EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Batam Diguyur Hujan Deras

 

BATAM - Sudah satu bulan lebih Kota Batam tidak diguyur hujan deras. Bahkan pasca gerhana matahari sebagian 9 Maret 2016 lalu, nyaris kota ini kering kerontang tak setetespun air hujan turun.

 

Namun dahaga warga yang rindu akan air berkah tersebut sedikit terobati menyusul Sabtu (9/4/2016) sekitar pukul 10.30 WIB kota ini diguyur hujan deras.

 

Pepohonan dan bunga-bunga yang semula nyaris mati karena layu, kini terlihat segar lagi seakan ingin tetap bertahan hidup 1000 tahun lagi.

 

Begitu pun dengan tanah yang kering kerontang menebar debu penyakit seketika menyebar aroma tanah nan menyegarkan. Kondisi langit berwarna pekat kelabu memberi kedamaian dalam jiwa insan yang melihatnya.

 

"Sekian lama aku menunggu untuk kedatangan mu, terimakasih ya Allah atas hujanMu sekarang," ujar Nia warga Nongsa.

 

Pertanda Berkabung

 

Hujan berkah ini sekaligus pertanda rasa berkabung warga Kepri utamanya Batam atas kepergian selama-lamanya Gubernur Kepri H. Muhammad Sani yang wafat Jumat 8 April 2016.

 

Jenazah almarhum yang berusia 73 tahun tersebut saat ini sedang disemayamkan di rumah duka Jalan Cempedak Tanjungpinang.

 

Almarhum tiba di rumah duka dari Jakarta sekitar pukul 00.30 WIB tadi malam dan rencananya akan dimakamkan di taman makam pahlawan Tanjungpinang. (alfie)