KEPRI

NASIONAL

POLITIK

OLAHRAGA

Sepi Peminat, Omset Mobil Seken di Kota Batam Terjungkal Hingga 50 Persen

 

Pedagang mobil seken Batam mengalami paceklik usai tahun baru 2023. (Foto:Tgh/Kepriupdate)

BATAM - Bisnis mobil seken pada awal 2023 mengalami kelesuan cukup parah. Omset pedagang melorot 50 persen dibanding akhir Desember 2022.


Faktor wait and see yang dilakukan masyarakat dituding jadi penyebab. Menyusul harga mobil baru yang masih tinggi.


"Konsumen yang mau jual mobil sedikit karena faktor mobil baru yang masih tinggi. Akibatnya harga mobil seken juga melonjak karena kita sulit cari mobil," kata Furqon, seorang pedagang mobil seken di Batam, Sabtu (21/1/2023).


Berkaca dari faktor tersebut, konsumen yang mencari mobil bekas pada gilirannya juga sepi. Mereka beralasan tidak masuk akal mobil tahun tinggi harganya tak beda jauh dari baru.


"Contohnya New Avanza 2012 dijual Rp140 - 170 juta. Tergantung kondisi. Sementara Avanza 2022 cuma Rp200 jutaan," ujarnya.


Furqon menambahkan banyaknya masyarakat menahan atau tidak mengganti unit kendaraannya juga karena momen hari besar keagamaan dan tahun ajaran baru sekolah. Seperti nataru, imlek dan lebaran tahun ini yang jaraknya cukup berdekatan.


"Ya, paling kita bisa terus menyambung nafas dengan melempar stok unit kita ke sesama pedagang. Untung-untung minim yang penting asap dapur ngebul mas," pungkasnya seraya berharap pasca Imlek akan ada peningkatan omset.(tgh)





Editor : Teguh

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *