EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Catut Instansi Lain Tanpa Koordinasi, Komisi IV DPRD Batam Diduga Lakukan Pembohongan Publik Demi Kunker ke Swiss dan Jerman

 

[caption id="attachment_5305" align="alignleft" width="300"]Ilustrasi Ilustrasi[/caption]

BATAM - Akal bulus Komisi IV DPRD Batam yang akan menggelar kunjungan kerja (kunker) ke Swiss dan Jerman semakin terang-benderang. Salah satunya dengan mencatut instansi lain tanpa koordinasi.

 

“Kami tidak ikut. Kami tidak pernah diajak diskusi soal itu,” tegas Kepala Bapedalda Batam Dendi N Purnomo kepada AMOK Group, Rabu (15/4/2015).

 

Dendi juga menegaskan tidak mengatahui soal rencana kunker ke Jerman dan Swiss yang disebut Komisi IV mengikutsertakan pihaknya.

 

“Saya tidak tahu soal kunjungan tersebut. Saya baru tahu dari wartawan,” jelasnya.

 

Seperti dirilis laman pemerintah Batam http://skpd.batamkota.go.id, rencana kunjungan ke Jerman dan Swiss tersebut untuk mendampingi Dinas Pendidikan dan Bapedal. Ketika itu Ketua Komisi IV DPRD Riki Indrakari didampingi Sekretaris DPRD Marzuki, memaparkan rencana perjalanan super wah tersebut kepada para jurnalis di Ruang Serbaguna, Rabu (8/4/2015).

 

Guna memuluskan kegiatan kunjungan kerja itu, Komisi IV DPRD terpaksa harus menyeret-nyeret Dinas Pendidikan (Disdik) dan Bapedalda Kota Batam. Hal ini dilakukan mengingat payung hukum yang mengizinkan kunker anggota DPRD berangkat ke luar negeri tidak ada.

 

Informasi di lapangan, untuk menerbangkan anggota dewan terhormat itu disebut-sebut Disdik Batam harus babak belur merogoh kocek dalam. Kunjungan kerja Komisi IV DPRD Batam ini patut diduga ada kepentingan lain dari oknum-oknum anggota DPRD yang ikut berangkat ke Jerman dan Swiss. Bahkan tidak tertutup kemungkinan ada dugaan permainan anggaran yang dilakukan dalam agenda kunker ini.

 

Mereka Yang Berangkat: Riki Indrakari, Uba Ingan Sigalingging, Ides Madri, Fauzan, Ganda Tiur M Simorangkir dan Udin P Sihaloho, satu staf dan dua Kepsek SMK

 

 

Selama di Jerman, anggota Dewan yang terhormat ini disebut untuk menyambangi kerjasama bidang Mekatronik sedangkan di Swiss untuk memulai kerjasama bidang Pariwisata.

 

Untuk kunker ini sendiri setiap anggota Dewan mendapatkan uang saku 4,5 juta rupiah per hari atau Rp 31,5 juta selama tujuh hari agenda kunker. Biaya tersebut diluar akomodasi dan biaya tiket yang juga diikuti oleh kepala sekolah SMK 1, kepala sekolah SMK 2, dan satu personil dari Bapedalda Batam.(red/amok)