EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Meriahkan Hardiknas 2026, Pimpinan dan Anggota DPRD Kompak Berbusana Daerah dan Nasional

On 13.06

Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin didampingi Mardiyanto. Foto/Hasan


BATAM - Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin dan Wakil Ketua II Budi Mardiyanto SE MM ikut hadir memeriahkan Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Batam Tahun 2026 yang digelar di Dataran Engku Putri, Senin (11/5/2026). 


Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipadati para guru serta siswa-siswi dari berbagai sekolah di Kota Batam. Turut pula hadir anggota DPRD dari Komisi IV Muhammad Yunus SPi.


Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ini menjadi ajang refleksi pentingnya dunia pendidikan dalam membangun generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter. Upacara turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta pelajar dari berbagai tingkatan pendidikan.


Dalam keterangannya, Kamaluddin mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh masyarakat Kota Batam, khususnya para guru, tenaga pendidik, dan siswa-siswi di berbagai jenjang pendidikan.


“Pendidikan sangat penting bagi kemajuan bangsa. Pendidikan bukan hanya mencerdaskan tetapi juga membentuk karakter anak-anak bangsa. Kita harus bersinergi bersama membangun pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa,” tegas Kamaluddin.


Beliau juga menegaskan bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, sekolah, orang tua, maupun lingkungan sosial, agar mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. (rud)




Editor: alfi

Jelang Pergi Haji, Walikota Batam Amsakar Achmad Titipkan Pemerintahan ke Wakilnya

On 12.59

Wako Batam Amsakar Achmad dan istri menggelar doa syukur jelang pergi haji/Kominfo


BATAM - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menggelar Walimatus Safar di kediamannya, Batam Centre, Minggu (10/5/2026). 


Kegiatan tersebut menjadi momen silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur menjelang keberangkatannya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada 21 Mei 2026.


Amsakar akan berangkat bersama istrinya, Erlita Amsakar, yang juga Ketua TP-PKK Kota Batam. Sesuai jadwal, keduanya masuk Asrama Haji pada 20 Mei 2026 sebelum bertolak menuju Arab Saudi keesokan harinya.


Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah agama, hingga prosesi adat tepuk tepung tawar. Sejumlah unsur Forkopimda Kota Batam, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kerabat turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Batam menjelang keberangkatannya menjalankan rukun Islam kelima.


“Sebagai manusia biasa dan pemimpin, kami menyadari tidak semua kebijakan dapat memenuhi harapan seluruh masyarakat. Dengan segala kerendahan hati, saya dan istri memohon maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan,” ujarnya.


Selain itu, Amsakar juga meminta doa restu agar perjalanan ibadah hajinya diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali ke Tanah Air.


“Kami mohon doa agar diberikan kemudahan selama menjalankan ibadah haji dan kembali ke Batam dalam keadaan sehat serta memperoleh haji yang mabrur dan mabrurah,” katanya.


Pada kesempatan itu, Amsakar turut menitipkan jalannya roda pemerintahan kepada Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, selama dirinya menunaikan ibadah haji. Ia meminta dukungan dari seluruh jajaran pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, hingga kepala OPD agar program pemerintahan tetap berjalan optimal.


“Saya titip Ibu Wakil Wali Kota kepada Bapak dan Ibu semua. Mohon dukungan penuh agar pelayanan dan program pembangunan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.


Kegiatan Walimatus Safar ditutup dengan doa bersama dan bersalam-salaman sebagai bentuk pelepasan serta doa keselamatan menjelang keberangkatan pasangan tersebut ke Tanah Suci pada 21 Mei mendatang. (anr)



Editor: alfi

Garudayaksa FC Juara Liga 2, Fary Francis: Spirit of Garuda Siap Terbang Tinggi di Super League

On 13.55

 

Garudayaksa FC menjuarai Liga 2 usai menang 4-3 atas PSS Sleman. Foto/Garudayaksa tim

BATAM - Pertarungan sengit penuh drama mewarnai partai final Pegadaian Championship Liga 2 musim 2025/2026 antara Garudayaksa FC menghadapi tuan rumah PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5). Setelah bermain imbang 2-2 hingga babak extra time, Garudayaksa FC akhirnya memastikan gelar juara lewat drama adu penalti dengan skor 4-3.


Kemenangan bersejarah itu sekaligus mengantarkan tim berjuluk “Spirit of Garuda” promosi ke Super League musim 2026/2027 bersama PSS Sleman dan Adhyaksa FC.


Wakil Ketua Dewan Pembina Garudayaksa Academy FC, Widjono Hardjanto dan Fary Francis, Dusan Bogdanovic CEO Garudayaksa, Danang Wijaksana Sulistya Pembina Garudayaksa yang hadir langsung menyaksikan pertandingan final di Stadion Maguwoharjo tampak larut dalam euforia kemenangan bersama pemain dan suporter.


Menurut Fary, keberhasilan Garudayaksa FC bukan sekadar pencapaian olahraga, tetapi menjadi simbol lahirnya semangat baru sepak bola nasional yang dibangun melalui kerja keras, disiplin, pembinaan usia muda, dan mental juara.


“Selamat atas keberhasilan Garudayaksa FC meraih gelar Juara Liga 2 dan memastikan tiket menuju Super League musim 2026/2027. Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, semangat juang, dan kekompakan seluruh pemain, pelatih, manajemen, serta dukungan luar biasa para suporter,” ujar Fary mengawali komentarnya.


Fary yang juga menjabat sebagai Deputi Investasi BP Batam menegaskan, keberhasilan Garudayaksa FC tidak terlepas dari komitmen Ketua Dewan Pembina Garudayaksa FC, Prabowo Subianto, dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih profesional, berkarakter, dan mampu melahirkan generasi pemain bermental juara.


“Keberhasilan ini menjadi bagian dari perjuangan dan komitmen Bapak Prabowo Subianto dalam membangun sepak bola Indonesia yang kuat, modern, dan mampu bersaing di level tertinggi,” tegasnya.


Sementara, Widjono Hardjanto  berharap keberhasilan Garudayaksa FC menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan membawa semangat kebangkitan sepak bola nasional.


“Semoga Garudayaksa terus terbang tinggi membawa semangat baru bagi sepak bola Indonesia dan siap bersaing di kasta tertinggi Super League musim depan,” tambah Widjono Hardjanto.


Dalam pertandingan final, Garudayaksa FC tampil agresif sejak awal laga. Tim dengan julukan “Spirit of Garuda” berhasil unggul lebih dulu lewat sundulan Kelilauw pada menit ke-23 sebelum Everton menggandakan keunggulan melalui titik penalti pada menit ke-35.


Namun PSS Sleman bangkit di babak kedua lewat dua gol Gustavo Tocantins, termasuk gol dramatis di masa injury time yang memaksa pertandingan berlanjut ke extra time dan adu penalti.


Pada babak tos-tosan, kiper Garudayaksa Yuwanto Beny tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan penalti terakhir Gustavo Tocantins dan memastikan kemenangan 4-3 untuk Garudayaksa FC.


Selain gelar juara, kompetisi Liga 2 musim ini juga menghadirkan sejumlah penghargaan individu. Pelatih Adhyaksa FC, Ade Suhendra, dinobatkan sebagai pelatih terbaik setelah membawa timnya tampil impresif sepanjang musim.


Sementara, gelar pemain terbaik diraih Gustavo Tocantins dari PSS Sleman, sedangkan top skor menjadi milik Adilson Silva dari Adhyaksa FC dengan koleksi 26 gol. Penghargaan pemain muda terbaik diberikan kepada Ikram Al Giffari dari FC Bekasi City.


Keberhasilan Garudayaksa FC menjuarai Liga 2 dinilai menjadi sinyal kebangkitan klub-klub baru dengan sistem pembinaan modern yang serius membangun masa depan sepak bola Indonesia.(gam)





Editor: taher

Perkuat Identitas Budaya dan Marwah Melayu, DPRD Kota Batam Sahkan Perda Lembaga LAM

On 13.25

Wako Batam Amsakar Achmad dan Ketua DPRD Muhmmad Kamaluddin menandatangani Perda LAM. Foto/Hasan


BATAM - DPRD Kota Batam resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau (LAMKR) Kota Batam menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang utama, Jumat (8/5/2026). 


Ranperda tersebut merupakan usulan inisiatif DPRD. Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Haji Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua I Haji Aweng Kurniawan, Wakil Ketua II Budi Mardiyanto SE MM, serta Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda SE. Dari unsur eksekutif hadir Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama sejumlah pejabat Pemko dan BP Batam. Paripurna tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda, pengurus LAM Kota Batam, serta kalangan jurnalis.


Pengesahan Ranperda LAMKR menjadi agenda kedua rapat paripurna setelah sebelumnya DPRD menyelesaikan agenda tanggapan dan jawaban Wali Kota Batam terhadap pemandangan umum fraksi atas Ranperda Perubahan Perda Kota Batam Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Persampahan sekaligus pembentukan pansus.


Pada agenda pengesahan Ranperda LAMKR, Ketua DPRD mempersilakan Panitia Khusus (Pansus) Ranperda LAMKR untuk menyampaikan laporan hasil pembahasan. Ketua Pansus Muhammad Yunus SPi yang juga menjabat Sekretaris Umum LAM Kota Batam membacakan laporan pansus yang diawali dengan pantun dan ungkapan syukur.


Dalam laporannya, Muhammad Yunus menyampaikan bahwa keberadaan Perda LAMKR sangat penting sebagai upaya menjaga identitas budaya Melayu di tengah pesatnya arus modernisasi dan heterogenitas masyarakat Batam sebagai kota industri, perdagangan, investasi, dan pariwisata internasional. “Melalui Perda ini, Lembaga Adat Melayu tidak hanya diposisikan sebagai simbol budaya semata, tetapi juga sebagai institusi strategis yang menjaga marwah budaya, memperkuat kohesi sosial, dan menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah,” ujarnya.


Beliau menegaskan bahwa budaya Melayu merupakan fondasi nilai dan adab masyarakat Kepulauan Riau yang harus terus dijaga di tengah perubahan zaman. Dalam laporannya, pansus juga mengutip pesan budayawan Melayu Tenas Effendy, “Melayu itu bukan hanya suku, tetapi cara memandang kehidupan dengan adab dan marwah.”


Pansus menjelaskan, pembahasan Ranperda dilakukan secara intensif bersama Pemerintah Kota Batam, pengurus LAM Kota Batam, tenaga ahli, hingga pakar kebudayaan Melayu Prof Abdul Malik. Selain itu, pansus juga melakukan studi banding ke Yogyakarta guna memperkuat materi dan substansi Ranperda.


Adapun sejumlah poin strategis yang diatur dalam Perda tersebut antara lain kewenangan pemerintah daerah di bidang kebudayaan, asas dan tujuan lembaga adat, tugas dan fungsi LAM, hubungan kerja dengan pemerintah daerah dan paguyuban kedaerahan, penetapan Hari Jadi LAM Kota Batam pada 10 September, pengaturan upacara adat dan gelar adat, pelestarian budaya Melayu, keprotokolan adat, kerja sama hingga pendanaan lembaga adat.


Muhammad Yunus menyebutkan, Ranperda LAMKR Kota Batam terdiri dari 14 bab dan 46 pasal yang disusun untuk memperkuat eksistensi LAM sebagai “payung negeri” di Kota Batam. “Pembangunan sejati bukan hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi juga membangun manusia, budaya, dan karakter bangsa,” katanya.


Usai mendengarkan laporan pansus, Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin menanyakan persetujuan seluruh anggota dewan terhadap Ranperda tersebut. Seluruh anggota DPRD secara kompak menyatakan setuju dan Kamaluddin pun mengetok palu sidang sebagai tanda pengesahan Ranperda menjadi Perda.


“Sesuai mekanisme, dengan disahkannya Ranperda ini, kami minta pidato tanggapan Wali Kota Batam serta penandatanganan naskah pengesahan,” ujar Kamaluddin.


Dalam pidato akhirnya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Batam, khususnya pansus Ranperda LAMKR, atas dedikasi dan komitmen dalam menyelesaikan pembahasan perda tersebut.


Menurut Amsakar, Batam selama ini dikenal sebagai kota industri, perdagangan, dan gerbang internasional. Namun di balik kemajuan fisik tersebut, Batam tetap harus menjaga akar budaya Melayu sebagai identitas daerah. “Peraturan daerah ini bukan sekadar formalitas hukum, tetapi benteng pertahanan budaya di tengah arus globalisasi agar Batam tetap berpijak pada identitas Melayunya,” ujarnya.


Amsakar berharap kehadiran Perda LAMKR mampu memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga adat istiadat, memperkuat nilai kearifan lokal, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah yang berkarakter dan berbudaya. “Kita ingin Batam tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya secara budaya. Kita ingin anak cucu kita tetap bisa berpantun, tetap tahu cara menyapa dengan salam dan sembah, serta tetap bangga menyebut diri sebagai bagian dari masyarakat Melayu Kepri,” katanya.


Menutup pidatonya, Amsakar menyampaikan pantun: “Kayu jati dibuat perahu/Layarnya dikembang menuju selat/Eksekutif legislatif selalu bersatu/LAM Kota Batam sebagai perekat.”


Usai penandatanganan keputusan, Ketua DPRD Kota Batam meminta Sekretaris DPRD segera melakukan proses selanjutnya sesuai mekanisme yang berlaku. Rapat paripurna kemudian resmi ditutup dengan dua bait pantun serta peragaan adat busana Melayu. (rud)



Editor: alfi

Anggota Dewan Anwar Anas Hadiri Mediasi Aksi Demo Supir Truk BAJ di Mapolresta Barelang

On 13.46

Anwar Anas, Anggota Komisi I DPRD Batam bersama para sopir truk saat mediasi di Polresta Barelang. Foto/Hasan


BATAM - Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam, Anwar Anas, menghadiri undangan Polresta Barelang dalam rangka mediasi dan audiensi terkait rencana aksi unjuk rasa oleh komunitas supir truk Bumi Armada Jaya (BAJ) Kota Batam di Mapolresta Barelang, Rabu (6/5/2026).


Mediasi ini digelar menyusul rencana aksi BAJ yang menolak kebijakan penghentian tambang pasir dan tanah timbun di wilayah Kota Batam. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, serta turut dihadiri sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.

Dalam keterangannya, Anwar Anas mengapresiasi terselenggaranya mediasi tersebut. Beliau juga memuji sikap seluruh pihak yang hadir, khususnya perwakilan BAJ, yang dinilai menunjukkan itikad baik dalam mencari solusi bersama.

“Pertemuan berlangsung sangat komunikatif dan penuh kesadaran bahwa kita semua menginginkan yang terbaik bagi Kota Batam,” ujarnya.

Anas berharap, melalui dialog terbuka seperti ini, setiap kebijakan yang diambil dapat mempertimbangkan kepentingan semua pihak tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.(rud)





Editor: taher