EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Waka BP Batam Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem

On 01.02



BATAM - Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau kesiapan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa ruas jalan di Kota Batam, pada Rabu (4/11/2026) siang.

Didampingi Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto, beserta jajaran, Li Claudia meninjau tiga ruas jalan yang menjadi lokasi rencana pemasangan PJU, yaitu::

Jalan Hang Jebat, tepatnya di sekitar Simpang Lampu Merah Batu Besar, dengan rencana pemasangan sebanyak 236 titik lampu.

Dua lajur Jalan Hang Kasturi, di kawasan industri Kabil, sebanyak 127 titik lampu. Jalan Ahmad Yani, mulai dari kawasan K-Square hingga Simpang Piayu, sebanyak 149 titik lampu.

“Ini penting agar infrastruktur penerangan yang dibangun tidak hanya berfungsi optimal dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga tertata dengan baik dan selaras dengan kondisi lingkungan sekitar,” ujar Li Claudia.

Adapun PJU yang direncanakan untuk dipasang di ketiga lokasi tersebut menggunakan jenis two in one.

Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia berpesan kepada pihak kontraktor agar pelaksanaan pembangunan PJU senantiasa memperhatikan aspek keamanan, kerapian, dan estetika, khususnya dalam penataan serta pemasangan tiang lampu di bahu jalan.

Usai meninjau kesiapan pemasangan PJU, Li Claudia bersama rombongan bertolak ke kawasan Melcem, Batu Ampar, untuk melaksanakan Serah Terima Pekerjaan Pembangunan Jalan ROW 30 Melcem dari PT Global Pratama Indonesia.

Proses penandatangan dilaksanakan oleh Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam, Wulung Dahana, dan Direktur Utama PT Global Pratama Indonesia, Victor Sanjaya.

“Harapannya jalan ini bisa dipakai bersama-sama dan permasalahan banjir yang warga hadapi selama ini dapat terselesaikan,” kata Li Claudia.

Pekerjaan pembangunan jalan tersebut telah selesai dilaksanakan dengan panjang trase kurang lebih 400 meter, dengan ketebalan penimbunan rata-rata 20 cm, Jalan ini juga dilengkapi dengan Dinding Penahan Tanah serta saluran drainase sesuai persyaratan yang ditetapkan.

“Dengan dibukanya ROW jalan ini, semoga mobilisasi warga setempat dapat berjalan semakin baik untuk mendukung roda perekonomian masyarakat Batam,” harap Victor.

Seremoni ini disaksikan langsung oleh Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra; Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto beserta jajaran; dan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata. (RUD)

Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad, Perkuat Pertahanan NKRI

On 15.00



BATAM - Sebanyak 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Batam diberangkatkan untuk mengikuti seleksi Komponen Cadangan (Komcad) Matra Laut di Satuan Pendidikan (Satdik) TNI Angkatan Laut (AL) Tanjung Uban. Pelepasan peserta berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (4/11/2026).

Pelepasan secara resmi dilakukan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Suhar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batam.

Keikutsertaan ASN Pemko Batam dalam program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya penguatan pertahanan negara melalui pembinaan Komponen Cadangan. Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan yang bersinergi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dari 35 ASN yang mengikuti seleksi, sebanyak 28 peserta nantinya akan dinyatakan lolos untuk mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) selama 45 hari di Satdik TNI AL Tanjung Uban.

Dalam kesempatan itu, Suhar, menyampaikan bahwa Pemko Batam mengapresiasi dan mendukung para ASN yang bersedia mengambil bagian dalam program bela negara tersebut.

“Keikutsertaan para ASN ini bukan sekadar menjalankan kewajiban instansi, melainkan wujud dedikasi, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air. Kita berharap ASN Pemko Batam mampu menunjukkan performa terbaik, menjaga nama baik daerah, serta membawa pulang nilai-nilai kedisiplinan dan kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam pelayanan publik setelah pelatihan selesai,” ujar Suhar.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung, mengatakan program Komcad menjadi salah satu upaya strategis untuk membentuk karakter, meningkatkan jiwa kepemimpinan, serta memperkuat nasionalisme di kalangan aparatur sipil negara.

Usai pelepasan, seluruh peserta bersama rombongan bertolak menuju Tanjung Uban melalui Pelabuhan Telaga Punggur. Keberangkatan tersebut didampingi Kepala Bakesbangpol Kota Batam bersama jajaran panitia pelaksana. (ans)

Jaga Ketersediaan Air Baku, Badan Pengusahaan Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

On 18.33



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng PT. Rekayasa Atmosfer Indonesia untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kota Batam pada 26 Oktober hingga 2 November 2026. 


Kegiatan ini merupakan pelaksanaan OMC kedua yang dilakukan BP Batam sepanjang 2026, setelah kegiatan serupa pada Mei lalu.


Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan potensi terjadinya hujan, terutama di wilayah tangkapan air atau waduk yang menjadi sumber utama pasokan air baku bagi masyarakat Batam.


Pelaksanaan OMC kali ini menyusul kondisi cuaca kering dalam beberapa waktu terakhir akibat pengaruh el nino ekstrem yang berdampak pada penurunan elevasi air di sejumlah waduk. 


Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa OMC merupakan bagian dari upaya antisipatif dan berkelanjutan BP Batam dalam memperkuat ketahanan sumber daya air di Batam.


“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis yang BP Batam lakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca kering dan menjaga ketersediaan air baku. BP Batam berharap kegiatan ini dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan, khususnya di daerah tangkapan air di Batam, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih,” kata Denny di Batam Centre, Sabtu (24/10).


Ia menyebutkan, kegiatan OMC ini turut didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, PT Bandara Internasional Batam (BIB), Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kawasan Bandar Udara dan BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam. 


Kolaborasi lintas instansi dan pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan operasi, mulai dari aspek meteorologi, keselamatan penerbangan hingga pengelolaan sumber daya air.


Dalam pelaksanaannya, OMC direncanakan menggunakan satu unit pesawat jenis Cessna yang beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 11.000 kaki dengan pelaksanaannya menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial.


“BP Batam menyadari bahwa air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi Batam. Karena itu, BP Batam terus mengupayakan berbagai langkah strategis menjaga ketersediaan air baku,” tambahnya.


Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady menambahkan berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam, pemantauan kondisi atmosfer, wilayah Batam berpotensi mengalami hujan hingga Desember 2026. Potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan melalui pelaksanaan OMC, khususnya meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah tangkapan air atau waduk.


Terkait keamanan air hujan hasil OMC, pihaknya menyatakan bahwa OMC menggunakan bahan yang aman dan tidak menyebabkan pencemaran air hujan. 


"NaCl yang digunakan dalam OMC berfungsi sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Secara prinsip, NaCl yang digunakan merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, dengan perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya," jelas Idul. 

Jalan Gajah Mada dan Depan Hotel Vista Ditutup, BP Batam Lakukan Pemasangan Box Culvert

On 11.20





BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melaksanakan pekerjaan peningkatan Jalan Gajah Mada di Jalur Sei Ladi serta perbaikan jalan di depan kawasan Hotel Vista pada 18 Oktober hingga 1 November 2026.


Selama pekerjaan berlangsung, penutupan sementara pada ruas jalan tersebut akan diberlakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa pekerjaan terhadap akses jalan itu mencakup pemasangan box culvert, yaitu struktur beton yang berfungsi sebagai saluran air di bawah jalan. Pemasangan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran aliran air dan meningkatkan fungsi drainase di sekitar ruas jalan.


Di samping itu, ia mengatakan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya BP Batam meningkatkan kualitas infrastruktur dan mendukung kenyamanan mobilitas masyarakat.


“Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Selama pekerjaan berlangsung, pengendara dari arah Batam Centre menuju Tiban akan diarahkan melalui jalur alternatif menuju kawasan Baloi BCS,” ujar Tuty, Jumat (16/10/2026).


Lebih lanjut, ia menambahkan, BP Batam bersama Dinas Perhubungan Kota Batam dan Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang terus berkoordinasi untuk memastikan pengalihan arus kendaraan berjalan tertib dan aman.


BP Batam juga telah menyampaikan pemberitahuan ini kepada masyarakat sebelum pekerjaan dimulai sehingga pengguna jalan memperoleh informasi yang memadai mengenai jalur alternatif yang telah disiapkan.


“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung. Dengan dukungan seluruh pihak, kami berharap pekerjaan ini dapat terselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jalan,” pungkasnya. (dp)

80 Persen Wilayah Batam Telah Terima Air, 319 Trip Mobil Tangki Disiapkan

On 10.27



BATAM - Pemulihan distribusi air minum di Kota Batam pasca pemadaman listrik total terus berlangsung secara bertahap. 


Hingga Selasa (13/10/2026), sekitar 80 persen area pelanggan telah mulai menerima aliran air, sementara BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah yang masih mengalami gangguan.


BP Batam terus mengawal proses pemulihan. Bersama tim teknis, jajaran Direktorat Badan Usaha (BU) SPAM juga telah meninjau instalasi pengolahan air (IPA) untuk memastikan operasional fasilitas dan distribusi air kembali berjalan.


Berdasarkan pemantauan operasional per Selasa pagi, sejumlah instalasi telah beroperasi dengan kapasitas 100 persen, yakni IPA Duriangkang 1–4, Muka Kuning 1 dan 2, Tanjung Piayu, Tembesi, Sei Ladi, serta Sei Harapan.


Namun, pemulihan belum sepenuhnya merata. IPA Duriangkang 5 berhenti sementara setelah kembali terdampak pemadaman listrik PLN pada pukul 09.29 WIB. Tim teknis terus berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan pasokan daya di instalasi tersebut.


Sementara itu, IPA Nongsa masih beroperasi dengan kapasitas 18,75 persen akibat penyesuaian operasional seiring penurunan elevasi air baku di Waduk Nongsa.


Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pulihnya operasional instalasi tidak serta-merta membuat seluruh pelanggan langsung menerima air secara normal. Jaringan perpipaan perlu kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil.


“Pemulihan distribusi air membutuhkan proses karena jaringan perpipaan harus kembali terisi secara bertahap. Pelanggan yang berada di ujung jaringan atau di wilayah dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan aliran air yang stabil,” ujar Denny.


Secara keseluruhan, pemulihan jaringan perpipaan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2 x 24 jam. Proses ini dilakukan secara bertahap untuk menstabilkan tekanan dan volume air sekaligus mengurangi risiko kebocoran akibat perubahan tekanan secara mendadak.


*Pemadaman Susulan Berdampak pada Sejumlah Wilayah*


Di tengah proses pemulihan, gangguan listrik kembali terjadi pada Selasa pagi. Selain berdampak pada IPA Duriangkang 5, pemadaman pada pukul 09.30 WIB turut memengaruhi operasional tangki ozon di Seraya.


Gangguan di IPA Duriangkang 5 berdampak pada pengaliran air di KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, Teluk Mata Ikan, dan wilayah sekitarnya.


Adapun gangguan pada tangki ozon di Seraya berpotensi memengaruhi distribusi air ke Seraya, Borobudur, Batu Ampar, Bengkong Polisi, Bengkong Langit, Bengkong Palapa, Melchem, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan sekitarnya.


Wilayah lain yang menjadi perhatian dalam proses pemulihan adalah kawasan ujung jaringan dan dataran tinggi, termasuk Sagulung, Batu Aji, dan Marina. Tim teknis terus berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan pasokan listrik pada titik-titik yang terdampak.


*319 Trip Mobil Tangki Disiapkan*


Untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan pasokan air, BP Batam menyiagakan armada mobil tangki dengan target penyaluran sebanyak 319 trip pada Selasa (13/10/2026).


Penyaluran diprioritaskan untuk fasilitas kesehatan atau rumah sakit, rumah ibadah, serta permukiman yang masih mengalami gangguan pasokan air.


Rencana distribusi mobil tangki tersebut dibagi ke dalam empat wilayah, yakni Batu Aji dan sekitarnya sebanyak 138 trip dengan 10 armada, Nongsa dan sekitarnya 100 trip dengan tujuh armada, Tiban, Sekupang, dan Marina 40 trip dengan tiga armada, serta Tanjung Uma dan sekitarnya 41 trip dengan dua armada.


Langkah ini disiapkan sebagai dukungan sementara bagi warga selama proses pemulihan jaringan berlangsung, terutama di kawasan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tekanan air normal.


*Warga Diimbau Tidak Mengambil Air Langsung dari Waduk*


BP Batam mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan waktu bagi proses normalisasi distribusi air. Pengisian jaringan pipa harus dilakukan secara bertahap agar tekanan tidak meningkat secara mendadak dan menimbulkan risiko kebocoran.


Masyarakat juga diminta tidak mengambil air secara langsung dari Waduk Duriangkang, menyusul beredarnya rekaman aktivitas tersebut di media sosial. Selain berisiko terhadap keselamatan, pengambilan air secara langsung tanpa pengolahan juga tidak menjamin kualitas dan kehigienisan air untuk kebutuhan sehari-hari.


Area waduk berada dalam pengawasan petugas keamanan. Masyarakat diharapkan menggunakan sumber air yang aman dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan pemulihan distribusi.


Denny menegaskan bahwa koordinasi dengan operator dan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelayanan air minum di Batam.


“Kami terus berkoordinasi dengan mitra operator dan pihak terkait untuk memastikan pemulihan berjalan optimal. Kebutuhan air merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, pemantauan operasional, penanganan wilayah terdampak, dan dukungan distribusi melalui mobil tangki terus kami upayakan hingga pelayanan kembali normal,” tutup Denny. (*)

TMA Waduk Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Percepat Langkah Teknis Amankan Pasokan Air Warga

On 14.55



BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ke Waduk Nongsa untuk melihat kondisi sumber air sekaligus merespons keluhan warga terkait gangguan suplai air di kawasan tersebut.


Dalam peninjauan tersebut, Amsakar menjelaskan bahwa Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa saat ini berada pada kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, atau mengalami penurunan sekitar 4,5 meter dibandingkan kondisi normal.


Saat kondisi normal, rata-rata TMA Waduk Nongsa berada pada kisaran 10 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi puncak, TMA dapat mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut.


Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi debit air yang masuk ke waduk. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air baku dan selanjutnya memengaruhi distribusi serta suplai air kepada masyarakat di wilayah Nongsa.


“Hari ini saya turun langsung agar persoalan air bagi masyarakat Nongsa bisa diatasi dengan cepat. Beberapa langkah teknis juga sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Amsakar di lokasi.


Ia menjelaskan, BP Batam telah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mengantisipasi dampak penurunan TMA Waduk Nongsa sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.


Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalirkan air dari embung yang berada di kawasan Kebun Raya Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi menuju Waduk Nongsa.


Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan debit air sehingga TMA Waduk Nongsa dapat meningkat secara bertahap.


“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” tambahnya.


Selain mengalirkan air dari embung ke waduk tersebut, BP Batam juga mengupayakan penyambungan pipa 250 mm dan pipa 300 mm sebagai bagian dari sistem interkoneksi.


Penyambungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga dorongan air menuju masyarakat berjalan lebih optimal.


“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” tambah Amsakar.


Amsakar menjelaskan bahwa gangguan distribusi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh kondisi Waduk Nongsa yang mengalami penurunan TMA.


Ia juga mengajak agar masyarakat untuk bersama-sama melakukan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.


“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” tutup Amsakar. (dpn)

Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa

On 20.59



BATAM - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus melakukan langkah mitigasi untuk menjaga pelayanan air di wilayah Nongsa dan sekitarnya.


Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano mengatakan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa, pihaknya menyiapkan langkah penguatan dengan interkoneksi pipa dari IPA Duriangkang dan pengaturan suplai air, agar pelayanan bagi warga tetap terjaga.


“Memang kondisi sumber air baku Nongsa saat ini perlu kita sikapi bersama. Kondisi cuaca dan curah hujan yang relatif rendah turut memengaruhi ketersediaan air baku. Karena itu, pekerjaan interkoneksi ini kami lakukan untuk mengejar kebutuhan pelayanan bagi warga dan pengaturan suplai perlu dilakukan agar sumber air yang tersedia dapat dikelola secara optimal,” jelasnya.


Denny mengatakan pembangunan interkoneksi pipa 250 mm sepanjang 30 meter di Jl. Hang Lekiu Sambau dikebut dan dijadwalkan rampung pada Senin malam ini (5/10/2026).


Pasca-interkoneksi, normalisasi air ke rumah warga diperkirakan mengalir secara bertahap mulai besok malam. Untuk memenuhi kebutuhan selama masa pengerjaan, armada tangki air disiagakan di depan Polda (hidran pemadam) dan pendistribusiannya dikawal oleh Polsek Nongsa dan Tim SPAM.


“Khusus wilayah Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa dan sekitarnya, sedang disiapkan dukungan suplai dari IPAM Duriangkang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi sumber air baku Nongsa saat ini,” imbuhnya.


Setelah sistem nantinya kembali stabil, diharapkan aliran air ke wilayah tersebut dan sekitarnya menjadi lebih baik.


Sementara itu, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga awal Oktober 2026, fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat. Kondisi tersebut tercermin dari nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -20,4 dan indeks Niño 3.4 sebesar +3,44 Dasarian I Oktober.


BMKG menyebut kondisi El Niño tersebut cenderung membatasi pembentukan awan hujan secara luas di wilayah Indonesia.


Bagi Batam, Waduk Nongsa tercatat menjadi salah satu yang paling terdampak akibat minimnya curah hujan selama periode musim kemarau hingga Dasarian I Oktober 2026. 


“Memang kondisi sekarang ini terjadi tidak hanya di Batam, melainkan juga di sebagian besar wilayah Indonesia, ada gejala El Niño yang sangat kuat sehingga mengakibatkan banyak kekeringan meteorologis.” jelasnya.


Selain faktor alam, aktivitas perambahan dan penambangan pasir di kawasan tangkapan air dinilai dapat mengurangi kemampuan lahan menyerap air. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap jumlah air yang dapat tersimpan dan kemudian dialirkan menuju waduk.


Lebih lanjut, Denny menerangkan pengaturan suplai air juga akan dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan menyeluruh.


"PT Air Batam Hilir bersama BU SPAM BP Batam akan melakukan penyesuaian pengaturan suplai air untuk menjaga pelayanan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa." Terang Denny.


Denny menjelaskan, proses penyesuaian suplai tersebut berpotensi memengaruhi tekanan maupun waktu aliran air di sejumlah wilayah lain, khususnya pada jam pemakaian puncak.


Beberapa wilayah berpotensi terdampak di antaranya Batam Center, Panorama Regency, Buana Vista, Prasetya, Renggali, Bintang Raya, Bida 3, The Hill, Paragon, Bukit Palem, Pemko Sekawan, Taman Raya, BSI dan sekitarnya, serta pada area Batu Aji–Sagulung, Sei Lekop dan sekitarnya.


“Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku maupun distribusi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Denny.


Denny mengimbau masyarakat yang aliran airnya terpenuhi, agar dapat menggunakan air dengan bijak, menghindari pemakaian berlebihan, mengatur penggunaan pada jam puncak, dan menyiapkan cadangan air secukupnya. 


"Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama pelanggan. Bersama, kita gunakan air secara bijak.” kata Denny.


Masyarakat juga diimbau memperoleh informasi dan menyampaikan keluhan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir.


Dengan langkah mitigasi dan penguatan suplai tersebut, BP Batam berharap penyesuaian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Batam.(gam)