KEPRI

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

SPORT

Proyek Bandara Hingga Pelabuhan Batuampar, Kepala BP Batam Berharap Tuntas Sebelum Masa Jabatannya Berakhir



BATAM - Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan akan ada banyak pencapaian pada tahun 2021. Diantaranya proyek Bandara Hang Nadim Batam, taman Sekupang hingga pelabuhan logistik Batuampar.


Lelang Bandara Hang Nadim yang dimenangkang konsorsium Angkasa Pura 1 dan Incheon Korsel kata Rudi diharapkan akan memulai pembangunan terminal 2. Saat ini pihak BP  masih melakukan perbaikan terminal satu.


"Tunggu terminal satu dituntaskan baru terminal dua. Saya mau penumpang yang datang dan berangkat nantinya dibedakan. Jadi akan ada tempat beda yang naik dan turun," beber Rudi didampingi Kabiro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar, Kamis (1/4/2021). 


Rencananya juga ada pengembangan pembangunan Cargo Bandara yang lebih luas dan modern. "Saya minta proyek bandara itu selesai pada tahun 2024 nanti. Sebelum masa jabatan saya berakhir,” pinta Rudi.


BP Batam juga akan memulai pembangunan taman-taman di Kawasan Sekupang. Taman dengan nuansa pemandangan dan fasilitas yang memanjakan warga Batam.


"Namanya Taman Danau Teratai Sekupang yang dulu dikelola Pemko kita tarik lagi. Kita rencanakan selesai tahun 2024 juga," sambung walikota Batam terpilih ini.


Taman tersebut nantinya bakal dilengkapi Aerial View, Shelter, Party Garden, Iconic Bridge, Healing Garden, Lakeside Jogging Track dan Thematic Gardens lengkap dengan tata vegetasi.


"Luas Taman Danau Teratai Sekupang sekitar 42 hektar dan lelang sudah selesai. Insha Allah besok 02 April 2021 saya akan lakukan peletakan batu pertama," ungkapnya. 


Lebih jauh Rudi juga memaparkan tentang berlakunya PP 41 tentang perizinan di BP Batam/ PTSP. Dalam PP 41 itu ada 69 aturan ditumpuk menjadi satu. 


"Maka Batam akan kembali seperti dulu ketika masa Bonded Warehouse. Batam akan jadi tempat depot logistik, barang akan stay di kemudian akan keluar lagi melalui Batam, jadi kira-kira akan seperti zaman dulu," tegasnya.


Berdasarkan PP tersebut, BP akam mempersiapkan gudang barang non industri dan industri di depot logistiknya.
Istilah dalam PP baru itu konsumsi dan non konsumsi.


"Kemudian kantor pengontrolnya yaitu Bea Cukai Batam dan untuk izin masuk bisa dilihat di PTSP. Perizinan ini disatukan di PTSP dengan begitu izin akan ditandatangani cukup direktur PTSP. Jadi dari PTSP itu bisa masuk dan keluar barang," papar Rudi.


Adapun langkah mewujudkan itu, BP Batam akan mempersiapkan pelabuhan Batuampar lebih besar dan lebih lengkap lagi.  Selain dana internal BP, beberapa sumber dana dari pihak pengusaha sedang dicari untuk investasi di Batuampar. 


"Bulan Juni nantinya akan dimulai tahap pembangunannya. Pemindahan barang di pelabuhan nantinya akan dilakukan dengan container crane semua," jelas Rudi.


Politikus Nasdem ini mengatakan seluruh perkantoran di pelabuhan akan dijadikan satu. Sementara untuk depot penimbunan barang akan diluaskan dan dipagar dengan baik agar tak kecurian. 


"Kalau PP 41 ini berlaku maka BP Batam akan mendapatkan pemasukan besar dari kegiatan bongkar muat itu," pungkasnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *