EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Mahasiswa UPB Usung Keranda Mayat Toni Wandra

Terkait Pembubaran Organisasi BEM

 

 

[caption id="attachment_3694" align="alignright" width="290"]Mahasiswa UPB usung keranda mayat Toni Wandra, Ketua Yayasan, sebagai simbol matinya demokrasi di kampus ini. foto: defrizal Mahasiswa UPB usung keranda mayat Toni Wandra, Ketua Yayasan, sebagai simbol matinya demokrasi di kampus ini. foto: defrizal[/caption]

BATAM - Ratusan mahasiswa Universitas Putra Batam (UPB) kembali menyuarakan aspirasinya di depan gedung Kampus I-Tembesi, Rabu (28/1/15). Mahasiswa kecewa terkait keputusan Rektor UPB, Nur Elfi Husada, yang akan membubarkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

 

Dalam aksinya, mahasiswa juga mengusung keranda mayat yang bertuliskan Pak TW (Toni Wandra) Pembina Yayasan, sebagai simbol matinya demokrasi di UPB.

 

"Saat ini rektor tidak ada, dia hanya menitipkan pesan kepada saya supaya mahasiswa menuliskan aspirasinya dan nanti akan saya sampaikan kepada rektor," tutur Andi, Dekan Fakultas Teknik UPB kepada demonstran.

 

Andi mengatakan, "Rektor sedang mengikuti seminar sekaligus penanda tanganan MOU di BP Batam," tuturnya kepada kepriupdate.com.

 

Kondisi mulai memanas saat sekuriti mencoba membubarkan pendemonstran memasuki aula kampus. Beruntung Kanit Polsek Batuaji, Iptu Asril berhasil menenangkan massa.

 

"Tadi saya ditelpon rektor dan diminta untuk menyampaikan kepada mahasiswa. Dia berjanji besok akan menemui perwakilan mahasiswa untuk melakukan mediasi pada pukul 10.00 WIB," tutur Iptu Asril,  Kanit Polsek Batuaji.

 

Namun mahasiswa menolak hal tersebut dan menuntut agar rektor didatangkan dan mengancam akan melakukan demo ampai malam jika tuntutannya tidak terpenuhi.

 

"Kemarin kami udah berunding dan dia (rektor) tahu kalau ada aksi ini. Sementara polisi didatangkan berkompi-kompi, namun dia tidak datang. Maksudnya apa?," tutur Manusun, Sekjen BEM UPB. (defrizal)