EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Harga Telur Melambung Rp32 Ribu, Pakan Ayam Dituding Jadi Biang Keroknya

Telur ayam yang menjadi kebutuhan pokok rakyat kini harganya mahal gegara pakan ternak yang langka. Foto/Fahrur


BATAM - Harga telur ayam saat sedang melambung tinggi di harga Rp 32.000 per kilogram (kg). Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi penyebab mahalnya harga telur ini karena makin mahalnya pakan.


Ia mengatakan saat ini harga pakan meningkat karena kini harga jagung menjadi lebih dari Rp 6.000 per kg, naik dari biasanya Rp 5.000/kg. Jagung merupakan bahan utama pakan ayam petelur sebesar 50% sampai 55%.

"Kenaikan harga telur disebabkan karena kenaikan harga pakan, kenaikan harga pakan hari ini Jagung di atas Rp 6.000 per kg, dari biasanya Rp 5.000/kg. Jagung berkontribusi 50-55% dari pakan," katanya kepada detikcom, Rabu (31/5/2023).

Lebih lanjut, kenaikan harga jagung sendiri terjadi karena pasokannya minim menjelang panen raya. "Seperti biasa pilihannya mau kita impor, terus harga jagung jatuh, kasihan petaninya. Tetapi kalau kita beri kesempatan dikit petaninya, peternaknya yang babak belur," lanjutnya.

Harga telur ayam secara nasional saat ini di angka Rp 29.000 per kilogram, naik dari harga acuan yang diatur Rp 27.000/kg. Tetapi harga telur ayam Rp 27.000/kg tersebut saat harga jagung masih di angka Rp 5.000/kg.

"Jadi harga ayam, harga telur itu berbanding lurus dengan harga jagung. Kalau jagung jatuh, harga ayam dan telur akan bisa dikendalikan," ucapnya.

Untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan seperti telur, pemerintah telah melakukan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak.

Hal itu juga menjadi salah satu cara pemerintah membantu peternak yang babak belur akibat kenaikan harga pakan. Banyak peternak yang rugi dan akhirnya tutup usahanya.

Makanya, pemerintah akhirnya menghitung kembali harga acuan untuk telur ayam melihat kenaikan harga pakan yang terus mengalami kenaikan. Untuk itu harga acuan pemerintah untuk telur ayam Rp 27.000/kg.

"Tetapi Rp 27.000 itu segitu bisa di bawah, bisa di atas, tergantung wilayahnya. Kalau Rp 32.000 di Blitar nggak mungkin, tetapi Rp 32.000/kg di Sumatera Utara mungkin, Rp 32.000 di Aceh, mungkin, di Jakarta saja mungkin," jelasnya.

Variatif harga telur ayam sendiri bisa terjadi karena rantai pangan di pasaran cukup banyak. "Pasar induk lebih murah turunan lagi lebih mahal lagi, masuk supermarket lebih mahal lagi," jelas dia. (fah)






Editor : Teguh