KEPRI

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

SPORT

Pertama dalam Sejarah, Kepala BP Batam Kunjungi Perumahan MKGR dan Janji Tuntaskan Masalah Lahan Warga


BATAM - Ribuan warga Perumahan MKGR Kelurahan Kibing Batuaji menyambut antusias kedatangan Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam Muhammad Rudi di pemukiman mereka. Menyusul, kehadiran orang nomor satu di lembaga yang dulunya bernama Otorita Batam tersebut baru pertama kali sejak tahun 1994 silam.


"Terimakasih pak Rudi sudah bersedia datang ke pemukiman kami. Ini adalah sejarah untuk warga MKGR pak, karena baru kali ini sejak tahun 1994 lalu didatangi langsung oleh Kepala BP Batam," ujar Afrizal, Ketua RW 08 MKGR disambut riuh gemuruh masyarakat, Sabtu (22/8/2020).


Pertemuan yang dilaksanakan di fasum Masjid Al-Mursyidin tersebut adalah upaya jemput bola BP Batam dalam menyelesaikan persoalan lahan milik warga yang tak kunjung tuntas. Pasalnya warga kerap mengalami kendala bahkan kerugian materil saat mengurus WTO perumahan mereka.


"Sudah banyak warga yang dirugikan pak. Terakhir tahun 2016 lalu banyak warga yang mengurus WTO-nya kembali jadi korban, bahkan surat jual rumah warga yang asli turut dibawa kabur oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab," jelas Afrizal.


Afrizal berharap dengan kehadiran langsung Kepala BP Batam beserta Dirlahan BP Batam dan Kasie Pengalokasian Lahan BP Batam, Camat Batuaji, Kadis Cipta Karya Pemko Batam dan Kadis Pertanahan Pemko dapat menuntaskan kendala yang dialami masyarakat MKGR.



Sementara itu Dahrul Tanjung, Tokoh masyarakat MKGR lainnya meminta kepada Kepala BP Batam untuk mempercepat proses penyelesaian lahan warga. Ia mengusulkan agar rumah-rumah warga yang sudah tertata agar diputihkan saja. 


"Biar tidak berbelit-belit lagi ke kiri-kanan ke organisasi ini organisasi itu. Cabut aja MKGR, dan kami minta pemutihan. Karena kami sudah capek bolak-balik reses di DPRD. Kami berharap dengan kedatangan bapak masalah ini bisa segera diatasi," pinta Dahrul.



Menjawab permintaan warga tersebut Kepala BP Batam Muhammad Rudi berjanji akan menuntaskan masalah yang dihadapi masyarakat tersebut secepatnya. "Ini saya bawa Pak Niko sebagai Kasie Pengalokasian dan Pengadaan Lahan dan bosnya pak Ilham selaku Dirlahan. Mereka berdua ini yang akan membantu menyelesaikan lahan bapak ibu sekalian," ujar Rudi.


Dari penjelasan yang ia terima dari warga dan Niko, Rudi mengatakan pemukiman MKGR ada dua penguasa yang mengklaim menguasai. "Kalau ada yang mengusai yang mengusai itu harus kita habisi dulu, betul. Menyingkirkannya tentu ada prosedur, prosedur itulah yang mau kita ambil demi bapak ibu sekalian. Saya belum janji tapi sebagai Kepala BP Batam saya akan selesaikan," ujar Rudi disambut tepuk tangan ribuan warga.


"Tapi jangan hari ini saya ngomong besok udah ditagih, mana janji bapak. Karena proses hukum ini panjang bu. Saya udah selesaikan dua titik, pertama di Bengkong, perusahaannya kita akhiri kita berikan kepada masyarakat yang tinggal sama seperti di MKGR nanti. Satu lagi di Marcelia sudah mau selesai. Intinya saya sebagai Kepala BP Batam saya coba akan selesaikan pelan-pelan, tapi dalam menyelesaikan kita berharap tidak ada hukum yang timbul buat kami di BP Batam, sepakat," tegas Rudi. 


"Jadi saya tugaskan Niko (Kasie Pengalokasian dan Pengadaan Lahan BP Batam, red) untuk menyelesaikan lahan MKGR. Kalau nanti ada kendala, saya yang akan tangani. Dan saya mohon betul, ini proses hukum butuh waktu, penyelesaian bukan di tangan saya. Tapi saya yang akan memproses ini untuk selesai, kalau ada gugatan itu urusan kami. Jadi saya kira masalah lahan ini simpel sebetulnya tapi penyelesaiannya agak panjang. Tapi yakin kalau saya udah janji akan saya tepati," pungkas Rudi.**

 


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *