EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Inflasi Kota Batam Naik 5,95 Persen, Inilah 10 Komoditas Yang Jadi Pemicu Terbesar

Bensin salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kota Batam.(Foto:Fah/Kepriupdate)


BATAM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Batam mengalami inflasi 5,95 persen pada 2022. Angka tersebut tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.


Kenaikan inflasi ini dipicu naiknya harga bahan pangan dan harga energi. Tembakau, transportasi, dan bahan makanan rata-rata naik 17,31 persen.


10 komoditas penyumbang inflasi Batam : rokok Kretek Filter: 19,49%,  Angkutan Udara: +56,27%, Kontrak Rumah: +7,99%, Kangkung: +131,87%, Sabun Detergen Bubuk/Cair: +22,55%, Rokok Putih: +13,26%, Bayam: +72%, Bensin: +26,6%, Daging Ayam: +10,69%, dan Telur Ayam: +17,3%.

Kenaikan komoditi tersebut akan berdampak di tahun 2023. Wakil Ketua TPID Kepri yang juga Deputi Kepala BI Perwakilan Kepri, Adidoyo Prakoso menegaskan bahwa resiko inflasi tahun ini akan bisa ditekan menurun.


Menurut dia beberapa resiko pemicu inflasi pada 2023, yakni cuaca ekstrem dan pencabutan PPKM. Cuaca ekstrem akan berdampak kepada naiknya bahan pangan.


"Kepri notabene wilayah kepulauan mengandalkan transportasi laut. Sayur-sayuran dari daerah pasti naik, apalagi jelang Imlek," ujar Adidoyo kepada wartawan, Kamis (12/1/2023).


Adidoyo menjelaskan, agar tidak mengalami kenaikan inflasi, Pemda Kepri melalui TPID harus berkoordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) untuk menekan inflasi tahun 2023 ini, agar tidak mengalami kenaikan drastis.


"Kita meminta gerakan nasional yang berfokus kepada tiga program utama. Peningkatan produksi pangan, operasi pasar, dan kerjasama antar daerah," pungkasnya. (fah)




Editor : Teguh