BATAM

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

KARIMUN

Kendati Kerap Macet Pemerintah Urung Tambah Dua Jalur Trans Barelang, Ini Alasan Kemen PUPR


BATAM - Jalan raya Trans Barelang merupakan satu-satunya akses menuju pusat pariwisata di kawasan Barelang seperti jembatan 1, camp Vietnam, serta beberapa titik pantai yang dikelola swasta maupun pemerintah. Tidak heran jalan tersebut pada momen-momen tertentu seperti Idul Fitri maupun Tahun Baru kerap mengalami kemacetan yang cukup horor. 

Namun sejauh ini pemerintah pusat melalui Kemen PUPR RI belum berencana meneruskan proyek dua jalur di kawasan tersebut. Pertimbangan ekonomis menjadi faktor utama pemerintah urung melanjutkan proyek dua jalur yang kini masih berada di simpang Barelang hingga Mako Brimob Polda Kepri.

"Memang akses wisata penting, namun dari kajian kami perkembangan pembangunan di Barelang masih minim. Tentu secara kalkulasi ekonomi dirasa belum menguntungkan, itu pula yang menjadi pertimbangan kami masih mengkaji jembatan Batam Bintan hingga saat ini," kata Hendri Z DJamal ST MT, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Kepri, Senin (27/5/2019).

Kendati begitu sepanjang tahun 2019, tercatat empat proyek infrastruktur akan dilakukan oleh Kemen PUPR RI bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam. Mayoritas proyek itu direncanakan akan selesai pada Desember 2019 mendatang dengan total keseluruhan anggaran mencapai Rp 106.922.183.000.

Dari jumlah tersebut, ada sub-sub pengerjaan lainnya yang masih dalam rangkaian empat proyek tadi. Diantaranya proyek preservasi jalan Nongsa-Batu Ampar-Tembesi-Galang. Dimana pengerjaan ini, menghabiskan anggaran hingga Rp 43.487.457.000.

Pengerjaan proyek paket pertama ini, terdiri dari pemeliharaan rutin jalan, rehabilitas minor jalan hingga penanganan drainase di sejumlah kantung-kantung banjir di Kota Batam. Perkiraannya 300 hari kalender.

Selain itu, Pelebaran tambah jalur di Jalan Diponegoro (simpang Sei Harapan – simpang Base Camp Batu Aji) sejauh 4 kilometer , dengan nilai kontrak Rp 38.103.884.000 dengan masa 260 hari kalender.

Selanjutnya, pelebaran tambah jalur di jalan Simpang Kabil sampai simpang jam (jalan Letjen Sudirman) sejauh 1 km , dengan nilai kontrak mencapai Rp 18.562.785.000 dan masa pekerjaan 385 hari kalender.

Paket yang keempat adalah pemeliharaan berkala jembatan 6 Raja Kecil. Pihaknya akan melakukan perawatan dan pemeliharan dengan Pengecatan dinding, pembangunan pagar pembatas, patching beton hingga perkuat FRP pada tiang. Dan anggarannya mencapai Rp 6.768.057.000.

"Kita berharap proses pengerjaan ini akan tepat waktu dan tepat sasaran. Sehingga bisa memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat," tuturnya.

Dalam prosesnya ia mengatakan akan ada pengalihan arus lalulintas, untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan institusi terkait dan akan menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat, sehingga tidak membuat efek kemacetan.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *