BATAM

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

KARIMUN

RSBP Batam Makin Yakin Bersaing dengan Singapura dan Malaysia

Ruang rawat inap VIP RSBP Batam

BATAM - Rumah Sakit BP (RSBP) Batam mengggelar syukuran pengoperasian gedung baru pada Kamis (2/5/2019) pagi. Hal ini ditandai dengan doa bersama dan pemotongan pita oleh Direktur RSBP Batam dr. Sigit Riyanto, M. Kes.

"Hari ini kita lakukan pengoperasian gedung baru hasil dari pembangunan yang berjalan dua tahun, kita doa syukuran untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa kami telah siap menerima pasien di gedung baru," kata Direktur RSBP Sigit Riyanto saat berikan sambutan syukuran di Gedung B RSBP Batam, Sekupang.

Gedung baru ini terdiri dari 8 (delapan) lantai dengan dilengkapi fasilitas pelayanan kesehatan terkini diantaranya ruang CT SCAN, ruang MRI, ruang radiologi, laboratorium kateterisasi jantung (Cath Lab), ruang medical checkup, UGD, Ruang bersalin, ruang Operasi, ruang serbaguna, hingga ruang rawat inap VVIP dan kelas 1. Gedung baru ini juga memiliki klinik eksekutif bagi manager dan karyawan perusahaan.

"Fasilitas yang kami unggulkan adalah kamar VVIP maupun VIP serta UGD yang terintegrasi dan peralatan kedokteran lainnya sesuai standar Internasional," ujarnya.

"Jumlah tempat tidur kita menambah 83 dari yang sudah ada 204 jadi nantinya ada 287 tempat tidur di rumah sakit ini dengan jumlah dokter 40 orang, dokter spesialis 35 orang, dokter spesialis jantung 2 orang, dan dokter bedah jantung 1 orang" tambahnya.

Harapannya dengan penambahan fasilitas baru dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan menjadikan rumah sakit rujukan di Kepulauan Riau bertaraf Internasional.

"Harapan kami memang menjadi rumah sakit terlengkap di Kepri sehingga menjadi pusat rujukan, setelah beroperasi penuh nantinya masyarakat Kota Batam dan sekitarnya maupun Kepri dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan baik dan tidak perlu lagi ke luar negeri karna pelayanan kami insyallah sudah lengkap," harapnya.

Masih kata Sigit, dengan kehadiran gedung baru yang modern pihaknya optimis mampu bersaing dengan RS di Singapura dan Malaysia terutama untuk rujukan penyakit jantung. Dalam sehari 40 pasien jantung sudah mampu ditangani.

"Dari segi harga jelas kita paling murah dibandingkan di Singapura dan Malaysia. Kisaran di bawah Rp150 jutaan itu sudah komplit penanganan medisnya. Tentunya jarak yang lebih dekat akan menambah nilai lebih bagi pasien," katanya.

Untuk penanganan bypas jantung pihaknya optimis awal Oktober tahun ini akan tersedia. Di mana turut melibatkan para dokter jebolan kampus kampus ternama seperti UI dan UNSRI.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *