini semakin meriah berkat penampilan Dalang Cilik dan Lengger Banyumasan.

Seluruh finalis diuji secara komprehensif melalui empat tahapan materi, yaitu:

Tes Teori: Mengukur pemahaman mendalam terhadap produk dan teknologi sistem sepeda motor Suzuki.

Tes Pengukuran: Menilai ketepatan penggunaan alat ukur sesuai standar operasional (SOP).

Tes Praktik: Menguji keterampilan teknis dalam melakukan pekerjaan servis.

Troubleshooting: Menguji kemampuan analisis dan kecepatan dalam mendiagnosis serta menyelesaikan permasalahan kendaraan secara tepat dan efisien.

Seluruh rangkaian pengujian dirancang menyerupai kondisi nyata di bengkel resmi Suzuki, sehingga aspek ketelitian, keselamatan kerja, kecepatan, dan ketepatan prosedur menjadi parameter penilaian utama. 

Berdasarkan hasil akumulasi penilaian dari seluruh tahapan tersebut, Juara Pertama berhasil diraih oleh Heru Khabib Muslim dari PT Indo Sunmotor Gemilang Jakarta. Disusul oleh Harsono dari PT Indo Sunmotor Gemilang Semarang sebagai Juara Kedua, dan Rajiman dari PT Insan Sarana Maju Cirebon yang menempati posisi Juara Ketiga.

Pemilihan SMK Wiworotomo Purwokerto sebagai lokasi final nasional juga menjadi simbol kuat sinergi antara dunia industri dan pendidikan vokasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia otomotif, khususnya di sektor sepeda motor. Selain itu, upaya ini mampu membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang bersama industri.

“Melalui ajang yang telah berlangsung sejak tahun 1999 ini, kami ingin memastikan kualitas teknisi selalu terjaga untuk memberikan hasil kerja yang presisi bagi pelanggan. Di samping itu, kompetisi ini juga menjadi bentuk apresiasi Suzuki bagi para teknisi yang selama ini telah berkontribusi memberikan pelayanan terbaik di seluruh jaringan resmi,” tutupnya.

Melalui Suzuki Victorious Contest 2025, PT Suzuki Indomobil Sales kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan aftersales yang profesional, andal, dan berkualitas tinggi bagi seluruh pelanggan Suzuki di Tanah Air. (thr)





Editor: alfi

Komisi III DPRD Batam Peringatkan Pengusaha Shipyard Bertanggungjawab Pada Lingkungan Sekitar

On 01.38

Muhammad Rudi ST, Ketua Komisi III DPRD Batam asal Fraksi Partai Gerindra. Foto/Hasan


BATAM - Menyoroti dampak pencemaran laut akibat limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) akhir-akhir ini, Ketua Komisi III DPRD Batam, Muhammad Rudi menegaskan bahwa nelayan menjadi pihak yang paling dirugikan akibat pencemaran ini.


"Tentu dalam hal ini nelayan dirugikan akibat pencemaran. Kita harap pihak perusahaan sudah memiliki mekanisme untuk menanggung kerugian ini," kata Rudi.


Limbah B3 yang dibuang beberapa galangan kapal tentu saja membuat kehidupan sosial dan ekonomi warga terutama nelayan terganggu. Menyusul para nelayan selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil laut di kawasan tersebut.


"Komisi III sudah intensifkan sidak ke beberapa galangan kapal yang diduga buang limbah B3. Kita  berharap seluruh pihak terkait dapat bertanggung jawab," imbuhnya.


DPRD Batam mendesak pengusaha yang buang limbah secara serampangan ke laut, dapat secara penuh bertanggungjawab dalam penanganan pencemarannya. 


"Mulai dari proses pembersihan, pemulihan lingkungan, hingga pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak," tegasnya. 


DPRD juga berkomitmen untuk terus mengawal proses penegakan hukum dan penyelesaian masalah ini demi menjaga kelestarian lingkungan serta kesejahteraan warga pesisir Batam. (tgh)



Editor: alfi

Diduga Akan Kerja Jadi Operator Judol di Kamboja, BP3MI Kepri Amankan Seorang Penumpang Ferry

On 16.38

Calon TKI Kamboja diamankan petugas BP3MI Kepri. Foto/istimewa


BATAM –  Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau menggagalkan keberangkatan seorang pekerja migran Indonesia nonprosedural yang diduga akan bekerja di sektor online scam Kamboja di Helpdesk Pelabuhan Internasional Batam Center, Sabtu (28/2/2026) lalu.


Kegiatan pencegahan dipimpin langsung oleh Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Imam Riyadi bersama tim petugas.


Warga negara Indonesia (WNI) berinisial A.C.S. awalnya mengaku hendak berlibur ke Singapura. 


Namun, hasil pemeriksaan menemukan kejanggalan pada dokumen perjalanan dan riwayat keberangkatan sebelumnya ke Kamboja melalui Malaysia–Vietnam.


Dalam pendalaman, yang bersangkutan mengaku pernah bekerja sebagai operator judi online di Kamboja dengan tugas melakukan top up dan withdrawal dana. 


Petugas juga menemukan dua KTP resmi dengan tahun terbit berbeda serta dua KTP yang diduga palsu. 


Selain itu, warga WNI tersebut membawa ponsel baru dengan data kosong.


Atas temuan tersebut, BP3MI Kepulauan Riau berkoordinasi dengan Subdit 4 Polda Kepulauan Riau. 


WNI selanjutnya diserahkan untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.


BP3MI Kepulauan Riau menegaskan komitmennya memperketat pengawasan guna mencegah keberangkatan pekerja migran Indonesia nonprosedural dan praktik ilegal yang berpotensi merugikan warga negara Indonesia.


Kepala BP3MI Kepri, Imam Riyadi, menekankan proses penempatan pekerja migran Indonesia secara prosedural. 


Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tindakan eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).


“Sebagai daerah perbatasan, wilayah Kepri rawan menjadi jalur lintas para Pekerja Migran Indonesia nonprosedural yang hendak berangkat ke Malaysia dan negara tujuan lainnya,” katanya dalam keterangan pers yang diterima SMSI Kepri, Rabu (4/3/2026).


Dengan demikian, diperlukan pengawasan dan monitoring secara ketat melalui pelabuhan-pelabuhan yang berindikasi menjadi tempat pemberangkatan pekerja migran Indonesia nonprosedural. (*)





Editor: alfi

Klarifikasi Dugaan Penimbunam Limbah B3, Komisi III DPRD Sidak Shipyard Nanindah

On 13.26

Anggota Komisi III DPRD Batam mengajak media dan mitra sidak PT Nanindah. Foto/Rud


BATAM - Komisi III DPRD Batam melakukan kunjungan kerja ke PT Nanindah Mutiara Shipyard, Selasa (3/3/2026). Langkah tersebut guna mengklarifikasi dugaan adanya penimbunam limbah bahan berbahaya beracun (B3) di kawasan galangan kapal tersebut.

Rombongan dewan yang dipimpin Arlon Veristo itu diterima manajemen PT Nanindah Mutiara Shipyard. Selanjutnya Komisi III DPRD Batam diantar menggunakan mini bus ke areal belakang perusahaan.

Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota Komisi III DPRD Batam terlihat mengenakan helm putih dan kacamata pengaman sebelum memasuki areal galangan kapal tersebut.

Tim Komisi III DPRD Batam terbagi dua yaitu tim yang melakukan pengecekan dokumen administrasi di kantor PT Nanindah dan tim yang turun langsung ke lapangan untuk mengecek dugaan limbah yang dilaporkan ke komisi III DPRD Batam.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Arlon Veristo menyampaikan bahwa tidak ada limbah B3 seperti yang dilaporkan ke pihak dewan.

“Seperti yang kita lihat bersama sama, dari Komisi III, PaxOcean dan kawan-kawan media. Dari kasat mata tidaklah sesuai yang disampaikan ke kami. Iya, artinya penimbunan limbah itu tidak ada. Yang kedua yang disampaikan sampah berserak, mungkin kemarin ada tapi sekarang sudah dibersihkan," katanya.

"Ini juga sudah lama ditimbun, bukan baru ditimbun. Dan saya jamin tidak ada penimbunan limbah B3 di sini. Untuk hari ini clear-lah,"pungkasnya.

Pihaknya berharap PaxOcean menjaga lokasi baik-baik. Karena menurutnya kalau akses orang luar bisa masuk, akan berpotensi memunculkan hal negatif lainnya.

“Kalau orang bebas masuk bisa saja penyelundup disini. Jangan sampai tempat ini dipergunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” pesannya.

“Intinya kita sudah turun melaksanakan fungsi dan tugas kita. Secara visual kasat mata  kita tidak menemukan hal-hal yang negatif,” tambahnya.

Legislator partai Nasdem itu kembali menyampaikan bahwa Komisi III tidak menemukan penimbunan limbah B3, tidak sesuai apa yang dilaporkan ke Komisi III DPRD Batam.

“Mungkin ada yang salah, itu ada sampah. Sampah ini masalahnya sudah cukup serius di Batam ini. Jangan terulang lagi. Tidak ditemukan semacam limbah terkontaminasi,” sebutnya.

Sementara itu, Rolas Saragih, GM  PT Nanindah Mutiara Shipyard mengatakan bahwa perusahaan sangat peduli terhadap isu lingkungan. Ia menegaskan PaxOcean sangat menghargai lingkungan, terbukti pernah mendapat apresiasi ISO tentang lingkungan.

“Dan itu menjadi syarat utama untuk memperoleh proyek,” tegas Rolas. (tgh)





Editor: alfi

Fraksi Gerindra DPRD Batam Inisiasi Bantuan Beras Ramadhan di Kecamatan Sekupang

On 11.23

Penyerahan beras Ramadhan inisiatif Fraksi Gerindra DPRD Batam. Foto/Robi


BATAM - Kolaborasi legislator dan eksekutif patut diapresiasi. Salah satunya menyalurkan bantuan beras Ramadan kepada masyarakat Sekupang di Aula Kartini, Kecamatan Sekupang.


Kegiatan ini merupakan inisiatif anggota DPRD Batam dari Fraksi Gerindra yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam. Seperti diketahui Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra juga berasal dari partai besutan Presiden Prabowo tersebut.


Bantuan beras diserahkan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu kebutuhan pokok warga selama Ramadan. 


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah mengatakan, bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat.


“Ramadan mengajarkan kita untuk saling berbagi. Bantuan beras ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa,” ujar Firmansyah, Selasa (3/3/2026). 


Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat penting agar program bantuan sosial dapat berjalan dengan baik serta tepat sasaran.


Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif juga menjadi bagian dari upaya memastikan kebijakan dan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


“Dengan sinergi yang baik, program bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.


Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Warga yang hadir menyambut baik bantuan tersebut dan berharap kegiatan serupa terus berlanjut.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus terjaga, terutama pada bulan Ramadan yang identik dengan berbagi dan mempererat silaturahmi. (rob)





Editor: alfi