EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

DPR : Pembangunan LRT di Batam Hamburkan Duit Negara

JAKARTA - Legislator Senayan Bambang Haryo Soekartono mengatakan rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT) agar ditinjau ulang atau dibatalkan. Selain dinilai akan menghambur-hamburkan duit negara, pembangunan LRT juga dipandang tidak efisien dan tidak terpadu dengan moda transportasi lainnya.

 

Menurut politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut, yang dibutuhkan kota Batam saat ini adalah memperkuat basis transportasi massal baik penumpang maupun logistik.

 

"LRT di Batam saat ini belum tepat karena sarana transportasi tersebut hanya diprioritaskan untuk angkutan penumpang, sementara kota Batam adalah kota industri. Jadi sarana transportasi harus diprioritaskan untuk kepentingan industri, " ujar Bambang Haryo saat menerima anggota IV/Deputi Badan Pengusahaan (BP) Batam, bidang pengusahaan sarana lainnya badan pengusahaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam, Purba Robert M. Sianipar di ruangannya gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

 

Melalui rilisnya, anggota komisi VI DPR itu menyarankan agar Pemkot Batam serius memperkuat transportasi logistik yakni dibangunnya kereta berbasis rel yang terkoneksi dengan pelabuhan. Apalagi pelabuhan Batam memiliki posisi strategis, karena akan dilalui oleh 90 persen kapal dunia dari Asia Timur ke Eropa, Amerika, Afrika, India, Jazirah Arab semuanya akan melalui selat Malaka.

 

Sebagai kawasan ekonomi khusus untuk industri, Bambang berpendapat hendaknya kota Batam diperkuat dengan basis transportasi logistik. Pembangunan LRT yang bertujuan untuk pelayanan warga dinilai Bambang, konsepnya salah dan tidak tepat sasaran.

 

"Jangan mengangkut penumpang, tetapi juga harus mengangkut barang. Bangunlah kereta berbasis rel yang multifungsi, mengingat Batam adalah kota industri. Ada 99 ribu kapal dunia dengan 90 juta container setiap tahunnya akan melawati pelabuhan Batam,” katanya.

 

Lebih lanjut Bambang mengatqakan kalau pemerintah tetap menjalankan pembangunan LRT dengan anggaran sebesar Rp7 triliun untuk 10 kota/kabupaten, maka akan dipastikan akan menggerus APBN. “Kita kepingin anggaran jangan dibuang-buang untuk urusan nggak jelas. Lebih baik anggaran itu dipakai untuk kepentingan yang benar untuk masyarakat, sebab program pemerintah tidak hanya untuk kepentingan pencitraan saja," kata politisi dari dapil Jatim tersebut.

 

Seperti diwartakan sebelumnya, dalam rancangan BP Batam, direncanakan akan dibangun LRT dengan dua koridor. Koridor pertama dengan rute Tanjungguncang melalui 19 stasiun hingga Batamcenter. Total anggarannya sebesar Rp3,3trilliun.

 

Sedangkan koridor kedua, Dalam rancangan BP Batam, LRT akan dibangun menjadi dua koridor. Koridor pertama mulai dari Tanjunguncang, kemudian melewati 19 stasiun hingga Batamcentre. Total anggarannya Rp 3.3 triliun. Sedangkan koridor kedua berdasarkan rancangan BP Batam, akan dibangun dari Bandara Hang Nadim, melewati 25 stasiun menuju Batuampar dengan total anggaran senilai Rp 3.7 triliun.

 

Meskipun menolak, Bambang memiliki pemikiran solutif yakni dengan membangun kereta api gerbong di Batam. Dengan anggaran sebesar Rp3triliun dan rel sejauh 100km, 1 rangkaian loko dengan 10 gerbong penumpang. Ditambah lagi dengan 1 rangkaian loko dengan 10 gerbong logistik. Dengan 20 gerbong diperkirakan harga hanya Rp70 miliar.

 

"Kalau misalnya membangun 20 gerbong, 10 penumpang, 10 logistik, maka 20 gerbong dikalikan Rp70miliar, cuma Rp1,4 triliun. Sisanya bisa digunakan untuk membangun pelabuhan tanpa crane, sudah cukup mewah, “ ujarnya. (thr)