EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Threads Jadi Ancaman Terberat Bagi Twitter, Pengguna Tembus 100 Juta dalam Waktu Singkat

 

Logo Threads

AMERIKA - Capaian 100 juta pengguna dalam waktu yang singkat dan adanya tren penurunan aktivitas di Twitter, Threads semakin mengancam eksistensi dan pertumbuhan Twitter.

Aplikasi media sosial terbaru besutan Meta itu mencatatkan jumlah pengguna mencapai 100 juta hanya dalam waktu kurang dari sepekan. Keberhasilan Threads ini dianggap menjadi ancaman serius bagi Twitter yang tengah dilanda berbagai masalah, seperti seringnya gangguan layanan, PHK massal, dan eksodus para pengiklan.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengumumkan capaian tersebut pada Senin (10/7), mengutip laporan CNN. Prestasi ini menjadi sorotan karena Threads mampu melewati jumlah pengguna Twitter dengan cepat, menempatkannya sebagai jejaring sosial yang sangat potensial.

Namun, sementara Threads mencatat pertumbuhan yang pesat, beberapa analis lalu lintas internet melaporkan adanya penurunan nyata dalam penggunaan Twitter dalam beberapa hari terakhir. Data dari perusahaan infrastruktur internet, Cloudflare, dan perusahaan analisis web, Similarweb, mengindikasikan adanya penurunan trafik yang signifikan pada Twitter.

Pada bulan-bulan sebelumnya, Twitter telah mengalami penurunan dalam peringkat popularitasnya. Namun, penurunan tersebut semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir, yang kemungkinan disebabkan oleh minat yang kuat terhadap Threads serta migrasi pengguna dari platform yang dimiliki oleh Elon Musk ke platform yang dijalankan oleh Zuckerberg.

Hingga berita ini ditulis, Twitter belum memberikan tanggapan resmi terkait peristiwa ini.

Matthew Prince, CEO Cloudflare, membagikan sebuah bagan yang menunjukkan popularitas Twitter dalam perbandingan dengan situs web lain yang mereka pantau. Bagan tersebut menunjukkan penurunan popularitas Twitter secara konsisten sejak awal tahun. Pada bulan Januari, Twitter menduduki peringkat ke-32 dalam daftar tersebut. Namun, posisinya terus menurun menjadi peringkat ke-34 pada bulan berikutnya. Pada musim semi, Twitter berada pada posisi fluktuatif antara peringkat ke-35 dan ke-37. Namun, data awal Juli menunjukkan penurunan yang drastis, dengan Twitter jatuh ke peringkat ke-40.

Similarweb, perusahaan analisis web, juga menyatakan bahwa mereka mengamati tren penurunan lalu lintas pada Twitter yang serupa.

Pengalaman pengguna Threads secara anekdotal juga menguatkan laporan tersebut. Alex Stamos, direktur Observatorium Internet Stanford, melakukan “tes tidak ilmiah” pada hari Sabtu dengan membagikan postingan yang sama di Twitter, Threads, dan Mastodon, pesaing lainnya. Selama periode 23 jam, ia memperhatikan keterlibatan yang jauh lebih besar di Threads dibandingkan di Twitter, diukur berdasarkan jumlah suka dan balasan, meskipun Threads memiliki jumlah pengikut yang lebih sedikit dibandingkan Twitter.

Stamos, yang memiliki lebih dari 100.000 pengikut di Twitter tetapi hanya sepuluh persen dari jumlah itu di Threads, menambahkan bahwa keterlibatan yang kuat dengan postingan di Threads juga didukung oleh kualitas balasan yang jauh lebih tinggi di platform tersebut. Menurut pengamatannya, platform non-Twitter seperti Threads menawarkan kualitas dan interaksi yang lebih baik bagi pengguna. (alf)






Editor : Rozi