EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Mengapa Zalim Diharamkan, Begini Kata Quran dan Hadist Rasulullah

 
KEPRIUPDATE.COM - Allah SWT telah mengingatkan bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Qs. Al Zaljalah (7-8).

 

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula".

 

Surah An-Nisa' ayat 148 yang berbunyi: "Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui."

 

Ayat ini bermakna bahwa perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang-orang yang teraniaya atau terzalimi, dan itu semua dikategorikan ke dalam doa. Doa orang orang yang terzalimi adalah mujarab langsung didengar dan dikabulkan olehNyra, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi:

 

“Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, kerana tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

 

Di tangan mereka, doa lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap doa orang terzalimi. Karena jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Yang Maha kuasa.

 

Zalim merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan termasuk dari salah satu dosa-dosa besar. Manusia yang berbuat zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surah Asy-Syura (42).

 

"Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih".

 

Macam-macam perbuatan zalim secara umum adalah segala perbuatan yang mengotori hati, yaitu sombong, dengki atau tidak suka terhadap kebahagian orang lain.

 

Kemudian ghibah atau suka membicarakan keburukan orang lain, fitnah atau menuduh tanpa bukti yang kuat, adu domba alias bermuka dua, dusta atau pembohong, ujub atau bangga diri dengan merendahkan orang lain, dan lain sebagainya. (wan)