EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Februari 2020 Bulan Kering di Batam, Setop Boros Pakai Air Bersih


BATAM - BMKG Hang Nadim Batam memprakirakan curah hujan di wilayah Batam dan Kepri umumnya pada bulan Februari 2020 sangat minim. Kondisi tersebut akibat adanya arah angin yang bertiup dari utara ke wilayah Selatan atau biasa disebut monsun Asia.

“Februari ini menjadi yang terminim curah hujannya, tak sampai 100 mm. Dan perkiraan Maret kembali akan normal 150 mm curahnya,” kata Kepala Balai Stasiun Meteorologi Kelas 1 Batam, I Wayan Mustika, Jumat (7/2/2020) siang.


Wayan mengatakan kondisi itu akibat kencangnya angin utara yang membawa uap air di atas permukaan wilayah Batam. “Sehingga curah hujan lebih banyak terjadi di wilayah Pulau Jawa dan Barat Daya Pulau Sumatera bagian Selatan,” ungkapnya.

Meski terbilang curah hujan minim selama Februari, ia mengatakan di beberapa wilayah Kepri masih akan tetap terjadi hujan akan tetapi bersifat lokal.

“Untuk itu kita mengimbau kepada masyarakat Batam untuk dapat melakukan penghematan air bersih. Harapannya di awal Maret curah hujan sudah kembali ke normalnya,” terangnya.

Sementara itu, Manager Air Baku Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Hadjad Widagdo mengatakan kondisi waduk Duriangkang yang menjadi pemasok 70 persen air bersih di Batam sudah susut 2 meteran. Dimana pemakaian air bersih setiap bulannya mencapai 7 - 8 juta meter kubik.

“Konsumsi air bersih di Batam 200 liter per orang per hari dan ini masuk kategori boros dimana normalnya 160 liter per orang per hari. Jika tidak hemat ini bisa berpengaruh terhadap 1,3 juta penduduk di Batam,” ujar Widagdo.

Secara umum curah hujan di Batam mencapai 240 mm / per tahun. Patut disyukuri Batam bagus seperti Bogor. Untuk itu pihaknya mengajak semua masyarakat untuk menyetop kegiatan ilegal seperti keramba ikan, berternak dan bercocok tanam di kawasan dam Duriangkang.

“Selain imbauan kami tetap akan patroli. Karena kegiatannya bisa merugikan 1 juta orang lebih,” pungkasnya.