EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Disnaker Batam Diduga Selewengkan Dana Pelatihan Tenaga Kerja

[caption id="attachment_3653" align="alignleft" width="290"]Ribuan buruh di Kota Batam tanpa pelatihan terus menjejali kawasan industri. foto: amok Ribuan buruh di Kota Batam tanpa pelatihan terus menjejali kawasan industri. foto: amok[/caption]

BATAM - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam diduga selewengkan dana pelatihan untuk tenaga kerja mata anggaran tahun 2014 sebesar Rp 2,8 miliar.

 

Dana sebesar itu diperuntukkan untuk kegiatan dua program pelatihan. Pertama pelatihan untuk pencari tenaga kerja dan kedua pelatihan meningkatkan keterampilan bagi tenaga kerja.

 

Anehnya beberapa serikat buruh di Kota Batam saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui dan dilibatkan adanya pelatihan tenaga kerja tersebut.

 

"Kami tidak pernah diberitahu apalagi dilibatkan," kata salah seorang aktivis buruh yang minta tak disebutkan identitasnya, Senin (26/1).

 

Bahkan dia menuding pelatihan tersebut dimanfaatkan oleh oknum-oknum serikat buruh tertentu yang berkolaborasi dengan oknum Disnaker Batam.

 

"Kita minta Disnaker transparan dalam pelatihan itu, jangan membawa-bawa serikat buruh, tetapi buruh tak pernah dilibatkan," kecamnya.

 

Sementara itu pantauan AMOK di lapangan, ribuan pencari kerja setiap hari masih terlantar mencari kerja di setiap kawasan industri yang ada di Batam.

 

Saat dikonfirmasi Kabid Pelatihan Tenaga Kerja Disnaker Batam, Maudi Vera, tak bersedia merinci kegiatan dan besaran dana yang telah dipergunakan. Dia hanya menyebutkan ada sebanyak 580 orang buruh yang telah dilatih. Terdiri dari 280 orang mengikuti pelatihan pencari kerja dan sisanya untuk meningkatkan keterampilan bagi tenaga kerja.

 

"Ya semua dana dihabiskan ke situ," ujar Vera sambil berlalu. (red/amok)