EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Kepala BP Batam Dukung Program Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang dan Galang

On 17.19

Kepala BP sekaligus Wako Batam, Amsakar mensosialisasikan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Rempang Galang. Foto/Dipa


BATAM — Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menemui warga Rempang Galang untuk memaparkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Merah Putih, Selasa (27/1/2026).


Hadir bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, pertemuan ini menjadi momentum untuk Amsakar dalam membangun pemahaman bersama tentang arah pembangunan pendidikan yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto.


Ia menjelaskan bahwa Sekolah Terintegrasi Merah Putih ini menghadirkan sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin/prasejahtera agar tetap bisa belajar dan membangun masa depan tanpa terbebani biaya.


Di samping itu, program ini juga bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul sejak dini, sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


“Sekolah rakyat ini hadir untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang,” ujar Amsakar.


Secara teknis, sekolah ini akan menerapkan konsep boarding school dengan fasilitas pendidikan unggulan dan asrama yang layak secara gratis.


Berdiri di atas lahan kurang lebih seluas 19 hektare, berbagai sarana pendukung seperti lapangan sepak bola, kolam renang berstandar olimpiade/internasional, klinik kesehatan, serta central kitchen juga akan tersedia di sana.


Melalui konsep tersebut, peserta didik akan mendapatkan pembinaan yang menyeluruh, mulai dari aspek akademik, karakter, hingga pengembangan potensi diri.


Di samping itu, Sekolah Rakyat Terintegrasi Merah Putih ini juga bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter, nilai-nilai kebangsaan, serta keterampilan teknologi.


“Program Presiden Prabowo ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia, khususnya di Batam. Oleh sebab itu, kami memerlukan dukungan dari seluruh warga dan para tokoh masyarakat. Mari kita bersama-sama menyiapkan generasi terdidik untuk Batam yang lebih baik,” jelas  Amsakar. (dpn)



Editor: teguh

Kasus Amdi Jukir Ocarina Dikeroyok, Kerabat Berkad Terus Awsai Proses Hukum

On 18.21

Korban pengeroyokan jukir Ocarina lapor Kerabat Berkad Kota Batam. Foto/Zabur


BATAM - Kepedulian dan solidaritas terhadap anggota kembali ditunjukkan oleh pengurus Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Kabupaten Karimun–Batam (KERABAT) bersama Barisan Keamanan Daerah (BARKAD). 


Kedua organisasi tersebut menyerahkan santunan kepada Amdi (40), juru parkir yang sempat viral usai menjadi korban pengeroyokan di kawasan Ocarina, Bengkong, Kota Batam.


Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis di sela-sela Rapat Kerja (Raker) Pengurus KERABAT–BARKAD, yang berlangsung di ruang VIP Rumah Makan Tigo Sambilan, Bengkong, Minggu (25/8/2026).


Santunan diserahkan langsung oleh Ketua Harian KERABAT Amuri, SE, MH bersama Ketua BARKAD Satria, kepada Amdi yang diketahui merupakan anggota aktif KERABAT dan BARKAD.


Ketua Harian KERABAT Amuri, SE, MH menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan tanggung jawab moral organisasi terhadap anggota yang mengalami musibah.


“KERABAT adalah rumah besar bagi anggotanya. Ketika ada anggota yang tertimpa musibah, sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir dan memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil,” ujar Amuri.


Menurutnya, KERABAT - BARKAD telah meminta Zabur Anjasfianto dan Hari Bambang Wahyudi untuk mendampingi Amdi dalam proses hukum.


"Kita akan ajukan kedua nama tersebut ke LAM Batam untuk menjadi pendamping hukum Amdi juru parkir korban pengeroyokan. Biar satu tim hukum untuk mendampingi korban dan mengawal kasus tersebut," katanya.


Senada dengan itu, Ketua BARKAD Satria menegaskan bahwa pihaknya mengecam segala bentuk kekerasan terhadap warga, terlebih terhadap petugas yang menjalankan tugas resmi.


“Kami berharap kasus ini ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum. Ke depan, harus ada jaminan keamanan bagi juru parkir yang bekerja berdasarkan surat tugas resmi,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Umum KERABAT–BARKAD, Muhammad Fadhli, SE, MM, menyatakan bahwa peristiwa yang dialami Amdi menjadi perhatian serius organisasi. 


Ia menegaskan komitmen KERABAT–BARKAD untuk mengawal anggotanya dan mendorong penegakan hukum yang adil.


“Apa yang dialami saudara Amdi tidak boleh terulang. KERABAT–BARKAD akan berdiri bersama anggota dan mendukung penuh proses hukum agar ada kepastian dan rasa keadilan. Organisasi tidak boleh diam ketika anggotanya menjadi korban kekerasan,” ujar Fadhli.


Fadhli juga meminta kepada instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian, agar memberikan perlindungan maksimal bagi petugas parkir yang menjalankan tugas resmi di lapangan.


Dalam kesempatan tersebut, Amdi mengungkapkan kronologi kejadian yang menimpanya. 


Ia mengaku baru tiga hari bertugas sebagai juru parkir di kawasan Ocarina, Bengkong, setelah sebelumnya bertugas di kawasan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Botania 1, Batam Center.


Pemindahan tugas tersebut dilakukan berdasarkan surat tugas resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, menyusul perpindahan kantor BRI dari lokasi lama.


“Saya baru tiga hari bertugas. Saat mengatur parkir, tiba-tiba ada beberapa orang yang memprotes dan melarang saya menarik retribusi,” kata Amdi.


Menurutnya, meski telah menunjukkan surat tugas dari Dishub Batam, sekelompok orang tersebut justru marah dan melakukan pemukulan secara bersama-sama.


“Saya dipukul dan dikeroyok ramai-ramai. Dalam video yang beredar hanya terlihat dua orang, padahal yang memukul saya lebih dari itu,” ungkapnya.


Amdi menambahkan, adik laki-lakinya yang datang untuk melerai juga ikut menjadi korban pemukulan. 


Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Bengkong dengan pendampingan koordinator lapangan juru parkir.


“Saya sudah membuat laporan dan saya juga menerima SP2HP dari penyidik,” ujarnya.


Akibat kejadian itu, Amdi mengaku belum kembali bekerja dan masih mengalami trauma. 


Ia berharap adanya jaminan keamanan dari Dishub Kota Batam dan pihak kepolisian agar dapat kembali menjalankan tugasnya tanpa rasa takut.(*)




Editor: teguh

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih

On 22.26

Amsakar temui massa demo tuntut air bersih di Tanjungsengkuang. Foto/Tari


BATAM - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra dan jajaran menemui langsung masyarakat Kelurahan Tanjung Sengkuang yang melakukan aksi penyampaian aspirasi, Kamis (22/1/2025).


Kehadiran Amsakar dan jajaran BP Batam bertujuan untuk mendengarkan secara langsung tuntutan masyarakat sekaligus memberikan penjelasan terbuka terkait upaya penyelesaian persoalan distribusi air bersih di Kota Batam.


Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan tuntutan utama, yakni percepatan aliran air bersih ke seluruh wilayah Batam, serta distribusi air yang adil. 


Menanggapi hal itu, Amsakar menyampaikan penjelasan secara lugas di hadapan massa. Ia menegaskan bahwa BP Batam tidak pernah membedakan pelayanan air bersih kepada masyarakat.


“Azaznya berkeadilan. Tidak ada perbedaan pelayanan air bersih,” tegas Amsakar.


Namun demikian, Amsakar mengakui masih terdapat beberapa wilayah yang masuk kategori stress area dalam distribusi air bersih, termasuk Kelurahan Tanjung Sengkuang. 


Menurutnya, kondisi tersebut terus menjadi perhatian utama BP Batam.


“Area-area tersebut setiap hari kami tangani dengan langkah-langkah cepat. Distribusi terus kami upayakan sebagai bentuk komitmen kami kepada masyarakat,” ujarnya.


Sebagai langkah darurat, BP Batam telah mengerahkan armada tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. 


Distribusi air melalui tangki akan terus dilakukan hingga pasokan air bersih kembali normal.


“Kami akan terus dorong distribusi tangki air langsung ke rumah-rumah warga apabila terjadi kekurangan,” kata Amsakar.


Ia menegaskan, BP Batam tidak pernah menunda penyelesaian persoalan air bersih. 


Amsakar memastikan seluruh jajaran pimpinan terus bekerja untuk menuntaskan permasalahan tersebut.


“Yang terpenting bagi saya dan jajaran adalah memperjuangkan amanah masyarakat. Itu yang kami lakukan setiap hari,” pungkas Amsakar.


Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap kooperatif dan mendukung langkah-langkah pemerintah agar persoalan distribusi air bersih di Batam dapat segera diselesaikan secara berkelanjutan.


“Kami butuh dukungan semua pihak agar solusi yang sedang dan akan dijalankan dapat berjalan optimal,” ujarnya.(tar)





Editor: teguh

Peduli Kesehatan dan Gizi, Majelis Taklim As Syifa Membagikan Susu Gratis di 3 Kecamatan

On 13.22

 

Baksos bagi susu gratis oleh majelis sholawat As Syifa. Foto/Waldi

BATAM - Tiga Kecamatan Majelis Sholawat As Syifa yakni  Sekupang, Bengkong dan Batam Kota menggelar sholawatan sekaligus membagikan susu gratis.

Kegiatan ini berlangsung di lima panti asuhan Nur Rizkillah, As Salam, Anak Cemerlang, Al Aqsha dan Ridho Illahi. Pembagian susu gratis bagi panti asuhan ini salah satu program terkait peningkatan kesehatan. 

Majelis Taklim  As Syifa Kota Batam guna mendukung program nasional dan daerah, perlu kiranya meningkatkan dan menumbuh kembangkan kepedulian terhadap kesehatan bagi anak-anak yang berada di panti asuhan. Program pembagian susu gratis menjadi prioritas utama bagi Majlis Taklim As Asyifa.  Aksi nyata ini dilaksanakan di masing-masing tiga Kecamatan di Kota Batam. Minggu (19/1/2026).

Aniek Widi, Ketua Asyifa Kota Batam menyampaikan, program pembagian susu gratis bagi penghuni panti asuhan di Kota Batam menjadi program prioritas masjid Taklim As Syifa. Selain, kegiatan pembagian susu gratis di panti asuhan Asyifa juga menggelar Sholawatan bersama pengurus Majelis Taklim dan pengelola serta penghuni panti asuhan.

Aniek Widi juga menambahkan, kegiatan pembagian susu gratis bagi panti asuhan di Kota Batam sudah berjalan sekitar satu tahun lebih. Tahun 2026 ini karena baru memasuki awal tahun kegiatan ini digabungkan dengan majelis taklim As Syifa yang berada di Kecamatan di Kota Batam. Selain itu juga kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi pengurus Majlis taklim As Syifa bersama panti asuhan, karena baru memasuki awal tahun 2026," Terang Aniek.

Harapannya, kegiatan serupa dapat dilakukan oleh lembaga maupun organisasi non pemerintah guna mendukung meningkatan gizi bagi generasi muda terkhusus di panti asuhan di Kota Batam. Kegiatan As Syifa dapat terwujud berkat dukungan dari pengurus dan donatur yang selalu menyisihkan sebagian rezkinya untuk dapat digunakan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya. dalam hal ini As Syifa melakukan kegiatan pembagian susu gratis di Panti Asuhan yang berada di Kota Batam.

Aksi Peduli pembagian susu gratis saat ini diharapkan  dapat dilanjutkan pada moment lainya dan akan melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepedulian baik kesehatan, sosial, budaya, agama dan lainya, tegas Aniek. (r/09)




Editor: teguh


Peletakan Batu Pertama Masjid Jami Al-Falah, Walikota Batam Amsakar Sumbang Rp 25 Juta

On 16.30

Suasana gembira saat proses peletakan batu pertama masjid. Foto/Dheo


BATAM - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al-Falah sekaligus menghadiri prosesi penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di Perumahan Central Hills, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Minggu (18/1/2026).


Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pengembang, masyarakat, dan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sarana ibadah di kawasan permukiman. Dalam kesempatan itu, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada PT Menteng Griya Lestari Central Hills dan pengurus yayasan yang telah berkolaborasi melalui fasilitasi Pemerintah Kota Batam.

“Terima kasih kepada Pak Erianto, Ibu Mary, dan Daeng Harianto. Kerja kolektif ini menjadi sinyal penting bahwa perbedaan latar belakang tidak perlu dipertentangkan. Yang terpenting adalah mencari solusi dan membangun kebersamaan,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Batam sangat ditentukan oleh kondusivitas wilayah serta kerukunan masyarakat. Menurutnya, pemerintah membutuhkan kritik yang membangun dan disertai solusi, bukan narasi yang berpotensi memecah persatuan.

“Batam membutuhkan orang-orang yang mampu menumbuhkan rasa kebersamaan. Visi Batam sebagai Bandar Madani hanya dapat terwujud apabila masyarakatnya taat beragama, saling peduli, patuh hukum, dan hidup dalam harmoni,” tegasnya.

Amsakar juga menepis anggapan bahwa kehidupan perkotaan dan kawasan industri menjauhkan masyarakat dari nilai spiritual. Ia menilai antusiasme warga Batam dalam berbagai kegiatan keagamaan mencerminkan tingkat toleransi dan spiritualitas yang tinggi.

“Mulai dari kegiatan selawat di Masjid Raya, perayaan Natal, peringatan Isra Mikraj, hingga menyambut Imlek, semuanya menunjukkan bahwa Batam adalah kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Amsakar menyatakan komitmen Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam untuk mengawal pembangunan Masjid Jami Al-Falah hingga selesai. Secara pribadi, ia juga menyerahkan bantuan awal sebesar Rp25 juta guna mempercepat proses pembangunan.

“Kami adalah orang tua bagi seluruh masyarakat Batam. Tugas pemerintah mengayomi semua golongan tanpa membeda-bedakan. Kebersamaan ini harus terus dijaga. Untuk pembangunan masjid, silakan ajukan proposal agar dapat diproses lebih lanjut,” tambahnya.(ahd)






Editor: teguh

Rakor SMSI Kepri: Media Harus Jeli Membaca Peluang di Tengah Gejolak Global

On 22.52

Amat Tantoso salam sukses bersama pengurus SMSI Kepri. Foto/Zabur


BATAM – Di tengah tekanan global akibat dinamika geopolitik, perlambatan ekonomi, serta situasi politik nasional yang terus bergerak, industri media siber dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu membaca dan memanfaatkan peluang yang ada.


Pandangan tersebut disampaikan Datuk Paulus Amat Tantoso, Penasihat SMSI Provinsi Kepulauan Riau yang juga Ketua Umum Aviliasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Indonesia, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) SMSI Kepri Tahun 2026 yang digelar di Hotel Golden View, Sabtu (17/1/2026).


Menurut Amat, perubahan global justru membuka ruang baru bagi perusahaan media yang mampu beradaptasi dan berpikir strategis.


“Situasi geopolitik, ekonomi, dan politik nasional hari ini memang penuh tantangan. Tapi bagi perusahaan pers yang jeli, ini sekaligus peluang. Media harus mampu membaca arah, memahami kebutuhan pasar, dan menempatkan diri secara tepat,” ujar Amat.


Sebagai pengusaha, ia menekankan bahwa media siber tidak bisa lagi bergantung pada pola lama. Inovasi model bisnis, kolaborasi lintas sektor, serta efisiensi manajemen menjadi kunci agar media tetap relevan dan berdaya saing.


“Dalam dunia usaha, mereka yang bertahan adalah yang adaptif. Media juga demikian. Profesionalisme, kredibilitas, dan kemampuan membaca peluang ekonomi akan menentukan masa depan perusahaan pers,” tegasnya.


Amat juga menyatakan dukungan penuhnya terhadap keberadaan pers yang sehat dan independen. Menurutnya, pers memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penopang stabilitas sosial dan iklim usaha.


“Pers yang kuat dan bertanggung jawab akan menciptakan kepastian informasi. Itu penting bagi dunia usaha, investasi, dan kepercayaan publik. Karena itu, saya mendukung penuh penguatan media yang profesional dan beretika,” katanya.


Rakor SMSI Kepri 2026 yang mengusung tema “Media Sehat, Bisnis Kuat” tersebut menjadi forum konsolidasi pemilik media siber dalam merespons tantangan zaman. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari transformasi manajemen, kualitas konten, hingga keberlanjutan bisnis media.


Ketua SMSI Kepri, Rinaldi Samjaya, menegaskan bahwa media siber saat ini berada pada fase transisi besar yang menuntut perubahan cara pandang dan tata kelola.


“Media adalah institusi bisnis berbasis kepercayaan. Tanpa integritas dan profesionalisme, sulit bagi perusahaan pers untuk bertahan di tengah kompetisi yang makin ketat,” ujarnya.


Rakor ini juga dihadiri penasihat SMSI Kepri lainnya, yakni Bupati Kepulauan Anambas Aneng, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Batam Rival Pribadi, praktisi hukum Toto Sumito dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri, Parna Simarmata serta Ketua PWI Batam, M. Khavi Anshary.


Rakor SMSI Kepri 2026 ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun ekosistem pers yang sehat, adaptif terhadap perubahan global, serta mampu tumbuh sebagai entitas bisnis yang profesional dan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Riau. (bur)





Editor: teguh

Kelurahan Tembesi Usul Sepuluh Prioritas Pembangunan Untuk RKPD Batam Tahun 2027

On 07.59

Walikota sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad memberi sambutan pada Musrenbang Kelurahan Tembesi Sagulung


BATAM - Pemerintah Kelurahan Tembesi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rabu malam 7 Januari 2026. Kegiatan yang digelar di Aula Masjid Al-Amin, Bundaran Simpang Barelang ini menjadi rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Batam Tahun 2027.

Musrenbang tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad, didampingi Camat Sagulung Muhammad Arfie Eranov. Turut hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tri Wahyu Rubianto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertamanan Kota Batam Eryudhi Apriadi serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

Hadir juga Sekretaris Kecamatan Sagulung, lurah se-Kecamatan Sagulung, RT dan RW, tokoh masyarakat, Babinsa, kader Posyandu, kepala sekolah SD dan SMP, Ustadz Nur Huda selaku Imam Masjid Al-Amin, Ketua Yayasan Masjid Al-Amin.

Lurah Tembesi M Dayatul Tarmizi memaparkan sepuluh usulan prioritas untuk RKPD Tahun 2027 meliputi pembangunan Gedung Puskesmas, semenisasi lapangan upacara SDN 014 dan SDN 002, revitalisasi ruang kelas dan plafon SDN 018, pembangunan ruang kelas baru SMPN 59 dan SDN 019, pembangunan toilet sekolah SMPN 37, pembangunan gedung sanggar seni SMPN 35, pembangunan pagar SDN 015 Sagulung, serta peningkatan dan pembangunan jalan di wilayah Tanjung Gundap RW 001.

Wali Kota Batam H. Amsakar Achmad menegaskan bahwa Musrenbang merupakan bagian dari mekanisme sistem perencanaan pembangunan nasional yang mengombinasikan pendekatan bottom-up dan top-down. Ia menjelaskan bahwa setiap usulan pembangunan harus melalui tahapan yang jelas, mulai dari Pra Musrenbang, Forum Konsultasi Publik, Musrenbang Kelurahan, hingga Musrenbang Kecamatan dan Kota.

Wali Kota juga menekankan pentingnya penyusunan skala prioritas secara objektif dengan mengutamakan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan berdasarkan kepentingan kelompok atau wilayah tertentu. Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi faktor yang harus dipahami bersama sehingga tidak semua usulan dapat terakomodasi.

Selain membahas perencanaan pembangunan, Amsakar turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Kelurahan Tembesi atas kepedulian dan partisipasinya dalam penggalangan donasi bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyebutkan, total bantuan yang berhasil dihimpun dari pemerintah dan masyarakat Kota Batam hampir mencapai Rp15 miliar.

"Sebagai bentuk pertanggungjawaban, saya akan berangkat langsung mengantarkan bantuan tersebut pada hari Kamis pagi 8 Januari 2026 bersama Wakil Wali Kota Batam, Forkopimda Kota Batam, Kapolda Kepri, Kabinda Kepri, serta Danko Daral IV, sekaligus menyampaikan salam dan dukungan masyarakat Batam kepada warga terdampak bencana di tiga provinsi tersebut," katanya.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat mendekati target 7 persen, penurunan angka kemiskinan dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025 dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus meningkat hingga mencapai 83,80.

"Melalui forum ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, menghindari hal-hal kontraproduktif, serta berkontribusi positif demi mewujudkan pembangunan Kota Batam yang berkelanjutan," pungkasnya. (thr)






Editor: teguh