EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

KARIMUN

Azis: Saya Sudah Beberapa Hari Ini Mimpi Dijemput Polisi

[caption id="attachment_5834" align="alignleft" width="290"]Abdul Azis digelandang penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri. foto: david/kepriupdate Abdul Azis digelandang penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri. foto: david/kepriupdate[/caption]

BATAM - Tersangka korupsi Abdul Azis mengakui sebelum ditangkap Ditkrimsus Polda Kepri kerap bermimpi ditangkap polisi.

 

"Dia ngomong sudah beberapa hari ini mimpi dijemput polisi. Saya bilang kenapa kok nggak nyerah aja," kata Direktur Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Kombes Syahar Diantono, Jumat (29/5/2015).

 

Menurut dia kasus korupsi yang disangkakan kepada tersangka di antaranya korupsi bansos dan dana hibah APBN tahun 2012-2013 senilai Rp1,5 miliar.

 

"AA bekas pejabat negara, dan perannya sebagai penggagas. Tapi tidak sesuai perencanaan. Dan ada aliran dana yang mengalir ke rekeningnya," terang Syahar.

 

Dari total duit Rp1,5 miliar itu semuanya ludes dan tidak ada sesen pun perencanaan tersebut terwujud.

 

"Sementara ada dua tersangka yakni inisial AA (Abdul Azis) dan OB sebagai direktur UKM," tegasnya.

 

Kasus ini menurut Syahar sudah hampir satu bulan ditelusuri pihaknya. Dan untuk mencari tersangka Azis butuh waktu lebih satu bulan.

 

"Soalnya alamat AA tidak jelas. Pindah-pindah dan takk kooperatif. Dia ditangkap di kamar hotel bersama dua rekannya, satu wanita dan satu pria," tuturnya.

 

Masih kata Syahar kerugian dana hibah untuk pembuatan TK dan mesjid sekitar Rp 700 juta lebih. Sedangkan dana UKM tahu-tempe sekitar Rp 800 juta.

 

"Sejauh ini indikasi pihak dinas terkait terlibat sedang kita telusuri," pungkasnya. (Red/david)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *