KEPRI

NASIONAL

POLITIK

OLAHRAGA

Khawatir Tanggul Kembali Jebol, Warga Minta Developer Bikin Saluran ke Arah Panaran Batam

Warga mengecek kondisi tanggul penahan air di kawasan proyek Renggali. Mereka membersihkan sampah agar air tidak mampet dan menjebol tanggul. Foto:Fah/Kepriupdate

BATAM - Warga Cipta Asri mencemaskan bahaya banjir bandang dari arah tanggul milik developer Renggali Residence Tembesi Batam. Menyusul sejauh ini tidak ada progres pembangunan saluran drainase alternatif.


Hingga kini saluran air di kawasan perumahan Renggali mengarah ke pemukiman Cipta Asri. Hal tersebut jelas sangat menakutkan apabila hujan deras turun.


"Setiap lihat langit mendung gelap di arah rumah, saya sudah takut. Karena air di tanggul Renggali itu bisa saja jebol lagi," ujar Husna dengan raut penuh khawatir, Senin (9/1/2023).


Menurut wanita paruh baya ini, sejak penimbunan kolam resapan air di dekat proyek Renggali, banjir kerap melanda tempat tinggalnya. Bahkan tahun 2020 lalu, laptop, kulkas dan mobilnya terendam banjir kiriman tersebut.


"Kami sudah tinggal lebih 7 tahun selalu aman aman saja. Tapi sejak proyek Renggali dibangun hidup kita tidak tenang dan was was selalu," ujarnya.


Korban banjir jauh sebelumnya telah mewanti-wanti dampak buruk dari langkah Renggali membuat tanggul air tersebut. Pasalnya pihak Renggali tidak pernah memenuhi tuntutan warga untuk membuat saluran drainase pemecah air dari lokasi proyeknya.


"Renggali cuma sibuk bikin tanggul sementara untuk menahan banjir ke arah Cipta Asri. Sekarang terbukti jebol dan bikin banjir parah lagi ke perumahan kami," ujar Udin, warga lainnya.


Para korban banjir kiriman Renggali Residence di akhir tahun 2021 mengaku trauma dengan peristiwa tahun 2020 lalu.


"Semua anak-anak dan benda berharga kami ungsikan di tempat tinggi kalau mau hujan gelap. Kita khawatir terjadi yang tidak kita inginkan seperti tahun yahun lalu. Renggali kita minta bikin parit ke arah Panaran," pinta Yono.


Totok, Perwakilan Managemen Renggali Residence saat dikonfirmasi mengaku tetap akan bertanggungjawab, salah satunya memperkuat tanggul agar tidak jebol. Sebab jika membangun drainase ke arah Panaran cukup sulit.


"Kita siapkan alat berat untuk berjaga di area tanggul. Sebab air banjir bukan cuma dari tempat kita melainkan juga dari arah sebelah SPBU," katanya.(fah)



Editor : Teguh




Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *