EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Kunjungi BP Batam, Bupati Batubara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih

On 14.06

Kepala BP Batam menjelaskan investasi kepada Bupati Batubara


BATAM - Kepala BP Batam Amsakar Achmad menerima kunjungan kerja Bupati Batubara Baharuddin Siagian. Kunker itu mendiskusikan transformasi infrastruktur air dan strategi penguatan ekosistem investasi oleh BP Batam.


Pertemuan strategis di sela agenda APKASI ini bertujuan untuk mendiskusikan penguatan pelayanan dasar dan memproyeksikan Batam sebagai benchmark utama dalam pengembangan Kawasan Industri Kabupaten Batu Bara ke depan.


Dalam sambutannya, Kepala BP Batam Amsakar Achmad memaparkan sejarah transformasi Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB). Ia menekankan bahwa sinergi antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam kini telah memacu pertumbuhan ekonomi yang signifikan.


“Capaian investasi melampaui target IKU, dengan realisasi mencapai Rp68,9 triliun atau sekitar 115% dari target Rp60 triliun. Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Batam juga menunjukkan tren menurun, selaras dengan perbaikan indikator kesejahteraan” ujar Amsakar di Ruang Rapat Lantai 8, Gedung Annex BP Batam, Rabu (21/1/2026).


Terkait pengelolaan air, Amsakar menjelaskan bahwa BP Batam bertindak sebagai regulator sekaligus eksekutor melalui kemitraan strategis dengan pihak swasta. Integrasi antara regulator dan mitra operator swasta menjadi kunci dalam mengeskalasi PNBP sekaligus menjamin resiliensi infrastruktur air bagi 1,3 juta penduduk.


“Melalui program strategis 2026, kami memiliki target distribusi air ke wilayah stress area dapat teratasi.” tambahnya.


Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Batam di berbagai bidang. 


Menurutnya, dengan keunggulan komparatif Batam dapat menjadi benchmark bagi skema pengembangan Kawasan Batu Bara ke depan. Diantaranya skema pengelolaan layanan air bersih bagi warga dan industri, optimalisasi konektivitas wilayah dan potensi logistic Pelabuhan.


“Kami melihat perubahan Batam yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Kami berterima kasih Pak Amsakar dapat menerima kami. Kami ingin diskusi sekaligus melihat apa ada peluang-peluang di kawasan industri, pelabuhan, dan pengelolaan.” Kata Bupati Batu Bara.


Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang terletak di pesisir timur Pulau Sumatera, dengan dominasi kuat pada industri pengolahan alumunium dan olekimia, pertanian, kehutanan dan perikanan serta perdagangan.


Selain skema pengelolaan air bersih, diskusi juga berkembang pada rencana konektivitas logistik antar kedua daerah. Bupati Batu Bara berharap adanya jalur distribusi bahan pokok dan arus barang yang terkoneksi langsung antara Pelabuhan di Batu Bara dengan Pelabuhan Internasional di Batam.


Hal ini dikarenakan potensi infrastruktur Batam yang memiliki 5 pelabuhan penumpang dan 3 pelabuhan kargo yang berperan penting dalam mendukung iklim investasi dan logistik di kawasan KPBPB Batam.


Hadir mendampingi Kepala BP Batam dalam pertemuan tersebut, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait, Anggota Deputi/Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad  serta jajaran pimpinan SPAM BP Batam. 


Pertemuan ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut, terutama masukan bagi skema kemitraan pelayanan air di Batu Bara dan pengelolaan kawasan industri guna meningkatkan daya tarik investasi di masing-masing wilayah.(nva)




Editor: teguh

Peduli Kesehatan dan Gizi, Majelis Taklim As Syifa Membagikan Susu Gratis di 3 Kecamatan

On 13.22

 

Baksos bagi susu gratis oleh majelis sholawat As Syifa. Foto/Waldi

BATAM - Tiga Kecamatan Majelis Sholawat As Syifa yakni  Sekupang, Bengkong dan Batam Kota menggelar sholawatan sekaligus membagikan susu gratis.

Kegiatan ini berlangsung di lima panti asuhan Nur Rizkillah, As Salam, Anak Cemerlang, Al Aqsha dan Ridho Illahi. Pembagian susu gratis bagi panti asuhan ini salah satu program terkait peningkatan kesehatan. 

Majelis Taklim  As Syifa Kota Batam guna mendukung program nasional dan daerah, perlu kiranya meningkatkan dan menumbuh kembangkan kepedulian terhadap kesehatan bagi anak-anak yang berada di panti asuhan. Program pembagian susu gratis menjadi prioritas utama bagi Majlis Taklim As Asyifa.  Aksi nyata ini dilaksanakan di masing-masing tiga Kecamatan di Kota Batam. Minggu (19/1/2026).

Aniek Widi, Ketua Asyifa Kota Batam menyampaikan, program pembagian susu gratis bagi penghuni panti asuhan di Kota Batam menjadi program prioritas masjid Taklim As Syifa. Selain, kegiatan pembagian susu gratis di panti asuhan Asyifa juga menggelar Sholawatan bersama pengurus Majelis Taklim dan pengelola serta penghuni panti asuhan.

Aniek Widi juga menambahkan, kegiatan pembagian susu gratis bagi panti asuhan di Kota Batam sudah berjalan sekitar satu tahun lebih. Tahun 2026 ini karena baru memasuki awal tahun kegiatan ini digabungkan dengan majelis taklim As Syifa yang berada di Kecamatan di Kota Batam. Selain itu juga kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi pengurus Majlis taklim As Syifa bersama panti asuhan, karena baru memasuki awal tahun 2026," Terang Aniek.

Harapannya, kegiatan serupa dapat dilakukan oleh lembaga maupun organisasi non pemerintah guna mendukung meningkatan gizi bagi generasi muda terkhusus di panti asuhan di Kota Batam. Kegiatan As Syifa dapat terwujud berkat dukungan dari pengurus dan donatur yang selalu menyisihkan sebagian rezkinya untuk dapat digunakan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya. dalam hal ini As Syifa melakukan kegiatan pembagian susu gratis di Panti Asuhan yang berada di Kota Batam.

Aksi Peduli pembagian susu gratis saat ini diharapkan  dapat dilanjutkan pada moment lainya dan akan melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepedulian baik kesehatan, sosial, budaya, agama dan lainya, tegas Aniek. (r/09)




Editor: teguh


PLN Batam Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui Apel Bulan K3 Nasional 2026

On 14.24

Bulan K3 Nasional 2026 diperingati penuh sukacita oleh PT PLN Batam guna wujudkan komitmen budaya keselamatan kesehatan kerja. Foto/Furqon


BATAM - PT PLN Batam menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang kuat, berkelanjutan, dan kolaboratif melalui pelaksanaan Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang digelar di lingkungan PLN Batam.


Bulan K3 Nasional Tahun 2026 mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Tema ini menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus dibangun secara menyeluruh sebagai sebuah ekosistem yang melibatkan sistem, sumber daya manusia, teknologi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.


Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo dalam sambutannya menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan nilai utama yang harus melekat dalam setiap aktivitas kerja.


“Keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya kewajiban, tetapi nilai utama yang harus hidup dalam budaya kerja kita. Keselamatan adalah fondasi dari keandalan operasional, keberlanjutan perusahaan, dan tanggung jawab moral kita kepada sesama insan kerja,” ujar Kwin Fo.


Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor energi dan kelistrikan dengan tingkat risiko tinggi dan bersifat strategis, PLN Batam menempatkan pengelolaan K3 pada standar tertinggi. Seluruh aktivitas, mulai dari pembangkitan, transmisi, hingga distribusi tenaga listrik, harus dijalankan dengan mengutamakan keselamatan manusia dan keandalan aset vital.


“Setiap pekerjaan di sektor kelistrikan memiliki potensi bahaya yang nyata. Karena itu, pengelolaan keselamatan kerja di PLN Batam harus dijalankan secara profesional dan andal, demi melindungi manusia, aset strategis, serta keberlangsungan pelayanan publik,” tegasnya.


Direktur Utama juga mengutip pesan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, yang menegaskan bahwa tujuan utama K3 adalah memastikan setiap pekerja dapat pulang ke rumah dengan selamat setelah bekerja.


“K3 bukan sekadar kewajiban administratif atau pemenuhan regulasi. K3 adalah nilai dan hak dasar setiap pekerja, yaitu hak untuk pulang ke rumah dengan selamat,” ungkap Kwin Fo.


Dalam konteks PLN Batam, hal tersebut berarti bahwa K3 tidak boleh berhenti pada kelengkapan dokumen atau formalitas administratif semata. K3 harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kepedulian seluruh insan perusahaan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.


“Tidak ada satu pun pekerjaan yang begitu mendesak hingga harus mengorbankan keselamatan jiwa manusia. Target operasional dan keandalan sistem harus selalu berjalan seiring dengan komitmen keselamatan kerja,” tutup Direktur Utama Kwin Fo.


Melalui Bulan K3 Nasional 2026, PT PLN Batam berkomitmen untuk terus membangun ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif, guna menghadirkan layanan kelistrikan yang aman, handal, dan berkelanjutan bagi masyarakat Batam.(thr)




Editor: teguh

KJRI Johor Bahru Tingkatkan Koordinasi Perlindungan WNI dengan APMM Batu Pahat

On 22.13

Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S Widiyanto (kiri) saat lakukan kunjungan kerja. Foto/SMSI


MALAYSIA – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru melaksanakan kunjungan kerja ke Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Zona Maritim Batu Pahat, Johor, Malaysia


Kunjungan tersebut dalam rangka memperkuat koordinasi dan kerja sama dibidang pengawasan maritim serta perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah perairan Johor.


"KJRI Johor Bahru menyampaikan apresiasi atas dukungan dan hubungan kerja sama yang selama ini terjalin baik dengan APMM, khususnya dalam penegakan hukum di laut, pelaksanaan operasi search and rescue (SAR), peningkatan keselamatan pelayaran, serta penanganan dan pelindungan WNI di wilayah perairan perbatasan Indonesia–Malaysia," ujar Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S Widiyanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/1/2026).


Kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan intensitas komunikasi serta pertukaran informasi guna memperkokoh sinergi kerja sama maritim dan memperkuat upaya pelindungan WNI.


Pada kesempatan yang sama, KJRI Johor Bahru menerima laporan mengenai keberhasilan APMM Zona Maritim Batu Pahat dalam menggagalkan upaya penyelundupan 120 karung berisi pasir timah asal Buton dengan berat sekitar enam ton (6.000 kilogram) dan nilai diperkirakan mencapai RM600.000. 


"Muatan ilegal tersebut diangkut menggunakan sebuah kapal kayu yang berasal dari Provinsi Riau," jelasnya.


APMM turut mengamankan tiga orang kru kapal yang seluruhnya merupakan WNI, terdiri atas satu kapten dan dua anak buah kapal (ABK) berusia antara 33 hingga 59 tahun, masing-masing berinisial EH, RH, dan RD, yang berasal dari Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. 


"Ketiganya saat ini ditahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut berdasarkan Akta Kastam 1967. Seluruh kru beserta kapal dan muatan telah diamankan di Jeti APMM Zona Maritim Batu Pahat," ungkapnya.


KJRI Johor Bahru akan terus memantau perkembangan proses hukum terhadap para WNI dimaksud serta memberikan pendampingan kekonsuleran sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus memperkuat kerja sama dengan otoritas setempat guna memastikan perlindungan hak-hak WNI di Malaysia. (bur)





Editor: teguh

Batam Magnet Investasi Nasional: Investasi Riil Capai Rp69 Triliun Srpanjang 2025

On 21.33

BP Batam paparkan dsts riil investasi srpanjang 2025 lalu. Foto/Nova Aida


BATAM - Di tengah selektivitas modal global yang meningkat dan penyesuaian rantai pasok internasional, Batam mencatat realisasi investasi riil sebesar Rp69,30 triliun sepanjang 2025, melampaui target tahunan Rp60 triliun atau sekitar 15 persen di atas sasaran. 


Capaian ini menempatkan Batam sebagai salah satu kawasan dengan kualitas eksekusi investasi industri yang menonjol di Indonesia.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan capaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental ekonomi kawasan. Menurutnya, pertumbuhan investasi Batam tidak semata didorong oleh penambahan jumlah proyek, tetapi oleh ekspansi dan pendalaman kapasitas pelaku usaha yang telah beroperasi.


“Yang tercermin adalah uang yang bekerja di lapangan—bukan sekadar rencana di atas kertas,” ujarnya.


Ia menambahkan, percepatan realisasi pada paruh kedua 2025 menandai meningkatnya belanja modal industri, seiring Batam memasuki fase capital deepening yang berperan langsung meningkatkan produktivitas dan daya saing kawasan.


Dari sisi struktur, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menjelaskan bahwa komposisi investasi Batam semakin matang, baik berdasarkan asal negara penanam modal maupun sektor usaha. 


Sepanjang 2025, Singapura tetap menjadi sumber investasi utama, diikuti Taiwan, RRT, Malaysia, Hongkong (RRT), Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Swiss dan Perancis—kombinasi yang mencerminkan keterhubungan Batam dengan jaringan manufaktur dan logistik regional.


Menurut Li Claudia, struktur ini menunjukkan orientasi investasi yang semakin terkonsentrasi pada sektor produktif penopang industri inti.


“Komposisi negara dan sektor tersebut memperlihatkan Batam semakin terintegrasi dalam rantai pasok regional dan global,” katanya.


Penguatan struktur investasi itu ditopang oleh lonjakan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan investasi yang disampaikan secara nasional, realisasi investasi Batam mencapai Rp44,01 triliun, melampaui target Rp36,99 triliun atau 118,97 persen.


Secara year-on-year, PMDN meningkat 125,90 persen, dari Rp8,16 triliun pada 2024 menjadi Rp18,43 triliun pada 2025, sementara penanaman modal asing (PMA) juga naik menjadi Rp25,58 triliun.


 “Lonjakan PMDN menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor domestik serta kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional—penyangga penting di tengah volatilitas global,” ujar Fary.


Dari perspektif makro, capaian ini berlangsung ketika banyak ekonomi menghadapi pengetatan likuiditas dan penataan ulang rantai pasok. 


Dalam konteks tersebut, kemampuan Batam mempertahankan momentum investasi menandakan keunggulan struktural sebagai lokasi produksi yang efisien, dekat pasar regional, dan didukung infrastruktur industri yang relatif matang.


Sebagai penutup, BP Batam menjelaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang benar-benar berlangsung di lapangan, seiring meningkatnya belanja modal dan penguatan kapasitas produksi pelaku usaha. 


Metode pengukuran ini menangkap realisasi investasi yang diwujudkan dalam aset produktif—seperti mesin, peralatan industri, dan fasilitas produksi—yang digunakan langsung dalam kegiatan usaha.


Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pembentukan kapasitas ekonomi di Batam. 


Dengan dasar itu, realisasi investasi 2025 tercatat Rp69,30 triliun, meningkat dari posisi triwulan III sebesar Rp54,7 triliun, dan berada sekitar 15 persen di atas target tahunan—menegaskan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bersifat nominal, tetapi juga berkualitas dan berdampak nyata bagi struktur industri kawasan.(nai)



Editor: teguh