EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Gandeng BRIN, Badan Pengusahaan Batam Komitmen Jaga Ketahanan Sumber Daya Air

On 20.12

BRIN dan BP Batam jalin kerjasama/Agam


BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan sumber daya air dan mendorong pengembangan industri berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park di Gedung B.J. Habibie Jakarta belum lama ini.

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi upaya penting untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan Batam ke depan, terutama dalam menjaga ketersediaan sumber daya air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat dan dunia usaha.

Menurutnya, sebagai kawasan industri dan investasi yang terus berkembang, Batam membutuhkan dukungan riset dan inovasi agar pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dukungan riset dari BRIN akan sangat penting bagi keberlanjutan Batam,” kata Sudirman.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengatakan ruang lingkup kerja sama mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari pengembangan Batam Science and Technology Park, pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi sirkular, industri maritim berkelanjutan hingga industri hijau.

“Kami berharap hasil riset dan inovasi BRIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam. Berbagai potensi yang ada harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri,” ujarnya.

Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menambahkan kolaborasi ini melibatkan tujuh riset dari lima pusat riset BRIN, serta tiga unit teknis dari BP Batam. Sebanyak, sepuluh aktivitas dari enam topik utama telah dirumuskan untuk dilaknakan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, berdasarkan peta jalan yang telah disusun secara bertahap.

Seluruh aktivitas tersebut dirancang agar hasil riset dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung pengembangan kawasan Batam.

“Kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal konkret dalam memperkuat peran riset bagi pembangunan kawasan strategis Batam,” katanya.

Sementara, Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan kebutuhan industri (valley of death).

“BRIN ingin menjadi think tank bagi pemerintah dengan membantu mengidentifikasi persoalan dan menawarkan solusi berbasis teknologi. Riset harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini mampu menarik investasi yang lebih besar ke Batam,” imbuh Arif.

Melalui kolaborasi ini, BP Batam meyakini hasil riset dan inovasi dapat menjadi solusi konkret dalam memperkuat ketahanan sumber daya air, mendorong transformasi industri yang lebih hijau dan mendukung pertumbuhan investasi yang berkelanjutan.(gam)

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemko Batam Gelar Goro Massal Bersihkan Sampah

On 00.55

Walikota dan Wakil Walikota Batam ikut goro massal sempena Hari Lingkungan Hidup Dunia 2026.


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar aksi gotong royong massal dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kota Batam Tahun 2026. Kegiatan dipusatkan di SMK Negeri 11 Batam, Jalan Dapur 12, Kaveling Bukit Melati, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dibuka langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mewujudkan Batam sebagai kota yang maju, modern, dan tetap berkelanjutan dengan lingkungan yang bersih dan lestari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur pimpinan Kecamatan Sagulung, perwakilan perusahaan, masyarakat sekitar, serta ratusan pelajar SMK Negeri 11 Batam.

Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Pemko Batam menyusun rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung terhadap lingkungan.

Amsakar memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah merancang rangkaian kegiatan secara komprehensif dan menyentuh langsung berbagai aspek pelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat.

“Menjaga lingkungan ini bukan hanya tugas Wali Kota, Wakil Wali Kota, Pemko Batam, atau BP Batam. Bukan pula hanya tugas sekolah maupun perusahaan. Menjaga lingkungan adalah tugas kolektif kita semua,” ujar Amsakar.

Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama agar kepedulian terhadap lingkungan terus diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.

Amsakar mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. “Jangan sampai setelah kegiatan ini selesai, semangat menjaga lingkungan ikut berhenti. Yang kita harapkan adalah munculnya gerakan berkelanjutan yang tumbuh dari kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan di sekitarnya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Amsakar juga menyoroti dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan secara nyata, termasuk di Kota Batam. Perubahan kondisi garis pantai, karakteristik lahan, hingga pola curah hujan yang semakin sulit diprediksi menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama.

Karena itu, ia menilai keterlibatan dunia usaha melalui program PROPER, serta peran aktif RT, RW, dan lurah dalam menggerakkan budaya gotong royong di lingkungan masing-masing menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.
Amsakar juga mengapresiasi masyarakat Batam yang dinilainya tidak hanya kritis terhadap isu lingkungan, tetapi juga menunjukkan kepedulian melalui berbagai aksi nyata di lapangan.
“Semangat kolaborasi inilah yang harus terus kita jaga agar Batam tetap menjadi kota yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang,” tutupnya.

Adapun, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 terdiri atas tiga agenda utama. Agenda pertama berupa uji emisi kendaraan yang telah dilaksanakan pada 9 hingga 11 Juni 2026 di Mall Top 100 Tembesi, Ruko Cipta Grand City, dan kawasan Temenggung Abdul Jamal. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 1.645 kendaraan. Hasilnya menunjukkan mayoritas kendaraan yang diperiksa memenuhi standar emisi dan dinyatakan ramah lingkungan.(anr)

Berantas Pelaku Rayap Besi, BP Batam Gandeng Polda Kepri dan Polresta Barelang

On 06.48

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin, Kapolresta Barelang Kombes Anggoro Wicaksono bersama Kepala BP Batam Amsakar dan Wakilnya Li Claudia.


BATAM - Guna menutup ruang peredaran barang hasil kejahatan, BP Batam bersama Polda Kepri dan pelaku usaha besi tua (scrap) menandatangani Pakta Integritas Pencegahan Penadahan dan Perdagangan Barang Hasil Tindak Pidana di Aula Polresta Barelang.


Pakta integritas ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memutus mata rantai pencurian dan vandalisme yang merugikan masyarakat, mengganggu keamanan lingkungan, serta mengancam keberlangsungan aset dan fasilitas publik.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa perlindungan fasilitas umum membutuhkan energi kolektif seluruh pihak. Menurutnya, vandalisme tidak hanya merusak aset publik, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan, mengganggu aktivitas masyarakat, membebani biaya perbaikan, serta berdampak pada iklim investasi dan citra Kota Batam.

“Kami minta komitmen dari pelaku usaha besi tua agar bersama-sama mengawal supaya vandalisme tidak terulang. Jika kita sehati menjaga Batam, kota ini akan semakin maju, bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk generasi mendatang,” ujar Amsakar.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha scrap yang memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berintegritas.

“Pelaku usaha memiliki peran penting dengan tidak menerima maupun memperjualbelikan barang yang diduga berasal dari tindak pidana. Mari kita jaga sama-sama Kota Batam yang kita cintai ini Pak.” tegas Li Claudia kepada para pelaku usaha besi tua.

Melalui pakta integritas tersebut, pelaku usaha menyatakan komitmen untuk tidak membeli, menerima, menyimpan, mengolah, maupun memperdagangkan barang yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana. Mereka juga mendukung pengawasan, penertiban, dan penegakan hukum serta siap menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melanggar.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku pencurian, tetapi juga harus menutup ruang bagi praktik penadahan yang menjadi tujuan akhir kejahatan tersebut.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha scrap untuk berhati-hati dan melakukan identifikasi penjual, termasuk memeriksa identitas serta asal-usul barang yang diterima, agar tidak terjerumus menerima barang hasil tindak pidana,” kata Asep.

Ia juga menyoroti maraknya vandalisme terhadap objek vital dan fasilitas umum, mulai dari kabel lampu lalu lintas, kabel telekomunikasi, kabel perusahaan hingga kasus terbaru pencurian besi pada underpass Pelita.

“Kejadian ini sudah sangat mengkhawatirkan dan harus menjadi perhatian bersama. Seluruh pelaku akan diusut tuntas tanpa toleransi,” tegasnya.

Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono menambahkan bahwa sepanjang tahun 2026 telah ditangani 10 perkara terkait pencurian fasilitas umum dengan 18 tersangka dan 3 penadah berhasil diamankan.

Termasuk pelaku rayap besi yang beraksi di underpass pelita beberapa waktu lalu telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Pelaku pencurian dapat dijerat Pasal 477 KUHP Baru (UU Nomor 1 Tahun 2023) dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun dan denda maksimal Rp500 juta. Sementara penadah dapat dikenakan Pasal 591 KUHP Baru dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun dan denda maksimal Rp500 juta.

“Dengan komitmen bersama ini, ruang gerak pelaku kejahatan akan semakin sempit karena tidak adanya pasar bagi barang hasil tindak pidana. Sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dan dunia usaha menjadi kunci menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

BP Batam mengapresiasi semua pihak atas dukungan laporan masyarakat serta kecepatan responsif dari pihak Kepolisian.
Amsakar dan Li Claudia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga aset negara, fasilitas umum, dan objek vital lainnya sekaligus menciptakan iklim investasi yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Batam. (NA)

Sekda Batam Buka Pelatihan Desain Kemasan, Dorong IKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

On 22.45

Sekdako Batam Firmansyah


BATAM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, membuka Pelatihan Desain Kemasan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Batam, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam meningkatkan daya saing produk lokal melalui penguatan kualitas kemasan dan strategi branding yang lebih efektif.

Firmansyah menegaskan bahwa kemasan memiliki peran penting dalam menentukan daya tarik sebuah produk di mata konsumen. Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli kualitas, kepercayaan, pengalaman, dan cerita yang melekat pada produk tersebut.

“Kemasan yang baik dapat meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat identitas usaha, memperluas akses pasar, bahkan membuka peluang untuk menembus pasar nasional maupun global,” ujar Firmansyah.

Ia mengajak para pelaku IKM di Kota Batam untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun branding yang kuat agar mampu bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.

“Kreativitas harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin dinamis,” katanya.

Firmansyah juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batam dalam mendukung pengembangan IKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, fasilitasi promosi, kemudahan perizinan, hingga perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

“Pemerintah Kota Batam akan terus hadir mendampingi pelaku usaha agar IKM dapat tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Riau yang telah memberikan dukungan melalui sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ia juga menyambut baik sinergi dengan Bank Sumut melalui sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gufron, melaporkan bahwa pelatihan tersebut diikuti oleh 200 pelaku IKM dan dilaksanakan selama satu hari.

Kegiatan ini mengusung tema “Upgrade Kemasan, Upgrade Penjualan: Bangun Branding Produk IKM Batam yang Lebih Kompetitif”.

Menurut Gufron, pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Thomas Anton Christian Tarigan dari Bank Sumut Cabang Batam, serta Bagustian Iskandar dan Meyani Kristina Ningrum yang membawakan materi terkait desain kemasan produk.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku IKM dapat meningkatkan kemampuan dalam merancang kemasan yang menarik, memiliki identitas yang kuat, serta mampu meningkatkan nilai jual produk di pasar yang semakin kompetitif. (muh)

Laga Pembuka Grup G Piala Dunia 2026: Iran Vs Selandia Baru Berakhir Imbang 2-2

On 12.01

Ribuan penonton memadati stadion menyaksikan laga pembuka Grup G Iran vs New Zealand


LOS ANGELES - Laga pertama Grup G Piala Dunia 2026 antara Iran Vs Selandia Baru berlangsung imbang. Al Whites dua kali unggul, tapi Team Melli menuntaskan laga 2-2.

Iran menghadapi Selandia Baru dimainkan di Stadion Los Angeles, California, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026). Kedua tim sama-sama langsung menurunkan skuad terbaiknya


Selandia Baru sukses mencuri gol cepat saat pertandingan baru berjalan 7 menit. Gol dicetak oleh Elijah Just.


Iran yang sempat buntu mengepung pertahanan Selandia Baru akhirnya bisa menyamakan skor pada menit ke-32. Ramin Rezaeian memanfaatkan kemelut di kotak penalti Selandia Baru menjadi gol.


Iran sempat mencetak gol di penghujung babak pertama lewat set piece. Namun gol itu dianulir wasit karena offside.


Babak kedua, permainan terbuka diterapkan Iran dan Selandia Baru. Gol kembali dicetak Selandia Baru pada menit ke-54 lewat aksi gemilang Elijah Just.


Hanya 10 menit berselang, Iran kembali berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Sundulan Mohammad Mohebbi menggetarkan gawang Selandia Baru. Skor 2-2 bertahan hingga laga usai.


Hasil ini membuat persaingan di klasemen Grup G sengit, karena tuntas tanpa pemenang di matchday pertama. Sebelumnya Belgia juga bermain imbang 1-1 melawan Mesir. (dtc)