EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Kerajinan Tangan Siswa Disabilitas Batam Diminati Turis Asing

 

 

[caption id="attachment_7471" align="alignright" width="290"]Siswi SLB Kartini Batam nampak serius mengerjakan kerajinan tangan. Produk mereka diminati turis asing. foto: alfie Siswi SLB Kartini Batam nampak serius mengerjakan kerajinan tangan. Produk mereka diminati turis asing. foto: alfie[/caption]

BATAM - Setiap tahunnya, tanggal 3 Desember diperingati sebagai hari disabilitas atau penyandang cacat internasional yang ditetapkan oleh PBB tahun 1992 silam.

 

 

Tidak seperti di tempat lain, Sekolah Luar Biasa (SLB) Kartini merayakan hari disabilitas ini secara sederhana. Mereka tetap melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa.

 

Meski memiliki kekurangan secara fisik, bukan berarti anak-anak penyandang disabilitas atau penyandang cacat tidak memiliki cita-cita. Segudang prestasi tingkat nasional bahkan internasional kerap mereka raih, seperti misalnya  siswa SLB Kartini Batam.

 

"Saya punya cita-cita ingin jadi koki handal om," ujar Hanifah, salah seorang siswi SLB Kartini kepada kepriupdate.com, Kamis (3/12/2015).

 

Riniatun, Kepala SLB Kartini Batam menyebutkan, banyak dari muridnya telah meraih penghargaan nasional dan internasional dalam perlombaan khusus siswa SLB.

 

"Murid-murid tetap mengikuti pembalajaran seperti materi yang ada di sekolah pada umumnya," ujar Riniatun.

 

Selain itu pihaknya juga mengajarkan tentan kesenian dan kerajinan tangan. Bahkan untuk kerajinan tangan, hasilnya telah banyak diminati turis asing.(alfie)