EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Hina Warga Tempatan di Facebook, Ketua DPRD Batam Didesak Minta Maaf

[caption id="attachment_5628" align="alignleft" width="290"]Warga tempatan menggeruduk DPRD Batam menuntut Nuryanto minta maaf secara terbuka. foto: rudi/amok Warga tempatan menggeruduk DPRD Batam menuntut Nuryanto minta maaf secara terbuka. foto: rudi/amok[/caption]

BATAM - Ratusan warga tempatan mengultimatum Ketua DPRD Batam Nuryanto, agar segera meminta maaf secara adat atas pernyataannya di Facebook yang telah menyinggung warga daerah Melayu ini.

 

“Kami merasa tersinggung dengan perkataan Nuryanto di Facebook. Kami meminta saudara Nuryanto minta maaf secara adat,” ujar salah satu warga saat melakukan unjuk rasa didepan Kantor DPRD Batam pagi tadi, Rabu (13/5/2015) pukul 09.15 WIB.

 

Selain itu warga juga meminta Nuryanto meminta maaf di media selama 7 hari berturut-turut. “Kalau tidak kami akan bawa warga tempatan se-kepri merangsek ke kantor DPRD Batam,” ujar warga perwakilan dari mahasiswa.

 

Setelah warga silih berganti menyampaikan orasi, Nuryanto didampingi Iman Sutiawan dan anggota DPRD Batam lainnya menemui pengunjuk rasa untuk memberikan klarifikasi terkait pernyataannya di Facebook tersebut. Namun upaya Nuryanto ini langsung disambut dengan lemparan botol minuman mineral dari arah pengunjuk rasa.

 

Situasi sempat tegang, karena koordinator aksi kesulitan untuk mengamankan aksi melempar botol minuman mineral yang dilakukan pengunjuk rasa. Nuryanto sendiri langsung diamankan oleh anggota Kepolisian yang langsung sigap melakukan antisipasi.

 

Satu per satu koordinator aksi berupaya menenangkan aksi massa yang masih melempar botol minuman mineral tersebut.

 

“Kalau ada yang masih melempar, tangkap saja!!” ujar korlap mencoba menenangkan massa.

 

Setelah situasi kondusif, Nuryanto kemudian menemui pengunjuk rasa dan menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi pernyataannya di Facebook. (red/amok)