EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Semarak Kemerdekaan RI Ke-81, Pemko Batam Hadirkan Artis Charly Setia Band

On 12.57



BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menggelar Resepsi Kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan bertajuk “Semarak Kemerdekaan” tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan kemerdekaan di Kota Batam.

Resepsi kenegaraan dijadwalkan berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam Center, Jumat (21/8/2026) malam, mulai pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini terbuka sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk menikmati suasana perayaan kemerdekaan.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat untuk ikut memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, momentum kemerdekaan tidak hanya diisi dengan berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.

Amsakar berharap semangat kemerdekaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Perayaan HUT RI, kata dia, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan serta menumbuhkan semangat bersama dalam membangun Batam.

“Semarak kemerdekaan hendaknya menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan. Kita mengenang jasa para pahlawan sekaligus melanjutkan perjuangan dengan memberikan yang terbaik bagi daerah dan bangsa,” ujar Amsakar, Rabu (19/8/2026).

Resepsi kenegaraan tersebut akan semakin semarak dengan penampilan Carly Setia Band. Kehadiran grup musik tersebut diharapkan menambah kemeriahan suasana sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat yang hadir.

Amsakar juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk memaknai kembali arti kemerdekaan. Semangat perjuangan para pendahulu diharapkan dapat diteruskan melalui kerja nyata, persatuan, serta kontribusi sesuai peran masing-masing.

“Dengan semangat kemerdekaan, mari kita jaga persatuan, perkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun Batam agar semakin maju,” katanya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Batam sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara, pawai obor, hingga sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan perayaan kemerdekaan yang tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mengandung pesan kebangsaan dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan. (rud)

Pengamanan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang: Petugas Hormati Aspirasi dan Jaga Privasi Warga

On 09.35



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan kegiatan yang berlangsung di kawasan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang pada Kamis (13/8/2026), merupakan bagian dari pengamanan dan pengawalan proses pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih.

Kehadiran personel di lokasi dalam rangka menjaga keamanan kawasan, memastikan aktivitas pembangunan berjalan tertib, serta mencegah terjadinya gesekan antara petugas dan masyarakat.

BP Batam menegaskan kegiatan tersebut bukan merupakan penggusuran sebagaimana narasi yang berkembang dan disampaikan oleh sejumlah pihak.
Personel yang bertugas di lokasi melakukan pengamanan dan pengawalan, dengan mengedepankan sikap persuasif, pengendalian diri, serta tidak melakukan tindakan provokatif.

Sekolah Terintegrasi Merah Putih tersebut dibangun di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare. Sebelum diterbitkannya HPL atas lahan tersebut, BP Batam telah melaksanakan proses penanganan terhadap empat pihak yang menyampaikan klaim atas lahan dimaksud, sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Dari empat klaim tersebut, dua di antaranya telah ditindaklanjuti, sementara dua pihak lainnya hingga saat ini belum menyampaikan dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses verifikasi.

Dalam proses penanganannya, BP Batam telah membuka ruang komunikasi dan dialog dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Sejumlah pertemuan dan tatap muka telah dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memperoleh informasi dan dokumen yang diperlukan, sekaligus memastikan setiap klaim dapat ditangani secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, hingga saat ini proses verifikasi terhadap dua klaim tersebut belum dapat dilanjutkan karena dokumen pendukung yang diperlukan belum disampaikan kepada BP Batam.

BP Batam tetap menghormati hak setiap pihak untuk memperoleh kepastian dan menyelesaikan persoalan sesuai dengan mekanisme yang tersedia. Apabila diperlukan, pihak yang bersangkutan juga dapat menempuh upaya hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan demikian, BP Batam memastikan setiap klaim yang disampaikan tetap mendapatkan ruang untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan kehadiran personel pengamanan di lokasi merupakan bagian dari dukungan BP Batam terhadap pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang.

“Petugas difokuskan untuk menjaga keamanan kawasan pembangunan sehingga proses pekerjaan dapat berjalan dengan tertib.” jelasnya, Selasa (18/8/2026).

Ia menegaskan, sejak awal seluruh personel telah diarahkan hanya untuk melakukan pengawalan dan pengamanan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih.

Dalam perkembangan pada Kamis (13/8/2026), situasi di lokasi sempat diwarnai tindakan dari dua peserta aksi yang berupaya membuka pakaian. Kondisi tersebut segera direspons secara persuasif oleh personel pengamanan perempuan dengan memberikan kain penutup.

Ariastuty menjelaskan, tindakan itu dilakukan untuk menjaga privasi dan martabat perempuan tersebut, sekaligus mencegah bagian tubuhnya terekspos di ruang publik maupun terekam kamera.

“Kami memang telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi itu dengan menyiapkan kain jarit untuk digunakan sebagai penutup. Kain tersebut kemudian digunakan untuk menutupi tubuh peserta aksi,” jelasnya.

Ia menekankan, tindakan petugas tersebut bukan untuk menghadapi ataupun membatasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya. Sebaliknya, langkah itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi, martabat, dan kehormatan peserta aksi.

“Langkah tersebut dilakukan semata-mata sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi, martabat, dan kehormatan peserta aksi, serta untuk mencegah kondisi tersebut semakin terbuka atau terdokumentasikan secara visual,” terang Ariastuty.

Situasi tersebut sempat dipersepsikan sebagai aksi saling dorong. Namun, BP Batam menjelaskan bahwa tindakan petugas pada saat itu diarahkan untuk mencegah tubuh peserta aksi semakin terbuka sekaligus menjaga agar situasi tidak berkembang menjadi ketegangan yang lebih besar.

“Sikap tersebut juga merupakan bagian dari arahan pimpinan yang mengedepankan pengendalian diri dan pendekatan persuasif,” tuturnya.

Ariastuty menambahkan, perbedaan pandangan yang muncul di lapangan tidak mengubah pendekatan BP Batam dalam menjalankan tugas. Personel tetap diminta menahan diri, menjaga keamanan kawasan, serta memastikan proses pengawalan pembangunan berlangsung secara tertib.

“Yang dilakukan petugas pada 13 Agustus 2026 adalah pengamanan dan pengawalan kegiatan pembangunan. Kami memastikan seluruh personel bekerja sesuai tugasnya dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.

BP Batam juga memastikan penanganan terhadap klaim masyarakat dilakukan melalui mekanisme yang tersedia. Di sisi lain, BP Batam terus membuka ruang komunikasi dan dialog dengan dua warga bersangkutan. 

Setiap proses penyiapan lahan dilakukan dengan mengedepankan ketentuan hukum, verifikasi dokumen, serta penyelesaian secara terukur.
Dengan tetap memastikan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan Rempang-Galang. (EI)

Melihat Serunya Lomba Agustusan di Blok Mancis Perumahan Cipta Asri 3 Tembesi Batam

On 14.50



BATAM - Sehari menjelang HUT RI ke-81, namun kemeriahannya telah terasa. Salah satunya di Blok Mancis RT 04/29, Perumahan Cipta Asri Tahap 3  Tembesi.

Puluhan anak-anak terlihat tumpah ruah mengikuti lomba Agustusan yang digelar panitia. Mulai lomba makan kerupuk yang penuh perjuangan tanpa tangan.

Ada juga lomba memasukkan paku dalam botol, lomba lari masukkan bola dalam kardus, lomba kotak logika dan lomba menarik lainnya. Peserta lomba mulai anak pra TK hingga SD kelas 6.

Suasana dan keseruan di lapangan semakin seru dimana para orang tua ikut menyemangati.
Tak ayal sorak-sorai penonton dan warga yang ikut memberi semangat tampak gelak tawa melihat tingkah lucu peserta saat berlomba.

"Syukur Alhamdulillah, cuaca siang ini sejuk setelah hujan tadi. Sehingga anak anak tidak kepanasan," ujar Agung, Ketua Panitia Agustusan RT 04/29 Blok Mancis.

Menurut Agung, lomba sengaja diadakan di hari Minggu (16/8/2026) siang, atau tepatnya sehari menjelang peringatan hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar anak-anak yang ikut lomba tidak terlalu lelah.

"Sebab hari Senin (17/8/2026) banyak anak-anak kita yang ikut upacara di sekolah masing-masing. Tapi kalau hari ini lomba tidak selesai, besok kita lanjutkan sekaligus perlombaan emak emak dan bapak bapaknya," tegasnya.

Acara lomba Agustusan tahun ini kata Agung bersumber dari iuran warga sebesar Rp30.000/kk disubsidi iuran keamanan bulan Agustus 2026 serta sumbangan dari PT Signal Kabel Rp750.000.(thr)

BP Batam Hormati Hak Warga, Buka Ruang Dialog dan Verifikasi dalam Penyiapan Lahan Sekolah Merah Putih

On 13.04



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan bahwa penyiapan lahan untuk pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih dilakukan secara humanis dan mengedepankan dialog bersama masyarakat.

Lahan yang disiapkan memiliki luas 18,5 hektare dan berada di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam. Status tersebut menjadi dasar agar setiap tahapan pembangunan sekolah dilaksanakan sesuai koridor hukum dan peraturan perundang-undangan.

“Setiap pembangunan perlu dilakukan melalui komunikasi terbuka yang baik. Sejak awal, BP Batam memilih mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif guna mendengar langsung aspirasi masyarakat sekitar kawasan Sekolah Terintegrasi Merah Putih,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, Minggu (16/8/2026).

Ia mengungkapkan bahwa tim BP Batam telah beberapa kali secara kontinyu melakukan pertemuan dan berdialog secara langsung dengan warga setempat. Salah satunya saat pertemuan dengan Wakil Kepala BP Batam pada tanggal 21 Juli 2026 lalu di Kantor Pemerintah Kota Batam.

Dalam proses pendataan, terdapat 4 (empat) warga yang menyampaikan klaim atas sebagian area yang masuk dalam rencana pembangunan. Terhadap keempat warga tersebut, lanjut Ariastuty, BP Batam telah menginformasikan sejak awal apabila terdapat keberatan, warga dapat memperlihatkan dokumen atau legalitas tanahnya untuk dilakukan verifikasi.

“BP Batam menghormati setiap penyampaian warga tersebut dan memberikan ruang untuk menunjukkan dokumen yang menjadi dasar penguasaan atau kepemilikan atas lahan dimaksud. Penyiapan lahan ini dilakukan dengan memperhatikan status lahan dan ketentuan yang berlaku, serta tetap mengedepankan komunikasi dengan masyarakat,” sambungnya.

Hingga saat ini, 2 (dua) warga telah menyerahkan dokumen untuk dilakukan proses verifikasi sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, BP Batam tetap membuka ruang komunikasi bagi 2 (dua) warga lain yang belum menyerahkan untuk dapat menyampaikan dokumen atau bukti persuratan yang menjadi dasar penguasaan maupun kepemilikan atas lahan dimaksud agar dapat dilakukan verifikasi dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya hak yang diakui sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, penyelesaiannya pun akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

“BP Batam berkomitmen menghormati setiap hak masyarakat. Seluruh proses penyiapan lahan kami pastikan berjalan adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” ujar Tuty, panggilan akrabnya.

Terkait informasi yang beredar di media sosial beberapa hari lalu, Tuty menegaskan bahwa personel Ditpam BP Batam bertugas untuk melakukan pengamanan pada area HPL yang menjadi lokasi pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih.
Ia mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi secara utuh dan melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar sebelum menarik kesimpulan.

“Terkait informasi mengenai pematokan, kami memastikan bahwa keberadaan personel Ditpam di lokasi merupakan bagian dari pelaksanaan pengamanan area HPL sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki,” jelas Tuty. (gam)

Duet Amsakar–Li Claudia Bawa Batam Melaju, Investasi dan Lapangan Kerja Terus Bertumbuh

On 10.21



BATAM - Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi atas perjalanan Batam yang terus bergerak maju.

Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan investasi, pembangunan infrastruktur, konektivitas logistik, dan kemudahan berusaha terus diarahkan untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang semakin nyata bagi masyarakat.

Kinerja investasi Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Setelah mencatat realisasi investasi sebesar Rp17,48 triliun pada Triwulan I 2026 atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year), momentum pertumbuhan tersebut berlanjut hingga Semester I 2026.

Berdasarkan pemantauan dengan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi Batam hingga Semester I 2026 telah mencapai Rp38,97 triliun. Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tercatat sebesar Rp29,89 triliun.

Capaian tersebut memperlihatkan kuatnya aktivitas investasi Batam sekaligus semakin tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai salah satu kawasan strategis investasi di Indonesia.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, capaian investasi tersebut mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan investor sekaligus konsistensi BP Batam dalam membangun iklim investasi yang kompetitif.

Menurut Amsakar, investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai yang masuk, tetapi juga dari kemampuan kawasan dalam memberikan kepastian, mempercepat proses, serta memastikan investasi dapat direalisasikan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar.

Sebelumnya, pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut hampir 14 kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi nasional yang tercatat 7,2 persen. Batam juga berkontribusi sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional pada periode tersebut.

Momentum Pertumbuhan Terus Dijaga

Amsakar menegaskan, capaian tersebut menjadi modal penting untuk menjaga momentum investasi hingga akhir 2026.

Dengan target investasi Batam tahun ini sebesar Rp70 triliun, realisasi Semester I berdasarkan LKPM sebesar Rp29,89 triliun telah mencapai 42,70 persen dari target.

Sementara berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi sebesar Rp38,97 triliun telah mencapai 55,67 persen dari target tahunan.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, BP Batam akan terus memperkuat kemudahan berusaha, kepastian regulasi, percepatan pelayanan serta pembangunan infrastruktur untuk menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi strategis.

Li Claudia: Pelayanan Menjadi Kunci

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai, tingginya realisasi investasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha.

Menurutnya, investor membutuhkan ekosistem yang memberikan kepastian sejak tahap awal investasi hingga proyek dapat beroperasi.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.

Ia menegaskan bahwa BP Baam bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus membangun koordinasi yang lebih efektif agar berbagai kebutuhan investor dapat direspons secara cepat.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” tambahnya.

Menurut Li Claudia, keberhasilan investasi pada akhirnya harus tercermin pada manfaat yang dirasakan masyarakat, baik melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, peningkatan aktivitas ekonomi maupun peningkatan daya saing Batam.

Investasi Tumbuh, Kesempatan Kerja Terbuka

Pertumbuhan investasi tersebut turut memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang tercatat meningkat dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.

Artinya, terjadi penambahan sekitar 9.964 tenaga kerja, dengan pertumbuhan mencapai 32,16 persen.

Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa investasi yang masuk ke Batam semakin terhubung dengan aktivitas ekonomi riil. Ketika proyek berkembang, industri memasuki tahap produksi dan kegiatan usaha meningkat, kebutuhan terhadap tenaga kerja juga ikut bertambah.

Semester I: Rp29,89 Triliun LKPM dan Rp38,97 Triliun Bottom-Up

Berdasarkan data LKPM, realisasi investasi Triwulan I 2026 mencapai Rp17,48 triliun, sedangkan Triwulan II memberikan tambahan sebesar Rp12,41 triliun. Dengan demikian, total realisasi Semester I mencapai Rp29,89 triliun.

Komposisinya terdiri dari PMA sebesar Rp17,80 triliun dan PMDN sebesar Rp12,09 triliun. Dibandingkan Semester I 2025, capaian tersebut tumbuh 27,31 persen secara year-on-year, sementara pertumbuhan secara kumulatif tercatat 62,75 persen.

Sementara itu, berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi Semester I mencapai Rp38,97 triliun, yang terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.

Capaian tersebut tumbuh 36,03 persen secara year-on-year dan 57,01 persen secara kumulatif.

Perbedaan angka antara LKPM dan metode bottom-up merupakan konsekuensi dari perbedaan basis pengukuran. Keduanya digunakan sebagai instrumen untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan dan realisasi aktivitas investasi di Batam.

Fary: Perkuat Investasi Bernilai Tambah Tinggi

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, penguatan investasi Batam ke depan akan diarahkan tidak hanya pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga pada kualitas dan nilai tambahnya.

Menurutnya, Batam memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan investasi pada sektor manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), energi, logistik, serta industri hilir.

“Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia,” kata Fary.

Ia menambahkan, BP Batam akan terus mengawal implementasi berbagai proyek strategis agar investasi yang telah masuk dapat segera memberikan dampak terhadap perekonomian.

Optimistis Menembus Target 2026

Dengan capaian Semester I yang telah mencapai lebih dari separuh target berdasarkan metode bottom-up, BP Batam optimistis momentum pertumbuhan investasi dapat terus dipertahankan hingga akhir 2026.

Bagi Amsakar, capaian tersebut bukan sekadar indikator kinerja investasi, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi masa depan ekonomi Batam.

“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” pungkas Amsakar.

Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan, Batam terus memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi Indonesia menuju Asia Tenggara. (NA)