KEPRI

NASIONAL

POLITIK

OLAHRAGA

Diduga Mengintimidasi Pakai Senpi, Guru SMK Harmoni Batam Laporkan Wali Murid ke Mapolda Kepri

Suherman, pengacara guru SMK Harmoni lapor ke Polda Kepri. (Foto/Kepriupdate)


BATAM - Aksi saling lapor antara guru dan wali murid terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Hal itu merupakan buntut dari mencuatnya dugaan perundungan atau bullying di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Satu Bangsa Harmoni beberapa waktu lalu.

Kali ini, giliran dua guru SMK Satu Bangsa Harmoni berinisial S dan A melaporkan mantan wali muridnya yakni IJ ke Mapolda Kepri. Setelah sebelumnya, kedua guru itu dilaporkan ke Polresta Barelang atas dugaan kekerasan terhadap anak khususnya perundungan.

Penasihat Hukum S dan A, Suherman mengungkapkan, laporan pihaknya ke Polda Kepri atas dugaan pelanggar kode etik oleh IJ. Pasalnya, IJ adalah seorang anggota aktif kepolisian.

Kemudian, IJ sempat membawa senjata api (senpi) yang ia miliki saat bermediasi di sekolah.

“Sempat dua kali bawa senpinya ke sekolah. Apakah pantas hal seperti itu,” kata Suherman.

Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan sebuah akun Instagram Faleymc_99. Hal itu karena akun tersebut mengunggah sebuah video yang terkesan mengintimidasi para guru di SMK Satu Bangsa Harmoni Batam.

Unggahan itu merupakan sebuah video yang memperlihatkan aksi penembakan terhadap satu kelompok.

“Aku dan teman-teman yang sedang menyerbu sekolah SMK Harmoni Batam karena ada korban bullying yang dibuli murid dan guru di sana,” tulis akun tersebut.

Sebelumnya, orang tua SI, yakni IJ telah terlebih dahulu melaporkan kedua guru itu ke Polresta Barelang atas atas dugaan kekerasan terhadap anak khususnya perundungan.

Ia mengungkapkan, laporan itu dilakukan karena telah jenuh dengan sikap sejumlah pihak terkait yang selalu menganggap masalah tersebut telah selesai.

“Iya sudah saya laporkan, sekitar seminggu yang lalu,” katanya.

Dalam laporannya itu, IJ melaporkan dua orang guru yang diduga terlibat dalam dugaan perundungan terhadap anaknya.

Selain itu, ia tak menutup kemungkinan akan melaporkan sejumlah pihak lainnya yang diduga menutup-nutupi dan turut serta dalam aksi tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan, ada beberapa yang akan saya laporkan karena ikut-ikutan juga. Ada salah satu gurunya yang terjadi di luar,” lanjutnya.

IJ menuturkan, hal itu karena sejumlah pihak tersebut sulit dikonfirmasi perihal tindakan terhadap anaknya.

Selain itu, ia juga menyayangkan sikap pihak sekolah dan Disdik Kepri yang selalu menganggap tidak adanya aksi perundungan dan masalah itu telah selesai. Ia mengaku telah dimintai keterangan lanjutan pada laporan tersebut.

“Saya sudah dimintai keterangan lanjutan kemarin oleh polisi,” ujar IJ.




Editor : Teguh

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *