EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Kombes Asep: Tiba di Batam Saya Langsung Buka Media Online

 

[caption id="attachment_3117" align="alignright" width="290"]Kapolres Barelang Kombes Asep Safrudin foto bareng pengurus AMOK usai menggelar audiensi di Mapolresta Barelang. foto: Humas AMOK Kapolres Barelang Kombes Asep Safrudin foto bareng pengurus AMOK usai menggelar audiensi di Mapolresta Barelang. foto: Humas AMOK[/caption]

BATAM - Kapolres Barelang Kombes Asep Syafrudin menyambut penuh suka cita kehadiran organisasi Asosiasi Media Online Kepri (AMOK), hal tersebut tercermin dari rapat audiensi dengan pengurus AMOK, Selasa (6/1/2015) pagi di ruangannya.

 

Dalam sambutannya kapolres menyampaikan permohonan maaf bila rapat ini baru bisa terlaksana menyusul padatnya jadwal polri jelang perayaan natal dan pergantian tahun. Sejumlah kegiatan seperti operasi lilin seligi 2014 hingga pam malam natal dan tahun baru.

 

"Jadi AMOK adalah organisasi pertama yang kami terima di tahun baru 2015 ini, dan pertemuan sejenis akan terus kami lakukan dengan elemen masyarakat lainnya sebagai bagian kemitraan polri dengan masyarakat. Pada kesempatan ini mewakili institusi saya ucapkan selamat natal bagi anggota AMOK yang merayakan dan selamat tahun baru untuk semuanya," ujar Kombes Asep membuka dialog.

 

Baginya media online sudah bukan barang baru. Sebab selama menjabat sebagai Wakapolres Jakarta Barat dan Kapolres Bogor, dia senantiasa menjadikan media online sebagai bacaan wajib bahkan rujukan di dalam menjalankan tugas keseharian.   "Jujur saya katakan saat tiba di Batam, saya langsung buka smartphone dan cari-cari media online yang ada di sini termasuk media yang bergabung di AMOK itu sendiri," ujar Asep yang didampingi Kabag Binamitra Kompol Firdaus.

 

Alumni Akpol 1993 ini mengaku iri dengan keberadaan media online. Sebab untuk soal kecepatan di dalam menyampaikan informasi khususnya peristiwa kepada masyarakat lebih cepat dibanding dengan polisi itu sendiri.

 

"Saya sering katakan ke anggota, masa kita (polisi) kalah dengan media online. Terus terang saja, pimpinan-pimpinan polri itu bacaannya ya media online. Terkadang kapolda telepon saya soal kejadian yang diributkan di media online, kenapa polisi tidak ada di situ. Ini memberi presure dan tantangan tersendiri kepada kami di lapangan," urainya.

 

Nah dengan terbentuknya AMOK, lanjut kapolres, tentu sangat menggembirakan sebab akan semakin memudahkan institusinya dalam memantau setiap perkembangan kamtibmas yang terjadi di Kota Batam. Ia berharap kepada seluruh anggota AMOK untuk lebih profesional dalam menjalankan tugas kejurnalistikannya.

 

"Media adalah mitra polri. Saya sering katakan kepada anggota, kita ini adalah satu-satunya institusi paling seksi di mata media, sebab di sini akan banyak lahir berita yang dicari untuk disuguhkan kepada pembaca. Maka tidak salah bila seluk beluk dan tingkah laku polisi akan menarik untuk diberitakan," ungkapnya.

 

Asep juga mengingatkan tidak hanya kepada media online di AMOK, tetapi kepada seluruh media cetak dan elektronik untuk tidak menjustifikasi institusi apabila ada oknum yang nakal dalam tugasnya.

 

"Silakan saya terbuka untuk ditulis, tetapi sebutkan oknum saja jangan institusinya, sebab masih banyak anggota polri yang baik dan bertanggungjawab dalam mengayomi dan melindungi masyarakat. Oknum polisi nakal itu kan hanya segelintir saja," pinta kapolres.

 

Di bawah kepemimpinannya, ia akan membawa Polresta Barelang lebih terbuka dan transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi, semua terbuka menjawab setiap konfrmasi dari teman-teman media. Jika pun ada kasus yang belum bisa dipublis semata-mata karena masih dalam proses pengembangan.

 

"Ya kita tahu sendiri untuk kasus yang masih pengembangan tentu kita takut kalau diberitakan. Bisa saja tersangka lainnya kabur, menghilangkan barang bukti dan sebagainya. Tetapi prinsipnya saya akan buka seterang-terangnya bila sudah fix kasusnya. Dan kalau teman-teman AMOK yang tahu suatu kasus tetapi kapolsek atau kasat-kasat mencoba menutupi kasusnya, silakan lapor ke saya, tentu saya akan tanya kenapa dan apa alasan mereka. Secepatnya saya kabari ke teman-teman," bebernya.

 

Ketua AMOK Kepri Rudiarjo Pangaribuan menyampaikan organisasi yang ia pimpin memiliki 13 anggota aktif di antaranya : swarakepri.com, kepriupdate.com, beritabatam.com, buruhtoday.com, seputarkepri.com, dinamikakeprinews.co, bongkarkasus.com, batamsatu.com.


 

"Dalam kesehariannya terutama peliputan dan ekspose di lingkup Polres Barelang ini, kami minta agar menyamaratakan seluruh media yang ada termasuk kami di media online. Tidak ada lagi anak emas atau anak tiri, sebab semuanya sama yakni media mitra polri," pinta Rudi.

 

 

"Perlu kami sampaikan di sini pak kapolres, bahwa setiap anggota AMOK telah terintegrasi dengan sistem bank berita atau pusat berita. Di mana berita-berita yang diperoleh wartawan anggota AMOK dapat diakses oleh seluruh anggota," tambah Ahmad Taher, Sekretaris AMOK.  (Humas AMOK)