KEPRI

NASIONAL

POLITIK

OLAHRAGA

Terkait Padam Listrik Batam-Bintan, DPRD Kepri Ingatkan Jaga Kepercayaan Investor

RDP Komisi III DPRD Kepri dengan Dinas ESDM dan PLN Batam di Graha Kepri Batam Center. Foto/Humas DPRD Kepri


BATAM - Komisi III DPRD Kepri menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas ESDM Kepri dan PLN Batam, terkait padam listrik Batam dan Bintan pada awal tahun baru.

Sayangnya, rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kepri Widiastadi Nugroho tersebut dilaksanakan secara tertutup di Lantai 5 Gedung Graha Kepri Batam Center, Rabu (4/1/2023) sore.

Juru Bicara Komisi, Irwansyah usai rapat kepada wartawan mengatakan, ada empat poin penting yang menjadi catatan dari hasil RDP antara PLN Batam dan ESDM Kepri.

Pertama, Komisi III DPRD Kepri meminta PLN Batam melakukan evaluasi secara menyeluruh dan komprehensif, supaya kejadian blackout tersebut tidak terulang kembali. Pasalnya itu terjadi hingga ke Pulau Bintan.

Kami juga desak PLN Batam dan juga Dinas ESDM Kepri untuk secepatnya menyampaikan informasi mengenai kompensasi yang telah diatur di dalam Pergub Nomor 22 tahun 2017 Tentang Tingkat Mutu Layanan.

"Sebab listrik mati ini udah melebihi dari yang sudah ditentukan di Pergub, maka harus ada kompensasinya apakah berupa pemotongan tagihan atsu penambahan Kwh listrik prabayar," kata politisi PPP ini.

“Setahu saya, selama ini PLN Batam pasti memberikan kompensasinya. Dan hal ini tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Rencananya, Kamis (5/1/2022) kata Irwansyah, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemprov Kepri akan melakukan penghitungan berapa lama listriknya mati, untuk menentukan jumlah kompensasi yang akan diberikan ke masyarakat.

Kemudian, point penting yang Ketiga yaitu, pihaknya meminta kepada PLN Batam untuk menyiapkan langkah kongkrit dalam hal pemeliharaan. Baik pembangkit, jaringan transmisi dan pendistribusiannya. Hal itu untuk memastikan semua beroperasi secara baik dan normal.

"Poin keempat, Batam dan Bintan sebagai kota tujuan investasi, industri dan pariwisata harus tetap terjaga daya tarik investasinya. Jangan sampai gara-gara listrik ini mati terus, investor kehilangan kepercayaannya untuk berinvestasi di dua kota ini karena listriknya tidak ada jaminan," katanya.

Dilokasi yang sama, Anggota Komisi III DPRD Kepri, Sugiarto menambahkan di samping PLN Batam harus memberikan kompensasi, juga harus bisa menjelaskan sebab terjadinya mati listrik tersebut.

"Hal ini perlu, agar isu-isu liar yang bisa membuat masyarakat Kepri gaduh dapat dihindari," ujar politisi PDIP ini. (tgh)




Editor : Teguh




Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *