EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

DPRD Batam Soroti Maraknya Penyelundupan Pekerja Migran Indonesia Ilegal ke Malaysia

 

Sindikat agen penyelundup PMI Ilegal dibekuk Polsek KKP Batam belum lama ini di Pelabuhan Harbou Bay Batuampar. Foto: Fahrur/Kepriupdate

BATAM - Anggota DPRD Batam turut menyoroti pernyataan dari Menkopolhukam Mahfud MD soal maraknya penyelundupan  PMI ilegal dari Batam selanjutnya kapal sengaja ditenggelamkan saat pulang ke Indonesia oleh mafia TKI.

Menurut Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha tindakan tersebut diduga melibatkan sindikat yang sudah terorganisir. “Ini seperti jaringan, melibatkan pelaku yang ada di daerah, Batam, dan negara tujuan,” ungkapnya.

Para sindikat ini, masih menurut Utusan, juga secara terang-terangan melancarkan aksinya. Tak heran bila pihak kepolisian beberapa kali berhasil membongkar pengiriman PMI secara non prosedural tersebut.

“Bahkan yang kita ketahui, pengiriman PMI itu terang-terangan dilakukan di pelabuhan resmi, Pelabuhan Harbour Bay Batam dan melibatkan oknum nakhoda. Ini yang sangat kita sesalkan,” ujarnya.

Politisi Partai Hanura ini berharap agar aparat penegak hukum dapat menuntaskan permasalahan ini sampai ke akar-akarnya. Termasuk menangkap mafia yang bermain di balik pengiriman PMI ilegal ke luar negeri.

“Harus ada efek jera kepada pelaku agar kejadian tersebut tidak terulang. Penjagaan dan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan kita mesti diperketat,” ujarnya kepada Tribun Batam belum lama ini.

Pihaknya mensinyalir, praktik ilegal pengiriman PMI tanpa prosedur resmi di masih sering terjadi. Jaringan dalam kasus ini memanfaatkan pelabuhan “tikus” untuk mengirimkan PMI ke luar negeri. 

“Hal ini perlu mendapatkan perhatian serius bersama untuk mencegah pengiriman PMI secara ilegal kembali terulang yang dapat membuat celaka rakyat kita,” pungkasnya. (par)




Editor : Teguh