EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

PLN Batam Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui Apel Bulan K3 Nasional 2026

On 14.24

Bulan K3 Nasional 2026 diperingati penuh sukacita oleh PT PLN Batam guna wujudkan komitmen budaya keselamatan kesehatan kerja. Foto/Furqon


BATAM - PT PLN Batam menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang kuat, berkelanjutan, dan kolaboratif melalui pelaksanaan Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang digelar di lingkungan PLN Batam.


Bulan K3 Nasional Tahun 2026 mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Tema ini menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus dibangun secara menyeluruh sebagai sebuah ekosistem yang melibatkan sistem, sumber daya manusia, teknologi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.


Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo dalam sambutannya menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan nilai utama yang harus melekat dalam setiap aktivitas kerja.


“Keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya kewajiban, tetapi nilai utama yang harus hidup dalam budaya kerja kita. Keselamatan adalah fondasi dari keandalan operasional, keberlanjutan perusahaan, dan tanggung jawab moral kita kepada sesama insan kerja,” ujar Kwin Fo.


Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor energi dan kelistrikan dengan tingkat risiko tinggi dan bersifat strategis, PLN Batam menempatkan pengelolaan K3 pada standar tertinggi. Seluruh aktivitas, mulai dari pembangkitan, transmisi, hingga distribusi tenaga listrik, harus dijalankan dengan mengutamakan keselamatan manusia dan keandalan aset vital.


“Setiap pekerjaan di sektor kelistrikan memiliki potensi bahaya yang nyata. Karena itu, pengelolaan keselamatan kerja di PLN Batam harus dijalankan secara profesional dan andal, demi melindungi manusia, aset strategis, serta keberlangsungan pelayanan publik,” tegasnya.


Direktur Utama juga mengutip pesan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, yang menegaskan bahwa tujuan utama K3 adalah memastikan setiap pekerja dapat pulang ke rumah dengan selamat setelah bekerja.


“K3 bukan sekadar kewajiban administratif atau pemenuhan regulasi. K3 adalah nilai dan hak dasar setiap pekerja, yaitu hak untuk pulang ke rumah dengan selamat,” ungkap Kwin Fo.


Dalam konteks PLN Batam, hal tersebut berarti bahwa K3 tidak boleh berhenti pada kelengkapan dokumen atau formalitas administratif semata. K3 harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kepedulian seluruh insan perusahaan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.


“Tidak ada satu pun pekerjaan yang begitu mendesak hingga harus mengorbankan keselamatan jiwa manusia. Target operasional dan keandalan sistem harus selalu berjalan seiring dengan komitmen keselamatan kerja,” tutup Direktur Utama Kwin Fo.


Melalui Bulan K3 Nasional 2026, PT PLN Batam berkomitmen untuk terus membangun ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif, guna menghadirkan layanan kelistrikan yang aman, handal, dan berkelanjutan bagi masyarakat Batam.(thr)




Editor: teguh

KJRI Johor Bahru Tingkatkan Koordinasi Perlindungan WNI dengan APMM Batu Pahat

On 22.13

Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S Widiyanto (kiri) saat lakukan kunjungan kerja. Foto/SMSI


MALAYSIA – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru melaksanakan kunjungan kerja ke Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Zona Maritim Batu Pahat, Johor, Malaysia


Kunjungan tersebut dalam rangka memperkuat koordinasi dan kerja sama dibidang pengawasan maritim serta perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah perairan Johor.


"KJRI Johor Bahru menyampaikan apresiasi atas dukungan dan hubungan kerja sama yang selama ini terjalin baik dengan APMM, khususnya dalam penegakan hukum di laut, pelaksanaan operasi search and rescue (SAR), peningkatan keselamatan pelayaran, serta penanganan dan pelindungan WNI di wilayah perairan perbatasan Indonesia–Malaysia," ujar Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S Widiyanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/1/2026).


Kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan intensitas komunikasi serta pertukaran informasi guna memperkokoh sinergi kerja sama maritim dan memperkuat upaya pelindungan WNI.


Pada kesempatan yang sama, KJRI Johor Bahru menerima laporan mengenai keberhasilan APMM Zona Maritim Batu Pahat dalam menggagalkan upaya penyelundupan 120 karung berisi pasir timah asal Buton dengan berat sekitar enam ton (6.000 kilogram) dan nilai diperkirakan mencapai RM600.000. 


"Muatan ilegal tersebut diangkut menggunakan sebuah kapal kayu yang berasal dari Provinsi Riau," jelasnya.


APMM turut mengamankan tiga orang kru kapal yang seluruhnya merupakan WNI, terdiri atas satu kapten dan dua anak buah kapal (ABK) berusia antara 33 hingga 59 tahun, masing-masing berinisial EH, RH, dan RD, yang berasal dari Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. 


"Ketiganya saat ini ditahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut berdasarkan Akta Kastam 1967. Seluruh kru beserta kapal dan muatan telah diamankan di Jeti APMM Zona Maritim Batu Pahat," ungkapnya.


KJRI Johor Bahru akan terus memantau perkembangan proses hukum terhadap para WNI dimaksud serta memberikan pendampingan kekonsuleran sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus memperkuat kerja sama dengan otoritas setempat guna memastikan perlindungan hak-hak WNI di Malaysia. (bur)





Editor: teguh

Batam Magnet Investasi Nasional: Investasi Riil Capai Rp69 Triliun Srpanjang 2025

On 21.33

BP Batam paparkan dsts riil investasi srpanjang 2025 lalu. Foto/Nova Aida


BATAM - Di tengah selektivitas modal global yang meningkat dan penyesuaian rantai pasok internasional, Batam mencatat realisasi investasi riil sebesar Rp69,30 triliun sepanjang 2025, melampaui target tahunan Rp60 triliun atau sekitar 15 persen di atas sasaran. 


Capaian ini menempatkan Batam sebagai salah satu kawasan dengan kualitas eksekusi investasi industri yang menonjol di Indonesia.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan capaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental ekonomi kawasan. Menurutnya, pertumbuhan investasi Batam tidak semata didorong oleh penambahan jumlah proyek, tetapi oleh ekspansi dan pendalaman kapasitas pelaku usaha yang telah beroperasi.


“Yang tercermin adalah uang yang bekerja di lapangan—bukan sekadar rencana di atas kertas,” ujarnya.


Ia menambahkan, percepatan realisasi pada paruh kedua 2025 menandai meningkatnya belanja modal industri, seiring Batam memasuki fase capital deepening yang berperan langsung meningkatkan produktivitas dan daya saing kawasan.


Dari sisi struktur, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menjelaskan bahwa komposisi investasi Batam semakin matang, baik berdasarkan asal negara penanam modal maupun sektor usaha. 


Sepanjang 2025, Singapura tetap menjadi sumber investasi utama, diikuti Taiwan, RRT, Malaysia, Hongkong (RRT), Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Swiss dan Perancis—kombinasi yang mencerminkan keterhubungan Batam dengan jaringan manufaktur dan logistik regional.


Menurut Li Claudia, struktur ini menunjukkan orientasi investasi yang semakin terkonsentrasi pada sektor produktif penopang industri inti.


“Komposisi negara dan sektor tersebut memperlihatkan Batam semakin terintegrasi dalam rantai pasok regional dan global,” katanya.


Penguatan struktur investasi itu ditopang oleh lonjakan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan investasi yang disampaikan secara nasional, realisasi investasi Batam mencapai Rp44,01 triliun, melampaui target Rp36,99 triliun atau 118,97 persen.


Secara year-on-year, PMDN meningkat 125,90 persen, dari Rp8,16 triliun pada 2024 menjadi Rp18,43 triliun pada 2025, sementara penanaman modal asing (PMA) juga naik menjadi Rp25,58 triliun.


 “Lonjakan PMDN menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor domestik serta kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional—penyangga penting di tengah volatilitas global,” ujar Fary.


Dari perspektif makro, capaian ini berlangsung ketika banyak ekonomi menghadapi pengetatan likuiditas dan penataan ulang rantai pasok. 


Dalam konteks tersebut, kemampuan Batam mempertahankan momentum investasi menandakan keunggulan struktural sebagai lokasi produksi yang efisien, dekat pasar regional, dan didukung infrastruktur industri yang relatif matang.


Sebagai penutup, BP Batam menjelaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang benar-benar berlangsung di lapangan, seiring meningkatnya belanja modal dan penguatan kapasitas produksi pelaku usaha. 


Metode pengukuran ini menangkap realisasi investasi yang diwujudkan dalam aset produktif—seperti mesin, peralatan industri, dan fasilitas produksi—yang digunakan langsung dalam kegiatan usaha.


Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pembentukan kapasitas ekonomi di Batam. 


Dengan dasar itu, realisasi investasi 2025 tercatat Rp69,30 triliun, meningkat dari posisi triwulan III sebesar Rp54,7 triliun, dan berada sekitar 15 persen di atas target tahunan—menegaskan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bersifat nominal, tetapi juga berkualitas dan berdampak nyata bagi struktur industri kawasan.(nai)



Editor: teguh

Peletakan Batu Pertama Masjid Jami Al-Falah, Walikota Batam Amsakar Sumbang Rp 25 Juta

On 16.30

Suasana gembira saat proses peletakan batu pertama masjid. Foto/Dheo


BATAM - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al-Falah sekaligus menghadiri prosesi penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di Perumahan Central Hills, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Minggu (18/1/2026).


Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pengembang, masyarakat, dan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sarana ibadah di kawasan permukiman. Dalam kesempatan itu, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada PT Menteng Griya Lestari Central Hills dan pengurus yayasan yang telah berkolaborasi melalui fasilitasi Pemerintah Kota Batam.

“Terima kasih kepada Pak Erianto, Ibu Mary, dan Daeng Harianto. Kerja kolektif ini menjadi sinyal penting bahwa perbedaan latar belakang tidak perlu dipertentangkan. Yang terpenting adalah mencari solusi dan membangun kebersamaan,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Batam sangat ditentukan oleh kondusivitas wilayah serta kerukunan masyarakat. Menurutnya, pemerintah membutuhkan kritik yang membangun dan disertai solusi, bukan narasi yang berpotensi memecah persatuan.

“Batam membutuhkan orang-orang yang mampu menumbuhkan rasa kebersamaan. Visi Batam sebagai Bandar Madani hanya dapat terwujud apabila masyarakatnya taat beragama, saling peduli, patuh hukum, dan hidup dalam harmoni,” tegasnya.

Amsakar juga menepis anggapan bahwa kehidupan perkotaan dan kawasan industri menjauhkan masyarakat dari nilai spiritual. Ia menilai antusiasme warga Batam dalam berbagai kegiatan keagamaan mencerminkan tingkat toleransi dan spiritualitas yang tinggi.

“Mulai dari kegiatan selawat di Masjid Raya, perayaan Natal, peringatan Isra Mikraj, hingga menyambut Imlek, semuanya menunjukkan bahwa Batam adalah kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Amsakar menyatakan komitmen Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam untuk mengawal pembangunan Masjid Jami Al-Falah hingga selesai. Secara pribadi, ia juga menyerahkan bantuan awal sebesar Rp25 juta guna mempercepat proses pembangunan.

“Kami adalah orang tua bagi seluruh masyarakat Batam. Tugas pemerintah mengayomi semua golongan tanpa membeda-bedakan. Kebersamaan ini harus terus dijaga. Untuk pembangunan masjid, silakan ajukan proposal agar dapat diproses lebih lanjut,” tambahnya.(ahd)






Editor: teguh

Rakor SMSI Kepri: Media Harus Jeli Membaca Peluang di Tengah Gejolak Global

On 22.52

Amat Tantoso salam sukses bersama pengurus SMSI Kepri. Foto/Zabur


BATAM – Di tengah tekanan global akibat dinamika geopolitik, perlambatan ekonomi, serta situasi politik nasional yang terus bergerak, industri media siber dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu membaca dan memanfaatkan peluang yang ada.


Pandangan tersebut disampaikan Datuk Paulus Amat Tantoso, Penasihat SMSI Provinsi Kepulauan Riau yang juga Ketua Umum Aviliasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Indonesia, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) SMSI Kepri Tahun 2026 yang digelar di Hotel Golden View, Sabtu (17/1/2026).


Menurut Amat, perubahan global justru membuka ruang baru bagi perusahaan media yang mampu beradaptasi dan berpikir strategis.


“Situasi geopolitik, ekonomi, dan politik nasional hari ini memang penuh tantangan. Tapi bagi perusahaan pers yang jeli, ini sekaligus peluang. Media harus mampu membaca arah, memahami kebutuhan pasar, dan menempatkan diri secara tepat,” ujar Amat.


Sebagai pengusaha, ia menekankan bahwa media siber tidak bisa lagi bergantung pada pola lama. Inovasi model bisnis, kolaborasi lintas sektor, serta efisiensi manajemen menjadi kunci agar media tetap relevan dan berdaya saing.


“Dalam dunia usaha, mereka yang bertahan adalah yang adaptif. Media juga demikian. Profesionalisme, kredibilitas, dan kemampuan membaca peluang ekonomi akan menentukan masa depan perusahaan pers,” tegasnya.


Amat juga menyatakan dukungan penuhnya terhadap keberadaan pers yang sehat dan independen. Menurutnya, pers memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penopang stabilitas sosial dan iklim usaha.


“Pers yang kuat dan bertanggung jawab akan menciptakan kepastian informasi. Itu penting bagi dunia usaha, investasi, dan kepercayaan publik. Karena itu, saya mendukung penuh penguatan media yang profesional dan beretika,” katanya.


Rakor SMSI Kepri 2026 yang mengusung tema “Media Sehat, Bisnis Kuat” tersebut menjadi forum konsolidasi pemilik media siber dalam merespons tantangan zaman. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari transformasi manajemen, kualitas konten, hingga keberlanjutan bisnis media.


Ketua SMSI Kepri, Rinaldi Samjaya, menegaskan bahwa media siber saat ini berada pada fase transisi besar yang menuntut perubahan cara pandang dan tata kelola.


“Media adalah institusi bisnis berbasis kepercayaan. Tanpa integritas dan profesionalisme, sulit bagi perusahaan pers untuk bertahan di tengah kompetisi yang makin ketat,” ujarnya.


Rakor ini juga dihadiri penasihat SMSI Kepri lainnya, yakni Bupati Kepulauan Anambas Aneng, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Batam Rival Pribadi, praktisi hukum Toto Sumito dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri, Parna Simarmata serta Ketua PWI Batam, M. Khavi Anshary.


Rakor SMSI Kepri 2026 ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun ekosistem pers yang sehat, adaptif terhadap perubahan global, serta mampu tumbuh sebagai entitas bisnis yang profesional dan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Riau. (bur)





Editor: teguh