EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Jalfirman Ancam Keluarga 4 Bidan Jangan Mengadu ke Media Online

 

[caption id="attachment_4452" align="alignright" width="290"]Suasana klinik Vely Batuaji pasca PHK empat bidan. foto: amok/gordon Suasana klinik Vely Batuaji pasca PHK empat bidan. foto: amok/gordon[/caption]

BATAM - Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap empat bidan di klinik Vely Tanjunguncang tak kunjung menemui titik terang. Bahkan terkesan ada upaya intimidasi kepada keluarga agar tidak menghubungi media online.

 

 

Simbolon salah satu keluarga dari korban PHK mengatakan, bahwa kasus yang dialami adiknya tersebut masih belum tuntas bahkan terkesan didiamkan.

 

 

"Tadi saya telepon Kasi Penindakan dan penyidikan pengawas Dinas Tenaga Kerja Kota Batam pak Jalfirman. Beliau berjanji lagi akan mempertemukan adik kami dengan klinik Vely Senin pekan depan," kata Simbolon pada Amok group.

 

 

Simbolon juga menambahkan bahwa Jalfirman mendesak keluarga agar tidak menghubungi media online.

 

 

"Keluarga jangan menghubungi media online karena saya telah disusupi pihak ketiga," ujar Simbolon menirukan perkataan Jalfirman.

 

 

Permintaan Jalfirman itu makin menguatkan dugaan adanya unsur kongkalikong dalam kasus ini. Seperti diberitakan sebelumnya, Klinik Vely dan oknum Disnaker Batam diduga telah bermain mata untuk mendiamkan kasus tersebut. Pasalnya sejak laporan para korban PHK dilayangkan Disnaker tak bertaring untuk memanggil Klinik Vely. (red/amok)