EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Sinergi BP Batam dan BPK RI, Dorong Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara

On 20.10

BP Batam lakukan konsultasi dengan BPK RI/BP Batam


BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra melaksanakan pertemuan dengan Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI, Widhi Widayat di Gedung Bida Utama BP Batam, Selasa (7/4/2026).


Pertemuan itu dalam rangka membahas tindak lanjut dan rekomendasi atas hasil pemantauan BPK RI terhadap laporan keuangan BP Batam TA 2025.


Amsakar Achmad bersama Li Claudia Chandra menegaskan komitmen lembaganya untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi yang disampaikan BPK RI. BP Batam mendukung penuh seluruh tahapan audit melalui kesiapan data dan informasi.


“Terima kasih atas input yang diberikan BPK RI, BP Batam akan segera menindaklanjuti dan terus berkoordinasi dengan tim pemeriksa sehingga bisa menjaga dan lebih meningkatkan kualitas laporan keuangan,” kata Amsakar.


Amsakar yang juga Wali Kota Batam, menambahkan, asistensi BPK berperan strategis bagi tata kelola pemerintahan, terlebih saat Batam terus memperkuat posisi sebagai kota industri unggulan. Hasilnya, diharapkan berdampak langsung bagi masyarakat dan dan dunia usaha.


Pertemuan ini menjadi upaya strategis kedua lembaga untuk saling memperkuat sinergi dalam mendorong tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.


Hadir mendampingi pertemuan yaitu Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain; Kepala Biro umum, Mohamad Taofan; Kepala Biro Keuangan, Siswanto; Kepala Satuan Pemeriksa Intern, Imbuh Agustanto; Direktur Pemeriksaan AKN 5B, Arman Syifa dan Ketua Tim Pemeriksaan LK BP Batam TA 2025, Zainudin Rudy P. (apg)





Editor: taher

Revitalisasi Terowongan Pelita, BP Batam Perkuat Kualitas Infrastruktur Publik

On 19.43

Terowongan Pelita Batam


BATAM - BP Batam melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur melaksanakan proyek Revitalisasi Underpass Pelita sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas infrastruktur dan penataan wajah kota.


Underpass Pelita merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan pemerintahan dan komersial Batam Center dengan pusat bisnis dan pariwisata di kawasan Nagoya. 


Selain berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, underpass ini juga menjadi infrastruktur ikonik sebagai satu-satunya underpass di Kota Batam.


Seiring waktu, kondisi underpass mengalami penurunan dari sisi fungsi maupun estetika. 


Coretan vandalisme, pencahayaan yang belum optimal, serta sistem drainase yang kurang berfungsi maksimal berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.


Menjawab kondisi tersebut, BP Batam melakukan revitalisasi menyeluruh dengan lingkup pekerjaan meliputi penataan lanskap melalui penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, pengecatan ulang dinding, marka jalan dan kanstin, pemasangan light box berisi visi pembangunan Kota Batam, serta perbaikan sistem penerangan.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan, proyek ini dilaksanakan pada April hingga Mei 2026 dengan durasi pekerjaan selama dua bulan. 


Underpass ini nantinya direncanakan memiliki dimensi panjang ±90 meter, lebar ±18 meter, dan tinggi ±5 meter, dengan sumber pendanaan berasal dari anggaran pemeliharaan Direktorat Pembangunan Infrastruktur BP Batam dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemerintah Kota Batam. 


Amsakar menyampaikan bahwa revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik.


“Revitalisasi Underpass Pelita merupakan langkah strategis untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga memiliki nilai estetika sebagai representasi kemajuan Kota Batam,” ujarnya.


Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kualitas pencahayaan dan sistem drainase menjadi prioritas guna meminimalkan risiko kecelakaan serta mencegah terjadinya genangan air yang dapat merusak badan jalan.


“Dengan perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh, kami optimistis Underpass Pelita akan kembali menjadi jalur yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat Batam,” tambahnya.


Saat ini, progres pekerjaan telah berjalan, meliputi proses penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, serta tahap pengukuran lapangan untuk pengecatan, pemasangan light box, dan perbaikan penerangan.


Melalui revitalisasi ini, Amsakar berharap dapat meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat identitas kota. 


"Tidak hanya underpass, secara bertahap, BP Batam juga akan melakukan revitalisasi di kawasan lainnya." Pungkasnya.  


Berkenaan dengan hal tersebut, masyarakat diimbau untuk turut menjaga fasilitas umum serta menghindari tindakan vandalisme demi keberlanjutan manfaat bersama.(thr)




Editor: taher

Terkait Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum, BP Batam Apresiasi Jajajaran Polda Kepri

On 22.03

Kepala BP Batam bersama Kapolda Kepri pamer barang bukti tangkapan/BP Batam


BATAM - Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polda Kepri atas keberhasilan mereka mengungkap kasus pencurian fasilitas umum di Kota Batam.


Bersama Wakil Kepala BP Batam/Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra, apresiasi dan terima kasih itu disampaikan Amsakar Achmad saat menghadiri konferensi pers, yang dilaksanakan di Mapolresta Barelang.


Dalam pengungkapan ini, jajaran Polda Kepri khususnya jajaran Polresta Barelang dan Polsek Batuampar membekuk enam pelaku pencurian dan dua penadah.


Dari hasil pemeriksaan penyidik kepolisian, para pelaku telah melakukan pencurian box pengendali traffic light, pencurian perangkat tower pemancar sinyal dan pencurian kabel lampu penerangan jalan umum.


“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap jajaran Polda Kepri dan masyarakat yang telah melakukan pengungkapan tindak kriminal yang dilakukan oleh beberapa tersangka ini,” kata Amsakar.


Amsakar mejelaskan, barang-barang yang dicuri oleh tersangka ini merupakan barang yang berhubungan langsung dengan seluruh masyarakat Kota Batam. Bahkan dalam berbagai kesempatan saat turun ke lapangan, masyarakat selalu menyampaikan aspirasi untuk menambah penerangan jalan. Namun, jalan-jalan yang telah diterangi dirusak dengan mencuri kabel lampu penerangan jalan tersebut.


“Ini bukan persoalan nilai barang yang dicuri, tapi ini adalah persoalan fasilitas umum yang mengganggu masyarakat Kota Batam secara keseluruhan. Kami harapkan, masyarakat juga bisa berpartisipasi aktif kalau menemukan tindak kejahatan. Laporkan segera kepada pihak kepolisian atau pun kepada Pemerintah Kota Batam,” jelasnya.


Dalam kesempatan itu, Amsakar juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk membangun sinergitas dan kondusifitas Kota Batam. Saat ini, Amsakar menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Kepala BP Batam/Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra tengah berusaha keras dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kota Batam.


“Maka kita harapkan hal-hal yang kontraproduktif seperti ini, jangan lagi berkembang di Kota yang kita cintai ini,” tutup Amsakar. (egi)




Editor: taher

Perbaikan Jalan depan Hotel Vista, Akses Masyarakat Menuju Sekupang Dialihkan

On 00.30

BP Batam lakukan perbaikan jalan Gajah Mada (jalan Vista)/BP Batam


BATAM - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mengumumkan penutupan sementara ruas Jl. Gadjah Mada (arah Batam Center menuju Sekupang) sehubungan dengan pelaksanaan perbaikan Jalan Vista.


Kepala Biro Umum BP Batam M. Taofan mengatakan kebijakan ini diambil dalam rangka mendukung pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan di kawasan Vista, guna meningkatkan kualitas infrastruktur dan kenyamanan pengguna jalan.


“Kami menginformasikan kepada seluruh masyarakat Kota Batam bahwa akan dilakukan penutupan sementara ruas Jl. Gadjah Mada (arah Batam Center menuju Sekupang) selama 3 hari ke depan.” Kata Taofan.


Penutupan akan diberlakukan mulai Jumat, 3 April 2026 hingga Minggu, 5 April 2026.


Selama periode tersebut, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif menuju Tiban dengan skema contraflow ke arah Fly Over Sei Ladi – UIB.


Taofan menyampaikan lebih lanjut, bahwa langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas jalan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna.


“Kami mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan, mengikuti rambu serta arahan petugas, dan tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara,” ujarnya.


BP Batam mengapresiasi pengertian dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan berlangsung.


Upaya ini diharapkan dapat memberikan kondisi jalan yang lebih baik bagi seluruh pengguna. (na)



Editor: taher

Sikapi Tantangan Global Bergejolak, BP Batam Serap Aspirasi Dunia Usaha

On 21.49

Kepala BP Batam Amsakar Achmad undang pengusaha Batam guna menyerap aspirasi/BP Batam


BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar diskusi strategis bertajuk “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026” di Balairungsari, Kamis (2/4/2026).


Selain menjadi ruang dialog terbuka, kegiatan ini sekaligus momentum bagi BP Batam, pelaku usaha, asosiasi industri, dan tokoh masyarakat berkolaborasi dalam merumuskan arah kebijakan dan akselerasi ekonomi di tengah dinamika global dan tuntutan masyarakat yang kian kompleks.


Di samping itu, forum strategis ini juga menjadi ruang bagi BP Batam untuk menyerap aspirasi dan kritik konstruktif dari dunia usaha dan pelaku industri.


Beragam persoalan turut mendapat atensi penuh masing-masing pihak seperti pertumbuhan ekonomi, iklim investasi, penguatan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah daya saing global, hingga permasalahan sosial maupun politik.


“Di tengah situasi global saat ini, capaian kinerja BP Batam dan Pemerintah Kota Batam patut kita apresiasi. Kolaborasi kepemimpinan Bapak Amsakar dan Bu Li Claudia dengan dukungan seluruh komponen daerah berhasil menjaga ritme pertumbuhan ekonomi Batam,” ujar tokoh masyakarat Kepri, Asman Abnur.


Menurut Asman, tidak mudah bagi suatu daerah mendapatkan keistimewaan dari pemerintah pusat seperti yang saat ini BP Batam dapatkan. Mulai dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, PP Nomor 4 Tahun 2025, serta PP Nomor 47 Tahun 2025.


“Harmonisasi beragam kebijakan tersebut tidak mudah. Dampak positif dari ini adalah memangkas alur birokrasi dan menyederhanakan proses perizinan seperti yang selama ini menjadi keluhan pelaku usaha. Sehingga, tidak ada lagi kekhawatiran untuk berinvestasi di Batam,” tambahnya.


Selain Asman Abnur, sejumlah pelaku usaha dan tokoh kenamaan lainnya turut hadir dalam forum ini. Di antaranya Kris Wiluan, Abidin Hasibuan, Doly, Harry Feri Manik, Peter Vincent, dan Saptana Tri Prasetiawan.


Mereka bersepakat untuk mendukung BP Batam dalam mengatasi dan menghadapi tantangan ekonomi global saat ini. Apalagi dengan penyatuan kepemimpinan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, mereka optimis bahwa kendala perizinan dapat teratasi dengan baik sehingga menciptakan iklim investasi yang kondusif.


“Kami menginginkan adanya konstruksi pemikiran bersama antara BP Batam, pelaku usaha, dunia industri dan tokoh masyarakat. Dengan gagasan yang dihasilkan, saya dan Bu Li Claudia yakin masukan dan kritik dari pelaku usaha ini dapat menghasilkan formulasi kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.


Amsakar optimistis, dukungan dari Forkopimda, dunia usaha, dan seluruh komponen daerah lainnya dapat menjadi modal penting dalam mendorong akselerasi pembangunan dan ekonomi Batam tahun 2026.


Pihaknya juga akan rutin untuk melaksanakan forum strategis ini ke depannya. Dengan harapan, BP Batam dapat mendengar langsung aspek-aspek yang menjadi hambatan di lapangan.


“Masukan-masukan ini juga memberikan kami berbagai pandangan terkait perumusan kebijakan ke depannya. Kami berharap, pertumbuhan ekonomi dan investasi pun bisa terus meningkat dengan dukungan dari seluruh pihak,” tambah Amsakar. (dn)




Editor: taher