HEADLINE NEWS

EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

Jarak Pandang di Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Cuma 400 Meter

 

8 Penerbangan Terpaksa Di-cancel


 

 

[caption id="attachment_6878" align="alignleft" width="290"]Kabut asap pekat akibat pembakaran hutan dan lahan kelapa sawit milik Malaysia dan Singapura di Sumatera dan Kalimantan telah menyesakkan warga Batam. foto: alfie syahrie/kepriupdate Kabut asap pekat akibat pembakaran hutan dan lahan kelapa sawit milik Malaysia dan Singapura di Sumatera dan Kalimantan telah menyesakkan warga Batam. foto: alfie syahrie/kepriupdate[/caption]

BATAM - Kabut asap kiriman semakin parah melanda Kota Batam. Nyaris semua wilayah kecamatan di kota ini terpapar jerebu pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan yang diduga dilakukan perusahaan perkebunan sawit milik Singapura dan Malaysia.

 

Di Kecamatan Nongsa yang paling parah dampaknya, pasalnya terdapat bandara Hang Nadim dan menyebabkan sejumlah penerbangan delay (ditunda). Meski demikian, ada juga beberapa pesawat yang sudah mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.

 

"Sudah beberapa yang berhasil mendarat. Dari delapan jadwal pagi, tinggal tiga belum mendarat," ujar Suwarso, Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam kepada kepriupdate.com, Selasa (29/9/2015).

 

Ia menjelaskan, maskapai yang belum mendarat adalah Garuda Indonesia serta penerbangan Lion Air dan Citilink dari Jakarta.

 

"Untuk Garuda Indonesia yang pagi tadi sempat divert (dialihkan) ke Medan kemungkinan pukul 11.05 WIB ini akan mendarat. Jarak pandang saat ini sudah 1.200 meter," sambungnya.

 

Menurut jadwal penerbangan di Hang Nadim, pada pukul 07.00 WIB sampai 08.30 WIB ada delapan jadwal kedatangan dan kesemuannya tunda karena jarak pandang di bawah 400 meter.

 

"Kami harap terus membaik. Agar jadwalnya bisa kembali normal," tutur Suwarso. (alfie syahrie)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *