EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Batam Diguyur Hujan Sejak Pagi, Lurah Tembesi Keliling Pantau Titik Rawan Banjir

Perangkat RT RW Kelurahan Tembesi mengecek kondisi tanggul penahan banjir Renggali. (Foto : Fah/Kepriupdate)


BATAM - Mengantisipasi musibah banjir kembali terulang di wilayahnya, Lurah Tembesi Muhammad Arfie Eranov keliling memantau pergerakan air, Jumat (3/3/2023).


Hal tersebut dia lakukan lantaran Kota Batam sejak Jumat pagi, tak berhenti diguyur hujan dengan intensitas ringan dan lebat. Walhasil beberapa titik rawan banjir di Tembesi mulai was-was.


Arfie mengunjungi tanggul penahan banjir di Renggali Tembesi. Satu alat berat dikerahkan ke lokasi untuk membendung tanggul agar tidak jebol.


"Debit air semakin besar, kemarin ada perbaikan gorong-gorong namun belum selesai jadi kita bendung lagi," kata alumni IPDN ini.


Pria berperawakan tambun ini, menyusuri tiap jengkal tanggul yang menjadi pusat berkumpulnya air di sekitar. Baik dari arah Daarut Tauhid, SPBU Barelang, Perum Medio Raya, Mako Brimob dan Perum Laguna Hills.


"Kejadian banjir bandang di Tahap 3 Cipta Asri tahun lalu akibat tanggul ini jebol. Jadi kita konsen agar jangan sampai jebol lagi," ujarnya.


Ketua RT 13 Cipta Asri Hendriki yang turut mendampingi Lurah Tembesi meminta agar solusi jangka pendek ini yakni tanggul tidak diteruskan dan segera membuat parit besar dari depan Renggali ke laut panaran. Pasalnya, setiap hujan turun warga cemas dan khawatir jangan-jangan tanggul Renggali jebol. 


"Sudah 3 tahun sejak Renggali bangun proyek rumah, banjir selalu menerjang Tahap 3 Cipta Asri. Harusnya segera dibangun parit utama depan Renggali, jangan justeru mengarahkan air ke pemukiman warga kami," pungkas Hendriki dengan nada kesal lantaran tempat tinggalnya pun sering kebanjiran akibat parit alternatif dibangun persis di belakang rumahnya.(fah)




Editor : Teguh